BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
D. Pembahasan
1549 = 34,44 %. Dengan melihat nilai rata-rata perubahan konsep seluruh siswa, dan berdasarkan ketentuan tabel 4 maka kualifikasi perubahan konsepnya adalah rendah dan berdasarkan kualifikasi perubahan konsep yang dicapai dapat disimpulkan bahwa efektivitas metode pembelajaran dengan eksperimen terbimbing menggunakan lembar kegiatan siswa pada penelitian ini rendah.
D. PEMBAHASAN
Berdasarkan analisis data, dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran dengan eksperimen terbimbing menggunakan lembar kegiatan siswa dalam penelitian ini menghasilkan perubahan positif konsep siswa, namun kualifikasinya rendah. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa efektivitas pembelajaran dalam hal perubahan konsep pada penelitan ini rendah.
Secara teoritis, metode pembelajaran dengan menggunakan eksperimen terbimbing merupakan metode pembelajaran yang efektif baik secara proses maupun hasil. Metode eksperimen memberikan banyak kesempatan kepada siswa untuk ikut terlibat aktif dalam proses pembentukan konsep dan jelas bahwa konsep yang ditemukan sendiri oleh siswa jauh lebih bermakna daripada konsep yang hanya diterima begitu saja dari guru.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari guru yang selama ini mengajar, diketahui bahwa guru belum pernah mengunakan lembar kegiatan siswa dalam proses pembelajaran. Diperoleh informasi pula bahwa siswa telah tiga kali
melakukan eksperimen di laboratorium, namun eksperimen ini dilakukan saat siswa masih duduk di kelas VII. Selama kelas VIII ini, siswa belum pernah melakukan eksperimen. Siswa selama ini terbiasa menerima pelajaran dengan cara duduk di dalam kelas, mendengarkan dan mencatat penjelasan guru kemudian mengerjakan latihan soal yang diberikan oleh guru. Siswa terbiasa menerima begitu saja suatu konsep tanpa usaha menemukannya. Sehingga saat siswa dihadapkan pada proses pembelajaran yang lebih menekankan keterlibatan pikiran siswa, siswa menjadi tidak siap. Siswa belum terbiasa mengikuti pembelajaran dengan eksperimen terbimbing menggunakan lembar kegiatan siswa.
Selama proses pembelajaran tampak beberapa siswa enggan membaca petunjuk dalam lembar kegiatan siswa, siswa lebih sering bertanya kepada peneliti langkah apa yang harus mereka kerjakan. Ada juga siswa yang setelah menyelesaikan satu kegiatan eksperimen kemudian diam saja atau bermain-main dengan siswa lain, sehingga guru harus terus-menerus mengingatkan siswa untuk menganalisis hasil eksperimen mereka dengan cara menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam lembar kegiatan siswa. Hal ini mungkin disebabkan karena siswa belum terbiasa melakukan kegiatan dengan petunjuk berupa tulisan, siswa selama ini terbiasa melakukan berbagai kegiatan dengan petunjuk yang langsung disampaikan oleh guru.
Dalam penelitian ini, keaktifan siswa dan keterlibatan siswa masih terbatas pada saat siswa melakukan eksperiemen saja. Pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari siswa juga masih terbatas pada pertanyaan-pertanyaan mekanisme pelaksanaan eksperimen misalnya saja penggunaan stopwatch dan pengisian tabel
data. Siswa aktif dan antusias pada saat melakukan pengamatan, pengukuran dan mengumpulkan data namun pada saat siswa harus menganalisis data, siswa lebih senang diam dan menunggu. Siswa terlihat kesulitan saat harus menyimpulkan, menganalisis dan menerapkan hasil eksperimen mereka, hal ini wajar karena kemampuan ini diperoleh dari proses yang dilakukan secara berulang-ulang. Siswa belum terbiasa berfikir secara mandiri, karena siswa selama ini lebih sering menerima suatu konsep langsung dari guru.
Pada saat peneliti memberikan penjelasan, beberapa siswa terlihat asik bermain-main sendiri dengan alat-alat eksperimen yang disediakan dan alat-alat peraga yang ada di laboratorium. Keadaan ini membuat konsentrasi belajar siswa terbagi antara penjelasan peneliti dan keingintahuan siswa terhadap alat-alat yang ada di laboratorium. Sehingga saat siswa melakukan eksperimen, beberapa siswa tampak bingung dan proses eksperimen berjalan kurang lancar. Kemungkinan penyebabnya adalah alat-alat eksperimen sudah dibagikan sejak awal pelajaran.
Berdasarkan hasil postes siswa, tampak bahwa siswa belum benar-benar memahami konsep yang dipelajari selama proses pembelajaran. Misalnya saja, terdapat beberapa siswa yang mampu mendefinisikan konsep periode gataran dengan baik, namun siswa tersebut tidak mampu menjawab pertanyaan pemahaman periode getaran. Hal ini dimungkinkan karena pada waktu proses pengisian lembar kegiatan siswa, siswa hanya mencotek jawaban siswa lain. Sehingga dapat dimungkinkan bahwa siswa yang hanya mengutip jawaban siswa lain tidak benar-benar memahami konsep yang bersangkutan.
Dari uraian di atas, kemungkinan penyebab rendahnya efektivitas pembelajaran dalam hal perubahan konsep pada penelitian ini dapat dirangkum sebagai berikut:
1. Siswa belum terbiasa mengikuti pembelajaran dengan eksperimen terbimbing menggunakan lembar kegiatan siswa.
2. Siswa belum terbiasa melakukan kegiatan dengan petunjuk berupa tulisan, siswa selama ini terbiasa melakukan berbagai kegiatan dengan petunjuk yang langsung disampaikan oleh guru.
3. Siswa belum terbiasa berfikir secara mandiri, karena siswa selama ini lebih sering menerima suatu konsep langsung dari guru.
4. Alat-alat eksperimen sudah dibagikan sejak awal pelajaran, sehingga siswa lebih tertarik pada alat-alat eksperimen daripada penjelasan guru.
5. Terdapat beberapa siswa yang hanya mencontek saat mengisi lembar kegiatan siswa, sehingga dimungkinkan siswa tidak benar-benar memahami konsep yang diharapkan.
Dengan memperhatikan kemungkinan-kemungkinan yang membuat metode pembelajaran dengan eksperimen terbimbing menggunakan lembar kegiatan siswa menjadi tidak efektif seperti telah dijelaskan diatas, metode pembelajaran ini tetap merupakan salah satu metode pembelajaran yang sebisa mungkin tetap harus diterapkan. Selain perubahan pemahaman, terbentuknya sikap ilmiah dan keterampilan merupakan tujuan penting dalam pembelajaran, dan metode pembelajaran dengan eksperimen menggunakan lembar kegiatan siswa
merupakan salah satu metode pembelajaran yang memungkinkan tecapainya tujuan ini, karena metode pembelajaran ini dapat mengusahakan agar:
1. Siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran, hal ini akan memacu siswa dalam menggunakan kemandiriannya berfikir aktif dan produktif.
2. Semua siswa mendapatkan kesempatan untuk melakukan pembuktian terhadap suatu teori maupun konsep.
3. Siswa menjadi terampil menggunakan alat-alat eksperimen. 4. Siswa terlatih untuk berfikir dan bersikap ilmiah.
Metode pembelajaran dengan eksperimen terbimbing mengunakan lembar kegiatan siswa merupakan metode pembelajaran yang selaras dengan hakekat kurikulum tingkat satuan pendidikan yang bukan memfokuskan pada seberapa banyak proses pembelajaran mampu mengakumulasi informasi, tetapi pada pengembangan kemampuan siswa untuk mengolah informasi. Kurikulum tingkat satuan pendidikan menuntut guru bukan hanya sebagai transfer of knowledge, tetapi benar-benar guru profesional yang bertugas mencerna ilmu dan menerjemahkan menjadi segala sesuatu yang harus dialami oleh siswa dalam proses pembelajaran (Sarkim dalam EDUKARE, 2007: 8-9). Dengan kata lain guru harus menyediakan pengalaman belajar bagi siswa dan salah satunya adalah dengan eksperimen terbimbing.
Penelitian ini memiliki kelemahan, yaitu dalam hal menentukan kriteria pengelompokan jawaban siswa. Batasan-batasan yang digunakan untuk menentukan apakah jawaban siswa salah, salah terdapat unsur kebenaran, benar kurang lengkap atau benar lengkap kurang jelas.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN