• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembahasan Hasil Penelitian

Dalam dokumen SKRIPSI ANDI RAHMAT NIZAR HIDAYAT NIM : (Halaman 96-0)

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

C. Pembahasan Hasil Penelitian

Adapun data dari hasil penelitian yang diperoleh peneliti dalam penelitian Peran Pemerintah Daerah Dalam Pelaksanaan Program Bantuan Langsung Tunai Sebagai Upaya Penanganan COVID-19 di Desa Tappale Kecamatan Libureng Kabupaten Bone. Lebih dominan berupa kalimat berupa deskriptif yang merupakan hasil wawancara peneliti dengan informan sebagai sumber utama penelitian. Hasil wawancara yang direkam menggunakan perekam suara (handphone). Disamping data dari hasil wawancara, peneliti juga mendapatkan data berupa dokumen dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan desa, Kantor Kecamatan Libureng, Data Desa Tappale dan dokumentasi di lokasi penelitian.

peneliti menggunakan teknik penelitian kualitatif, maka proses pengumpulan data juga melibatkan proses analisis data yang terdiri dari tiga hal yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan/penarikan kesimpulan.

Pertama, reduksi data. Peneliti menggunakan pola pertanyaan yang sama untuk mengumpulkan data yang dapat diperoleh dari hasil wawancara dengan informan untuk mendapatkan pola pertanyaan yang sesuai. Kemudian pilih jawaban dari pertanyaan berikut.

Penyajian data yang kedua adalah peneliti mengumpulkan data untuk mendeskripsikan kejadian di lokasi dan menguji data yang telah direduksi

yaitu menjelaskan dalam bentuk.

Kesimpulan ketiga adalah menarik kesimpulan tentang data dan informasi yang diperoleh untuk menjawab rumusan masalah yang dijalankan.

Analisis terhadap peran pemerintah daerah dalam pelaksanaan Program Bantuan Langsung Tunai sebagai upaya penanganan COVID-19 di Desa Tappale Kecamatan Libureng Kabupaten Bone dapat dilihat dari teori yang dikemukakan oleh Ryaas Rasyid dan aspek yang mempengaruhi keberhasilan Program Bantuan Langsung Tunai sebagai upaya penanganan COVID-19 di Desa Tappale Kecamatan Libureng Kabupaten Bone yaitu:

1. Sebagai Regulator

Peran pemerintah daerah sebagai regulator adalah menyiapkan arah penyeimbang bagi perkembangan regulasi. Sebagai regulator, pemerintah memberikan landasan kepada masyarakat sebagai sarana untuk mengatur segala kegiatan. Merespon Undang Undang Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease (COVID-19) dan/atau Dalam Rangka Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan Menjadi Undang-Undang, pemerintah Kabupaten Bone menerbitkan Keputusan Bupati Bone Nomor 178 Tahun 2020 tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Non Alam Pandemi COVID-19 Di Kabupaten Bone dalam rangka mengantisipasi resiko dampak bencana yang lebih luas, perlu dilakukan upaya-upaya darurat dalam rangka penanganan darurat bencana non

kepada masyarakat dimasa pandemi COVID-19.

Kecamatan Libureng melakukan tugas pembantuan dari regulasi yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Bone dengan melakukan verifikasi daftar usulan kepala keluarga miskin dan rentan calon penerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa yang diusulkan setiap desa. Pemerintah Desa Tappale menerbitkan Keputusan Kepala Desa Tappale Nomor 14 Tahun 2020 dan mengeluarkan Surat Keterangan pembentukan Relawan Desa COVID-19 dan dengan segera melaksanakan proses laporan pelaksanaan pendataan kepada calon penerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa agar masyarakat Desa Tappale dapat menjalankan roda perekonomiannya ditengah situasi pandemi COVID-19.

2. Sebagai Dinamisator

Pemerintah daerah sebagai dinamisator menggerakkan partisipasi untuk memajukan dan memelihara dinamika pembangunan daerah ketika proses pembangunan mengalami gangguan. Pemerintah berperan dengan memberikan bimbingan dan arahan yang intensif dan efektif kepada masyarakat. publik.

Pemerintah Kabupaten Bone melalui tim penyuluh maupun badan tertentu memberikan bimbingan dan pelatihan kepada masyarakat di masa pandemi COVID-19 pemerintah diharapkan mampu memberikan bimbingan dan pengarahan kepada masyarakat mengenai Program Bantuan Langsung Tunai Dana Desa ini agar dapat diterima oleh masyarakat yang membutuhkan, dan adapun syarat dari penerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa ini diperuntukkan untuk keluarga miskin dan rentan yang memenuhi kriteria serta belum menerima PKH,

BPNT, dan Kartu Prakerja.

desa seperti dalam verifikasi daftar usulan kepala keluarga miskin dan rentan calon penerima BLT-Dana Desa yang diusulkan Kepala Desa, memantau dan mengevaluasi pelaksanaan pendataan calon penerima BLT-Dana Desa sesuai dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang kemudian akan dilakukan pengesahan oleh pihak Kecamatan.

Pemerintah Desa Tappale mengundang tokoh masyarakat untuk ikut dalam musyawarah desa khusus untuk menentukan calon penerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa maupun musyawarah pertanggungjawaban Pemerintah Desa dalam menggunakan anggaran untuk penanganan COVID-19 lainnya agar pelaksanaan Program Bantuan Langsung Tunai Dana Desa menjadi transparan dan juga mengajak tokoh masyarakat untuk ikut serta membantu pemerintah desa dalam mendata masyarakat yang memang benar-benar dianggap memenuhi kriteria penerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa.

3. Sebagai Fasilitator

Peran pemerintah daerah sebagai fasilitator adalah menciptakan kondisi fasilitatif bagi pelaksanaan pembangunan untuk menjembatani berbagai kepentingan masyarakat dalam mengoptimalkan pembangunan daerah. Sebagai fasilitator, pemerintah berkomitmen terhadap sumber daya atau permodalan melalui pelatihan, pendidikan, pendampingan melalui pengembangan keterampilan, dan memberikan dukungan permodalan kepada masyarakat yang berdaya.

. Anggaran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa di Kabupaten Bone berjumlah total Rp. 23.496.600.000 dengan jumlah keluarga penerima manfaat

manfaat yang di keluarkan oleh masing masing desa dan Pemerintah Kabupaten Bone memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat pemerintah menyiapkan saluran atau wadah bagi masyarakat yang ingin melakukan pengaduan dan aspirasi terkait Program Bantuan Langsung Tunai Dana Desa agar kiranya masyarakat memanfaatkan layanan tersebut agar transparansi terkait program ini bisa terlaksana dengan baik, Anggaran yang ada di Kecamatan Libureng untuk Program Bantuan Langsung Tunai Dana Desa adalah pada tahun 2020 adalah Rp 4.947.300.000 dan pada tahun 2021 adalah Rp 1.691.700.000.

Desa Tappale dalam Program Bantuan Langsung Tunai Dana Desa mendapatkan jumlah anggaran pada tahun 2020 yakni Rp. 288.000.000 dengan keluarga penerima manfaat sebanyak 80 Kartu Keluarga dan jumlah anggaran Program Bantuan Langsung Tunai Dana Desa di Desa Tappale sebesar Rp.

244.800.000 dengan jumlah Keluarga Penerima Manfaat sebanyak 68 Kartu Keluarga pada tahun 2021

Untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat pemerintah menyiapkan saluran atau wadah bagi masyarakat yang ingin melakukan pengaduan dan aspirasi terkait Program Bantuan Langsung Tunai Dana Desa agar kiranya masyarakat memanfaatkan layanan tersebut agar transparansi terkait program ini bisa terlaksana dengan baik.

Selanjutnya analisis terhadap aspek yang mempengaruhi keberhasilan Program Bantuan Langsung Tunai sebagai upaya penanganan COVID-19 di

Kabupaten Bone yaitu:

Sosialisasi Program Bantuan Langsung Tunai Dana Desa telah dilakukan oleh pemerintah daerah kepada camat dan dinas yang terkait dengan tujuan untuk menginformasikan kepada camat dan dinas terkait untuk segera melaksakan Program Bantuan Langsung Tunai Dana Desa agar masyarakat di kabupaten Bone tidak mengalami kondisi yang sulit ditengah pandemi COVID- 19, sosialisasi kebijakan Program Bantuan Langsung Tunai di laksanakan pada tingkat kecamatan diharapkan kepada masing-masing kepala desa dengan segera untuk mensosialisasikan program ini kepada masyarakat di desanya masing- masing. Pelaksanaan sosialisasi berlanjut sampai ditingkat desa, dilaksanakan oleh desa dengan mengundang aparat desa, RT, RW, tokoh masyarakat, kemudian sosialisasi kebijakan bantuan langsung tunai telah di laksanakan di Desa Tappale dengan mengundang seluruh perangkat desa sehingga masyarakat dapat mengetahui bahwa pemerintah telah mengeluarkan program agar masyarakat di masa pandemi COVID-19 tidak mengalami kondisi krisis ekonomi keberhasilan sosialisasi jika informasi sampai ke tingkat paling bawah dari sasaran program, yaitu masyarakat penerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa.

2. Penentuan Sasaran Penerima Program

Calon penerima BLT-Dana Desa adalah keluarga miskin baik yang terdata dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) maupun yang tidak terdata (exclusion error) yang memenuhi kriteria sebagai berikut: a. Tidak mendapat bantuan PKH/BPNT/ pemilik Kartu Prakerja; b. Mengalami kehilangan mata pencaharian (tidak memiliki cadangan ekonomi yang cukup untuk bertahan hidup

menahun/kronis. Tim pendata harus memastikan kelompok rentan seperti keluarga miskin yang dikepalai oleh perempuan, lansia, dan penyandang disabilitas terdata sebagai calon Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Langsung Tunai Dana Desa.

Ketepatan menentukan pilihan Relawan Desa COVID-19 Desa Tappale sudah bekerja sesuai dengan prosedur, mengenai adanya dugaan nepotisme dalam penentuan penerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa telah di bantah oleh a Relawan Desa COVID-19 Desa Tappale dengan tegas dan juga berdasarkan hasil data sekunder dilapangan

3. Koordinasi Dalam Pelaksanaan

Koordinasi antara setiap perangkat daerah yang ada di kabupaten Bone dalam pemanfaatan Data Terpadu kesejahteraan Sosial (DTKS) yang digunakan untuk memperbaiki kualitas penetapan sasaran program-program perlindungan sosial. DTKS membantu perencanaan program, memperbaiki penggunaan anggaran, dan sumber daya program perlindungan sosial. hal ini akan membantu mengurangi kesalahan dalam penetapan sasaran program perlindungan sosial termasuk Program Bantuan Langsung Tunai Dana Desa di Desa Tappale

Kecamatan Libureng Kabupaten Bone.

PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai peran pemerintah daerah dalam pelaksanaan Program Bantuan Langsung Tunai sebagai upaya penanganan COVID-19 di Desa Tappale Kecamatan Libureng Kabupaten Bone maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Peran pemerintah daerah sebagai regulator di Desa Tappale Kecamatan Libureng Kabupaten Bone adalah. Pemerintah Desa Tappale menerbitkan Keputusan Kepala Desa Tappale Nomor 14 Tahun 2020 dan mengeluarkan Surat Keterangan pembentukan Relawan Desa COVID-19.

2. Peran pemerintah daerah sebagai dinamisator di Desa Tappale Kecamatan Libureng Kabupaten Bone adalah Pemerintah Desa Tappale mengundang tokoh masyarakat untuk ikut dalam Musdesus untuk menentukan calon penerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa.

3. Peran pemerintah daerah sebagai fasilitator di Desa Tappale Kecamatan Libureng Kabupaten Bone adalah Program Bantuan Langsung Tunai Dana Desa mendapatkan jumlah anggaran pada tahun 2020 yakni Rp. 288.000.000 dengan jumlah 80 KPM dan jumlah anggaran Program Bantuan Langsung Tunai Dana Desa di Desa Tappale sebesar Rp. 244.800.000 dengan jumlah KPM 68 pada tahun 2021,Untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Pemerintah Desa Tappale menyiapkan saluran atau wadah bagi masyarakat yang ingin melakukan pengaduan dan aspirasi.

Tunai sebagai upaya penanganan COVID-19 di Desa Tappale Kecamatan Libureng Kabupaten Bone yaitu:

1. Sosialisasi telah dilaksanakan di tingkat desa yang dimana Kepala Desa Tappale mengundang aparat desa, RT, RW, tokoh masyarakat, sehingga masyarakat dapat mengetahui Syarat menjadi penerima BLT DD.

2. Ketepatan menentukan pilihan Relawan Desa COVID-19 Desa Tappale sudah bekerja sesuai dengan prosedur, mengenai adanya dugaan nepotisme dalam penentuan BLT DD itu tidak benar.

3. Koordinasi Bantuan Langsung Tunai Dana Desa sudah sesuai dengan peruntukkannya, hampir keseluruhan masyarakat Desa Tappale terdampak COVID-19 menerima program BLT DD.

B. Saran

Terkait dengan kesimpulan penelitian ini, maka terdapat beberapa hal yang disarankan oleh peneliti :

1. Bahwa penelitian ini dapat melengkapi teori mengenai peran pemerintah daerah di masa pandemi COVID-19 yang kita kenal sebelumnya, teori tentang pemerintah daerah menjelaskan mengenai peran pemerintah daerah secara umum, misalnya saja mengenai fungsi dan kinerja pemerintah dalam pembinaan masyarakat, bagaimana pemerintah harus hadir ditengah masyarakat sebagai solusi.

2. Untuk kepala daerah beserta instansi pemerintahan yang terkait dalam pelaksanaan Program Bantuan Langsung Tunai Dana Desa harus memprioritaskan masyarakat yang lolos kriteria calon penerima manfaat

3. Program Bantuan Langsung Tunai Dana Desa harus dilakukan secara efektif guna mencapai target agar dapat memperkuat ekonomi ditengah situasi

pandemi COVID-19.

DAFTAR PUSTAKA

Departemen Sosial, R. I. (2008). Petunjuk Teknis Program Bantuan Langsung Tunai kepada Rumah Tangga Sasaran. Depsos RI, Jakarta.

Farid, M., Antikowati, A.& Indrayati, R. (2017). Kewenangan Pemerintah Daerah dan Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Potensi Daerah. E-Journal Lentera Hukum, 4(2), 95. https://doi.org/10.19184/ejlh.v4i2.5128

Gulo, O. P. K. (2019). TUGAS DAN TANGGUNGJAWAB PEMERINTAH DAERAH MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 23 TAHUN 2014 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH. repository.uhn.ac.id.

http://repository.uhn.ac.id/handle/123456789/2676\

Instruksi Menteri Dalam Negeri No.3 tahun 2020 tentang Penanggulangan COVID-19 di Desa Melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa.

Instruksi Presiden Nomor 12 Tahun 2005 tentang pelaksaanan bantuan Langsung Tunai kepada rumah tangga miskin.

Keputusan Bupati Bone Nomor 178 Tahun 2020 tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Non Alam Pandemi COVID-19 Di Kabupaten Bone.

Keputusan Kepala Desa Tappale Nomor 14 Tahun 2020 tentang Penetapan Keluarga Penerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) Tappale Kecamatan Libureng Tahun 2020.

Labolo, M. (2014). Memahami Ilmu Pemerintahan Suatu Kajian Teori. Konsep, Dan Pengembangannya, Edisi Revisi, PT RajaGravindo Persada.

Maun, C. E. F. (2020). Efektivitas Bantuan Langsung Tunai Dana Desa Bagi Masyarakat Miskin Terkena Dampak COVID-19 Di Desa Talaitad

Kecamatan Suluun Tareran Kabupaten Minahasa Selatan. Jurnal Politico, 9(2).

Nurhamlin, N., & Marini, D. (2015). Dampak Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (Blt) terhadap Masyarakat Miskin di Desa Perawang Barat Kecamatan Tualang Kabupaten Siak. Riau University.

Pamungkas, B. D., Suprianto, S.(2020). Penggunaan Dana Desa Pada Masa Pandemi COVID-19 di Kabupaten Sumbawa.Journal of Social

https://journal.publication-center.com/index.php/ijssh/article/view/109.

Pasal 18 Ayat 7 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945,Susunan dan tata cara penyelenggaraan Pemerintah daerah diatur dalam

92

Undang-Undang.

Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi nomor 6 tahun 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi nomor 11 tahun 2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa.

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 50 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 205/PMK.07/2019 tentang Pengelolaan Dana Desa.

Peraturan Menteri Keuangan No.205 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Dana Desa.

Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan/atau Dalam Rangka Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan

Peraturan Presiden No.166 tahun 2014 tentang Program Percepatan Penanggulan Kemiskinan.

Prastika, H. C. (2016). Peran Pemerintah Daerah dan Partisipasi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam Upaya Pengembangan Kerajinan Kulit di Kabupaten Magetan. Universitas Airlangga.

Rahayuningsih, E. (2021). Implementasi kebijakan penyaluran dan pemanfaatan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa pada Korban COVID-19 Di Desa Bulumargi Perspektif Maslahah. UIN Sunan Ampel Surabaya.

Sari, N. P. N. P., & Sudiana, I. K. (2019). Penilaian Sikap Sebagai Dampak Pengiring Pembelajaran Praktikum Kimia. Jurnal Pendidikan Kimia Undiksha, 3(2), 68–76.

Sugiri, L. (2012). Peranan Pemerintah Daerah dalam Pemberdayaan Masyarakat.

Publica, 2(1), 56–65.

Sugiyono, P. D. (2012). In PD Sugiyono. Memahami Penelitian Kualitatif.

Suharto, E. (2009). Kemiskinan dan perlindungan sosial di Indonesia: menggagas model jaminan sosial universal bidang kesehatan: dilengkapi dengan: UU No. 40/2004 tentang sistem jaminan sosial nasional, UU No. 11/2009 tentang kesejahteraan sosial. Alfabeta.

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Bab XIV,Perekonomian Nasional dan Kesejahteraan Sosial.

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah.

Undang Undang Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease (COVID-19).

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah.

L A M

P

I

R

A

N

Matriks Hasil Wawancara No Pertanyaan Mubarak,S.Ip Andi Lestariani

Bahram, S.Pi

Andi Syamsul Musrya

Kesimpulan

Peran Pemerintah Daerah Dalam Pelaksanaan Program Bantuan Langsung Tunai Sebagai Upaya Penanganan COVID-19 di Desa Tappale Kecamatan Libureng Kabupaten Bone

a. Regulator Tunai saat ini telah dilaksanakan baik di tingkat Kabupaten, Kecamatan,dan Desa

96

1. Menurut anda,

Pengarahan dan bimbingan yang baik kepada masyarakat sangat mempengaruhi tingkat

keberhasilan Program Bantuan Langsung Tunai Dana Desa dengan partisipasi warga dalam pengambilan keputusan, terutama pada saat musyawarah desa penentuan calon penerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa

bisa tepat sasaran

Adapun yang menerima Program Bantuan Langsung Tunai Dana Desa ini telah dilakukan

verifikasi, validasi, dan tabulasi data calon penerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa kemudian ditetapkan dalam Musdesus adapun yang tidak menerima dikarenakan penerima program ini di pindahkan ke

menerima? diakibatkan oleh banyak dari penerima program ini di pindahkan ke bantuan sosial lainnya seperti PKH, BPNT, dan Kartu Prakerja lalu banyak juga penerima yang gagal

terverifikasi dikarenakan Nomor Induk Keluarga yang mereka miliki

terdaftar di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bone dan Dinas Sosial Kabupaten Bone

PKH, BPNT, dan Kartu Prakerja lalu banyak juga penerima yang gagal terverifikasi dikarenakan Nomor Induk Keluarga yang mereka miliki tidak terdaftar di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil

di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dinas Dukcapil) dan Dinas Sosial Kabupaten Bone ataupun tidak menerima program ini jika orang tersebut telah meninggal atau berpindah dari desa yang telah

memasukkan namanya dalam calon penerima

Bantuan

Langsung Tunai Dana Desa ini dan di bulan Januari 2021, kembali mengalami peningkatan jumlah Keluarga Penerima Manfaat dikarenakan seluruh desa melakukan update data penerima BLT Dana Desa

data kemarin

Anggaran dan keluarga penerima manfaat Program Bantuan Langsung Tunai sudah sesuai dengan pendataan yang telah dilakukan oleh masing masing pemerintah desa

Langsung Juli dan 1394 pada bulan Juli,

Penerima Manfaat

sebanyak 12.933 KPM pada bulan Juli sampai bulan dan Desember dan untuk jumlah anggaran Bantuan

Langsung Tunai Dana Desa tahun 2021 dengan total sebesar Rp 7.128.300.000 dengan jumlah Keluarga

adalah 1528 pada bulan Januari, 1540 pada bulan Februari, 1472 pada bulan Maret, 920 pada bulan April, dan 179 pada bulan Mei disetiap 18 desa yang ada di kecamatan Libureng

Manfaat Bantuan Langsung Tunai Dana Desa dalam mengahadapi pandemi COVID-19 mengenai kriteria calon penerima program agar masyarakat mengetahui siapa siapa saja yang berhak mendapatkan Program Bantuan Langsung Tunai Dana Desa

Aspek Yang Mempengaruhi Keberhasilan Peran Pemerintah Daerah Dalam Pelaksanaan Program Bantuan Langsung Tunai Sebagai Upaya Penanganan COVID-19 Di Desa Tappale Kecamatan Libureng Kabupaten Bone

a. Sosialisasi Kebijakan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa telah dilakukan di tingkat Kabupaten, Kecamatan, dan Desa agar Program Bantuan Langsung Tunai dapat diterima oleh masyarakat yang

membutuhkan

b. Penentuan Sasaran Penerima Program Tunai harus mengikuti prosedur yang telah dikeluarkan oleh pemerintah pusat. Salah satu syarat penerima BLT dana desa adalah calon penerima bukanlah peserta program keluarga harapan (PKH) Langsung Tunai Dana Desa tidak telepas dari koordinasi baik dari pemerintah pusat hingga ke pemerintah daerah

Tunai? dalam Program Bantuan

Langsung Tunai Dana Desa sudah terarah dengan baik sesuai dengan

ketentuan yang ada semua perangkat bekerja keras agar pelaksanaan program ini bisa diterima oleh masyarakat yang membutuhkan

Peran Pemerintah Daerah Dalam Pelaksanaan Program Bantuan Langsung Tunai Sebagai Upaya Penanganan COVID-19 di Desa Tappale Kecamatan Libureng Kabupaten Bone a. Regulator

b. Dinamisator

sebagai penerima

atau konsultasi dengan Kepala Dusun Kemudian kami melakukan verifikasi, validasi, dan tabulasi data calon penerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa kemudian ditetapkan dalam Musdesus

Dana Desa kemudian ditetapkan dalam Musdesus adapun yang tidak menerima dikarenakan penerima program ini di pindahkan ke bantuan sosial lainnya seperti PKH, BPNT, dan Kartu Prakerja lalu banyak juga penerima yang gagal

dikarenakan

Desa? 288.000.000 dengan keluarga penerima

manfaat sebanyak 80 Kartu Keluarga di tahun 2020 dan jumlah anggaran Program Bantuan

Langsung Tunai Dana Desa di Desa Tappale sebesar Rp.

244.800.000 dengan jumlah Keluarga

telah dilakukan oleh masing masing

pemerintah desa

Manfaat

mengetahui Aspek Yang Mempengaruhi Keberhasilan Peran Pemerintah Daerah Dalam Pelaksanaan

Program Bantuan Langsung Tunai Sebagai Upaya Penanganan COVID-19 Di Desa Tappale Kecamatan Libureng Kabupaten Bone

a. Sosialisasi Kebijakan

masyarakat

b. Penentuan Sasaran Penerima Program 1. Bagaimana

Langsung

ke masyarakat,

apalagi manusia, dalam hal adanya aduan bahwa ada masyarakat yang sebenarnya tidak layak menerima dam mereka menerima itu hanya unsur human error saja atau ada

miskomunikasi dengan

masyarakat, saya bisa memastikan bahwa tidak ada unsur nepotisme didalamnya

1. Seperti apa

masyarakat yang kehilangan pekerjaan dan berkurang penghasilannya.

Pemerintah desa telah bekerja maksimal dan mematuhi

prosedur yang ada

Data Jumlah Penerima BLT-DD dan Jumlah Anggaran BLT-DD Tahun 2020

Rp43,200,0

11 BUNE 62 Rp18,600,000 62 Rp18,600,000 62

11 BUNE 62 Rp18,600,000 62 Rp18,600,000 62

Data Jumlah Penerima BLT-DD dan Jumlah Anggaran BLT-DD Tahun 2021 di Kecamatan Libureng

6 MATTI

18 MATTI

11 BUNE 88 Rp26,400,000 Rp-

12 BINUA NG

68 Rp20,400,000 Rp-

13 WANU

AWAR U

80 Rp24,000,000 Rp-

14 MARIO 72 Rp21,600,000 Rp-

15 TAPPA LE

68 Rp24,000,000 Rp-

16 MATTI ROWAL IE

90 Rp27,000,000 Rp-

17 POLEO NRO

Rp- Rp-

18 MATTI RO DECEN G

Rp- Rp-

Sumber: Kantor Kec.Libureng

ANDI RAHMAT NIZAR HIDAYAT, dilahirkan di Kabupaten Bone tepatnya di Desa Tappale Kecamatan Libureng pada 02 Februari 2000.

Anak Pertama dari H. Andi Massewa dan HJ. Andi Sanalla. Penulis menyelesaikan Pendidikan di SD Inpres 12/79 Desa Tappale Kecamatan Libureng pada Tahun 2011. Pada tahun itu juga penulis melanjutkan Pendidikan ke jenjang selanjutnya di MTS Negeri 4 Bone dan tamat pada Tahun 2014 kemudian melanjutkan Sekolah Menengah Atas di SMA Negeri 11 Bone dan selesai pada tahun 2017. Pada Tahun 2017 kemudian peneliti melanjutkan Pendidikan ke jenjang selanjutnya yaitu di Perguruan Tinggi Universitas Muhammadiyah Makassar (UNISMUH) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jurusan Ilmu Pemerintahan. Pada Tahun 2021 ini akan mengantarkan penulis meraih gelar Sarjana Strata Satu (S1) dalam karya ilmiah dengan judul “Peran Pemerintah Daerah Dalam Pelaksanaan Program Bantuan Langsung Tunai Sebagai Upaya Penanganan Covid-19 di Desa Tappale Kecamatan Libureng Kabupaten Bone”.

Dalam dokumen SKRIPSI ANDI RAHMAT NIZAR HIDAYAT NIM : (Halaman 96-0)