• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V HASIL PENELITIAN

5.2 Pembahasan Hasil Penelitian

Pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility) telah di atur pada Perundang undangan Nomor 40 pasal 74 dimana ayat 1 menyatakan bahwa perusahaan yang menjalankan aktivitas ekonominya di sektor dan/atau berkaitam dengan sumber daya alam wajib mengimplementasikan tanggung jawab sosial perusahaan bagi masyarakat setempat dan lingkungan; ayat 2 adalah kewajiban yang diperuntukkan dan diperhitungkan sebagai biaya perusahaan yang pelaksanannya dilakukan dengan memperhatikan kepatutan dan kewajaran; ayat 3 menyatakan bahwa perusahaan yang tidak menjalankan kewajiban dikenai hukuman sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan (Siagian dan Suriadi, 2012: 46).

Salah satu perusahaan yang menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (corporate sosial responsibility) yaitu PT. Toba Pulp Lestari di Nagori Pondok Buluh Kecamatan Dolok Panribuan Kabupaten Simalungun.

Nagori Pondok Buluh merupakan lingkungan yang berada di sekitaran produksi perusahaan PT. Toba Pulp Lestari. Dalam pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility) PT. Toba Pulp Lestari telah memberikan berbagai bentuk pelaksanaan program pada masyarakat Nagori Pondok Buluh. Adapun bentuk yang telah dilaksanakan yaitu dalam bidang infrastruktur, pertanian, kesehatan serta pendidikan.

Dengan adanya pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan PT. Toba Pulp Lestari yang telah terlaksana tentu dapat membantu masyarakat, terlebih masyarakat di Nagori Pondok Buluh bekerja sebagai petani. Dengan bantuan berupa kompos, pupuk, jetor, gilingan jagung, bibit tanaman tentu dapat berdampak pada kesejahteraan sosial masyarakat meskipun tidak berdampak secara maksimal.

Masyarakat Nagori Pondok Buluh di lihat secara keadaan geografis berada di dataran tinggi yang tentu sangat memerlukan infrastruktur. Perbaikan jalan yang layak pakai yang telah dilaksanakan PT. Toba Pulp Lestari sangat mempermudah akses masyarakat untuk melakukan kegiatan di luar desa seperti petani yang ingin menjual hasil panennya ke kota, begitu juga dengan anak-anak mereka dapat menempuh pendidikan ke kota.

Di Dusun Negeri Dolok beberapa masyarakat mendapatkan program tanggung jawab sosial perusahaan PT. Toba Pulp Lestari berupa bedah rumah.

Dengan adanya program pelaksanaan ini tentu sangat berpengaruh pada kehidupan masyarakat secara berkelanjutan. Keadaan rumah yang kecil, berdindingkan kayu bambu serta lantai tanah kini sudah menjadi rumah yang layak pakai.

Untuk mengetahui apakah pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility) PT. Toba Pulp Lestari sudah berhasil atau tidak maka akan diketahui dari adanya evaluasi.

Menurut Siagian dan Suriadi untuk menganalisa hasil evaluasi pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PT.Toba Pulp Lestari harus dinilai dari beberapa hal yaitu:

1. Tingkat Kebijakan Perusahaan

Hasil dari penelitian yang dilakukan pada semua informan mengatakan bahwa model implementasi dilakukan secara keterlibatan langsung antara pihak perusahaan dengan masyarakat Nagori Pondok Buluh.

Dapat dilihat dari pernyataan informan Kunci (Ibu Tasya Anggun Sirait SP)

“Dibeberapa tahun yang lalu anggaran dana CSR diberikan langsung ke Pemkab lalu Pemkab yang memberikan lagi kepada masyarakat. Namun, untuk 3 tahun terakhir pihak PT. Toba Pulp Lestari sudah menggunakan model keterlibatann langsung yaitu pihak PT. Toba Pulp Lestari sudah memberikannya langsung kepada masyarakat sekitar, karena menurut pihak PT.Toba Pulp Lestari lebih efektif jika perusahaan sendiri yang turut langsung terlibat kepada masyarakat. Selain itu pihak PT. Toba Pulp Lestari dapat berinteraksi secara langsung kepada masyarakat sehingga dapat terwujudnya hubungan yang baik antara pihak PT.Toba Pulp Lestari dengan masyarakat sekitarnya.

Pernyataan dari Informan Utama I (Bapak JB Jainan Gultom)

“Saya mendapatkan bantuan dari PT. Toba Pulp Lestari secara langsung dari perusahaan. Namun, beberapa tahun yang lalu kami tidak langsung perusahaan yang turun tangan. Dari Pemkab saat itu kami terima bantuannya”.

Pernyataan dari informan Utama II ( Bapak Lisson Situmorang)

“Pihak mereka turun langsung ke sini dalam memberikan bantuan-bantuannya, walaupun sempat beberapa tahun yang lalu Pemkab yang turun tangan langsung, jadi kami berurusan dengan Pemkab bukan dengan perusahaan. Jadi prosesnya itu kemarin memakan waktu yang lama, lebih enak seperti ini. Perusahaan langsung turun tangan dan datang ke sini”.

Pernyataan dari informan utama III ( Bapak Nursandi Nainggolan)

“Beberapa tahun lalu Pemkab yang turun tangan datang ke sini untuk memberikan bantuan, namun untuk sekarang sudah perusahaan yang langsung datang ke sini. Mereka survey lokasi kesini, melakukan pertemuan dengan masyarakat”.

Pernyataan dari informan utama V (Ibu Rosemaru Siburian)

Yaudah, pertama-pertama sekali itu datang humas dari PT. Toba Pulp Lestari itu, datang cuman di foto-foto aja rumah kami yang dulu, udah beberapa tahun barulah datang dana CSRnya”

Pernyataan informan tambahan (Bapak Sahata Sidabutar)

“Perusahaan memberikan bantuannya secara langsung kepada masyarakat. Turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi dan

keadaan masyarakat. Melakukan sosialisasi dan berinteraksi secara langsung kepada masyarakat”.

2. Tingkat Adminstrasi Perusahaan

Hasil penelitian dari semua informan utama menyatakan bahwa sudah ada ketepatan waktu audit dan kejujuran keuangan perusahaan.

Dapat dilihat pada pernyataan informan kunci (Ibu Tasya Anggun SP)

“Dalam pertemuan mapping sosial dengan masyarakat kami selalu terbuka mengenai anggaran dana dan keuntungan perusahaan yang diperoleh sehingga masyarakat dapat mengetahui bahwa pihak perusahaan dapat memberikan seberapa banyak untuk melaksanakan program yang ada”

“Begitu juga dengan ketapatan waktu kami dalam mengaudit keuangan, kami selalu mengusahakan supaya tepat waktu karena juga perusahaan menugaskan bagian CD/CSRnya agar selalu tepat waktu”.

Pernyataan informan utama I (Bapak JB Jainan Gultom)

“Pasti tau lah, karna pas adanya pertemuan antara kami dengan pihak PT. Toba Pulp Lestari, mereka jelaskan sumber keuangannya dari mana”.

Pernyataan informan utama II (Bapak Lisson Situmorang)

“Kami mengetahui sumber dana keuangan dan keuntungan perusahaan.

Pada saat pertemuan perusahaan telah memberitahukan tentang keadaan keuangan mereka kepada kami. Tapi saat kami berurusan dengan Pemkab kami semua di sini sama sekali enggak tahu soal itu”.

Pernyataan informan utama III (Bapak Nursandi Nainggolan)

“Perusahaan sudah jujur bagaimana tentang keuangan dan dana untuk pelaksanaan program. Jadi saat adanya pertemuan terbuka antara perusahaan dengan kami. Tapi pada saat Pemkab yang berurusan dengan kami, kami kurang tahu tentang pendanaan pemberian bantuan itu”.

Pernyataan informan utama IV (Bapak Moko Marbun)

“Kalau masalah seperti dari mana uang untuk membantu membangun rumah kami ini saya tau karna dijelaskan mereka pada saat ada pertemuan. Tapi saya tidak betul berapa biaya semua untuk membangun rumah ini. Memang dulu rumah kami ini udah jelek kali, dindingnya pun terbuat dari bambu. Uda tua dulu rumah kami ini, enggak layak pakai lagi”.

Pernyataan informan utama v (Ibu Rosemary Siburian)

Saya mengetahui dari mana sumber dana serta keuntungan perusahaan, namun berapa besar biaya untuk membangun rumah ini saya tidak tau pasti”.

3. Tingkat Proses Perencanaan Program

Dari hasil penelitian yang dilakukan pada semua informan model pelaksanaan dan kesesuaian program sudah sesuai dengan keperluan yang dihadapi masyarakat karena masyarakat Nagori Pondok Buluh yang terlebih dahulu mengajukan permohonan proposalnya, sehingga sebelum mengajukan masyarakat Nagori Pondok Buluh sudah mengetahui keperluannya dan masalah apa yang dihadapi.

Dapat dilihat dari pernyataan informan kunci ( Ibu Tasya Anggun Sirait SP)

“Kami menggunakan kedua-duanya dalam model pelaksanaan program yang dilakukan perusahaan”. Kami hanya melihat kondisi dan keadaan masyarakat. Jika masyarakat memiliki komunitas maka kami melakukan pendekatan komunitas. Namun untuk Nagori Pondok Buluh kami lebih sering menggunakan pendekatan komunitas.

Pernyataan informan utama I (Bapak JB Jainan Gultom)

“Bisa dikatakan sesuailah dengan masalah dan keperluan kami”. Karna kan yang membuat ajuan ke atas adalah kami sendiri. Tentu yang kami ajukan sudah sesuai dengan masalah dan keperluan kami semua”.

Pernyataan informan utama II (Bapak Lisson Situmorang)

Sudah lumayanlah. Perusahaan selalu memberikan fasilitas-fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan kami di sini”.

Pernyataan informan utama III (Bapak Nursandi Nainggolan)

“Pastilah kami dijadikan yang paling penting dalam pelaksanaan program bantuan itu, mereka tidak pernah mengambil keputusan sendiri.

Kalau ada masalah, mereka tanya dulu sama kami bagaiman jalan terbaiknya”.

Pernyataan informan utama V (Bapak Moko Marbun)

“Pasti sesuailah, contohnya bantuan bedah rumah yang saya dapatkan ini. Uda pas sekali lah dengan kebutuhan saya, mungkin kalau saya tidak dapat bantuan dari mereka rumah saya tidak bisa sebagus gini”.

Pernyataan iforman utama V (Ibu Rosemary Siburian)

“Diberikannya kepada perkelompok. Jadi kami di sini membuat kelompok lalu di dalam kelompok itulah kami bermusyawarah untuk mengeluarkan

pendapat masing-masing. Jadi kami berbeda-beda mendapatkan bantuannya, ada yang mendapatkan bantuan dana untuk membangun air serta kamar mandi dan saya kebetulan mendapatkan bedah rumah karena memang rumah saya tidak layak pakai lagi”.

4. Tingkat Proses Pelaksanaan Program

Dari hasil penelitian yang dilakukan, posisi masyarakat sudah menjadi kelompok sasar dalam proses pelaksanaan program, dapat diketahui dari pernyataan semua informan utama.

Dapat dilihat pada pernyataan informan utama I (Bapak JB Jainan Gultom)

“Masyarakat memang diutamakan mereka. Mereka menghargai kami di sini,

jadi mereka pun mementingkan permasalahan-permasalahan kami dan mereka bantu”.

Pernyataan informan utama II (Bapak Lisson Situmotang)

“Kami merasa diutamakan, dipentingkan saat pelaksanaan program ini.

Mereka sangat menghargai kami di sini”.

Pernyataan informan utama III (Bapak Nursandi Nainggolan)

“Pastilah kami dijadikan yang paling penting dalam pelaksanaan program bantuan itu, mereka tidak pernah mengambil keputusan sendiri.

Kalau ada masalah, mereka tanya dulu sama kami bagaiman jalan terbaiknya”.

Pernyataan informan utama IV (Bapak Moko Marbun)

”Kami merasa di pedulikan dalam proses pelaksanaan program ini.

Semua keluh kesah kami dapat diterima mereka dan membantu kami pun tidak setengah-setengah hati”.

Pernyataan informan utama V (Ibu Rosemary Siburian)

”Bisa di katakan lah mereka menjadikan masyarakat sebagai pemeran penting dalam pelaksanaan program ini. Sehingga merekapun lebih menghargai kami yang ada di sisi, mereka bekerja secara sukarela jadi proses pelaksanaan program ini pun membuat kami dengan mereka sama-sama enak”.

Pada metode pelaksanaan program penerapan prinsip dan metode pekerjaan sosial belum dilakukan, dapat dilihat dari pernyataan informan kunci.

Pernyataan informan kunci (Ibu Tasya Anggun Sirait)

”Kami tidak menerapkan prinsip dan metode pekerjaan sosial, tetapi kami bagian CD/CSR PT. Toba Pulp Lestari mempunyai prinsip dan metode tersendirinya dan kami staff CD/CSR perusahaan harus menjalankan sesuai dengan apa yang ada”.

5. Tingkat Luaran Program

Dari hasil penelitian yang dilakukan pada semua informan memperlihatkan bahwa adanya tingkat perubahan kesejahteraan sosial, tingkat kemandirian masyarakat dan persepsi yang baik dari masyarakat.

Dapat dilihat dari pernyataan informan kunci (Ibu Tasya Anggun Sirait SP)

“Tentu ada perubahan tingkat kesejahteraan sosial masyarakat tersebut.

Karena kami membantu keperluan mereka, kami dapat membantu

masalah-masalah yang mereka hadapi. Misalnya dalam bidang pertanian, masyarakat mayoritas bekerja sebagai petani dan kami dapat membantu keperluan mereka kami memberikan jetor, bibit tanaman, kompos, pupuk yang tentunya akan sangat membantu mereka untuk dapat mencari nafkah dan kebutuhan sehari-hari. Bila seperti ini perubahan tingkat kesejahteraan sosial akan meningkatkan walaupun sedikit demi sediki”.

Ibu Tasya Anggun Sirait juga mengatakan bahwa masyarakat sudah memiliki tingkat kemandirian.

“Tentu masyarakat akan memiliki tingkat kemandirian dalam membantu dirinya sendiri dalam pelaksanaan program yang sudah dilaksanakan.

Begitu juga halnya dengan tingkat kebergantungan masyarakat kepada kami. Tapi, masyarakat masih bisa mengajukan kembali permohonan proposal mereka yang baru”.

Ibu Tasya Anggun juga mengatakan bahwa tingkat pengetahuan dan pemahaman masyarakat sudah baik.

“Tingkat pengetahuan dan tingkat pemahamannya jauh lebih baik, sehingga ketika akan melakukan pelaksanaan program yang harus dilalui beberapa tahap lebih mudah masyarakat paham dan menanggapinya jadi jika pun saat sosialiasi lebih nyambung. Tingkat partisipasi masyarakat juga meningkat, contohnya ada kegiatan mapping sosial banyak masyarakat yang mulai respon dan ikut serta dalam kegiatan tersebut.

Selain itu Ibu Tasya Anggung juga mengatakan bahwa masyarakat sudah merasa puas atas hasil yang telah dicapai.

Masalah kepuasan atas hasil yang dicapai, masyarakat pasti merasakan hal itu dapat dilihat dari masyarakat menerima hadirnya perusahaan di lokasi mereka tanpa adanya persengketaan”.

Pernyataan informan utama I (Bapak JB Jainan Gultom)

“Yang pasti berpengaruhlah terhadap kesejahteraan sosial kami di sini, walaupun tidak begitu langsung nampak kali pengaruhnya namun kami merasa terbantu atas bantuan mereka”.

Bapak JB Jainan Gultom mengatakan bahwa pelaksanaan program sudah dapat memandirikan dirinya.

“Cukup meningkatkan kemandirian kami lah, dengan adanya bantuan-bantuan yang kami terima seperti jetor, perbaikan jalan sudah sangat membantu kami untuk mandiri dalam mata pencaharian kami yang mayoritas sebagai petani”.

Bapak JB Jainan Gultom memiliki respon yang baik kepada perusahaan PT. Toba Pulp Lestari.

“Kalau respon saya terhadap pelaksanaan program sudah baik, antara kami dengan perusahaan saling menghargai dan masyarakat di sini sudah lumayan paham tentang pemberian program-program dari perusahaan maka banyak masyarakat yang memberikan waktunya jika ada pertemuan antara kami dengan perusahaan”.

Bapak JB Jainan Gultom mengatakan bahwa sudah merasa puas atas hasil yang telah dicapai.

“Merasa puas lah saya atas hasil yang telah dicapai, karena sesuai dengan yang kami perlukan, selain itu selama proses pemberian bantuannya mereka tetap menghargai kami”.

Pernyataan informan utama II (Bapak Lisson Situmorang)

“Saya mengucapkan banyak terimkasih kepada pihak perusahaan yang sudah selalu mendengarkan permasalahan kami. Kalau bisa lebih ditingkatkan begitu juga dengan proses pelaksanaan program kalau bisa lebih cepat waktunya sehingga masyarakat lebih cepat dapat menggunakan hasil dari bantuan mereka”.

Bapak Lisson Situmorang mengatakan bahwa sudah merasa puas atas hasil yang telah dicapai.

“Saya merasa puas atas hasil yang sudah ada karena saya merasa sangat terbantu akan pemberian program yang diberikan kepada kami”.

Pernyataan informan III (Bapak Nursandi Nainggolan)

“Menurut saya apa yang telah diberikan perusahaan sudah sangat membantu kami di sini. Sudah banyak kami diberikan bantuan dari perusahaan, mulai dari perbaikan jalan kami yang memang tidak layak pakai kini sudah jauh lebih baik. Keadaan jalan yang bisa layak pakai tentu mempermudahkan akses kami menuju kota untuk dapat menjualkan hasil pertanian kami ini”.

Bapak Nursandi Nainggolan mengatakan bahwa sudah merasa puas atas hasil yang telah dicapai.

“Saya merasa puaslah akan apa yang telah dicapai. Semoga kedepannya perusahaan lebih baik lagi meningkatkan proses pelaksanaannya”.

Pernyataan informan utama IV (Bapak Moko Marbun)

Menurut saya kinerja perusahaan PT. Toba Pulp Lestari sudah baik.

Mulai dari bantuan-bantuan yang diberikan sesuai kepada kami”.

Bapak Moko Marbun mengatakan bahwa sudah merasa puas atas hasil yang telah dicapai.

“Saya merasa puas atas hasil yang sudah di capai atas adanya program yang diberikan kepada saya. Apalagi dengan keadaan rumah saya yang jauh lebih baik dari rumah saya yang dulu, saya merasa sangat puas”.

Pernyataan informan utama V (Ibu Rosemaru Siburian)

“Menurut saya perusahaan PT. Toba Pulp Lestari sudah menunnjukkan adanya rasa kepedulian mereka serta mereka juga ingin memiliki hubungan yang baik dengan kami. Maka mereka senang kalau bisa memberikan bantuan-bantuan kepada kami”.

Ibu Rosemary Siburian mengatakan bahwa sudah merasa puas atas hasil yang telah dicapai.

”Saya merasa puas dengan hasil dari pelaksanaan programnya, karena sudah sangat membantu saya dalam memenuhi kebutuhan hidup saya dan keluarga sehari-hari”.

Pernyataan informan tambahan(Bapak Sahata Sidabutar)

”Keadaannya semakin saling menguntungkan pastinya. Tidak banyak lagi pancingan persengketaan antara pihak perusahaan dengan masyarakat Nagori Pondok Buluh. Karena pun kalau seperti ini masyarakat di sana menghargai pihak perusahaan dan sebaliknya. Maka saling membantu anatara kedua belah pihak”.

“Kalau saran saya kepada pihak PT. Toba Pulp Lestari lebih meningkatkan program-program pelaksanaan dana CSR nya supaya masyarakat lebih cepat maju dan sejahtera”.

Keterbatasan Penelitian

Adapun keterbatasan dalam penelitian yang telah dilaksanakan adalah :

1. Dalam penelitian ini peneliti tidak terlalu banyak mendapatkan teori-teori mengenai evaluasi pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility).

2. Keterbatasan dalam berkomunikasi dengan masyarakat Di Nagori Pondok Buluh karena lokasi antara dusun yang satu ke dusun lainnya cukup jauh.

3. Keterbatasan dalam penelitian pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility) dari pihak PT.Toba Pulp Lestari dalam kurun waktu 3 tahun terakhir yaitu sejak tahun 2015-2018.

4. Keterbatasan mendapatkan informasi mengenai pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility) dari perusahaan PT. Toba Pulp Lestari karena bersifat rahasia.

BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pengamatan secara langsung terhadap subjek penelitian di Nagori Pondok Buluh, maka ditemukan fakta bahwa:

Evaluasi pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PT.Toba Pulp Lestari di Dusun Nagori pondok Buluh Kecamatan Dolok Panribuan Kabupaten Simalungun dapat dinilai sudah efektif.

6.1 Saran

Berdasarkan kesimpulan dari penelitian ini maka peneliti memberikan saran sebagai berikut :

1. Kepada pihak perusahaan PT.Toba Pulp Lestari untuk lebih meningkatkan sosialisasi dan interaksi sehingga masyarakat lebih mengetahui tentang program pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PT.Toba Pulp Lestari dan tidak perlu lagi mengajukan proposal permohonan bantuan dana CSR kepada pihak PT.Toba Pulp Lestari.

2. Kepada masyarakat untuk lebih respon dan meningkatkan rasa ingin tahu mengenai program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) agar lebih mengerti sehingga mempermudah jalan untuk mendapatkan program pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

DAFTAR PUSTAKA

Azheri¸ Busyra.2011.Corporate Social Responsibility : Dari Voluntary Menjadi Mandatory .Jakarta : Grafindo Persada.

Siagian, Matias.2011. Metode Penelitian Sosial; Pedoman Praktis Penelitian Bidang Ilmu-Ilmu Sosial dan Kesehatan. Medan : Grasindo Monoratama.

Silalahi, Ulber.2009. Metode Penelitian Sosial. Bandung : PT.Refieka Aditama.

Burhan, Bungin.2011. Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta : Kencana

Restu, Kartiko Widi.2010. Asas Metodologi Penelitian. : Sebuah Pengenalan dan Penentuan Langkah Demi Langkah Pelaksanaan Penelitian.Yogyakarta : Graha Ilmu.

Siagian, Matias & Suriadi, Agus. 2010. Tanggung Jawab Sosial Perusahaa CSR Perpektif Pekerjaan Sosial. Medan : FISIP USU Press.

Putra, Dedi Kurnia Syah.2015. Komunikasi CSR Politik. Jakarta : Prenamedia Group.

Susanto, A.B.2015. Reputation-Driven Corporate Social Responsibility.

Jakarta: Penerbit Erlangga.

Arikunto, Suharsimi & Jabar, Cepi Safruddin Abdul. 2004. Evaluasi Program Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara.

Suharto, Edi.2007. Pekerja Sosial di Dunia Industry : Memperkuat Tanggung Jawab Sosial (Corporate Social Responsibility). Bandung : Rafieka Aditama.

Dunn, William. 2003. Pengantar Analisis Kebijakan Publik Edisi Kedua.

Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.

Nugroho, Riant. 2009. Public Policy. Jakarta : PT Elex Kamputindo.

Sirait,S. 1990. Perencanaan Dan Evaluasi (PDE). Jakarta : Bumi Aksara.

Moleong, L. 2009. Metodelogi Penelitian Kualitatif, Edisi Revisi. Bandung:

Rosdakarya.

Wibisono. 2007. Membedah Konsep dan Aplikasi Corporate Social Responsibility.

Surabaya: Media Grapka

Sumber lain :

Hastomo, Prie Anugrah.2013. Respon Masyarakat Terhadap Pelaksanaan Program CSR (CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY PT Multimas Nabatai Asahan Di Desa Lalang, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara.Skripsi. Medan : Universitas Sumatera Utara

Amalia,Wirda.2011. Hubungan Corporaate Social Responsibility PT.Mopoli Raya Dengan Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Di Kecamatan Seruway Kabupate Aceh Tamiang. Skripsi. Medan : Universitas Sumatera Utara

(http://fe.um.ac.id/wp-content/uploads/2010/03/ANDI_M-CSR.pdf: 15/02/2018:

pukul 12.09 WIB).

(https://sutopoyudo.wordpress.com/2009/09/21/pengaruh-penerapan-corporate-social-responsibility-csr-terhadap-profitabilitas-perusahaan/: 23/02/2018 diakses pada Pukul 17.43WIB).

(https://www.academia.edu/11688471/Program_CSR_dan_Kesejahteraan_Masyar akat: 14/02/2018 diakses pada Pukul 11.31 WIB).

(http//kedermawanansosial.com/tanggung-jawab-sosial-perusahaan/ 14/02.2014 di akses pada Pukul 09.56 WIB).

(https://www.emis.com/php/company-profile/ID/Pt_Toba_Pulp_Lestari_Tbk_id_2382400.html : 23/02/2018 diakses pukul 18.15 WIB).

KBBI (KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA)

http://cc.bingj.com/cache.aspx?q=bentrok+yang+terjadi+di+hulu+rokan+pada+ta

hun+2012&d=4822756162799006&mkt=en-US&setlang=en-US&w=4wDk2qUDDsiRIpCo4-J3IV2O1A6sw8rw

Pedoman Wawancara

Pedoman wawancara ditujukan kepada informan utama, informan kunci, dan informan tambahan untuk mendapatkan informasi mengenai penelitian yang akan dilakukan di lapangan. Pedoman wawancara ini juga untuk mempermudah dan mengarahkan penelitian dalam mendapatkan data yang sistematis maka akan digunakan pedoman wawancara sesuai fokus penelitian.

Identitas informan Kunci:

1. Nama :

2. Jenis Kelamin :

3. Usia :

4. Alamat :

5. Pendidikan : 6. Pekerjaan :

I. Tingkat kebijakan perusahaan

Pertanyaan Wawancara Informan Kunci:

1. Apa model implementasi program tanggung jawab sosial perusahaan yang diterapkan PT. Toba Pulp Lestari?

2. Bagaimana konsewkensi penerapan model implemetasi program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR)?

II. Tingkat Administrasi perusahaan

1. Bagaimana kejujuran PT. Toba Pulp Lestari dalam mengaudit keuangan?

3. Bagaimana ketepatan waktu audit keuangan prerusahaan?

III. Tingkat proses perencanaan program

1. Bagaimana model perencanaan yang dilakukan oleh PT. Toba Pulp Lestari?

2. Bagaimana teknik perencanaan yang akan diterapkan?

3. Apakah program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PT. Toba Pulp Lestari sesuai dengan masalah dan keperluan masyarakat?

IV. Tingkat proses pelaksanaan program

1. Apakah dalam pelaksanaan program melibatkan pelaku program sebagai fasilitator?

2. Apakah dalam pelaksanaan program menjadikan posisi masyarakat sebagai kelompok sasar?

3. Apakah metode aktivitas dalam pelaksanaan program telah sesuai dengan yang direncanakan?

V. Tingkat Luaran Program

1. Apakah ada perubahan tingkat kesejahteraan sosial masyarakat yang menjadi kelompok sasar?

2. Apakah ada kemungkinan berkesinambungan implentasi program yang telah dilakukan pada masa yang akan datang?

3. Bagaimana persepsi dan respon masyarakat terhadap implentasi

3. Bagaimana persepsi dan respon masyarakat terhadap implentasi

Dokumen terkait