HASIL DAN PEMBAHASAN
5.5. Pembahasan Hasil Penelitian
Hasil pengolahan data dan pengujian yang dilakukan dalam penelitian ini menyatakan bahwa hipotesis penelitian yang telah dirumuskan sebelumnya ada yang ditolak dan ada yang diterima. Variabel-variabel yang diuji dalam penelitian ini, yaitu current ratio, debt to asset ratio dan return on asset ratio merupakan hal yang mempengaruhi pertumbuhan jumlah anggota koperasi secara simultan namun tidak mempengaruhi pertumbuhan koperasi secara parsial. Artinya bahwa variabel-variabel independen yaitu current ratio, debt to asset ratio dan return on asset ratio memiliki pengaruh yang cukup kuat atau signifikan jika diuji secara masing-masing atau simultan terhadap pertumbuhan jumlah anggota namun jika variabel independen ini diuji secara bersama-sama atau serempak (parsial) pengaruhnya belum cukup kuat atau signifikan karena hanya variabel ROA yang memberikan pengaruh yang lebih kecil dari batas normal signifikan yaitu 0,05.
Modal kerja sebagai variabel moderating menunjukkan pengaruh yang signifikan dengan pertumbuhan jumlah anggota koperasi.
Hasil penelitian ini secara keseluruhan tidak menunjukkan hasil yang konsisten dengan penelitian sebelumnya karena ada beberapa variabel dalam penelitian ini yang menunjukkan hasil yang tidak sama dengan penelitian terdahulu. Acuan dari penelitian ini yaitu penelitian yang dilakukan oleh Noor (2011). Tidak konsistensinya hasil penelitian ini karena didasarkan pada perbedaan orientasi penelitian yang dilakukan dan variabel yang digunakan.
Penelitian terdahulu yang menjadi acuan peneliti dalam penelitian ini merupakan penelitian yang dilakukan pada perusahaan yang sudah menyelenggarakan pencatatan laporan keuangan sesuai dengan standar yang telah ditentukan oleh Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang merupakan pedoman dan standar ketentuan yang berlaku (Perusahaan Telekomunikasi yang Go Public di Bursa Efek Indonesia). Hal ini berbeda dengan koperasi-koperasi yang menjadi sampel dan telah diteliti dalam penelitian ini yang belum secara keseluruhan menyelenggarakan pencatatan laporan keuangan sesuai ketentuan yang berlaku sehingga terjadi kesalahan dalam memasukkan akun-akun ke dalam pos-pos yang ada di dalam laporan keuangan. Oleh karena itu, rasio keuangan yang digunakan untuk mengukur kinerja keuangan tidak semuanya stabil.
5.5.1. Pengaruh Current Ratio terhadap Pertumbuhan Koperasi
Pengujian hipotesis untuk menguji pengaruh likuiditas (X1) terhadap pertumbuhan koperasi dengan menggunakan current ratio. Current ratio merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan koperasi didalam
memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva lancar yang dimiliki koperasi tersebut. Variabel current ratio memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan jumlah anggota koperasi secara simultan namun tidak secara parsial.
Berdasarkan hasil pengujian matematis dari model juga dinyatakan bahwa semakin tinggi likuiditas suatu koperasi akan membuat semakin meningkatnya pertumbuhan jumlah anggota koperasi. Variabel current ratio ini berpengaruh tidak signifikan terhadap pertumbuhan jumlah anggota koperasi yang ada di Kota Pematangsiantar. Keeratan hubungan antara variabel current ratio dengan pertumbuhan koperasi yaitu sebesar 0,239 atau 23,9 % (regresi parsial) yang artinya menunjukkan hubungan yang kurang kuat antara kedua variabel tersebut dan hasil ini menunjukkan hasil pengaruh yang tidak signifikan secara parsial.
Tidak signifikannya pengaruh current ratio terhadap pertumbuhan jumlah anggota dikarenakan adanya perubahan nilai aktiva lancar yang dimiliki koperasi yang terus menerus mengalami peningkatan dan juga diiringi dengan adanya kenaikan hutang lancar koperasi, sehingga tidak menyebabkan perubahan yang pasti terhadap sisa hasil usaha koperasi itu sendiri. Hal ini berarti perubahan yang dialami oleh variabel likuiditas tidak berpengaruh secara nyata terhadap tingkat pertumbuhan jumlah anggota yang terjadi di koperasi yang menjadi sampel dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian Noor (2011) yang menyatakan variabel current ratio tidak berpengaruh secara parsial terhadap variabel Y.
5.5.2. Pengaruh Debt to Assets Ratio terhadap Pertumbuhan Koperasi Variabel debt to assets ratio (X2) berdasarkan model, menyatakan bahwa semakin baik debt to assets ratio maka semakin baik pula pertumbuhan jumlah anggota koperasi. Debt to assets ratio merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur tingkat kemampuan koperasi memenuhi hutangnya dengan menggunakan aktiva yang dimiliki koperasi tersebut. Hal ini bisa saja berkaitan dengan umur dan pengalaman koperasi. Semakin besar kemampuan koperasi dalam menutupi total kewajibannya dari waktu ke waktu. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan terhadap koperasi-koperasi di Kota Pematangsiantar yang dijadikan sampel, diketahui bahwa variabel debt to assets ratio berpengaruh tidak signifikan terhadap pertumbuhan jumlah anggota koperasi. Keeratan hubungan antara variabel debt to assets ratio dengan pertumbuhan jumlah anggota adalah sebesar 0,137 yang menunjukkan hubungan yang lemah dan memiliki arah yang berlawanan antara kedua variabel tersebut dan hasil ini menunjukkan pengaruh yang tidak signifikan secara parsial.
Hal ini dapat disebabkan karena besarnya hutang jangka panjang yang tidak mempengaruhi sisa hasil usaha koperasi dan aktiva telah manjamin adanya risiko akibat perubahan hutang tersebut. Ini artinya, koperasi tidak lagi memandang bahwa anggota akan melihat kinerja koperasi hanya dari solvabilitas pada laporan keuangan tahunan. Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian Noor (2011) yang menyatakan variabel debt to assets ratio tidak berpengaruh secara parsial terhadap variabel Y.
5.5.3. Pengaruh Return On Assets Ratio terhadap Pertumbuhan Koperasi.
Pengujian hipotesis untuk menguji pengaruh ROA (X3) terhadap pertumbuhan koperasi. ROA merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan koperasi dalam rangka menghasilkan sisa hasil usaha dengan menggunakan aktiva yang dimiliki kepada koperasi tersebut. Variabel ROA memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan koperasi secara simultan dan parsial.
Berdasarkan hasil pengujian matematis dari model juga dinyatakan bahwa semakin tinggi rentabilitas suatu koperasi akan membuat tingginya pertumbuhan jumlah anggota koperasi. Variabel ROA memiliki pengaruh yang positif terhadap pertumbuhan koperasi di Kota Pematangsiantar. Keeratan hubungan antara variabel ROA dengan pertumbuhan koperasi sebesar 0,017 atau 1,7 % yang menunjukkan hubungan yang sangat kuat antara kedua variabel tersebut. Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian Yuniasih (2007) yang menyatakan variabel return on assets ratio berpengaruh secara parsial terhadap variabel Y.
5.5.4. Pengaruh Modal Kerja terhadap Pertumbuhan Koperasi.
Working Capital Turnover merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memperoleh banyaknya pemberian pinjaman yang dapat diperoleh koperasi untuk setiap modal kerja yang dimiliki koperasi tersebut. Variabel modal kerja (M) memiliki tingkat yang signifikan didalam memoderasi pengaruh langsung antara current ratio, debt to asset ratio dan return on assets ratio terhadap pertumbuhan jumlah anggota koperasi di Kota Pematangsiantar. Keeratan hubungan antara variabel modal kerja dengan variabel lainnya ini sebesar 0.030 atau sebesar 3%, yakni menunjukkan pengaruh yang
kuat antara yang satu dengan yang lainnya. Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan hasil penelitian Noor (2011) yang menyatakan variabel working capital turnover ratio tidak berpengaruh secara parsial terhadap variabel Y.
BAB VI