• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV: DESKRIPSI DAN ANALIS DATA

C. Pembahasan Hasil Penelitian

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan media CD Interaktif materi pokok sistem ekskresi kelas XI IPA SMA N 14 Semarang lebih efektif dari pada pembelajaran tanpa menggunakan CD Interaktif (pembelajaran konvensional). Berdasarkan perhitungan t hitung, diperoleh thitung = 6,215 sedangkan ttabel = 1,671. Hal ini menunjukkan bahwa thitung > ttabel artinya signifikan dan hipotesis yang diajukan oleh penulis dapat diterima.

Hasil penelitian ini sesuai dengan 2 teori belajar yaitu teori behaviorisme dan konstruktifisme. Kedua teori menunjukkan pentingnya media dalam pembelajaran. Teori behaviorisme yang terpenting adalah masukan atau input berupa stimulasi dan keluaran atau output berupa respons. Stimulus adalah apa saja yang diberikan guru kepada siswa misalnya daftar perkalian, alat peraga, pedoman kerja, atau cara-cara tertentu, untuk membantu belajar siswa, sedangkan respons adalah reaksi atau tanggapan stimulus yang diberikan oleh guru tersebut.2 CD Interaktif diberikan kepada siswa sebagai stimulus, hasil belajar merupakan respons dari siswa.

Teori konstruktifisme membentuk pengetahuan, ia harus melakukan kegiatan, aktif berpikir, menyusun konsep dan memberi makna tentang hal-hal yang telah dipelajari. Sedangkan peran guru adalah membantu agar proses pengkonstruksian

2

pengetahuan oleh siswa berjalan lancar. Guru tidak mentransferkan pengetahuan yang telah dimilikinya, melainkan membantu siswa membentuk pengetahuannya sendiri.3 CD Interaktif sebagai media dalam membentuk pengetahuan siswa.

Hasil belajar siswa menggunakan media CD Interaktif lebih baik dari pada hasil belajar siswa tanpa menggunakan CD Interaktif. Hasil belajar (nilai rata-rata) kelas eksperimen sebesar 61,5 dan nilai rata-rata kelas kontrol sebesar 47, 1. Tingkat keberhasilan pembelajaran di kelas eksperimen dikategorikan baik, karena 60% lebih materi telah dikuasai siswa. Sedangkan pada kelas kontrol dikategorikan kurang, karena kurang dari 60% materi yang telah dikuasai siswa. Dari rata-rata hasil belajar yang diperoleh menunjukkan bahwa media mempunyai peranan penting dalam pembelajaran. Hal ini sesuai dengan pendapat M. Basirudin Usman dan Asnawir dalam media pembelajaran menyatakan

bahwa “media merupakan sesuatu yang bersifat menyalurkan

pesan dan dapat merangsang pikiran, perasaan, dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong terjadinya proses pembelajaran pada dirinya. Penggunaan media secara kreatif akan memungkinkan siswa untuk belajar lebih baik dan dapat meningkatkan performan mereka sesuai tujuan yang ingin

dicapai.”4

3

Asri Budiningsih, Belajar dan Pembelajaran, hlm. 59. 4

Penggunaan media CD Interaktif dalam pembelajaran biologi khususnya materi sistem ekskresi menjadikan peserta didik lebih aktif. Keaktifan siswa diketahui dari observasi pada saat pembelajaran berlangsung. Selain menambah keaktifan siswa, media CD Interaktif juga membangkitkan minat siswa, membantu siswa meningkatkan pemahaman, penyajian data yang menarik dan terpercaya, memudahkan penafsiran data dan memadatkan informasi sehingga peserta didik paham terhadap materi Sistem ekskresi. Terbukti respon berupa jawaban-jawaban jelas yang menunjukkan siswa cukup memahami materi, pengajuan beberapa pertanyaan dari siswa yang mencerminkan rasa ingin tahunya dan umpan balik pertanyaan antar siswa dengan jawaban yang saling melengkapi satu sama lain. Hal ini sesuai dengan pendapat Hannafin dan Peck dalam buku Teknologi Komunikasi & Informasi pembelajaran, bahwa media komputer dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran diantaranya:

1. Memungkinkan terjadinya interaksi langsung antara peserta didik dari materi pelajaran.

2. Proses belajar dapat berlangsung secara individual sesuai dengan kemampuan belajar peserta didik.

3. Mampu menampilkan unsur audio visual untuk meningkatkan minat belajar.

4. Dapat memberikan umpan balik terhadap respons peserta didik dengan segera.

5. Mampu menciptakan proses belajar secara berkesinambungan.5

5

Hamzah B. Uno dan Nina Lamatenggo, Teknologi Komunikasi..., hlm. 136-137.

Hasil penelitian yang menunjukkan bahwa CD Interaktif efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa materi sistem ekskresi di SMA N 14 Semarang kelas XI IPA TP 2014/2015, sesuai dengan hasil penelitian terdahulu, yaitu penelitian tahun 2006 oleh Yuni Rahmawati (4314000042), mahasiswa jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang. Yuni Rahmawati menyimpulkan bahwa CD Interaktif efektif dalam pembelajaran kimia pokok bahasan tatanama senyawa dan persamaan reaksi sederhana, hal ini di buktikan dengan meningkatnya rata-rata hasil belajar siswa.6

Media CD Interaktif merupakan salah satu media audio visual yang dapat meningkatkan pemahaman materi, sehingga hasil belajar menjadi lebih baik. Hal ini sesuai dengan penelitian terdahulu yaitu Penelitian pada tahun 2012 yang disusun oleh Achor Arofiq (073811044), Mahasiswa jurusan Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Institut Agama Islam Negeri Walisongo Semarang. Achor Arofiq menyimpulkan bahwa terdapat keefektifan penggunaan media gabungan berbentuk Audio Visual bila diterapkan pada materi struktur jaringan tumbuhan, dan dapat menarik minat siswa dalam belajar Biologi khusus materi struktur jaringan tumbuhan.7

Hasil belajar siswa dengan menggunakan CD Interaktif lebih baik dari pada hasil belajar tanpa menggunakan CD

6Yuni Rahmawati, “Efektivitas CD Interaktif ...”, Skripsi, hlm. 61 7

Interaktif, dengan kategori baik. Hasil ini kurang sesuai dengan penelitian pada tahun 2012 oleh Mufti Miranda (08480086), mahasiswa jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Mufti Miranda menyimpulkan bahwa penggunaan media Audi Visual dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dengan kriteria sangat baik.8 Ketidaksesuaian dengan penelitian terdahulu pada kriteria hasil belajar.

Dari ketiga penelitian terdahulu dan hasil penelitian ini memberikan gambaran bahwa penggunaan media CD Interaktif dalam pembelajaran menekankan pada interaksi dan hubungan timbal balik antara guru dengan siswa dan siswa dengan siswa, sehingga siswa menguasai materi yang diberikan. Hal ini sesuai dengan pendapat Mel Silberman yang mengungkapkan bahwa:

What i hear, i forget

What i hear, see and ask question about or discuss with someone else, i begin to understand

What i hear, see, discuss and do, i acquire knowledge and skill

What i teach to another, i master (apa yang saya dengar, saya lupa)

(apa yang saya dengar, lihat dan tanyakan atau diskusikan dengan beberapa teman, saya mulai paham)

(apa yang saya dengar, lihat, diskusikan dan lakukan, saya memperoleh pengetahuan dan ketrampilan)

(apa yang saya ajarkan pada orang lain, saya menguasainya)9

8Mufti Miranda, “Penggunaan Media Audio...”, Skripsi, hlm. 118. 9

Melvin L. Silberman, Active Learning: 101 Strategi Pembelajaran Aktif, (Yogyakarta: Pustaka Insan Madani, 2002), hlm. 18.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa pada materi sistem ekskresi di kelas eksperimen (menggunakan media CD Interaktif) lebih tinggi atau tidak sama dengan kelas kontrol (tanpa menggunakan media CD Interaktif). Hal ini menunjukkan ada perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kelompok eksperimen yang menggunakan media CD interaktif dengan kelompok kontrol tanpa menggunakan media CD interaktif. Sehingga memberikan informasi bahwa Media CD Interaktif relevan digunakan dalam pelaksanaan pembelajaran biologi pada materi sistem ekskresi.

Dokumen terkait