• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

5.2. Pembahasan

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jenis karakteristik pada penderita kanker endometrium yang dirawat di RSUP. H. Adam Malik Medan tahun 2012-2105. Penelitian ini di lakukan sejak bulan Agustus 2016 dan didapatkan 48 penderita. Data tersebut diperoleh dari bagian rekam medis RSUP.

H. Adam Malik Medan.

Berdasarkan tabel 5.1 penderita kanker endometrium terbanyak dengan kelompok usia >55 tahun yaitu sebanyak 22 orang (45,8%), dan paling sedikit pada kelompok usia <45 tahun yakni sebanyak 11 orang (22,9%). Hal ini sesuai dengan penelitian yang dipaparkan Jeinyver di RSUD Kandou Manado, dimana penderita terbanyak datang pada usia >51 tahun sebanyak 24 orang (66,67%) dan yang paling sedikit datang dengan usia 41-45 sebanyak 2 orang (5,5%). Penelitian lain oleh Rosato dan Colombo juga menunjukkan pasien terbanyak datang dengan usia pascamenopause (>55 tahun), hal ini mungkin disebabkan rata-rata pasien datang dengan keluhan perdarahan pascamenopause.31,33,34

26

Penderita kanker endometrium menurut status perkawinannya dapat dilihat pada tabel 5.1. Ditemukan status perkawinan penderita kanker endometrium yang paling banyak adalah kelompok yang sudah menikah sebanyak 47 orang (97,9%) sedangkan yang belum menikah sebanyak 1 orang (2,1%)

Berdasarkan tabel 5.1 diperoleh penderita kanker endometrium dengan distribusinya berdasarkan Indeks Massa Tubuhnya. Terlihat bahwa terbanyak adalah penderita dengan indeks massa tubuh overweight-obese dengan jumlah 33 orang (68,8%) dan penderita yang paling sedikit dengan indeks massa tubuh underweight-normoweight dengan jumlah 15 orang (31,3%). Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan Schmandt dan Vucenik dimana penderita dengan kelompok IMT overweight-obese lebih beresiko terkena kanker endometrium.35,36

Penderita kanker endometrium dengan riwayat paritasnya dapat dilihat pada tabel 5.1 dimana penderita kanker endometrium terbanyak dijumpai pada kelompok multipara sebanyak 30 orang (62,5%), diikuti kelompok nullipara sebanyak 14 orang (29,2%) dan yang paling sedikit adalah kelompok primipara sebanyak 4 orang (8,3%). Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan Jeinyver di RSUD Kandou Manado, dimana terdapat pasien multipara sebanyak 20 orang (55,56%) sedangkan pasien nullipara sebanyak 14 orang (38,89%). Penelitian lain oleh Rosato juga menunjukkan pasien multipara sebanyak 294 orang (64,7%) dan pasien nullipara sebanyak 68 orang (15%) namun hal ini tidak sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Anggelina di RSUD Arifin Achmad PekanBaru, dimana penderita terbanyak terdapat pada kelompok nullipara yaitu sebanyak 23 orang (54%) dan untuk pasien multipara sebanyak 15 orang (35%), hal ini mungkin disebabkan karena nulliparitas dapat meningkatkan kadar estrogen dimana kadar estrogen yang tinggi menjadi salah satu faktor terjadinya hiperplasia sampai kanker endometrium.31,32,34

Dari tabel 5.2 ditemukan penderita kanker endometrium terbanyak datang pada stadium II yaitu sebanyak 18 orang (37,5%), dan yang paling jarang datang dengan stadium IV B sebanyak 1 orang (2,1%). Hal ini sesuai dengan penelitian Jeinyver di RSUD Kandou Manado, dimana penderita yang datang lebih sering

27

penderita kanker endometrium terdiagnosis pada stadium awal oleh keluhan perdarahan abnormal pascamenopause.31

Tabel 5.3 menggambarkan jenis sel dari kanker endometrium. Terdapat 44 orang (91,7%) yaitu kelompok jenis sel endometrioid adenocarcinoma. Hal ini sesuai dengan penelitian Jeinyver di RSUD Kandou Manado, dimana jenis sel terbanyak terdapat pada pasien dengan jenis sel endometrioid adenocarcinoma sebanyak 19 orang (52,78%). Penelitian lain oleh Anggelina di RSUD Arifin Achmad PekanBaru juga menunjukkan jenis sel terbanyak terdapat pada pasien dengan jenis sel endometrioid adenocarcinoma sebanyak 39 orang (90%).

Endometrioid adenocarcinoma merupakan jenis histopatologik yang banyak ditemukan dibandingkan dengan jenis histopatologi lainnya, hal ini berkaitan erat dengan karsinoma endometrium tipe I dengan karakteristik berdiferensiasi baik dan invasi secara supervisial.31,32

BAB 6

SIMPULAN DAN SARAN

6.1. Simpulan

Berdasarkan tujuan dan hasil penelitian dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Jumlah penderita kanker endometrium yang dirawat di RSUP. H. Adam Malik Medan tahun 2012-2015 adalah sebanyak 48 orang.

2. Distribusi penderita kanker endometrium yang paling banyak menurut usia yaitu kelompok usia >55 tahun sebanyak 22 orang (45,8%), status perkawinan yakni 47 orang (97,9%) yang sudah menikah, kelompok IMT overweight-obese yakni 33 orang (68,8%) dan multipara (>1) anak yakni 30 orang (62,5%).

3. Distribusi penderita kanker endometrium menurut stadium yang paling banyak adalah stadium II dengan jumlah 18 orang (37,5%).

4. Distribusi penderita kanker endometrium menurut jenis sel yang paling banyak adalah jenis sel endometrioid adenocarcinoma dengan jumlah 44 orang (91,7%).

6.2. Saran

Adapun saran yang diberikan peneliti berkaitan dengan penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Mengoptimalkan kualitas pengamatan data yang diperoleh dari rekam medis.

Karena kurang lengkapnya informasi dan pihak yang kurang memperhatikan format pencatatan rekam medis RSUP. H. Adam Malik Medan.

2. Untuk pihak RSUP. H. Adam Malik Medan, hendaknya melengkapi formulir rekam medis yang ada sesuai standar, sehingga memungkinkan dilakukan penelitian yang lebih detail tentang suatu penyakit tersebut.

29

3. Berbagai karakteristik penderita kanker endometrium pada RSUP H. Adam Malik bisa dijadikan suatu bahan penelitian untuk mencari tahu alasan dibalik hal tersebut, dan keterkaitannya satu sama lain, bilamana nantinya dapat dijadikan salah satu upaya dalam menurunkan angka kejadian dan upaya pencegahan kanker endometrium.

4. Diperlukan penelitian mengenai faktor-faktor resiko yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya kanker endometrium.

5. Perlu dilakukannya program deteksi dini kanker endometrium kepada masyarakat umum, agar mencegah pasien datang dengan stadium yang sudah lanjut.

Daftar Pustaka

1. World Cancer Report 2014. WHO Report 2014.Dikutip dari http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs297/en/

2. Sofian A. Kanker Endometrium. In Aziz MF, A, Saifuddin AB, editors.

Onkologi Ginekologi : Buku Acuan Nasional. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo; 2006. p. 456-467.

3. American Cancer Society. Cancer Facts and Figures 2008.2008.Dikutip dari http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3259524/

4. Ries L, Melbert D, Krapcho M, et al. SEER Cancer Statistics Review, 1975-2005.2008. Dikutip dari http://seer.cancer.gov/csr/1975_2005/

5. Merill RM. Impact of hysterectomy and bilateral oophorectomy on race-specific rates of corpus, cervical, and ovarian cancers in the United States. Ann Epidemiol.2006;16(12):880-7.

6. Cramer DW. The Epidemiology of Endometrial and Ovarian Cancer.2011.

7. Mills AM, Longacre TA. Endometrial hyperplasia. Semin Diagn Pathol 2010;27:199-214.

8. Kitchener HC. Chapter 57: cancer of the uterine corpus. In: Edmonds DK, ed.

Dewhurst’s textbook of obstetric and gynaecology. 7th ed. Blackwell Publishing, 2007.

9. Amant F, Moerman P, Neven P, Timmerman D, Van Limbergen E, Vergote I.

Endometrial cancer. Lancet2005;366:491-505.

10. Creasman WT, Odicino F, Maisonneuve P, Quinn MA, Beller U, Benedet JL, et al. Carcinoma of the corpus uteri. FIGO 6th annual report on the results of treatment in gynecological cancer. Int J Gynaecol Obstet 2006;95:S105-43.

11. Parazzini F, LaVecchia C, Bocciolone L, Franceschi S. The epidemiology of endometrial cancer. Gynecology Oncology 1991;41:1-16.

12. Jemal A, Siegel R, Murray T, Hao Y, Xu J, Murray T, et al. Cancer statistics, 2009. CA Cancer J Clin 2009.

13. Madison T, Schottenfeld D, Baker V. Cancer of the corpus uteri in white and

31

14. Creasman WT. Endometrial cancer: incidence, prognostic factors, diagnosis, and treatment. Semin Oncol. 1997 Feb. 24(1 Suppl 1):S1-140-S1-50.

15. Bernstein L, Deapen D, Cerhan JR, et al. Tamoxifen therapy for breast cancer and endometrial cancer risk.J Natl Cancer Inst. 1999 Oct 6. 91(19):1654-62.

16. Berek, Hacker. Uterine cancer. Berek and Hacker's Gynecologic Oncology, 5th Edition, 2010.p. 397-401

17. Kurman RJ, et al WHO Classification of tumours of female reproductive organs Edisi 4, 2014.p. 122-133

18. Kaku T, Kimura T, Kirakawa T, et al. Endometrial carcinoma associated with hyperplasia : immunohistochemical study of angiogenesis and p53 expression.

Gynecol Oncol 1999; 72:51-5

19. Cirisiano FD, Robboy SJ, Dodge RK, et al. The outcome of stage I-II clinically and surgically staged papillary serous and clear cell endometrial cancers when compared with endometrioid carcinoma. Gynecol Oncol 2000; 77: 243-8 20. Nucci MR dan Oliva E. Endometrial Neoplasia. Gynecologic Pathology,

2009.p. 233-58

21. Shepherd, J.H. dan Monaghan, J.M. Carcinoma of the uterine body. Clinical Gynaecological Oncology, 1985.

22. Silverberg S.G. & De Giorgi L.S. (1973) Clear cell carcinoma of the endometrium: clinical, pathologic and ultrastructural findings. Cancer, 31,1127.

23. Connelly PJ, Alberhashy RC & Christopherson WM. Carcinoma of the endometrium III. Analysis of 865 cases of adenocarcinoma and adeno-acanthoma. Obstet. Gynecol.1982.p. 59,569.

24. Christopherson W.M., Alberhasky R.C & Connelly P.J. (1982) Carcinoma of the endometrium: I. A clinic-pathological study of clear-cell carcinoma and secretory carcinoma. Cancer, 49(8).p.1511.

25. International Federation of Gynecology and Obstetrics. Cancer of the Corpus Uteri. In F. Amant, editor. FIGO Cancer Report 2015 : Elsevier, 2015. P. S96-S102.

32

26. Baker TR. Endometrial Carcinoma. In Handbook of Gynecologic Oncology 2nd ed. Little Brown and Company, USA, 1996.p. 141-56

27. Sofian A, Kamposo N, Siregar B. Aspek klinikopatologi penderita kanker Endometrium di RSUP NCM tahun 1994-2003 dan peran pemeriksaan Immunohistokimia Vimentin sebagai penanda asal jaringan kanker endometrium, Subbagian Onkologi – Ginekologi FK-UI/RSCM, 2005.

28. Zaino RJ. The fruits of our Labors : Distinguishing Endometrial from Endocervical Adenocarcinoma, Int J Gynecol Pathol 2002; 21 (1): 1-3

29. Gershenson DM et al. Cancer of the uterine corpus. In Gynecologic cancer controversies in management, Elsevier; 2004.p. 187-217

30. Peters AAW, Trimbos JB, Nagel HTC. Onco Guide. Organon BV-The Endometrium di RSUD Arifin Achmad PekanBaru periode 2008-2013; 2013.

33. Colombo N, Preti E, Landoni F, et al. ESMO Clinical Practice Guidelines for diagnosis, treatment and follow up, 2011.

34. Rosato V, Zucchetto A, Bosetti C, et al. Metabolic syndrome and endometrial cancer risk, Annals of Oncology Advance Access, 2010.

35. Schmandt ER, Iglesias AD, Co NN, et al. Understanding Obesity and Endometrial Cancer Risk : Opportunities For Prevention, Am J Obstet Gynecol, 2011.

36. Vucenik I dan Stains PJ. Obesity and cancer risk: evidence, mechanisms and recommendations, Annals of the New York Academy of Sciences, 2012.

Lampiran 1

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

I. Data Pribadi

Nama : Joshua Christian

Tempat/Tanggal Lahir : Medan, 16 Juni 1995 Jenis Kelamin : Laki-laki

Agama : Kristen Protestan

Alamat : Jl. Brigjend Zein Hamid Komp Sado

Permai No. 55, Medan

Telepon : 082233514069

II. Riwayat Pelatihan

1. Tahun 1999-2002 : PG/TK Sutomo 2 Medan 2. Tahun 2002-2008 : SD Methodist-2 Medan 3. Tahun 2008-2011 : SMP Methodist-2 Medan 4. Tahun 2011-2013 : SMA Methodist-2 Medan

III. Riwayat Kepanitiaan

1. Anggota PT dalam Perayaan Hari Tri Suci Waisak 2559 B.E FK USU tahun 2015.

2. Anggota Pubdok pada Perayaan Asadha 2559 B.E FK USU tahun 2015.

3. Wakil Ketua pada Perayaan Kathina 2559 BE. FK USU tahun 2015.

4. Anggota dari Keluarga Mahasiswa Kristen USU pada tahun 2013.

5. Koor Pubdok Baksos Mind FK USU 2016.

6. Anggota Transport Baksos KMK FK USU 2016.

Lampiran 2

Lampiran 3

Lampiran 4

Lampiran 4

Lampiran 5

KASUS USIA

STATUS

KAWIN PARITAS IMT STADIUM HISTOPATOLOGI

A 3 1 1 2 2 1

N14 1 1 3 2 1 1

O15 1 1 1 2 6 1

P16 2 1 1 2 3 1

Q17 3 1 3 1 3 1

R18 2 1 3 2 1 1

S19 3 1 3 2 3 2

T20 3 1 3 1 3 1

U21 2 1 3 2 2 1

V22 2 1 3 2 4 1

Dokumen terkait