BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
C. Pembahasan
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh niali koefisien sebesar 0,305 (Positif), ini menunjukkan bahwa Penerapan PSAK 72 berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan.
Pengakuan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan merupakan PSAK72. PSAK 72 mengubah standar sebelumnya yaitu PSAK34 (kontrak konstruksi), PSAK 23 (pendapatan) dan IAS 18, ISAK 10 (program loyalitas pelanggan), ISAK21 (perjanjian konstruksi real estate), ISAK 27 (pengalihan aset dari pelanggan), PSAK44 (akuntansi aktivitas pengembangan real estate), BAS 7 (perlakuan akuntansi dan keterbukaan dalam transaksi hubungan keagenan). PSAK 72 ini diadopsi atas IFRS 15. PSAK 72 mulai digunakan tanggal 1 januari 2020.
Penerapan PSAK 72 di masa Pandemi Covid-19 sangat berdampak bagi para pelaku usaha, salah satunya adalah perusahaan telekomunikasi salah satu dampak yang sangat dikhawatirkan adalah laporan keuangan tahun 2020, sehingga memepengaruhi kinerja keuangan perusahaan. Hal itu diakibatkan oleh perlambatan ekonomi akibat pandemi covid-19.
Perusahaan Telokomunikasi yang terdaftar di BEI telah melakukan persiapan diri secara matang, persiapan yang dilakukan perusahaan dimulai dengan melakukan gap analysis untuk mengetahui perbedaan standar lama dan standar baru baik dari sisi teori maupun
praktiknya. Selain itu, pihak perusahaan telokomunikasi juga mempersiapkan dari segi proses, mengidentifikasi adanya transaksi terimbas pada perusahaan dan juga anak perusahaan, mempersiapkan kompetensi SDM yang melaksanakan kegiatan proses bisnisnya melalui pelatihan, sertifikasi, konsultasi, dan lain sebagainya. Pihak manajemen menyampaikan kepada seluruh unit kerja bahwa perlunya penyusunan kebijakan akuntansi yang baru dalam penerapan standar PSAK 72.
Semakin besar sebuah perusahaan maka tingkat kesiapan perusahaan menerapkan PSAK 72 sedini mungkin akan tinggi, dimana tanggal efektif pemberlakuan PSAK 72 adalah 1 Januari 2020. Jadi ketika perusahaan mempunyai total aset yang tinggi sejalan dengan pendapatan atau penjualan, dan perusahaan tersebut sudah menerapkan PSAK 72 kinerja keungan pun juga akan meningkat seiring dengan aset yang digunakan untuk menghasilkan pendapatan.
Tiga perusahaan besar di sektor telekomunikasi yakni PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, PT XL Axiata Tbk, PT Indosat Tbk, sangat efektif dalam memberlakukan PSAK 72 dalam konteks pendapatan dari kontrak dengan pelanggan. Pada PSAK 72 pengakuan pendapatan dapat diakui secara bertahap berdasarkan kontrak dengan pelanggan sehingga pendapatan di industri tidak lagi fluktuatif. Pengakuan pendapatan berdasarkan PSAK 72 dilakukan dengan 5 langkah, yaitu mengidentifikasikan kontrak dengan pelanggan, mengidentifikasikan kewajiban pelaksanaan, menentukan harga transaksi, mengalokasikan harga transaksi terhadap kewajiban pelaksanaan dan terakhir mengakui pendapatan yang termasuk kedalam PSAK 72. Penerapan pengakuan
53
pendapatan berdasarkan PSAK 72 pada masa pandemi Covid-19 menyebabkan kenaikan pada nilai pendapatan pada perusahaan telekomunikasi. Nilai pendapatan yang menurun pada kwartal pertama 2021 disebabkan karena perusahaan kembali menghitung nilai pendapatan pada kwartal tersebut. Pendapatan yang dapat diakui perusahaan telekomunikasi akan lebih besar jika seluruh kewajiban pelaksanaannya terpenuhi.
Kinerja keuangan dalam peneltian ini diproyeksikan dengan TATO, diketahui untuk mengukur keefektivitasan perusahaan untuk menggunakan asetnya untuk menciptakan pendapatan dan menciptakan laba. TATO menunjukkan bahwa penerapan PSAK 72 memiliki pengaruh positif dan signifikan, berarti perusahaan telekomunikasi sangat baik dalam mengefisiensikan aset-asetnya untuk menghasilkan pendapatan, sehingga ini berdapak baik terhadap pendapatan dari kontrak dengan pelanggan.
Disisi lain Pendapatan yang dihasilkan perusahaan telekomnikasi selama pandemi Covid 19, terhintung dari kwartal pertama tahun 2020 sampai dengan kwartan kedua tahun 2021, terus mengalami peningkatan. Kebutuhan yang tinggi untuk layanan digital di tengah wabah Covid 19, sehingga diprediksi layanan itu tetap tumbuh. Tingginya pertumbuhan layanan digital didorong imbauan bekerja dari rumah selama pandemi Covid-19. Hal ini sejalan dengan imbauan pemerintah bahwa masyarakat selain mengurangi kontak fisik juga cenderung menggunakan layanan yang sifatnya digital.
Hasil penelitian ini sejalan dengan Veronika et al (2018), Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan pengakuan pendapatan berdasarkan PSAK 72 membuat kinerja keuangan perusahaan terlihat tidak lebih baik jika disbanding dengan menggunakan standar sebelumnya. Pengaturan pada PSAK 72 membuat pendapatan dari kontrak jangka panjang pada ketiga perusahaan tidak dapat diakui pada tahun 2018.
55 BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh niali koefisie sebesar 0,305 (Positif) menunjukkan bahwa Penerapan PSAK 72 berpengaruh positif dan tingkat signifakan 0,030 terhadap kinerja keuangan. Hal ini menunjukaan bahwa apabila PSAK 72 di terapkan pada perusahaan akan meningkat kinerja keuangan perusahaan tersebut, terutama dari sisi pendapatan. Hal tersebut disebabkan karena perusahaan sudah menunjukkan keterbukaan kebijakan implementasi PSAK 72, sehingga terdapat sinergi positif antara shareholder dengan perusahaan di masa pandemi covid-19.
B. Saran
1. Saran untuk perusahaan adalah Bahwa dengan menyusun strategi dan kebijakan dalam penerapan PSAK 72, akan lebih meningkatkan pendapatan dan berdampak baik pada kinerja keuangan perusahaan 2. Saran untuk penelitian berikutnya adalah dapat melakukan penelitian
pada perusahaan sektor lain yang ikut terpengaruh oleh implementasi PSAK 72 seperti retail, kontruksi, manufaktur, maskapai penerbangan. dll.
56
DAFTAR PUSTAKA
Azzahra. (2020). Dampak Covid-19 Terhadap Laporan Keuangan dan Praktik Bisnis. https://www.kompasiana.com. Diakses April 2021
Agustrianti , W., Saputri Mashuri, A. A., & Nopiyanti, A. (2020). Dampak Penerapan Psak 72 Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Property, Realestate And Building Construction Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2018 - 2019. Business Management Economic And Accounting National Seminar, 1, 973 - 989.
Casnila, I., & Nurfitriana, A. (2020). Analisis Dampak Kinerja Keuangan Sebelum dan Sesudah Penerapan PSAK 72 Pada Perusahaan Telekomunikasi yang Terdaftar Di BEI. Riset Akuntansi Dan Perbankan, 14, 220-240.
Fahmi, Irham. 2014. Analisa Kinerja Keuangan. Bandung : Alfabeta
Harahap, Sofyan Syafri. 2010. Analisis Kritis Atas Laporan Keuangan Edisi 11.
Rajawali Pers, Jakarta.
Hidayat, M. (2016). Analisis Pengakuan dan Pengungkapan Pendapatan Pada Laporan Keuangan PT Adhi Karya (Persero TBK) Berdasarkan PSAk 23, PSAK 34, PSAK 44. Jurnal Meadurement, 10, 27-39.
Ikatan Akuntansi Indonesia. 2012, Standar Akuntansi Keuangan. Jakarta : Salemba Empat.
Nurfitriana, A. (2020). Analisis dampak kinerja keuangan sebelum dan sesudah penerapan psak 72 pada perusahaan telekomunikasi yang terdaftar di bursa efek indonesia (bei). Jurnal riset akuntansi dan perbankan, 14(1), keuangan perusahaan telekomunikasi di masa pandemi COVID-19.
Greenomika, 2, 142-158.
Veronica, Lestari, U. P., & Metekohy, E. Y. (2019). Analisis Dampak Penerapan Pengakuan Pendapatan Berdasarkan PSAK 72 Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Real Estat di Indonesia yang Terdatar Di Bursa Efek Indonesia. In Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar., 10, 965-973.
Hapsari, A.K. 2020. Penerapan PSAK 72 ditengah Covid-19, bagaimana prospek emiten properti?. https://investasi.kontan.co.id/news/p enerapan-psak-72-di-tengah-covid- 19-bagaimana-prospek-emiten-
57
Casnila, I., & Nurfitriana, A. (2020). Analisis Dampak Kinerja Keuangan Sebelum Dan Sesudah Penerapan Psak 72 Pada Perusahaan Telekomunikasi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (Bei). Riset Akuntansi dan Perbankan, 14(1), 220-240
58 LAMPIRAN 1. Penerapan PSAK 72
Nama Perusahaan Periode Keterangan
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk.
PT Smartfren Telecom Tbk
Q1 2020 0
59 2. Kinerja Keuangan (TATO)
Nama Perusahaan Periode Penjualan /
Pendapatan Total Aset T A T O
Q1 2020 34,194,000,000,000 241,914,000,000,000 0.14
Q2 2020 66,856,000,000,000 246,351,000,000,000 0.27 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. Q3 2020 99,941,000,000,000 233,219,000,000,000 0.43 Q4 2020 136,462,000,000,000 246,943,000,000,000 0.55 Q1 2021 33,945,000,000,000 257,848,000,000,000 0.13 Q2 2021 69,480,000,000,000 263,977,000,000,000 0.26
Q1 2020 1,995,544,457,542 33,088,999,644,447 0.06
Q2 2020 4,302,761,686,123 34,769,404,638,046 0.12
PT Smartfren Telecom Tbk Q3 2020 6,845,953,543,177 35,801,292,923,938 0.19
Q4 2020 9,407,882,876,396 38,684,276,546,076 0.24
Q1 2021 2,406,316,852,447 38,745,597,391,731 0.06
Q2 2021 4,950,519,480,492 41,768,282,971,830 0.12
Q1 2020 6,497,151,000,000 71,511,584,000,000 0.09
Q2 2020 13,082,160,000,000 69,654,912,000,000 0.19
PT XL Axiata Tbk Q3 2020 19,656,151,000,000 68,395,715,000,000 0.29
Q4 2020 26,009,095,000,000 67,744,797,000,000 0.38
Q1 2021 6,247,363,000,000 65,931,763,000,000 0.09
Q2 2021 12,974,199,000,000 67,490,201,000,000 0.19
Q1 2020 6,523,095,000,000 60,878,651,000,000 0.11
Q2 2020 13,451,721,000,000 61,079,475,000,000 0.22
PT Indosat Tbk Q3 2020 20,592,026,000,000 61,843,098,000,000 0.33
Q4 2020 27,925,661,000,000 62,778,740,000,000 0.44
Q1 2021 7,345,302,000,000 62,891,399,000,000 0.12
Q2 2021 14,983,533,000,000 70,385,556,000,000 0.21
Q1 2020 14,751,656,410 148,020,163,570 0.10
Q2 2020 30,982,010,036 157,092,534,084 0.20
PT Jasnita Telekomindo Tbk Q3 2020 43,301,469,868 131,531,760,798 0.33
Q4 2020 114,094,419,513 61,431,175,244 1.86
Q1 2021 15,753,476,410 150,112,163,456 0.10
Q2 2021 33,983,546,345 158,636,548,905 0.21
Q1 2020 1,118,000,000 16,057,000,000 0.07
Q2 2020 2,110,000,000 16,295,000,000 0.13
PT Bakrie Telekom Tbk Q3 2020 3,036,000,000 4,544,000,000 0.67
Q4 2020 3,958,000,000 3,266,000,000 1.21
Q1 2021 1,015,000,000 3,817,000,000 0.27
Q2 2021 10,585,000,000 6,811,000,000 1.55
60 3. Hasil Olah Data SPSS
a. Hasil Uji Statistik Dekriptif
Descriptive Statistics
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation
Penerapan.PSAK.72 36 .00 1.00 .6667 .47809
Kinerja.Keuangan 36 .06 1.86 .3314 .40220
Valid N (listwise) 36
b. Hasil Uji Normalitas
c. Uji Heteroskedastisitas
Coefficients
aModel
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) .407 .127 3.217 .003
Penerapan.PSAK.72 .212 .155 .228 1.365 .181
a. Dependent Variable: ABS_RES
61
Asymp. Sig. (2-tailed) .866 a. Median
62
a. Dependent Variable: Kinerja.Keuangan
g. Hasil Uji Koefisien Determinasi
Model Summary
Model R R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1 .362a .131 .106 .38039
a. Predictors: (Constant), Penerapan.PSAK.72
63
Surat Balasan Instansi
64
65
BIOGRAFI PENULIS
AYU RIFATUL HIDAYAT, Dilahirkan di Kabupaten luwu utara tepatnya di Desa paomacang Kecamatan sukamaju pada hari sabtu tanggal 15 Mei 1999. Anak kelima dari lima bersaudara pasangan dari Bacotang dan Hj. Ratna.
Peneliti menyelesaikan pendidikan di Sekolah Dasar di SD 1 Tiwu di Kecamatan Tiwu Kabupaten Kolaka Utara pada tahun 2012. Pada tahun itu juga peneliti melanjutkan Pendidikan di SMP Negeri 2 Kodeoha Kecamatan Kodeoha dan tamat pada tahun 20015 kemudian melanjutkan Sekolah Menengah Atas di SMA Negeri 1 Kodeoha pada tahun 2015 dan seslesai pada tahun 2017. Pada tahun 2017 peneliti melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi negeri, tepatnya di Universitas Muhammadiyah Makassar (UNISMUH MAKASSAR) Fakultas Ekonomi dan Bisnis pada Program Studi Akuntansi. Peneliti menyelesaikan kuliah strata satu (S1) pada tahun 2022.