BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.3 Pembahasan Hasil Penelitian
4.3.1 Tingkat Motivasi Belajar Siswa Pada Pembelajaran Daring Kelas IV dan Kelas V SD Kanisius Notoyudan
Deskripsi hasil penelitian tingkat motivasi belajar siswa pada pembelajaran daring kelas IV dan Kelas V SD Kanisius Notoyudan mengungkapkan bahwa tingkat motivasi belajar siswa pada kategori tinggi. Hasil ini ditentukan berdasarkan pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti menggunakan instrumen penelitian dengan kuesioner tertutup. Tingkat motivasi belajar tersebut dapat diketahui dari total 44 siswa yang telah mengisi kuesioner. Berdasarkan hasil tersebut, frekuensi 28 siswa dengan persentase 63,64% memiliki kategori tinggi, 13 siswa dengan persentase 29,55% memiliki kategori sedang dan 3 siswa dengan persentase 6,81% memiliki kategori sangat tinggi. Hasil yang telah diperoleh oleh peneliti dapat memberikan informasi bahwa tingkat motivasi belajar yang dimiliki oleh siswa kelas IV dan V di SD Kanisius Notoyudan tergolong pada kategori tinggi.
Apabila dilihat dari kategori pada masing-masing indikator, menghasilkan data bahwa pada indikator 1 yaitu “Tekun dalam menghadapi tugas” rata-ratanya adalah 3,93 yang termasuk pada kategori tinggi. Untuk indikator 2 “Ulet dalam menghadapi kesulitan”
menghasilkan rata-rata jawaban siswa adalah 3,72 yang termasuk dalam kategori tinggi. Indikator 3 yaitu “Bekerja mandiri” menghasilkan rata-rata jawaban siswa 3,60 sehingga masuk dalam kategori tinggi. Hasil tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa secara umum siswa kelas IV dan V termotivasi untuk bekerja secara mandiri dalam pembelajaran daring. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan Gusty,dkk(2020:48) bahwa pembelajaran dalam jaringan merupakan langkah awal dalam memperkuat kemandirian siswa dan diprioritaskan dalam beberapa hal dan bertanggung jawab terhadap pembelajaran. Selanjutnya pada
indikator 4 yaitu “Hasrat dan keinginan untuk berhasil” menghasilkan rata-rata 3,37. Untuk indikator 5 yaitu “Dorongan dan kebutuhan dalam belajar” menghasilkan rata-rata jawaban siswa 3,68. Indikator 6 yaitu
“Kegiatan pembelajaran yang menarik” menghasilkan rata-rata jawaban siswa adalah 3,45. Pada indikator ini peran dari guru sangatlah besar dalam besar kecilnya tingkat motivasi belajar.
Sehingga apabila dirangkum berdasarkan enam indikator yang terdapat pada kuesioner motivasi belajar menghasilkan rata-rata 3,63 yang termasuk dalam kategori motivasi belajar yang tinggi.
Untuk mengecek kembali hasil yang telah diperoleh melalui kuesioner,peneliti melakukan wawancara dengan beberapa siswa. Hal ini bertujuan untuk membandingkan hasil jawaban dari siswa. Pada indikator tekun dalam menghadapi tugas, siswa menjelaskan bahwa dalam mengerjakan maupun mengumpulkan tugas, mereka menyatakan tepat waktu, namun masih terdapat siswa yang sesekali tidak tepat waktu.
Selanjutnya pada indikator mengenai ulet dalam menghadapi kesulitan, diperoleh pernyataan bahwa siswa ulet dalam menghadapi kesulitan dalam mengerjakan tugas. Namun, apabila siswa mengalami kesulitan yang dirasa tidak mampu dalam mengerjakan soal, mereka bertanya pada orang tua.
Pada indikator bekerja mandiri, diperoleh pernyataan bahwa siswa lebih senang belajar secara mandiri. Meskipun siswa memiliki kemandirian, mereka masih membutuhkan bantuan dari orang tua ketika mendapatkan soal yang dirasa sangat sulit.
Untuk indikator hasrat dan keinginan untuk berhasil, didapatkan jawaban dari siswa bahwa hasrat dan keinginan untuk berhasilnya tinggi.
Hal ini dapat dilihat dari jawaban siswa yang menginginkan nilai yang tinggi dan juga memiliki ranking atas.
Pada indikator dorongan dan kebutuhan dalam belajar, siswa menyatakan bahwa mereka didukung oleh kebutuhan belajar dalam pembelajaran daring yang mendukung. Selain hal tersebut, siswa masih
terkendala dalam sistem jaringan yang kurang stabil. Hal ini terkadang mengganggu motivasinya untuk melanjutkan pembelajaran.
Pada indikator kegiatan pembelajaran yang menarik, siswa menyatakan bahwa pembelajaran yang diberikan oleh guru kelas cukup menarik dan mudah untuk dipahami. Namun, masih terdapat siswa yang merasakan kejenuhan dalam mengikuti pembelajaran daring karena tidak dapat bertanya secara langsung pada guru.
Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan oleh peneliti pada beberapa siswa kelas IV dan V SD Kanisius Notoyudan masih dinyatakan memiliki motivasi belajar yang tinggi. Hal ini menyatakan bahwa data yang telah diperoleh melalui kuesioner motivasi belajar dan wawancara menghasilkan data yang sama yaitu motivasi belajar yang tinggi.
Menurut peneliti, masih terdapat beberapa hal yang dimungkinkan untuk dilakukan penelitian kembali oleh peneliti lain dan menjadi keterbatasan dari penelitian ini. Hal ini terlihat dari beberapa pernyataan yang diberikan oleh guru dan siswa memiliki jawaban yang berbeda.
Ketika dilakukan wawancara dengan wali kelas yang dilakukan oleh peneliti, pada indikator “tekun dalam menghadapi tugas” wali kelas memberikan pernyataan bahwa masih terdapat beberapa siswa yang telat dalam mengumpulkan tugas. Namun, saat dilakukan pengambilan data melalui instrumen kuesioner tertutup, hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa tingkat tekun dalam menhadapi tugas masuk dalam kategori tinggi.
Selain itu, pada indikator “dorongan dan kebutuhan dalam belajar”
saat dilakukan wawancara dengan wali kelas, didapatkan pernyataan bahwa siswa masih terkendala dengan keterbatasan dan juga fasilitas yang kurang memadai. Namun, ketika dilakukan pengambilan data dari siswa melalui instrumen kuesioner tertutup didapatkan hasil bahwa dorongan dan kebutuhan dalam belajar yang dimiliki oleh siswa menunjukkan kategori tinggi.
Berdasarkan hasil tersebut, dua indikator diatas mendapatkan jawaban yang berbeda antara guru dan siswa. Sehingga hal tersebut menjadi keterbatasan dari penelitian yang dilakukan oleh peneliti.
Peneliti berpendapat bahwa dapat dimungkinkan juga setiap jawaban dari siswa merupakan jawaban yang sejujur-jujurnya yaitu memiliki tingkat motivasi belajar yang tinggi. Hal ini dikarenakan siswa yang telah menjalani pembelajaran secara daring selama kurang lebih satu tahun sudah merasa nyaman dan sudah beradaptasi dengan sistem pembelajaran daring.
Penerapan pembelajaran daring ini memungkinkan siswa untuk berpindah cara belajar yang biasanya diberikan materi secara langsung atau tatap muka, kini siswa beralih menggunakan media pembelajaran dengan jaringan. Sehingga penelitian yang dilakukan oleh peneliti mengenai pembelajaran daring yang dilaksanakan pada kelas IV dan V SD Kanisius Notoyudan memiliki tingkat motivasi belajar yang tinggi dan tidak menghasilkan tingkat yang rendah. Untuk penelitian terdahulu sebelum dilaksanakan penelitian ini, terdapat penelitian yang menyatakan beberapa sekolah memiliki tingkat motivasi belajar yang rendah. Tingkat motivasi belajar yang rendah tersebut menurut peneliti dikarenakan saat penelitian berlangsung waktu pelaksanaannya sangat berdekatan dengan awal pandemi covid-19 ada di Indonesia. Sehingga sangat dimungkinkan memiliki hasil motivasi belajarnya rendah.
BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil dari penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Tingkat motivasi belajar siswa pada pembelajaran daring kelas IV dan kelas V di SD Kanisius Notoyudan berada pada kategori tinggi. Hal ini telah ditunjukkan dari data yang telah diperoleh peneliti bahwa sebanyak 28 siswa dengan persentase 63,64% memiliki kategori tinggi, 13 siswa dengan persentase 29,55% memiliki kategori sedang dan 3 siswa dengan persentase 6,81% memiliki kategori sangat tinggi. Hasil yang telah diperoleh oleh peneliti dapat memberikan informasi bahwa tingkat motivasi belajar yang dimiliki oleh siswa kelas IV dan V di SD Kanisius Notoyudan tergolong tinggi pada pembelajaran daring.
5.2 Keterbatasan penelitian
Pada penelitian ini, peneliti menyadari bahwa masih terdapat keterbatasan yang dialami. Berikut ini adalah beberapa keterbatasan dari peneliti:
1. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan kuesioner tertutup, sehingga peneliti tidak dapat mengetahui faktor-faktor lain yang dimungkinkan untuk mengetahui tingkat motivasi belajar dari siswa.
2. Penelitian hanya dapat dilakukan dengan terbatas dikarenakan dalam masa pandemi covid-19 dan peneliti perlu untuk memanfaatkan waktu yang diberikan oleh pihak sekolah.
3. Penelitian ini pada beberapa kalimat dari pernyataan yang digunakan oleh peneliti dirasa masih kurang dimengerti dan memiliki makna yang tidak sesuai dengan keinginan peneliti.
4. Beberapa jawaban dari siswa masih dimungkinkan untuk tidak sesuai dengan apa yang sebenarnya dirasakan atau dialami, sehingga ada perbedaan dari hasil yang diberikan oleh guru dan siswa.
5.3 Saran
Saran yang peneliti berikan sehingga dapat digunakan sebagai masukan untuk penelitian yang dimungkinkan diadakan selanjutnya oleh peneliti lain, agar dapat mengurangi terjadinya kesalahan atau keterbatasan dalam dilaksanakannya penelitian sebagai berikut:
1. Penelitian selanjutnya alangkah lebih baik menyertakan wali murid dalam pengambilan data sehingga peneliti akan mendapatkan informasi yang luas.
2. Penelitian selanjutnya dapat diharapkan untuk menyusun jadwal yang mungkin sudah disetujui oleh pihak sekolah untuk jangka waktu yang diperlukan oleh peneliti.
55
DAFTAR PUSTAKA
Abdurrahman & Muhidin. (2015). Panduan praktis memahami penelitian.
Bandung: CV Pustaka Setia.
Alami (2020). Media pembelajaran daring pada masa covid-19 online learning media during the coronavirus disease. Jurnal Pendidikan Agama Islam
(JPAI), 2(1), 49-56.
https://ejournal.staisyamsululum.ac.id/index.php/jtt/article/view/71
Ansori. (2017). Metodologi penelitian kuantitatif. Surabaya: Airlangga University Press.
Azwar, Saefudin. (2009). Reliabilitas dan validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Badaruddin. (2015). Peningkatan motivasi belajar siswa melalui konseling klasikal. Sumatera Barat: CV Abe Kreatifindo.
Baharuddin & Wahyuni. (2015). Teori belajar & pembelajaran. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Bahri. (2018). Pengaruh kepemimpinan lingkungan kerja, budaya organisasi dan motivasi terhadap kepuasan kerja yang berimplikasi terhadap kinerja dosen. Surabaya: CV. Jakad Publishing.
Burhan & Bungin. (2005). Metodologi penelitian kuantitatif: Komunikasi, ekonomi, dan kebijakan publik serta ilmu-ilmu sosial lainnya. Jakarta:
Kencana.
Cahyati & Kusumah. (2020). Peran orang tua dalam menerapkan pembelajaran di rumah saat pandemi covid-19. Jurnal Golden Age, Universitas Hamzanwadi, 04(1), 4-6.
Dayana & Marbun. (2018). Motivasi kehidupan. Bogor: Guepedia.
Djaali. (2020). Metodologi penelitian kuantitatif. Jakarta Timur: PT Bumi Aksara.
Endra. (2017). Pedoman metodologi penelitian. Sidoarjo: Zifatama Jawara. 132-133.
Fitriyani, Fauzi & Sari. (2020). Motivasi belajar mahasiswa pada pembelajaran daring selama pandemik covid-19. Jurnal kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran,
dan Pembelajaran, 6(2). 165-175.
DOI: https://doi.org/10.33394/jk.v6i2.2654
Gasong. (2018). Belajar dan pembelajaran. Yogyakarta: Deepublish.
Gilang. (2020). Pelaksanaan pembelajaran daring di era covid-19. Banyumas:
Lutfi Gilang.
Gusty,dkk. (2020). Belajar mandiri: pembelajaran daring di tengah pandemi covid-19. Medan: Yayasan Kita Menulis.
Hanafi, Adu, & Muzakkir. (2018). Profesionalisme guru dalam pengelolaan kegiatan pembelajaran di sekolah. Yogyakarta: Deepublish.
Herlina. (2019). Panduan praktis mengolah data kuesioner menggunakan spss.
Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
Ismayani. (2020). Metodologi penelitian. Banda Aceh: Syiah Kuala University Press.
Kompri. (2015). Motivasi pembelajaran perspektif guru dan siswa. Bandung:
Remaja Rosdakarya
Lestari. (2020). Cara praktis meningkatkan motivasi siswa sekolah dasar.
Yogyakarta: Deepublish.
Maulana, Ningtyas, & Nugraheni. (2021). Survey motivasi belajar siswa pada mata pelajaran pjok melalui sistem pembelajaran daring. Jendela Olahraga, 6(1). 1-8. DOI: https://doi.org/10.26877/jo.v6i1.6252
Nita, Hakim, & Utami. (2020). Analisis motivasi melajar siswa kelas IV pada pembelajaran tematik pada masa pandemi covid-19 di SD Negeri 5 Jatiguwi. Seminar Nasional PGSD UNIKAMA, 4(1). 340-346.
https://conference.unikama.ac.id/artikel/index.php/pgsd/article/view/525 Noor. (2016). Metodologi penelitian: skripsi, tesis, disertasi & karya ilmiah.
Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Nugroho. (2018). Prinsip-prinsip menyusun kuesioner. Malang: UB Press.
Pohan. (2020). Konsep Pembelajaran Daring Berbasis Ilmiah. Jawa Tengah:
CV.Sarnu Untung.
Puspaningtyas & Dewi. (2020). Persepsi peserta didik terhadap pembelajaran berbasis daring. Jurnal Pembelajaran Matematika Inovatif, Vol 3(6), 703-712. DOI: http://dx.doi.org/10.22460/jpmi.v3i6.p%25p
Pratama. (2021). Pengaruh pembelajaran daring terhadap motivasi belajar siswa SD. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 2(1), 88-95.
https://ummaspul.e-journal.id
Rukajat. 2018. Pendekatan penelitian kuantitatif. Yogyakarta: Deepublish.
Sardiman. (2018 ). Interaksi & motivasi belajar mengajar. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Setyaputri. (2021). Bimbingan dan konseling belajar. Bandung: Media Sains Indonesia.
Siyoto & Malik. (2015). Dasar metode penelitian. Yogyakarta: Literasi Media Publishing.
Slameto. (2010). Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jakarta: PT Rineka Cipta
Suardi, Moh. (2018). Belajar dan Pembelajaran. Yogyakarta. Deepublish.
Sugiyono. (2015). Metode penelitian kombinasi. Bandung. Alfabeta.
Sugiyono. (2017). Statistika untuk penelitian. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2018). Metode penelitian kuantitatif. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif kualitatif dan r&d. Bandung:
Alfabeta.
Susanti. (2020). Strategi pembelajaran berbasis motivasi. Jakarta Pusat: Elex Media Komputindo.
Sutiah. (2020). Teori belajar dan pembelajaran. Sidoarjo: Nizamia Learning Center.
Tarjo. (2019). Metode Penelitian Sistem 3x Baca. Yogyakarta: Deepublish.
Utama, Maison, & Syarkawi. (2018). Analisis kemampuan bernalar siswa SMA kota Jambi. Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika, 9(1), 1-5.
DOI: https://doi.org/10.26877/jp2f.v9i1.2223
Utami & Jaya. (2021). Motivasi belajar anak masa pandemi covid-19 di kelas awal sekolah dasar kecamatan Sutera. Jurnal Pelita PAUD, 6(1), 239-242.
http://jurnal.upmk.ac.id/index.php/pelitapaud
Waruwu. (2020). Studi evaluatif implementasi pembelajaran daring selama pandemi covid-19. Jurnal Administrasi Pendidikan, Vol 27(2), 288-295.
DOI: https://doi.org/10.17509/jap.v27i2.27081
Widoyoko. (2020). Teknik penyusunan instrumen penelitian. Yogyakarta: Pustaka Belajar.
Wijoyo. (2021). Efektivitas proses pembelajaran masa pandemi. Solok: Insan Cendekia Mandiri.
Yuliani, dkk. (2020). Pembelajaran daring untuk pendidikan. Medan: Yayasan Kita Menulis.
Yusuf & Daris. (2019). Analisis data penelitian; Teori & aplikasi dalam bidang perikanan. Bogor: IPB Press Printing.
LAMPIRAN 1
Surat
Lampiran 1.1 Surat Izin Penelitian dari Universitas Sanata Dharma
Lampiran 1.2 Surat Izin Mohon Validasi
Lampiran 1.3 Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian
LAMPIRAN 2
Validasi
Lampiran 2.1 Surat Validasi Dosen PGSD
Lampiran 2.2 Validasi Dosen PGSD
Lampiran 2.3 Surat Izin Validasi Kepala Sekolah
Lampiran 2.4 Validasi Kepala Sekolah SD Kanisius Notoyudan
LAMPIRAN 3
Instrumen Penelitian
Lampiran 3.1 Instrumen Penelitian
Lampiran 3.2 Hasil Responden
LAMPIRAN 4
Data Penelitian
84
Lampiran 4.1 Rekap Hasil Instrumen Penelitian
N
LAMPIRAN 5
SPSS 26
Lampiran 5.1 Analisis Butir Soal
Lampiran 5.2 Uji Normalitas Data
Lampiran 5.3 Statistik Deskriptif
Statistik Deskriptif
N Valid 44
Missing 0
Mean 72.1818
Median 72.5000
Mode 77.00
Std. Deviation 6.99924
LAMPIRAN 6
RESUME
Lampiran 6.1 Wawancara
LAMPIRAN 7
Dokumentasi Penelitian
Lampiran 7.1 Dokumentasi Penelitian
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Gilbertus Febri Priyanditya, akrab dipanggil Ditya merupakan anak kedua dari pasangan Yohanes Suwarna dan Imelda Wismudyastuti. Lahir di Sleman pada tanggal 4 Februari 2000. Pendidikan dimulai di TK Kanisius Klepu pada tahun 2004-2006. Pada tahun 2006 peneliti melanjutkan pendidikan di SD Kanisius Klepu dan lulus pada tahun 2012. Peneliti melanjutkan pendidikan di Sekolah Menengah Pertama di SMP N 3 Godean dan lulus pada tahun 2015. Pada tahun 2015, peneliti melanjutkan pendidikan bangku Sekolah Menengah Atas di SMA N 1 Mlati. Peneliti melanjutkan pendidikannya di Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma pada tahun 2018. Berikut ini daftar kegiatan yang pernah diikuti penelitian selama menjadi mahasiswa Universitas Sanata Dharma.
No. Kegiatan Tahun Peran
1 Inisiasi Universitas Sanata Dharma 2018 Peserta
2 Inisiasi Fakultas (Infisa) 2018 Peserta
3 Inisiasi Prodi (Insipro) 2018 Peserta
4 Pendampingan Pengembangan Kepribadian dan Metode Belajar I (PPKMB I)
2018 Peserta
5 PGSD TOSSCE 2018 Co-Perkap
6 Kursus Mahir Dasar (KMD) 2019 Peserta
7 Parade Gamelan Anak ke-XII 2019 Perkap
8 Pendampingan Pengembangan Kepribadian dan Metode Belajar II (PPKMB II)
2019 Peserta
9 Week-end Moral 2019 Peserta
10 English Club Program 2018-2020 Peserta
11 Pelepasan Wisuda PGSD 2020
Co-Keamanan
12 Seminar Daring AKM 2020 Peserta
13 KKN Reguler 2021 Peserta