• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembahasan Hasil Penelitian

HASIL PENELITIAN

C. Pembahasan Hasil Penelitian

Mengajarkan prinsip-prinsip agama Islam kepada siswa seperti membaca dan menulis Al-Qur'an adalah masalah penting yang harus disadari dan diperhatikan oleh pendidik (guru), karena hal tersebut turut menentukan masa depan siswa ke jenjang keluhuran dan kesempurnaan. Sering kali para orang tua mengabaikan bimbingan dalam proses pengajaran Al-Qur'an, bersandar pada asumsi bahwa kelak jika telah dewasa, maka dengan sendirinya akan berkeinginan untuk belajar membaca dan menulis Al-Qur'an, dengan berharap penuh pada lembaga pendidikan formal, seperti sekolah.

Untuk itu ada baiknya memperhatikan bagaimana pembelajaran baca tulis Al-Qur'an yang dilaksanakan di SMP Islam Parung untuk mewujudkan pribadi muslim yang mampu membaca dan menulis Al-Qur'an dengan sempurna (baik dan benar).

Berikut uraian secara ringkas analisa pembelajaran baca tulis Al-Qur'an untuk ditindaklanjuti sebagai bahan perbaikan dan penyempurnaan dalam tata laksana aturan, bentuk maupun metode di lapangannya guna peningkatan mutu hasil pembelajaran baca tulis Al-Qur'an di sekolah.

Penelitian memperlihatkan bahwa jumlah siswa yang mengikuti pembelajaran baca tulis Al-Qur'an yang dilaksanakan di SMP Islam Parung Bogor masih tergolong kecil. Hal ini diperjelas oleh kepala sekolah yang menyatakan bahwa siswa yang melaksanakan pembelajaran di sekolah hanya sebagian kecil saja. Alasan yang di kemukakan siswa bermacam-macam, namun alasan yang paling sering di kemukakan adalah kelelahan, dan berbagai alasan lainnya sehingga pihak sekolah dapat Keadaan semacam ini sangat disayangkan mengingat pentingnya pembelajaran baca tulis Al-Qur'an bagi peserta didik.

Mengenai penilaian terhadap peragaan oleh guru dalam memberikan uraian tentang materi pembelajaran baca tulis Al-Qur'an diketahui cukup memadai. Namun demikian, peragaan yang dilakukan belum memberikan kontribusi besar dalam membantu siswa memahami materi, hanya sebagian kecil siswa yang mengatakan sebaliknya. Akibatnya, kecenderungan sebagian

besar siswa menganggap uraian guru tentang materi pembelajaran kurang menarik.

Berdasarkan analisis data, dijumpai bahwa permasalahan kurang menariknya uraian guru atau tersendat-sendatnya pemahaman materi tidak mengurangi atau bahkan menghentikan sama sekali siswa untuk tetap memperhatikan uraian guru. Penyebabnya adalah bahwa pembelajaran baca tulis Al-Qur'an di sekolah merupakan kegiatan ekstrakulikuler(Muatan Lokal) yang berarti sesuai dengan keinginan dan diikuti siswa secara sukarela di satu sisi. Dan di sisi lain, berdasarkan data diketahui bahwa dorongan untuk pandai baca tulis Al-Qur'an adalah motivasi terbesar siswa mengikuti pembelajaran.

Meski uraian guru kurang menarik, sebagian besar siswa tetap menyatakan pembelajaran yang disampaikan cukup menambah keinginan belajar baca tulis Al-Qur'an mereka, juga secara umum menunjukkan dapat membuat siswa bersungguh-sungguh mempelajari baca tulis Al-Qur'an.

Lebih lanjut, kecenderungan terbesar siswa menyatakan bahwa guru tidak selalu memberikan pertanyaan mengenai materi pembelajaran baca tulis Al-Qur'an sebelumnya padahal hal yang demikian membantu ingatan siswa. Permasalahan lainnya bahwa secara menyeluruh menandakan rendahnya kualitas pemberian pertanyaan mengenai materi yang akan dipelajari dalam kegiatan pembelajaran meski guru sering menerangkan pentingnya menguasai materi.

Seharusnya kesadaran siswa bahwa memiliki kemampuan baca tulis Al-Qur'an penting dan cenderung berpandangan bahwa keahlian tersebut diperlukan dalam kehidupan sehari-hari dapat dijadikan modal dasar oleh guru dalam mengelola pembelajaran di kelas, namun pada kenyataannya guru kurang memberikan jadwal untuk melaksanakan pembelajaran melalui diskusi dalam kelompok belajar. Patut dicatat, pembelajaran secara kooperasi memudahkan siswa dalam memahami dan menguasai materi pembelajaran yang diberikan selain memungkinkan siswa dapat belajar secara baik.

Hal lain yang penting untuk diperhatikan adalah kurangnya perhatian guru terhadap kondisi masing-masing siswa baik dalam penyampaian materi maupun pemantauan hasil belajar.

Keberhasilan pelaksanaan pembelajaran seyogyanya diukur atau dinilai berdasarkan tercapai atau tidak tercapainya tujuan dan sasaran yang ingin diwujudkan. Salah satu cara yang direkomendasikan adalah dengan melakukan ujian/tes. Data penelitian menyebut pembelajaran yang telah dicapai tidak selalu diikuti dengan pemberian ujian/tes. Hal ini menjelaskan bahwa guru baca tulis Al-Qur'an harus selalu mengadakan evaluasi pelaksanaan pembelajaran guna meningkatkan hasil belajar peserta didik.

Bahwa kondisi lapangan untuk pelaksanaan metode pembelajaran cukup beragam adalah benar. Namun demikian, kiranya dapat disampaikan beberapa hal yang cukup signifikan untuk tidak lanjut perbaikan pembelajaran yang akan datang.

Metode pembelajaran menjadi penting karena kenyataan materi pendidikan tiada mungkin dipelajari secara efisien, kecuali disampaikan dengan cara-cara tertentu. Ketiadaan metode pembelajaran yang efektif bakal menghambat atau membuang secara sia-sia waktu dan upaya pendidikan.

Ketersediaan metode pembelajaran yang akurat, sangat penting bagi kegiatan monitoring dan pengendalian pembelajaran secara umum. Metode pembelajaran tersebut diperlukan untuk memantau kemajuan pembelajaran oleh masing-masing siswa, mengidentifikasi apabila terjadi kesulitan-kesulitan, serta mengambil langkah-langkah tindak lanjut yang diperlukan untuk memastikan bahwa pembelajaran dapat dilaksanakan sesuai dengan hasil yang direncanakan.

Pada kenyataannya, ketersediaan metode pembelajaran secara tepat merupakan hambatan utama dalam kegiatan pembelajaran, selain waktu belajar. Metode pembelajaran cenderung tidak menyenangkan dan tidak menarik, juga efektif dan efisien dalam penyampaian materi, padahal metode tersebut merupakan sumber utama untuk memonitor siswa. Yang terjadi adalah bahwa waktu dan energi justru habis hanya untuk mendistribusikan dan

mengumpulkan materi daripada untuk melakukan analisis dan evaluasi ketercapaian tujuan atas pembelajaran yang dilaksanakan.

Penggunaan metode terutama menulis Al-Qur'an dipandang perlu untuk ditingkatkan. Bahwa "menarik" bagi suatu metode belum sepenuhnya dapat diterima oleh siswa. Mereka masih banyak yang menganggap metode berarti kewajiban dan bukan hak. Akibatnya penerapan metode adalah hak monopoli guru. Sejauh cara pandang ini belum berubah, tingkat keberhasilan pembelajaran jangan terlalu diharapkan segera menjadi lebih baik. Di sini peran pemahaman guru ataupun lainnya menjadi sangat menentukan tingkat keberhasilan pembelajaran. Di samping itu, sebenarnya metode pembelajaran tidak bisa berdiri sendiri, namun harus ditunjang oleh komponen pendidikan yang ada.

Berdasarkan hasil wawancara, terdapat beberapa faktor yang berpengaruh terhadap pembelajaran baca tulis Al-Qur'an di SMP Islam Parung Bogor, yang secara substansi mempengaruhi tingkat keberhasilannya. Faktor-faktor pendukung antara lain adalah sebagai berikut :

1. Sarana musholla yang disediakan oleh sekolah untuk menunjang kegiatan operasional kegiatan agama terutama pembelajaran baca tulis Al-Qur'an. 2. Adanya kesadaran siswa untuk mengikuti kegiatan/program keagamaan

pembelajaran baca tulis Al-Qur'an.

3. Adanya Kemauan yang besar dari siswa untuk belajar.

4. Adanya metode yang variatif dan cukup memadai untuk pelaksanaan pembelajaran baca tulis Al-Qur'an.

5. Tersedianya banyak buku-buku sumber tentang baca tulis Al-Qur'an. Selain faktor-faktor pendukung tersebut, pembelajaran baca tulis Al-Qur'an yang diberikan kepada siswa di SMP Islam Parung Bogor pun tidak terlepas dari hambatan-hambatan sebagai berikut:

1. Sarana yang dimiliki oleh sekolah dalam menunjang kegiatan pembelajaran baca tulis Al-Qur'an masih terbatas. Masjid sebagai alat untuk mengelola kegiatan terlalu kecil namun dipergunakan untuk mengelola hampir semua kegiatan. Sedangkan kebutuhan dan kelengkapan sarana dalam menunjang

kegiatan dan kelancaran operasional sangat penting karena dengan terbatasnya sarana akan menghambat kelancaran kegiatan.

2. Masih rendahnya kuantitas siswa yang mengikuti pembelajaran baca tulis Al-Qur'an di sekolah dengan berbagai alasan, sehingga berpengaruh terhadap kesulitan terjangkau dan terpantaunya siswa kemampuan membaca dan menulis Al-Qur'an secara umum.

3. Terbatasnya waktu yang tersedia sehingga berakibat kepada rendahnya frekuensi kegiatan dan bentuk Pembelajaran yang dilaksanakan.

Memperhatikan hasil analisis data diketahui bahwa sistematika dan efisiensi serta efektivitas metode yang dilakukan guru dalam pembelajaran baca tulis Al-Qur'an belum memuaskan, Dalam kaitan ini pula dinyatakan metode belum menark dan menyenangkan. Hasil akhirnya adalah hasil belajar siswa masih belum sesuai harapan.

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa tinggi rendahnya hasil belajar siswa dalam pembelajaran baca tulis Al-Qur'an berhubungan dan atau banyak ditentukan oleh faktor metode yang digunakan oleh guru. Hal ini juga menunjukkan bahwa secara umum metode guru dalam penyajian pembelajaran baca tulis Al-Qur'an masih sangat perlu ditingkatkan.

Pertanyaannya adalah bagaimana menemukan cara terbaik untuk menyampaikan berbagai konsep yang diajarkan di dalam pembelajaran, sehingga semua siswa dapat menggunakan dan mengingatnya lebih lama konsep tersebut.

Sebagian besar dari siswa kesulitan untuk memahami konsep sebagaimana mereka biasa diajarkan yaitu dengan menggunakan sesuatu yang abstrak dan metode ceramah. Karenanya, bagaimana seorang guru dapat berkomunikasi secara efektif dengan siswanya yang selalu bertanya-tanya tentang alasan dari sesuatu, arti dari sesuatu, dan hubungan dari apa yang mereka pelajari.

Pengembangan diri melalui baca tulis Al-Qur'an adalah bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat, kondisi dan perkembangan peserta didik dengan memperhatikan kondisi sekolah.

Langkah-langkah atau upaya yang dapat dilakukan guru dalam rangka mengatasi masalah sehubungan dengan metode pembelajaran untuk jangka pendek antara lain:

1. Pembelajaran disampaikan melalui berbagai metode yang variatif untuk mengembangkan suasana rileks, menggembirakan dan menyenangkan bagi siswa yang menunjang proses pembelajaran, mulai dari memperagakan dalam pembelajaran, hingga latihan. Peragaan, latihan merupakan jenis metode yang efektif bila dilakukan dalam suasana rileks, menggembirakan dan menyenangkan dan tidak takut dengan hukuman. Hal ini menjelaskan bahwa siswa selalu merasa dalam suasana yang menggembirakan dan menimbulkan kepuasan di dalam mengikuti kegiatan pembelajaran tersebut sehingga tidak pernah merasakan kejenuhan ketika berada dalam proses pembelajaran.

2. Pembelajaran baca tulis Al-Qur'an dapat memakai beberapa metode dalam penyampaian materi pembelajaran, mulai dari pemberian ceramah, metode tanya jawab, metode diskusi, dan metode interaktif. Namun demikian, metode perpaduan secara intens sebaiknya banyak digunakan (ceramah, demonstrasi, dan latihan).55

Akhirnya, selain kombinasi sebagaimana telah disebutkan, terbuka kemungkinan adanya kombinasi lain. Semua hal tersebut bertujuan agar para peserta didik tidak merasa bosan atau jenuh di saat mengikuti kegiatan pembelajaran dan agar mudah dipahami segala materi yang disampaikan oleh guru.

3. Metode dalam penyampaian materi pembelajaran hendaknya memperhatikan dan atau memenuhi kriteria berikut:

a. Kerja sama b. Saling menunjang c. Belajar dengan bergairah

55

Ceramah digunakan sebelum maupun sesudah latihan dilakukan, tujuannya memberikan penjelasan mengenai keterampilan tertentu yang telah atau akan dilakukan. Sementara demonstrasi dimaksudkan untuk mempertunjukkan keterampilan yang dipelajari dan siswa memperhatikan. Setelah itu siswa melakukan latihan seperti yang dilakukan guru.

d. Pembelajaran terintegrasi e. Menggunakan berbagai sumber f. Siswa aktif

g. Sharing dengan teman h. Siswa kritis guru kreatif

Sedangkan untuk mengatasi kesulitan belajar siswa dapat ditempuh di antaranya melalui pengumpulan data, pengolahan data, diagnosa, prognosa, treatment (perlakuan), evaluasi dan follow tip (tindak lanjut). Selain itu, pembelajaran yang dilaksanakan dengan menggunakan buku-buku agama dan praktek secara langsung perlu ditingkatkan, sehingga memudahkan siswa untuk memahami secara langsung.

Sementara solusi jangka panjang yang direkomendasikan untuk dilaksanakan adalah penggunaan metode khusus (Iqra, dll) meliputi pendidikan membaca maupun menulis yang bersifat informatif dan teknis sebagai salah satu upaya transformasi dari metode tradisional yang telah ada. Penggunaan metode dimaksud tentunya harus disesuaikan dengan kondisi sekolah.

Selanjutnya dapat disimpulkan bahwa sehubungan dengan peningkatan hasil belajar siswa, maka faktor-faktor penghambat segera ditanggulangi paling kurang diminimalkan dan yang menjadi faktor pendukung dapat lebih ditingkatkan pula baik kualitas maupun kuantitasnya.

Berkaitan dengan pembelajaran baca tulis Al-Qur'an di SMP Islam Parung Bogor, meskipun dengan tenaga guru yang sedikit, tetapi mampu memberikan pelayanan yang cukup berhasil secara umum sudah cukup menjadi pendorong utama bagi pengembangan metode dan bentuk pembelajaran baca tulis Al-Qur'an untuk berusaha agar pembelajaran berjalan dengan lebih baik.

Lebih lanjut, apabila dalam proses pembelajaran siswa mempunyai kesadaran yang penuh tentang apa sebenarnya yang ada sangkut pautnya (hubungannya) dengan dirinya selama ia hidup, maka hal ini merupakan suatu penolong yang sangat penting. Karena Al-Qur'an (membaca dan menulis) sebagai kontrol diri dan kontrol sosial, jika diyakini dan dipahami dengan baik akan dapat menjadi pedoman bagi setiap siswa.

Pembelajaran baca tulis Al-Qur'an merupakan kegiatan pengembangan diri di luar mata pelajaran dan bagian integral dari kurikulum sekolah. Sebagai kegiatan ekstra kurikuler, pembelajaran baca tulis Al-Qur'an mempunyai jiwa yang bertujuan sangat mulia. Karena tujuan utamanya adalah untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai kebutuhan, potensi, bakat, minat, serta kondisi diri mereka, yang dalam hal ini membekali siswa secara luas dengan memberi peluang dan kemudahan untuk memahami ajaran-ajaran agamanya.

Sejauh ini perangkat yang telah terbangun belum begitu membantu dalam pembelajaran. Diduga permasalahan tersebut tidak terlepas dari belum optimalnya baik pada tahap perencanaan, pelaksanaan maupun pada tahap akhir atau evaluasinya.

Bentuk keseriusan peningkatan adalah dengan membangun pembelajaran yang berorientasi pada tujuan pengembangan diri, yaitu membina dan menumbuhkan minat, kreativitas, kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan, kemampuan kehidupan keagamaan, kemampuan belajar para siswa, di samping tentu saja alokasi waktu pengembangan diri. Karena sejatinya patokan waktu 2 jam untuk pengembangan diri mengandung makna : setiap kegiatan ekstra kurikuler (muatan lokal) yang waktunya sangat tergantung pada substansinya, dapat di ekuivalen senilai 2 jam pelajaran.

Dengan demikian, isu-isu yang muncul menyangkut efektivitas metode kegiatan/program dapat diatasi, tinggal bagaimana guru yang bersangkutan memanfaatkannya untuk kepentingan pengembangan dirinya dan tugasnya. Oleh sebab itu, prinsip koordinasi, integrasi dan sinkronisasi antara guru dengan unit-unit pendidikan lain yang terkait harus betul-betul diperhatikan dan dilaksanakan sebagaimana mestinya.

BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis data, maka di kemukakan beberapa kesimpulan sebagai berikut:

6. Bahwa guru dalam melaksanakan pembelajaran baca tulis Al-Qur’an cukup baik, bahwa terdapat kelemahan- kelemahan pada pembelajaran baca tulis Al-Qur`an yaitu peragaan yang dilakukan guru belum memberikan kontribusi besar terhadap pemahaman dan penguasaan materi pembelajaran, guru tidak selalu memberikan pertanyaan mengenai materi pembelajaran baca tulis Al-Qur`an sebelumnya, kesulitan-kesulitan siswa dalam pembelajaran baca tulis Al-Qur`an, kurangnya perhatian guru terhadap kondisi masing-masing siswa baik dalam penyampaian materi maupun pemantauan hasil belajar.

7. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran baca tulis Al-Qur`an cukup baik. Dalam kaitannya dengan baca tulis Al-Qur`an terhadap siswa dan juga pelaksanaan pengajaran baca tulis Al-Qur`an peran kepala sekolah dan juga guru BTQ dapat memberikan kontribusi yang besar dalam rangka meningkatan prestasi belajar siswa dalam hal membaca huruf Al-Qur`an dengan tartil serta penulisan ayat-ayat Al-Qur`an agar lebih maksimal.

8. Bahwa langkah dan upaya yang direkomendasikan untuk dilaksanakan adalah; Pertama, jangka pendek, yaitu mengembangkan metode yang variatif, rileks, menggembirakan dan menyenangkan, juga menerapkan metode perpaduan secara intens berbasis peserta didik. Kedua, jangka panjang, yaitu penggunaan metode khusus (Iqra, dll) yang disesuaikan dengan kondisi sekolah.

B. Saran-Saran

pembelajaran baca tulis Al-Qur’an terhadap siswa yang lebih baik. Bagi SMP Islam Parung yaitu kepada para siswa hendaknya mengikuti kegiatan atau tambahan pembelajaran baca tulis Al-Qur’an disekolah yang dibidangi oleh guru BTQ itu sendiri, karena hal itu biisa menjadi pengalaman dan penambahan pengetahuan keagamaan dan meningkatkan bacaan dan tulisan Qur’an dan terdapat kekurangan terhadap pembelajaran baca tulis Qur’an terhadap siswa salah satunya bacaan Qur’an dan tulisan ayat Al-Qur’an dan hendaknya guru senantiasa berupaya memperbaiki dan meningkatkan komunikasi dalam penyajian materi demi efektifnya pembelajaran dengan selalu bersedia mencoba mengadakan eksperimen, memilih dan menilai mana yang kiranya paling baik paling tepat digunakan, sehingga pembelajaran dapat berlangsung lebih baik dan dapat lebih bermanfaat.

2. Bagi kepala sekolah diharapkan senantiasa memberikan motivasi dan pembinaan kepada guru, agar dalam menjalankan tugasnya tetap semangat, amanah dan berusaha untuk melaksanakan program pembelajaran Al-Qur’an yang lebih baik.

3. Bagi masyarakat Islam, khususnya orang tua siswa, penulis menghimbau agar memberi perhatian, dukungan dan motivasi yang terus-menerus kepada anaknya dalam hal pembelajaran Al-Qur’an.

4. Kepada Pemerintah pusat dan daerah agar memberikan bantuan baik berupa sarana dan prasarana, ataupun berupa finansial, agar terbentuknya lembaga-lembaga Al-Qur’an yang lebih baik yang mampu melahirkan generasi-generasi muda yang dekat dengan Al-Qur’an.

5. Kepada para guru Baca Tulis Al-Qur’an hendaknya merubah paradigma lama yang menganggap Al-Qur’an hanya sekedarnya saja, kepada paradigma baru yaitu mengajar Al-Qur’an itu sebagai ibadah, dan sebagai mana dikatakan dalam hadist Nabi, orang yang paling baik diantara kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya, oleh sebab itu lakukanlah dengan profesional serta dengan penuh tanggung jawab.

Dokumen terkait