• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

5.2 Pembahasan Hasil Penelitian

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

6.1 Kesimpulan ... 133 6.2 Saran ... 135

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

BAB I PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Adanya kemajuan teknologi canggih seperti saat ini, informasi bisa kita dapatkan dari berbagai media. Informasi tersebut tidak lagi hanya kita dapatkan melalui media cetak seperti majalah, koran, tabloid maupun media elektronik seperti televisi dan radio melainkan melalui media online yang menyajikan berita dan dapat kita akses secara cepat. Kita sebagai pembaca atau penikmat sajian berita dimudahkan dengan berbagai situs yang memiliki konten berita sesuai dengan yang kita butuhkan atau yang sedang kita cari.

Media-media secara online dapat diakses untuk melihat berita yang akan mereka sajikan kepada khalayak sesuai dengan portal yang telah mereka sediakan. Sehingga khalayak tidak lagi mengalami kesulitan untuk memperoleh informasi yang diinginkannya. Melihat keadaan yang serba digital seperti saat ini juga, banyak media-media cetak yang membuat situs online agar tidak kehilangan pelanggannya atau khalayak yang telah lama bersinggungan dengan media tersebut.

Seorang khalayak dapat dengan mudah mendapatkan informasi-informasi terbaru melalui situs-situs atau web dari handphone atau laptop yang memiliki akses internet. Selain biayanya yang dikatakan lebih terjangkau dari media cetak, aksesnya pun lebih cepat dan dapat kita nikmati di manapun, kapanpun, setiap jam, menit, ataupun detik. Misal seperti media detik.com. Dilihat dari nama medianya sudah terlihat jelas bahwa media tersebut akan menyajikan sebuah informasi secara cepat bahkan dalam hitungan detik.

Detik.com merupakan salah satu situs berita terpopuler di Indonesia. Detik.com merupakan yang terdepan dalam hal berita-berita baru (breaking news). Detik.com selalu mengupdate beritanya sesuai dengan kejadian-kejadian yang baru terjadi. Detik.com dapat dikatakan sebagai pelopor media online Indonesia yang sebenarnya. Karena ia tidak mempunyai edisi cetak yang harus ia copy-paste, isinya ringkas, gratis dan beritanya cenderung real time. (Kompasiana.com)

Dengan adanya media online seperti Detik.com ini semua berita atau informasi bisa kita dapatkan dengan mudah, cepat, dan isinya yang selalu update. Menurut Agus Sudibyo mewakili Dewan Pers dalam diskusinya yang membahas mengenai keberadaan media online seperti sekarang ini bahwa media online harus menjaga kenetralan dan keberimbangan berita yang merupakan esensi penting dari media online yang semuanya serba cepat tayang.(Kompasiana.com)

Pada dasarnya kebutuhan publik akan media cetak maupun media online sebenarnya tetap sama. Banyak dari media cetak yang tetap fokus dengan berita mendalam yang diangkat dalam edisi cetak namun kemudian untuk berita cepat

akan dipusatkan di versi online. Artinya, kebutuhan pembaca akan menjadi sama.(Kompasiana.com)

Jika pembaca butuh berita yang dapat dibaca saat itu juga, ia dapat mengaksesnya secara online, namun jika kemudian ia merasa membutuhkan informasinya lebih mendalam tentang berita tersebut, ia tentu harus bersabar untuk membacanya dalam edisi cetak yang akan terbit (Kompasiana.com). Media online seperti yang telah kita ketahui saat ini menjadi salah satu media praktis yang digemari oleh masyarakat. Pasalnya dengan adanya media online tersebut kita dapat mengetahui perkembangan yang terjadi setiap menit ataupun detiknya baik dari kancah nasional maupun internasional mengenai berbagai hal dari segi ekonomi, politik, sosial, hukum, budaya dan hiburan.

Dari pernyataan yang telah dikemukakan di atas memberikan suatu arahan bahwa media online sama seperti media massa lainnya yang menyajikan informasi kepada khalayak. Namun yang membedakan di sini ada pada kecepatan dalam mengakses beritanya sehingga kita tidak perlu menunggu dalam sehari untuk mendapatkan informasi tersebut. Media online sama halnya seperti pada media massa lainnya merupakan sarana yang efektif untuk menginformasikan berbagai hal salah satunya mengenai dunia politik pada masa menjelang pemilihan presiden yang akan diselenggarakan pada tahun 2014 nanti.

Media massa dalam hal ini media online sering dikatakan berperan penting dalam penyebaran dan pertukaran informasi, serta menjadi sarana bagi publik untuk menyampaikan aspirasi dan kontrol sosial politik. Selain itu juga, media melalui

peran persnya dapat turut aktif melakukan pendidikan politik, membantu masyarakat menentukan pilihan politik mereka.

Namun, dalam hal ini terdapat kecenderungan memunculkan kembali semangat partisan dalam sikap politik media. Partisan dalam arti media, tidak hanya sekedar menghadirkan realitas berita ke hadapan publik pembacanya, melainkan juga menyertakan sejumlah penilaian atau evaluasi atas fakta berita yang dikonstruksikan dalam suatu kemasan sikap politik tertentu. Kecenderungan sementara yang diperlihatkan media mengarah pada munculnya kembali orientasi politik berupa kedekatan maupun afiliasi sejumlah media dengan kekuatan maupun kecenderungan politik tertentu. Dengan kata lain ada kecenderungan ke arah parsialitas. Media mengambil posisi tertentu dalam partisan-partisan berita yang terlibat. (Bimo 1999 dalam Widhiyatmoko (2008: 6))

Telah kita ketahui bahwa tahun 2014 akan diadakan sebuah prosesi pemilihan presiden. Tentunya sudah dari tahun-tahun sebelumnya media gencar memberitakan isu mengenai calon kandidat yang akan maju pada pemilihan presiden 2014 nanti, seperti pada media online.Segala pemberitaan mengenai calon presiden yang telah resmi ditetapkan untuk maju pada pemilihan presiden 2014 nanti menjadi salah satu bahasan yang dipublikasikan pada media online.

Tahun 2012 merupakan awal kemunculan pemberitaan pada situs media online mengenai calon kandidat dari partai yang akan maju dalam pemilihan presiden 2014. Dari informasi yang peneliti dapatkan dari media online bahwa baru partai Golkar yang telah menetapkan dan meresmikan calon kandidatnya yaitu Aburizal Bakrie untuk maju pada pemilihan presiden 2014. Dan pemberitaannya disiarkan

salah satunya melalui media online seperti detik.com dan vivanews.com. Peneliti mengambil media Vivanews.com karena Vivanews.com merupakan media online yang tergabung dalam PT Visi Media Asia (VIVA Group) milik Aburizal Bakrie. (Wordpress.com)

Media online tersebut menyajikan berita-berita terkait pemilihan presiden 2014 seperti pemberitaan yang mengangkat tentang calon presiden, latar belakang politik calon presiden yang nantinya akan meningkatkan atau menurunkan citra seorang calon presiden. Pengamat politik asal Universitas Gajah Mada Ary Dwipayana mengatakan bahwa beragam cara akan dilakukan partai politik untuk mendongkrak citra mulai dari pasang iklan di media massa hingga rajin menebar bantuan sosial (Prioritas Edisi 52- Tahun II).

Sebagian besar media massa di Indonesia telah dipegang oleh para elit kekuasaan atau elit bisnis. Dalam pernyataan tersebut muncul istilah konglomerasi media. Pada media online hampir semua kepemilikannya juga dikuasai oleh para kaum elitis, seperti Detik.com yang saat ini telah di merger oleh Transcorp di bawah naungan kepemilikan Chairul Tanjung. Kemudian media online Vivanews.com yang kepemilikannya dikuasai oleh keluarga Bakrie Grup.

Para elit kekuasaan dan elit bisnis berkolaborasi mengatur isi media. Menurut Chomsky kebebasan pers yang dijiwai demokrasi dan liberalisme, telah disusupi corong-corong propaganda segelintir orang. Setiap keping informasi telah disusupi kepentingan tertentu. Setiap suara berita telah dimodali kekuatan politik dan bisnis. (Subiakto dan Ida (2012 :137)).

Saat ini bukan hanya satu media massa yang dikuasai elit bisnis atau elit kekuasaan melainkan sudah banyak media massa di Indonesia ini dikuasai oleh mereka para kaum elitis. Segala jenis pemberitaan mengenai partai politiknya dimuat dalam media massa yang mereka kuasai dengan tujuan untuk mendongkrak citra mereka agar nantinya partai politik mereka bisa terpilih.

Aburizal Bakrie atau Ical merupakan salah satu kandidat calon presiden 2014 asal partai Golkar (Golongan Karya). Ketua Umum Golkar ini terpilih menjadi kandidat dari partai Golkar dikarenakan mempunyai kapabilitas untuk dicalonkan dan bersedia untuk maju pada pemilihan presiden 2014. Namun, tentu saja proses menuju posisi RI-1 ini bukanlah gampang. Dan salah satu persoalan yang akan menjadi ganjalan utama adalah soal lumpur lapindo di Sidoarjo.

Akibat tragedi itu, ribuan rumah dan puluhan hektar sawah terendam lumpur sehingga terjadi migrasi besar-besaran keluar wilayah Sidoarjo. Sebagian pihak menuduh bahwa banjir lumpur itu terjadi karena kecerobohan pengeboran sumber gas yang dilakukan PT Lapindo Brantas milik Bakrie. Karena itu, Bakrie diminta bertanggungjawab dengan menjamin kesejahteraan hidup para korban.

Ical sendiri sampai sekarang berkukuh dengan penjelasan bahwa malapetaka itu terjadi akibat gempa bumi di daerah tersebut. Kalaupun Bakrie sekarang membantu korban, itu atas dasar alasan kemanusiaan semata. Kesimpulan akhir tak pernah dicapai. Pihak kepolisian sudah menyatakan menutup penyelidikan kasus. Berbagai tim pakar tiba dengan penjelasan berbeda. Akibatnya sampai sekarang, isu banjir lumpur di Sidoarjo tergantung begitu saja.

Waktu akan menunjukkan apakah lumpur itu akan menjadi faktor yang menentukan. (Indonesia 2014 No. 1 Edisi Desember 2012 hal 27). Selain itu adanya penarikan kembali saham BUMI yang masih dipegang oleh Bumi Plc masih menuai perdebatan antara Grup Bakrie dengan Nathanield Rothschild apakah nantinya Grup Bakrie berhasil kembali memegang saham BUMI atau tidak.

Kemudian adanya kasus internal Aburizal dengan Akbar Tandjung Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar perihal ditetapkannya Aburizal Bakrie sebagai calon presiden 2014 mewakili partai Golkar. Dalam hal ini yang menjadi pangkal persoalannya adalah surat Akbar ke DPP Golkar yang pada intinya meminta Golkar membuka kemungkinan untuk mempertimbangkan kembali pencalonan Aburizal sebagai presiden seandainya elektabilitas Aburizal tak kunjung membaik sampai Juli 2013. Surat Akbar ini nampaknya merujuk pada berbagai hasil survey tentang para calon Presiden 2014 yang secara konsisten menunjukkan rendahnya popularitas Aburizal di mata masyarakat umum, maupun di kalangan elit. (Indonesia 2014 No.2 Edisi Januari 2013 hal 9). Selain itu juga pemberitaan mengenai perbandingan tingkat elektabilitasnya dengan mantan Ketua Umum partai Golkar Jusuf Kalla. Di mana dalam beberapa hasil survey elektabilitas Jusuf Kalla lebih tinggi dibandingkan dengan Aburizal Bakrie Ketua Umum Partai Golkar saat ini. Hal ini menjadi suatu arahan untuk membentuk opini publik ketika pemilihan presiden telah tiba nanti.

Dengan berbagai pertimbangan inilah penulis memilih media online Detik.com dan Vivanews.com sebagai objek penelitian. Selain itu, pemilihan media online Detik.com dan Vivanews.com menjadi objek penelitian disebabkan oleh peneliti

ingin melihat secara keseluruhan isi pemberitaan yang dibingkai oleh media online Detik.com dan Vivanews.com mengenai berita Aburizal Bakrie terkait Pemilihan Presiden 2014, sehingga penelitian ini lebih terfokus pada bagaimana politik media pada media online Detik.com dan Vivanews.com dalam memotret sosok Aburizal Bakrie terkait Pemilihan Presiden 2014.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang ada pada usul penelitian ini penulis merumuskan masalah yang akan diteliti yaitu Bagaimana media online Detik.com dan Vivanews.com memotret sosok Aburizal Bakrie terkait dengan Isu Kasus Lumpur Lapindo dan Bumi Plc, Konflik Internal Partai Golkar, Elektabilitas dan Kampanye yang dilakukan Aburizal Bakrie menuju Pemilihan Presiden 2014?

1.3 Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk:

Mengetahui media online Detik.com dan Vivanews.com dalam memotret sosok Aburizal Bakrie terkait dengan Isu Kasus Lumpur Lapindo dan Bumi Plc, Konflik Internal Partai Golkar, Elektabilitas dan Kampanye yang dilakukan Aburizal Bakrie menuju Pemilihan Presiden 2014.

1.4 Kegunaan Penelitian

Adapun kegunaan penelitian ini yaitu :

a. Secara teoritis hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pengembangan ilmu komunikasi dan juga diharapkan dapat menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya, khususnya yang berkaitan dengan Analisis Framing.

b. Secara praktis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran, pengetahuan, gambaran dan informasi mengenai politik media dalam media massa khususnya media online dalam pemberitaannya.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Tinjauan Tentang Penelitian Sebelumnya

Iksan (1996) menyatakan bahwa tinjauan pustaka harus mengemukakan hasil penelitian lain yang relevan dalam pendekatan permasalahan penelitian : teori, konsep-konsep, analisa, kesimpulan, kelemahan dan keunggulan pendekatan yang dilakukan orang lain. Peneliti harus belajar dari peneliti lain, untuk menghindari duplikasi dan pengulangan penelitian atau kesalahan yang sama seperti yang dibuat oleh peneliti sebelumnya. (Masyhuri dan Zainuddin, 2008:100)

Tabel 1 : Penelitian Sebelumnya, Konstruksi Realitas Dalam Pemberitaan Evaluasi Program

100 Hari Suatu Pemerintahan

1 Judul Kontruksi Realitas Dalam Pemberitaan Evaluasi Program 100 Hari Suatu Pemerintahan (Analisis Framing Model Zhong Dang Pan dan Gerald M. Kosicki Pada Berita Pemerintahan SBY-Boediono Di SKH Kompas dan Republika Periode 25 Januari-12 Februari 2010

Penulis Feri Firdaus

Hasil SKH Kompas dan Republika tidak mengangkat secara khusus 15 program prioritas yang dicanangkan oleh pemerintah, namun kedua media tersebut mengangkat isu yang sama terkait korupsi, khususnya kasus Bank Century yang dianggap melibatkan Sri Mulyani dan Boediono. SKH Kompas dan Republika sama-sama membangun konstruksi realitas bahwa pemberantasan korupsi tidak memuaskan atau gagal. Berdasarkan temuan berita yang diteliti tersebut, terlihat bahwa SKH Kompas dan Republika cukup menjaga keberimbangan berita, meskipun cenderung lebih condong menilai negatif terhadap kinerja 100 hari pemerintahan SBY-Boediono. Hal ini menunjukkan bahwa kedua media tersebut cukup profesional dalam mengevaluasi program pemerintahan.

Kritik Dalam penelitian yang membahas mengenai program 100 hari pemerintahan SBY-Boediono hanya dilihat dari sisi etika jurnalistiknya saja mengenai keberimbangan berita dalam menganalisis isu tersebut dan keduanya sama-sama menilai negatif mengenai program tersebut. Namun, dalam hal ini tidak dikupas mengenai politik media antara SKH Kompas dan Republika dalam mengkonstruksi berita tersebut yang bisa dilihat dari pemilihan narasumber untuk mendapatkan informasi berdasarkan perspektif yang dibangun oleh seorang wartawan dalam menyajikan berita sesuai dengan isu yang diangkat.

Deskripsi Penelitian :

Penelitian tersebut membahas mengenai konstruksi realitas yang dibangun oleh SKH Kompas dan Republika dalam mengangkat isu mengenai kinerja 100 hari pemerintahan SBY-Boediono. Kedua media tersebut mengangkat isu yang sama terkait kasus korupsi, khususnya kasus Bank Century yang dianggap melibatkan Sri Mulyani dan Boediono. SKH Kompas dan Republika sama-sama membangun konstruksi realitas bahwa pemberantasan korupsi tidak memuaskan atau gagal. Berdasarkan temuan berita yang diteliti tersebut, terlihat bahwa SKH Kompas dan Republika cukup menjaga keberimbangan berita, meskipun cenderung lebih

condong menilai negatif terhadap kinerja 100 hari pemerintahan SBY-Boediono. Hal ini menunjukkan bahwa kedua media tersebut cukup profesional dalam mengevaluasi program pemerintahan.

Tabel 2 : Penelitian Sebelumnya, Jurnalisme Politik Dalam Media

1. Judul Jurnalisme Politik Dalam Media (Analisis Framing Pemberitaan Harian Solo Pos Tentang Isu Kampanye Pemilihan Gubernur Jawa Tengah 2008).

Penulis Yosep Yogo Widhiyatmoko

Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Sebelas Maret 2008

Hasil Penelitian tersebut dilakukan pada surat kabar Harian Umum Solo Pos yang merupakan surat kabar kredibel di Jawa Tengah. Surat kabar tersebut menyajikan informasi se- putar Isu Kampanye Pemilihan Gubernur Jawa Tengah pada tahun 2008.

Isu yang muncul dalam perhelatan Pemilihan Gubernur Jawa Tengah 2008, relatif lebih rentan karena kental akan muatan politis, sehingga mendorong Solo Pos untuk membuat kerangka agenda setting berita sebagai acuan kerja dalam peliputan berita, sesuai dengan visi misi institusi yang telah ditetapkan. Politik media yang diterapkan Solo Pos terkait dengan pemilihan narasumber, ialah pemilihan isu yang akan diangkat lebih kepada institusi pemerintah resmi serta,

lembaga masyarakat sebagai komoditas pemberitaannya, dari pada temuan fakta yang berasal dari kalangan elite politik maupun partai.

Kritik Penelitian ini dilakukan pada surat kabar Harian Umum Solo Pos dan bukan pada situs media online seperti Detik.com dan Vivanews.com yang menyajikan informasi terbarunya tanpa batasan waktu. Walaupun konteksnya sama di mana di dalamnya sama-sama membahas mengenai politik media, namun dalam pembahasan ini isu yang diangkat mengenai calon kandidat tidak ada kaitannya dengan kepemilikan media atau media yang dikuasai oleh kaum elitis dan hanya terfokus pada satu media saja dan tidak dilakukan komparasi atau

perbandingan dengan media yang kredibel lainnya di wilayah Jawa Tengah mengenai isu kampanye pemilihan Gubernur Jawa Tengah 2008.

Deskripsi Penelitian :

Penelitian ini membahas mengenai pemberitaan Calon Kandidat terkait Isu Kampanye menjelang Pemilihan Gubernur di Jawa Tengah yang diadakan pada bulan Juni 2008. Pemberitaan yang dimuat pada media massa cetak Harian Umum Solo Pos ini dikonstruksi berdasarkan perspektif jurnalisme politik.

Politik media yang diterapkan Solo Pos terkait dengan pemilihan narasumber, ialah pemilihan isu yang akan diangkat lebih kepada institusi pemerintah resmi serta, lembaga masyarakat sebagai komoditas pemberitaannya, dari pada temuan fakta yang berasal dari kalangan elite politik maupun partai.

2.2 Tinjauan Tentang Peristiwa dan Berita Politik 2.2.1 Pengertian Peristiwa dan Berita Politik

Peristiwa politik adalah sebuah kejadian yang mencakup hal-hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintah dan Negara. Sedangkan berita politik merupakan sajian informasi berupa keterangan-keterangan mengenai isu perpolitikan yang terjadi dalam suatu wilayah tertentu. Cakupan mengenai kegiatan perpolitikan tidak hanya dilaksanakan pada suatu pemerintahan di ibu kota tetapi juga di desa-desa yang memiliki suatu sistem politik.

2.3 Tinjauan Tentang Media Online 2.3.1 Media Online

Media online adalah media massa yang tersaji secara online di situs web (website) internet. Media online adalah media massa “generasi ketiga” setelah media cetak (printed media) koran, tabloid, majalah, buku dan media elektronik (electronic media) radio, televisi, dan film/video. (wikipedia dalam Ramdan (2012 : 10)). Media online merupakan produk jurnalistik online. Jurnalistik online disebut juga cyber journalism didefinisikan sebagai pelaporan fakta atau peristiwa yang diproduksi dan didistribusikan melalui internet (wikipedia dalam Ramdan (2012 :10)).

Menurut Ashadi Siregar (dalam Kurniawan, 2005: 20) media online adalah sebutan umum untuk sebuah bentuk media yang berbasis telekomunikasi dan multimedia (baca-komputer dan internet). Di dalamnya terdapat portal, website (situs web), radio-online, TV-online, pers online, mail-online, dengan karakteristik masing-masing sesuai dengan fasilitas yang memungkinkan user memanfaatkannya.

Oleh karena itu, situs berita merupakan salah satu sub-sistem dari media online. Penyebutan media online dikalangan beberapa ahli media cukup beragam. Salah satu peneliti dan ahli media dari Universitas Texas, Amerika, bernama Lorie Ackerman, menyebut media online sebagai bentuk “penerbitan elektronik”

Salah satu pendekatan dalam memahami media online juga dipaparkan oleh Ashadi Siregar (dalam Kurniawan, 2005: 20). Ia melihat media online, melalui kacamata pendefinisian surat kabar digital, yakni sebuah entitas yang merupakan integrasi media massa konvensional dengan internet. Identifikasinya terhadap ciri-ciri yang melekat pada surat kabar digital ditulisnya sebagai berikut:

1. Adanya kecepatan (aktualitas) informasi.

2. Bersifat interaktif, melayani keperluan khalayak secara lebih personal. 3. Memberi peluang bagi setiap pengguna hanya mengambil informasi yang

relevan bagi dirinya/ dibutuhkan. 4. Kapasitas muatan dapat diperbesar.

5. Informasi yang pernah disediakan tetap tersimpan (tidak terbuang), dapat ditambah kapan saja, dan pengguna dapat mencarinya dengan menggunakan mesin pencari.

6. Tidak ada waktu yang diistimewakan (prime time) karena penyediaan informasi berlangsung tanpa putus, hanya tergantung kapan pengguna mau mengakses.

2.3.2 Karakteristik Media Online

Media online memiliki beberapa karakteristik yang tidak bisa ditandingi oleh media elektronik ataupun media cetak. Beberapa diantaranya adalah :

1. Kapasitas luas, halaman web bisa menampung naskah sangat panjang 2. Pemuatan dan editing naskah bisa kapan saja dan di mana saja (selama ada

jaringan internet)

3. Jadwal terbit bisa kapan saja bisa, setiap saat.

5. Menjangkau seluruh dunia (www-worldwide web) yang memiliki akses internet.

6. Aktual, berisi info aktual karena kemudahan dan kecepatan penyajian. 7. Update, pembaruan informasi terus dan dapat dilakukan kapan saja.

8. Interaktif, dua arah, dan "egaliter" dengan adanya fasilitas kolom komentar, chat room, polling, dll

9. Terdokumentasi, informasi tersimpan di "bank data" (arsip) dan dapat ditemukan melalui "link", "artikel terkait", dan fasilitas "cari" (search). 10.Terhubung dengan sumber lain (hyperlink) yang berkaitan dengan

informasi tersaji.

2.3.3 Etika Media Online

Media online merupakan hal yang baru. Kode etiknya baru disahkan 3 Februari 2012 dengan nama “Pedoman Pemberitaan Media Siber”. Perkembangan media online sangat pesat. Penyebab media online berkembang adalah tarifnya yang murah, jaringan global, teknologi yang mampu menampilkan semua jenis informasi, bisnis media online tumbuh dan tumbuhnya akses mobile.

Media online adalah media berita online maupun segala bentuk media online yang memuat berita, sebagaimana diatur Undang-Undang Pers, yang meliputi website, blog, media agregator, maupun platform lain yang relevan. Pihak media online nasional yang ada di Jakarta mengatur kode etik media online yang disahkan Dewan Pers. Problematika media online yang sering muncul; running news, isu, akurasi, keberimbangan, hak cipta, jurnalisme warga, saling terhubung, dan dokumentasi selamanya.

Keberimbangan tidak akan menjadi ukuran mutlak ketika berita itu menjadi kebutuhan publik yang mendesak. Selain itu yang tidak perlu dikonfirmasi adalah sumber berita dari lembaga resmi yang mencantumkan identitas secara jelas dan subyek berita diketahui keberadaannya. Berita tetap dapat dipublikasikan dengan mencantumkan secara jelas upaya verifikasi yang telah dilakukan. Setelah verifikasi didapatkan, hasil verifikasi dicantumkan pada berita sebelumnya secara lengkap.

Media online wajib membedakan antara iklan dan isi. Ini banyak terjadi di media online. Sebagian besar yang paling banyak ditemui adalah soal link berita, akurasi

Dokumen terkait