BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Pembahasan
Penelitian ini mengambil sampel 41 peserta didik kelas XII pada mata pelajaran Fikih di MA DDI Mattoanging Bantaeng yang terdiri dari 21 peserta didik kelas XII 1 sebagai kelas eksperimen dan 20 peserta didik kelas XII 2 sebagai kelas kontrol.
Kelas eksperimen adalah kelas yang mendapat perlakuan (treatment) dengan menggunakan scientific approach. Sedangkan kelas kontrol adalah kelas yang mendapat perlakuan seperti biasa, dengan pendekatan yang berpusat pada pendidik.
1. Hasil Belajar Peserta Didik Sebelum diterapkan Scientific Approach pada Mata Pelajaran Fikih di MA DDI Mattoanging Bantaeng
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti di kelas XII1 melalui analisis deskriptif pada kelas eksperimen, yaitu kelas yang diajar dengan mengunakan scientific approach diperoleh hasil skor tertinggi pada pre-test yaitu 50, skor terendah yaitu 0, skor rata-rata yaitu 30,48 dan standar deviasi yaitu 13,220. sedangkan kelas XII IPS2 melalui analisis deskriptif pada kelas kontrol, yaitu kelas yang diajar tanpa penggunaan scientific approach diperoleh hasil skor tertinggi pada pre-test, yaitu 70, skor terendah yaitu 10, skor rata-rata yaitu 41,00 dan standar deviasi 14,105. Melalui analisis data yang diperoleh, maka dapat disimpulkan bahwa kelas kontrol lebih memiliki rata-rata lebih besar daripada kelas ekperimen. Dalam arti kemampuan belajar fikih peserta didik kelas kontrol lebih besar dari kelas ekperimen.
2. Hasil Belajar Peserta Didik Setelah diterapkan Scientific Approach pada Mata Pelajaran Fikih di MA DDI Mattoanging Bantaeng
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti di kelas XII IPS1 melalui analisis deskriptif pada kelas eksperimen, yaitu kelas yang diajar dengan mengunakan scientific approach diperoleh hasil skor tertinggi pada post-test yaitu 100, skor terendah yaitu 50, skor rata-rata yaitu 79,52 dan standar deviasi yaitu 13,956. sedangkan kelas XII IPS2 melalui analisis deskriptif pada kelas kontrol, yaitu kelas yang diajar tanpa penggunaan scientific approach diperoleh hasil skor tertinggi pada post-test, yaitu 100, skor terendah yaitu 40, skor rata-rata yaitu 60,50 dan standar deviasi 16,694.
Melalui analisis data yang diperoleh, maka dapat disimpulkan bahwa kelas ekperimen lebih memiliki rata-rata lebih besar daripada kelas kontrol.
Dalam arti kemampuan belajar fikih peserta didik kelas eksperimen meningkat lebih besar dari kelas kelas kontrol setelah diterapkannya scientiic approach.
3. Pengaruh Scientific Approach terhadap Hasil Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran Fikih di MA DDI Mattoanging Bantaeng
Dari pembahasan di atas diketahui bahwa, pada kelas kontrol peneliti tidak menerapkan scientific approach sedangkan pada kelas eksperimen peneliti menerapkan scientific approach di dalam proses pembelajaran. Sehingga, terdapat perbedaan yang signifikan di antara kedua kelas, hal ini dapat dilihat pada nilai rata-rata kelas kontrol dan kelas eksperimen. Kelas kontrol memiliki rata-rata 60,50 dan untuk kelas eksperimen dengan rata-rata 79,52.
Hal ini dibuktikan setelah dilakukan uji hipotesis, dimana hasil pada variabel Kelas di atas diperoleh nilai Sig. sebesar 0,000 < 0,05, artinya terdapat pengaruh Scientific Approach terhadap hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran fikih di MA DDI Mattoanging Bantaeng. Jadi dapat disimpulkan
61
bahwa Ha diterima, dengan demikian secara keseluruhan terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar fikih peserta didik yang diajar tanpa penggunaan scientific approach dan yang diajar dengan penggunaan scientific approach. Maka penggunaan scientific approach berpengaruh terhadap hasil belajar Fikih peserta didik di MA DDI Mattoanging Bantaeng.
62 BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan dari pembahasan tersebut, maka dalam hal ini penulis dapat menarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti di kelas XII IPS2 melalui analisis deskriptif pada kelas kontrol, yaitu kelas yang diajar tanpa penggunaan scientific approach diperoleh hasil skor tertinggi pada pre-test, yaitu 70, skor terendah yaitu 10, skor rata-rata yaitu 41,00 dan standar deviasi 14,105. sedangkan kelas XII IPS 1 melalui analisis deskriptif pada kelas eksperimen, yaitu kelas yang diajar dengan mengunakan scientific approach diperoleh hasil skor tertinggi pada pre-test yaitu 50, skor terendah yaitu 0, skor kelas ekperimen.
2. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti di kelas XII IPS2 melalui analisis deskriptif pada kelas kontrol, yaitu kelas yang diajar tanpa penggunaan scientific approach diperoleh hasil skor tertinggi pada post-test, yaitu 100, skor terendah yaitu 40, skor rata-rata yaitu 60,50 dan standar deviasi 16,694. sedangkan kelas XII IPS1 melalui analisis deskriptif pada kelas eksperimen, yaitu kelas yang diajar dengan mengunakan scientific approach diperoleh hasil skor tertinggi pada post-test yaitu 100, skor terendah yaitu 50, skor rata-rata yaitu 79,52 dan standar deviasi yaitu 13,956. Melalui analisis data yang diperoleh, maka dapat disimpulkan bahwa kelas ekperimen lebih memiliki rata-rata lebih besar daripada kelas kontrol. Dalam arti kemampuan belajar fikih peserta didik kelas eksperimen meningkat lebih besar dari kelas kelas kontrol setelah diterapkannya scientiic approach.
63
3. diketahui bahwa, pada kelas kontrol peneliti tidak menerapkan scientific approach sedangkan pada kelas eksperimen peneliti menerapkan scientific approach di dalam proses pembelajaran. Sehingga, terdapat perbedaan yang signifikan di antara kedua kelas, hal ini dapat dilihat pada nilai rata-rata kelas kontrol dan kelas eksperimen. Kelas kontrol memiliki rata-rata-rata-rata 60,50 dan untuk kelas eksperimen dengan rata-rata 79,52. Hal ini dibuktikan setelah dilakukan uji hipotesis, dimana hasil pada variabel Kelas di atas diperoleh nilai Sig. sebesar 0,000 < 0,05, artinya terdapat pengaruh Scientific Approach terhadap hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran fikih di MA DDI Mattoanging Bantaeng. Jadi dapat disimpulkan bahwa Ha diterima, dengan demikian secara keseluruhan terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar fikih peserta didik yang diajar tanpa penggunaan scientific approach dan yang diajar dengan penggunaan scientific approach.
B. Implikasi Penelitian
Setelah melaksanakan penelitian, implikasi yang dapat penyusun ajukan adalah sebagai berikut:
1. Jika pendidik menggunakan sientific approach dalam pembelajaran fikih sesuai dengan langkah-langkah sientific approach maka peserta didik akan mudah memahami pembelajaran dengan baik dan benar.
2. Kegiatan ini sangat bermanfaat khususnya bagi pendidik dan peserta didik maka diharapkan kegiatan ini dapat dilakukan secara berkesinambungan dalam pembelajaran fikih.
3. Kepada peneliti lainnya yang berkeinginan untuk meneliti dalam wilayah kajian yang sama, diharapkan dapat mengembangkan metode pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.
64
DAFTAR PUSTAKA
Abidin, Y. Desain Sistem Pembelajaran dalam Konteks Kurikulum 2013.
Bandung: PT Refika Aditama, 2014.
Arikunto, Suharsimi. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Cet. XIII;
Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2006.
---. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara, 2012.
Arikunto, Suharismi dan Cepi Safruddin. Evaluasi Program Pendidikan Pedoman Teoritis Bagi Praktisi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara, 2007.
Daryanto. Pendekatan Pembelajaran Saintifik Kurikulum 2013. Cet. I;
Yogyakarta: Gava Media, 2014.
Depdiknas. Pedoman Umum Sistem Pengujian Hasil Belajar http://www.google.com. 2009.
Fadillah, M. Implementasi Kurikulum 2013 dalam Pembelajaran SD/MI, SMP/MTs, & SMA/MA. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media. 2014.
Hamalik, Oemar. Proses Belajar Mengajar. Jakarta:Bumi Aksara, 2007.
Hartono. Analisis Item Instrumen. Cet. I, Pekanbaru Riau: ZanafaPublishing, 2015.
Hidayat Muslimin, B., M. Y., & Anggereni, S. Analisis Kemampuan Peserta didik dalam Menyelesaikan Soal Fisika Berbasis Taksonomi Bloom.
Jurnal Pendidikan Fisika, 6(2), 96-101, (2018).
Hosnan, M. Pendekatan Saintifik dan Kontekstual dalam Pembelajaran Abad 21.
Bogor: Ghalia Indonesia, 2014.
Ibrahim, Misykat Malik. Implementasi Kurikulum 2013; Rekonstruksi Kompetensi, Revolusi Pembelajaran dan Reformasi Penilaian. Cet. I;
Makassar: Alauddin University Press, 2014.
Kementrian Agama RI. Al-Qur’an dan Terjemahnya. Bandung: Cordoba, 2019.
Kemendikbud. Bahasa Indonesia Ekspresi Diri dan Akademik SMA/MA/MAK Kelas X. Jakarta: Kemendikbud, 2014.
Kosasih, E. Strategi Belajar dan pembelajaran Implementasi kurikulum.
Bandung: Yrama Widya, 2013.
Mentri Pendidikan dan Kebudayaan RI, ‚Permendikbud RI Nomor 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah‛
Musa, Muhammad Yusuf. Fiqh Kitab was-Sunah, Mesir: dari Kitab al-Araby, 1954.
Nata, Abuddin. Masail Al-Fikihyah. Cet. II; Jakarta: kencana, 2006.
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No.81a Tahun 2013 Tentang Implementasi Kurikulum.
Prasetya, Yoga. Penerapan pendekatan saintifik untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi Geometri kelas X SMA Negeri 2 Kota Bengkulu, Skripsi. Bengkulu: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bengkulu, 2016.
Purwanto. Statistika dalam Penelitian, Yogyakarta: Pustaka Belajar, 2011.
65
Rohmah, Siti. ‚Pengaruh pendekatan Saintifik terhadap Hasil Belajar Peserta didik Pada Mata Pelajaran Fikih di MA Islamiyah kabupaten Tanggerang‛. skripsi. Serang: fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, 2018.
Rusyan, Tabrani. Proses Belajar dan Mengajar, Jakarta: Bumi Aksara, 1996.
Sa’adah, Azzuriana. Pengaruh Pendekatan Saintifik pada Pembelajaran Fikih terhadap Hasil Belajar Peserta didik di MTs Sultan Agung Jabalsari, Skripsi. Tulungagung: fakultas Tarbiyah dan keguruan Institut Agama Islam Negeri Tulungagung, 2018.
Sanjaya, Wina. Penelitian Pendidikan. Jakarta: PT. Fajar Interpratama Mandiri, 2013.
Sani, Ridwan Abdullah. Pembelajaran Saintifik Untuk Implementasi Kurikulum 2013. Jakarta : Bumi Aksara, 2015.
Slameto. Keberhasilan proses Belajar. Yogyakarta: Andi Offset, 2003.
Sudijono, Anas. Pengantar Evaluasi Pendidikan Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2011.
Sudjana, Nana. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya, 1995.
---. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Cet. XII; Bandung: Sinar Baru Algensindo, 2004.
Sudjono, Anas. Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2006.
Sugiyono. Metode Penelitian Administrasi Dilengkapi dengan Metode R & D.
Cet. XXII; Bandung: CV. Alfabeta, 2009.
---. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitaif, Kualitatif dan R&D. Cet. XIX; Bandung: Alfabeta, 2011.
---. Metodologi Penelitan Kombinasi. Bandung: Alfabeta, 2012.
---. Metode Penelitian Pendidikan, Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R
& D h. Bandung: alfabeta, 2014.
---. Metodologi Penelitian Kombinasi. Bandung: Alfabeta, 2015.
---. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Cet. I; Bandung:
Alfabeta, 2019.
Sukardi, Evaluasi Pendidikan Cet. II; Jakarta: Bumi Aksara.
Sulaiman, Fathiyah Hasan. Sistem Pendidikan Versi al Ghazali, Bandung:Al Maarif, 2004.
suseno, Heru. ‚Penerapan Model Inquiry Learning Dengan Pendekatan Saintifik Untuk Meningkatkan Keterampilan Abstrak dan Prestasi Belajar Fisika Peserta didik SMA‛, JEMS (Jurnal Edukasi Matematika dan Sains) Vol.
4, No. 1 (2016): h. 43-48.
Sutardi. Universitas: Prospek dan Tantangannya. Jakarta: Yayasan Sumber Agung, 1998.
suwarni, Titik. ‚Pengaruh Pendekatan Saintifik terhadap Kemampuan Menulis Teks Ulasan Drama peserta didik Kelas XI SMK Negeri 8 Medan Tahun Pembelajaran 2014/2015.‛ Medan, 3 Februari 2016.
Syah, Muhibin. Psikologi Belajar, Jakarta: Rajawali Pers, 2006.
Tiro, Muhammad Arif. Dasar-dasar Statistik Makassar. State University of Makassar Pres, 2000.
Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2003. tentang Sistem Pendidikan Nasional.
LAMPIRAN
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) JARAK JAUH JENIS LURING KURIKULUM 2013 Nama Sekolah : MA DDI Mattoanging Bantaeng
Mata Pelajaran : Fikih Kelas/Semester : XII / Gazal
Materi Pelajaran : Khilafah (Pemerintahan dalam Islam) AlokasiWaktu : 4 x 45 menit (2 kali pertemuan) A. Tujuan Pembelajaran
1. Melalui diskusi Peserta Didik dapat merumuskan arti pemerintahan dan tujuan pemerintahan dengan tepat
2. Dengan tanya jawab Peserta Didik dapat memberi contoh penerapan 5 dasar Pemerintahan dalam pelaksanaan kepemerintahan
3. Setelah pembelajaran Peserta Didik dapat menjelaskan hikmah khilafah sesuai dengan konsep Islam dan pemerintahan pada umumnya dengan percaya diri.
B. Langkah-langkah Pembelajaran
Kegiatan Deskripsi Kegiatan waktu
Pendahuluan
1. Mengucapkan salam
2. Berdoa sebelum memulai pembelajaran
3. pendidik memeriksa kehadiran, kerapian berpakaian, posisi tempat dudukdisesuaikan dengan kegiatan pembelajaran
4. pendidik menyapa peserta didik dengan memperkenalkan diri kepada peserta didik
5. Memberikan motivasi kepada peserta didik 6. Menyampaikan tujuan pembelajaran
Pendidik mempersiapkan alat dan bahan seperti:
Spidol dan Penghapus, Buku Pendidik, Buku kemudian secara iindividu menanya tentang hal yang telah diamatinya.
Mengekplorasi/menalar
Secara individu peserta didik menanggapi dan menjawab pertanyaan, mengenai maksud isi gambar/ilustrasi dan kaitannya dengan topik yang dipelajari. Kemudian pendidik memberikan penjelasan tambahan dan penguatan yang dikemukakan peserta didik tentang isi gambar tersebut.
Mengasosiasi/ mencoba
pendidik membentuk kelompok dengan meminta Peserta Didik berhitung 1 sampai 5. Masing-masing Peserta Didik berkumpul/ membentuk kelompok dengan cara nomor yang sama. Kemudian pendidik membagi materi dari sub materi yang ada ke dalam 5 kelompok, Pendidik meminta tiap kelompok Peserta Didik untuk membagi diri sebagai
30 menit
moderator, penyaji materi, dan penjawab materi ketika presentasi.
Mengomunikasikan
Peserta Didik saling tukar informasi dan berdiskusi tentang tema yang didapat dalam kelompoknya, kemudian dari hasil diskusi kelompok perwakilan dari setiap kelompok menyampaikan hasil diskusinya kepada kelompok lain untuk bertukar informasi agar peserta didik lain memahami materi yang dibahas oleh kelompok lain.
Pendidik bertanya kepada Peserta Didik apakah ada kesulitan untuk mendiskusikan tema yang diberikan kepada Peserta Didik
Penutup
Pendidik memberi evaluasi, penguatan materi, dan mengajak berefleksi tentang salahsatu materi yaitu:
1. Khilafah yang dikaitkan dengan konteks pemerintahan sekarang
2. Dasar-dasar khilafah
3. Keterkaitan tugas ahl halli walaqdi dalam upaya mensukseskan programpemerintah
4. Pendidik memberi tugas kepada Peserta Didik untuk membuat kliping tentang pelaksanaan dasar khilafah
musyawaroh dan keadilan yang berkaitan dengan pelaksanaan di
Indonesia dan menjelaskan tentang konteks pemerintahan dan konteks fikih.
10 Menit
C. Penilaian Hasil Belajar
1. Pengamatan Sikap :(pengamatan dan rekaman sikap berupa buku panduan kegiatan harian Peserta Didik)
2. Penilaian Pengetahuan :(tes tulis, lembar pencapai hasil belajar) 3.
4. Penilaian Keterampilan :(hasil kerja harian dibuku Peserta Didik, unjuk kerja).
Mattoanging, 29 Juli 2021
Peneliti Guru Mata Pelajaran Fikih
SAPRIADI RAZAK H. HASAN BASRI, L.C.
NIM. 20100117067 NIP.
Mengetahui, Kepala Sekolah
Drs. HAMSAH
NIP. 196907062005011010
Lembar Test Pemahaman Materi Fikih
Judul penelitian: Pengaruh Scientific Approach terhadap Hasil Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran Fikih di MA DDI Mattoanging Bantaeng
Nama : NIS : Kelas :
Petunjuk Pengisian
a. Isilah daftar identitas yang telah disediakan dengan lengkap!
b. Bacalah setiap pertanyaan dengan cermat!
c. Berilah tanda silang (X) pada pilihan jawaban a, b, c, d, yang anda anggap benar!
d. Tidak diperkenankan membuka buku atau bekerja sama dengan peserta didik yang lain
e. Waktu untuk mengerjakan soal adalah 30 menit
f. Kerahasiaan atas jawaban test anda ini sangat kami jaga.
Pertanyaan
1. Struktur pemerintahan yang dalam pelaksanaanya diatur berdasarkan syariat Islam lazim disebut …
a. Imamah b. Khilafah c. Khalifah d. Khadimah e. Sultan
2. Berikut ini yang merupakan dalil dari dasar khilafah yang berupa persamaan derajat adalah….
a. اعيمجَاللهَمبحبَاىمصخعاو
b. بابنلْاًَنوأَايَةايحَصاصقناًَفَمكنو c. مكاقحأَاللهَدىعَمكمسكأَنإ
d. مهىيبَيزىشَمهسمأو e. جيمووًَحوَهحوَنإ 3. Perhatikan ayat berikut!
َ نو سَّك ر حَْم كَّه ع نَْم ك ظ ع يََۚ ًْغ بْنٱ وَ س كى مْنٱ وَ ءٓا شْح فْنٱَ ه عَ ًَٰ هْى ي وَ ًَٰ ب ْس قْنٱَي ذَ ئٓا خي إ وَ ه َٰ سْح ْلْٱ وَ لْد عْنٱ بَ س مْأ يَ َّللَّٱََّنإ Ayat di atas sesuai dengan dasar khilafah….
a. Persamaan derajat b. Ketauhidan
c. Keadilan dan kesejahteraan d. Musyawarah
e. Persatuan Islamiyah
4. Kehancuran dari umat terdahulu adalah karena ia menghukum mereka yang benar dan membebaskan mereka yang salah. Peristiwa ini tidak sejalan dengan dasar khilafah….
a. Persamaan derajat b. Ketauhidan
c. Keadilan dan kesejahteraan d. Musyawarah
e. Persatuan Islamiyah
5. Perhatikan ayat berikut! ناسحناوَلدعنابَسمأيَاللهَنإ ayat ini merupakan satu dari dasar khilafah islam yang berupa …
a. Dasar musyawarah
b. Dasar persatuan c. Dasar persaudaraan d. Dasar Ketuhanan e. Dasar Keadilan
6. Orang yang menggantikan nabi dalam kedudukanya sebagai pemimpin Negara lazim di sebut...
a. Khulafaur rasyidin b. Imam
c. Amir d. Sultan e. Khalifah
7. Khilafah yang dibangun Rasulullah SAW dan diteruskan oleh para sahabatnya berlandasakan pada pijakan kokoh yang pada prinsipnya dimaksudkan untuk ...
a. Membina tolerensi
b. Menegakan kalimat tauhid c. Membangun kerjasama d. Menghindari permusuhan e. Melindungi rakyat lemah
8. Khilafah dalam sejarah Islam yang di pilih oleh para pemimpin umat secara langsung adalah …
a. Abu Bakar b. Umar bin khatab c. Usman bin Affan d. Umar bin Abdul Aziz e. Sultan Salim
9. Dalil berikut ini yang menunjukan kewajiban rakyat adalah….
a. اًّس مَ نا كَ ْى ن وََّق حناَمق b. هيدناًَفَياسكإَلا c. زىفغَبزوَتبيطَةدهب
d. مكىمَسملْاًَنوأوَلىسسناَاىعيطأوَاللهَاىعيطأَاىىمآَهيرناَاهيأاي b. e .مهىيبَيزىشَمهسمأو َ
10. بابنلْاَىنوأَلاإَاوسكريَامو merupakan salah satu hak rakyat dalam pemerintahan Islam yang berupa ..
a. Hak jaminan hidup
b. Hak mendapatkan keamanan c. Hak mendapat keadilan d. Hak menentukan pendapat e. Hak kebebasan beragama
DOKUMENTASI
A. Kelas Eksperimen
1. Proses Evaluasi Pre-test (29 Juli 2021)
2. Proses Pembelajaran Berlangsung (29 Juli 2021)
3. Proses Pembagian kelompok Diskusi (29 Juli 2021)
4. Proses Diskusi Kelompok (29 Juli 2021)
5. Proses Tanya Jawab (29 Juli 2021)
6. Proses Penyampaian Hasil Diskusi Kepada Kelompok Lain (29 Juli 2021)
7. Proses Evaluasi Post-Test (29 Juli 2021)
B. Kelas Kontrol
1. Proses Evaluasi Pre-est (30 Juli 2021)
2. Proses Penyampaian Tujuan Pembelajaran (30 Juli 2021)
3. Proses Penyampaian Materi Kepada Peserta Didik (30 Juli 2021)
4. Proses Pencatatan Peserta didik (30 Juli 2021)
5. Proses Penyampaian materi dari Salah Satu Peserta didik (30 Juli 2021)
6. Proses Tanya Jawab (30 Juli 2021)
7. Proses Evaluasi Post-test (30 Juli 2021)
RIWAYAT HIDUP
Sapriadi Razak adalah nama peneliti skripsi ini, lahir dari orang tua Abdul Razak dan Kisrawati sebagai anak Pertama dari Tiga bersaudara diantaranya Kasman Ardiansyah Razak dan St. Almunawarah Razak.
Penulis dilahirkan di Junggea, Desa Bungeng, Kecamatan Batang, Kabupaten Jeneponto pada 17 Juni 2000. Penulis menempuh pendidikan di SD Negeri 27 Bungeng, Kemudian melanjutkan studi di Pesantren Darud Da’wah wal Irsyad (DDI) Mattoanging Bantaeng dari jenjang Madrasah Tsanawiyah sampai Madrasah Aliyah. Kemudian melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, penulis diterima di UIN Alauddin Makassar di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan dengan memilih program studi Pendidikan Agama Islam.
Dalam dunia kampus penulis pernah menjadi anggota di HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan) Pendidikan Agama Islam di bidang Minat dan Bakat pada periode (2019).
Pada bulan Oktoer – Desember 2020, penulis menyelesaikan proses PPL (Praktek Pengalaman Lapangan) di MTs Negeri Gowa selama 2 bulan, mengajar adalah pengalaman yang sangat berharga. Selanjutnya pada bulan Maret-April 2021, Penulis ber-KKN di Desa Malimpung, Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang, terdapat banyak kisah suka maupun duka yang sudah terlewati dan diabadikan melalui buku ‚Bismillah‛. Sedikit cerita tentang pengabdian yang betul-betul tulus, ikhlas dan harus di barengi dengan ketakwaan, sehingga penulis telah berhasil menyelesaikan tugas akhir skripsi ini. Akhir kata, penulis mengucapkan terima kasih kepada Allah swt. atas terselesaikannya skripsi yang berjudul ‚Pengaruh Scientific Approach terhadap Hasil Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran Fikih di MA DDI Mattoanging Bantaeng‛.