• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembahasan Hasil Penelitian

Dalam dokumen PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI (Halaman 122-130)

BAB IV. HASIL PENELITIAN

D. Pembahasan Hasil Penelitian

Dari hasil pengujian signifikansi didapatkan hasil 0,000 dengan syarat nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 maka Ho ditolak dan Ha di terima, yang berarti terdapat pengaruh antara variabel X (Pendampingan Iman Anak) dan Variabel Y atau keterlibatan Putra-putri Altar, dari hasil pengujian didapatkan signifikansi 0,000 lebih kecil dari 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dalam tabel model summary diperoleh R square yang menunjukkan sebagai penentu seberapa besar pengaruh yang ditimbulkan dalam Pendampingan Iman Anak adalah 0,471 atau 0,471 X 100% maka didapatkan 47,1% pengaruh Pendampingan Iman Anak terhadap keterlibatan sebagai Putra-Putri Altar, sedangkan 52,9% lainnya dipengaruh oleh variabel lain selain variabel Pendampingan Iman Anak, antara lain karena pengaruh atau dorongan dari orangtua, dari pendampingan Komuni pertama maupun tugas dari Bapak/Ibu Guru di sekolah yang memberikan tugas kepada anak-anak untuk terlibat.

Dari hasil penelitian menununjukkan hubungan antara Pendampingan Iman Anak dan Keterlibatan Putra-putri Altar, menurut tabel korelasi diketahui hubungan antara dua variabel tersebut sebesar 0,686 yang berarti memiliki hubungan yang kuat, dengan hasil signifikansi sebesar 0,000. Dengan syarat Ho ditolak dan Ha diterima apabila hasil signifikansi < 0,05, dengan hasil penelitian ini berarti Ho ditolak dan Ha

diterima sehingga terdapat pengaruh antara variabel X yakni Pendampingan Iman Anak terhadap Keterlibatan Putra-putri Altar.

Dapat ditarik kesimpulan bahwa pengaruh Pendampingan Iman Anak terhadap Keterlibatan Putra-putri Altar berpengaruh positif hal ini tampak dalam tabel koeffisien dengan rumus persamaan regresi Y = 17,558 + 0,730 X dan menunjukkan hubungan yang positif oleh karena itu jika nilai X semakin tinggi maka nilai Y juga bertambah semakin tinggi, bila Pendampingan Iman Anak semakin ditingkatkan maka semakin meningkat pula Keterlibatan Putra-putri Altar di Paroki Marganingsih Kalasan.

Dari hasil penelitian secara teori Pendampingan Iman Anak memiliki pengaruh terhadap keterlibatan Putra-putri Altar, pengaruh sebesar 47,1% oleh karena itu secara teori menunjukkan bahwa Variabel independen (Pendampingan Iman Anak) memiliki pengaruh terhadap Variabel dependen (keterlibatan Putra-putri Altar) di Paroki Marganingsih Kalasan.

Hasil deskripsi data menunjukkan Pendampingan Iman anak dengan mean sebesar 53,5833, median sebesar 55, mode sebesar 57, standar deviasi sebesar 4,83733, range sebesar 20, skor minimum 40, skor maksimum 60 dan sum sebesar 3215 memberi pengaruh terhadap variabel Y yakni Keterlibatan Putra-putri Altar. Pada tabel coefficient menghasilkan regresi positif dengan persamaan regresi Y= 18,336 + 0,716 X yang menunjukkan hasil positif, berarti ada hubungan yang positif juga antara variabel Pendampingan Iman Anak dan Keterlibatan Putra-putri Altar.

2) Sub Variabel Pendampingan Iman Anak dan Studi Dokumen

Dari hasil sub variabel Pendampingan Iman Anak yakni mengenai pendamping PIA dengan hasil mean sebesar 28,15 yang berarti pendamping dalam mendampingi anak-anak masuk dalam kriteria anak-anak sangat setuju bahwa pendamping dapat dijadikan teladan bagi mereka, didapatkan dari 60 anak, 34 anak (56%) menyatakan bahwa anak-anak setuju bahwa pendamping PIA dapat menjadi panutan bagi mereka untuk terlibat dan 24 orang (40%) menyatakan bahwa Pendamping PIA sering bisa menjadi pedoman bagi anak-anak untuk terlibat hidup Menggereja sedang untuk pilihan kurang setuju 2 anak yang memilih (4%) dan tidak setuju berjumlah 0 (0%) anak. Hal ini menunjukkan bahwa anak-anak sangat setuju bahwa pendamping dalam Pendampingan Iman Anak dapat berperan dalam pendampingan dan dapat dijadikan teladan bagi anak-anak.

Dari hasil sub variabel Anak-anak Pendampingan Iman Anak diketahui mean sebesar 110,7833 dapat dikategorikan anak-anak selalu hadir dan rajin dalam mengikuti pendampingan, didapatkan dari 60 anak, 48 anak (80%) anak menyatakan selalu mengikuti Pendampingan Iman Anak, 11 anak (18%) menyatakan sering mengikuti Pendampingan Iman Anak dan 1 anak (2%) menyatakan jarang mengikuti Pendampingan Iman Anak dan tidak ada yang menyatakan tidak pernah. Hal ini menunjukkan bahwa anak-anak mempunyai keinginan dan semangat dalam mengikuti kegiatan Pendampingan Iman Anak.

Dari sub variabel Program Pendampingan Iman Anak (PIA) menunjukkan mean sebesar 14,65 yang berarti bahwa program PIA yang ada selalu digunakan. Dari 60 anak, 22 anak (36%) menyatakan dalam pendampingan selalu terdapat persiapan yang telah disiapkan oleh pendamping untuk memperlancar jalannya proses pendampingan, 36 anak (60%) menyatakan bahwa persiapan sering digunakan dalam proses pendampingan yang disiapkan oleh pendamping untuk memperlancar jalannya proses pendampingan, sedangkan yang menyatakan jarang 2 anak (4%) dan tidak pernah tidak ada. Dari data tersebut diketahui bahwa persiapan dalam Pendampingan Iman Anak sering digunakan dalam proses pendampingan dan di Paroki Marganingsih Kalasan dapat dikatakan sering persiapan pendampingan dipersiapkan terlebih dahulu.

Dari hasil studi dokumen dapat dilihat bahwa kenyataannya pendampingan iman anak dibeberapa kegiatan Pendampingan Iman Anak di Paroki Marganingsih Kalasan kurang mendapat perhatian khusus, hal ini tampak dari belum adanya persiapan proses pendampingan dan kegiatan Pendampingan Iman Anak berjalan begitu saja tanpa terencana, tanpa adanya program pendampingan dan satuan pendampingan. Pendamping biasanya memberikan materi pendampingan sesuai dengan bacaan mingguan dan dipersiapkan beberapa hari sebelumnya, sehingga dapat dikatakan bila pendamping yang mempersiapkan berhalangan hadir maka proses pendampingan berjalan apa adanya tanpa persiapan dari pendamping yang lain.

Anak-anak PIA merupakan generasi penerus Gereja sehingga perlu dipersiapkan dan didampingi untuk mengenal Gerejanya dan dalam hidup keagamaannya, maka diharapkan kegiatan pendampingan perlu dipersiapkan dan dibuatkan program berdasarkan karakteristik anak-anak di paroki tersebut sehingga tepat sasaran, jadwal juga mendapat peran penting untuk dipersiapkan guna mengetahui proses pendampingan dan apa saja materi yang dibahas sehingga tidak mengulang materi pendampingan.

3) Sub Variabel Keterlibatan Putra-putri Altar dan Observasi

Dari hasil analisis deskriptif tentang variabel terikat yaitu keterlibatan Putra-putri Altar diketahui mean sebesar 56,7, median sebesar 58, mode sebesar 61 standar deviasi sebesar 5,14963, range sebesar 24, nilai minimum sebesar 40, nilai maksimum sebesar 64 dan sum sebesar 3402, diukur dengan 6 sub variabel yakni kehadiran secara sadar dalam bidang liturgi, kehadiran secara aktif dalam bidang liturgi dan kehadiran secara penuh dalam bidang liturgi serta kehadiran secara sadar dalam komunitas, kehadiran secara aktif dalam komunitas dan kehadiran secara penuh dalam komunitas.

Dari hasil sub variabel kehadiran secara sadar di bidang liturgi diketahui mean sebesar 10,5833 yang berarti anak-anak selalu hadir secara sadar dalam tugasnya sebagai Putra-putri Altar secara litugis. Dari 60 anak, 47 anak (78%) menyatakan selalu sadar akan tugas mereka sebagai putra-putri altar di bidang liturgi, 12 anak

(20%) menyatakan sering menyadari tugas mereka sebagai putra-putri altar di bidang liturgi dan 1 anak (2%) menyatakan jarang menyadari tugas mereka sebagai putra-putri altar di bidang litugi, sedangkan tidak ada anak yang memilih opsi tidak pernah. Hal ini menunjukkan bahwa anak-anak PA selalu dapat menyadari tugasnya sebagai anggota Putra-putri Altar dalam bidang Liturgi.

Dari hasil sub variabel kehadiran secara aktif di bidang liturgi diketahui mean sebesar 17,9883 yang berarti anak-anak PA selalu hadir secara aktif dalam bidang liturgi sebagai Putra-putri Altar. Dari 60 anak, 46 anak (75%) menyatakan selalu hadir secara aktif saat bertugas sebagai Putra-putri Altar, 13 anak (23%) menyatakan sering hadir secara aktif dalam bertugas sebagai Putra-putri Altar, 1 anak (2%) menyatakan jarang hadir secara aktif dalam bertugas sebagai Putra-putri Altar. Tidak ada anak yang memilih untuk tidak pernah aktif secara sadar dalam bertugas. Hal ini menunjukkan bahwa anak-anak PA memiliki kesadaran untuk hadir secara aktif dalam tugasnya sebagai putra-putri altar.

Dari hasil sub variabel kehadiran secara penuh dalam bidang liturgi diketahui mean sebesar 7,2833 yang berarti anak-anak PA selalu hadir secara penuh dalam bidang liturgi, dengan 60 anak PA diantaranya 46 anak (77%) selalu menghadiri kegiatan liturgi secara penuh, 11 anak (18%) menyatakan sering hadir dalam kegiatan liturgi sebaga PA secara penuh dan 3 anak (5%) menyatakan jarang hadir dalam kegiatan liturgi sebagai PA secara penuh. Hal ini menunjukkan bahwa anak-anak PA

memiliki komitmen untuk hadir dalam kegiatan liturgi secara penuh dari awal hingga akhir.

Dari hasil sub variabel kehadiran secara sadar dalam komunitas diketahui bahwa mean sebesar 5,8667 yang berarti anak-anak PA sering hadir secara sadar dalam kegiatan komunitas. Dengan 60 anak diantaranya 24 anak (48%) menyatakan selalu hadir secara sadar dalam kegiatan komunitas, 29 anak (49%) menyatakan sering hadir secara sadar dalam kegiatan komunitas, 6 anak (10%) menyatakan jarang hadir secara sadar dalam kegiatan komunitas dan 1 anak (3%) menyatakan tidak pernah hadir secara sadar dalam kegiatan komunitas. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata anak hadir secara sadar dalam kegiatan komunitas dan tahu peran mereka.

Dari hasil sub variabel kehadiran secara aktif dalam komunitas diketahui mean sebesar 6,75 yang berarti anak-anak selalu hadir secara aktif dalam kegiatan komunitas, dengan 60 anak diantaranya 49 anak (95%) menyatakan selalu hadir secara aktif dalam komunitas, 11 anak (3%) menyatakan sering hadir secara aktif dalam komunitas dan 10 anak (2%) menyatakan jarang hadir secara aktif dalam komunitas. Hal ini menunjukkan bahwa anak-anak putra-putri altar memiliki kesadaran aktif dalam kegiatan komunitas berarti berani mengeluarkan pendapat dan mengikuti kegiatan dengan tidak hanya hadir secara fisik saja tetapi ikut terlibat di dalamnya.

Dari hasil sub variabel kehadiran secara penuh dalam komunitas diketahui mean sebesar 10,85 yang berarti anak-anak dalam komunitas PA sering mengikuti acara komunitas secara penuh, dengan 60 anak diantaranya tidak ada yang memilih selalu hadir secara penuh dari awal hingga selesainya kegiatan komunitas, 47 anak (78%) memilih untuk sering hadir secara penuh dalam kegiatan komunitas dan 13 anak (22%) menyatakan jarang hadir secara penuh dalam kegiatan komunitas. Hal ini menunjukkan bahwa anak-anak PA untuk hadir secara setia dari awal hingga dalam acara komunitas rupanya masih butuh peningkatan.

Dari hasil observasi penulis, memang anak-anak Putra-putri Altar mengalami keterlibatan yang sadar, aktif dan penuh dalam kegiatan liturgi, karena mereka selalu sadar akan tugasnya dan untuk itu mereka hadir lebih awal guna mempersiapkan hati dan diri untuk melayani Tuhan di altar. Mereka aktif dan saling mengingatkan bila temannya lupa untuk mengambil persembahan atau ampul, biasanya mereka menggunakan kode-kode tertentu untuk mengingatkan agar tidak menggangu konsentrasi umat, kalau kehadiran secara penuh dalam hal liturgi memang mereka dapat menahan diri untuk tetap berada di Gereja untuk tetap menjadi pelayan saat perayaan Ekaristi dari awal hingga akhir.

Keterlibatan anak-anak Putra-putri altar dalam kegiatan komunitas terkadang harus dikembalikan kepada anak-anaknya sendiri, bagaimana menyikapi kegiatan komunitas itu sendiri karena ada beberapa anak yang memprioritaskan tugas sekolah dari pada kegiatan komunitas, namun ada juga yang dapat menyelesaikan keduanya

dengan baik. Dalam kegiatan komunitas biasanya anak-anak PA sadar, aktif dan penuh hadir itu tergantung dari dalam diri anak sendiri karena ada beberapa anak yang sadar, aktif dan penuh dalam kegiatan komunitas dan menggunakan alat komunikasi dengan seperlunya namun ada juga yang datang terlambat, bahkan pulang mendahului maka hal ini tergantung dari cara pandang anak-anak tentang pentingnya kegiatan komunitas.

Dalam dokumen PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI (Halaman 122-130)

Dokumen terkait