BAB IV HASIL PENELITIAN
D. Pembahasan Hasil Penelitian
N N d X d X t Perhitungan uji-t :
10 1
10 6 , 143 9 , 11 t 721 . 0 9 , 11 t 289 , 4 8 , 16 t = 3,916Berdasarkan perhitungan diatas pada taraf kepercayaan α = 5% dengan dk = 10 – 1 diperoleh t-tabel = 1,812. Besarnya t-hitung 3,916 melebihi harga t-tabel 5% yakni 1,812.Berarti signifikan dan hipotesis kerja penelitian Ha diterima.Dengan diterimanya hipotesis penelitian, berarti terdapat pengaruh yang signifikan Layanan Konseling kelompok terhadap Perkembangan Perilaku agresif di Madinatussalam.
D. Pembahasan Hasil Penelitian
Berdasarkan hasil penilaian perilaku agresif sebelum diberikan layanan Konseling kelompok didapatkan rata-rata perilaku agresif anak sebesar 74 dan dikategorikan sebagai perilaku agresif yang kurang. Dari
10 responden yang diteliti terdapat 6 responden yang memiliki perilaku agresif yang baik, 4 responden yang memiliki perilaku agresif yang cukup. Hasil pre-test pada angket perilaku agresif yang kurang menyunjukan perilaku agresi yang dilakukan siswa kelas VIII kurang baik.Sesuai dengan jawaban angket perilaku agresif yang menyatakan bahwa responden sering melakukan perilaku agresif berupa membentak, berkunjing, menghina/mencaci, menggangu teman dan membuat kegaduhan.
Perilaku agresif yang ditunjukan responden mungkin juga dipengaruhi oleh pola asuh orang tua dan lingkungan tempat anak berkembang.Jika dari hasil perhitungan pre-test angket yang dieberikan peneliti yang menunjukan kurang baik, maka harus diberikan penanggulangan secara intens dan tepat. Apabila perilaku ini tetap dibiarkan maka akan berdampak pada perkembangan dirinya dan interaksi sosialnya.
Selanjutnya, berdasarkan hasil penilaian perilaku agresif sesudah diberikan layanan Konseling kelompok didapatkan rata-rata meningkat sebesar 90,9 dan dikategorikan baik. Dari 10 responden yang diteliti terdapat 10 responden yang memiliki perilaku agresif yang baik. Maka dengan hasil post-test yang telah diuji tingkat perilaku agresifnya berkurang dan menuju kearah yang baik.
Hasil jawaban perilaku agresif sesudah mendapatkan layanan Konseling kelompok secara keseluruhan sudah memiliki perilaku agresif
yang baik dengan rata-rata sebesar 90,9. Sesuai dengan hasil jawaban angket perilaku agresif yang diisi oleh responden sesudah mendapatkan layanan Konseling kelompok dapat diintepretasikan bahwa perilaku agresif responden sudah berkurang
Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan instrumen penilaian Perilaku agresif, bahwa Perilaku agresif sebelum dan sesudah diberikan layanan Konseling kelompok menunjukkan kemajuan yang baik, hal ini dapat dilihat pada pre-test skor rata-rata yang diperoleh sebesar 74 dan dikategorikan sebagai perilaku agresif yang kurang, setelah diberikan layanan Konseling kelompok terdapat perubahan skor meningkat 16,9 menjadi 90,9, dan dikategorikan tingkat baik atau dengan kata lain perilaku agresif berkurang ke arah yang baik.
Berdasarkan hasil analisa data didapatkan t-hitung 3,691 melebihi harga t-tabel 5% yakni 1,812 yang berarti hipotesis penelitian Ha diterima. Dengan diterimanya hipotesis penelitian, berarti terdapat pengaruh yang signifikan Layanan Konseling kelompok terhadap PenanggulanganPerilaku agresif siswa kelas VIII di Mts. Madinatussalam Tembung.
Hasil tersebut membuktikan bahwa layanan Konseling kelompok dapat memberikan pengaruh baik dalam menanggulangi atau mengurangiperilaku agresif pada siswa kelas VIII. Hal ini sesuai dengan pendapat yang dikatakan di latarbelakang peneliti, bahwa konseling kelompok ini dapat membuat setiap individu mampu mengetahui akan
potensi diri, penemuan alternatif pemecahan masalah dan pengambilan keputusan secara lebih tepat dan dapat mengurangi perilaku-perilaku bermasalah termasuk perilaku agresifnya.Apabila perilaku agresif telah berkurang kearah yang baik, maka siswa akan mampu berkembang dengan baik dan bersosialisasi dengan baik.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Simpulan tentang pengaruh yang signifikan Layanan Konseling Kelompok terhadap Perilaku Agresif Siswa Kelas VIII MTs. Madinatussalam Tembung diuraikan sebagai berikut:
1. Perilaku agresif siswa Kelas VIII di MTs. Madinatussalam Tembung sebelum diberikan Layanan Konseling Kelompokberada pada kategori kurang. Hasil angket siswa sebelum diberikan Layanan Konseling Kelompok didapatkan bahwa sebanyak 4 anak 40% dikategorikan yang cukup, 6 anak 60% dikategorikan baik.
2. Perilaku agresif siswa Kelas VIII di MTs. Madinatussalam Tembung sesudah diberikan Layanan Konseling Kelompok berada pada kategori baik. Hasil angket perilaku agresif siswa Kelas VIII sesudah diberikan Layanan Konseling Kelompok didapatkan bahwa sebanyak 10 anak 100% memiliki dikategorikan baik.
3. Terdapat pengaruh yang signifikan Layanan Konseling Kelompok terhadap Perilaku Agresif Siswa Kelas VIII MTs. Madinatussalam Tembung, dimana hasil t-hitung 3,691 melebihi harga t-tabel 5% yakni 1,812. Pengaruh tersebut didapatkan dari perkembangan perilaku agresif sebelum diberikan Layanan Konseling Kelompok dengan skor rata-rata 74
dan dikategorikan kurang meningkat sesudah diberikan Layanan Konseling Kelompok dengan skor rata-rata 90,9 dan dikategorikan baik. 4. Hasil penelitian membuktikan bahwa perilaku agresif siswa Kelas VIII
sesudah diberikan layanan konseling kelompok lebih baik dibandingkan perilaku agresif siswa Kelas VIII sebelum diberikan layanan konseling kelompok
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan serta simpulan di atas, maka peneliti menyampaikan beberapa saran sebagai berikut:
1. Bagi Sekolah
Sekolah merupakan lingkungan tempat belajar dan pembentukan karakter siswa setelah keluarga, maka setiap sekolah hendaknya menyertakan layanan konesling kelompok sehingga dapat menanggulangi perilaku agresif siswa lain bukan hanya di Kelas VIII sja
2. Bagi Guru BK
Berdasarkan temuan menunjukkan bahwa ada perkembangan perilaku agresif sebelum dan sesudah diberikan layanan konseling kelompok. Maka diharapkan agar guru BK mampu menindaklanjuti hasil penelitian ini dengan memberikan layanan konseling kelompok untuk membantu siswa agar perilaku agresif siswa dapat berkurang dan siswa pun dapat berkembang dan bersosialisasi dengan baik.
DAFTAR PUSTAKA
Agus. Abdul. 2013. Psikologi Sosial. Jakarta : Rajawali Press.
Anisha Julianti. Penggunaan Layanan Bimbingan Kelompok untuk meningkakan self control Dalam Mengurangi Perilaku Agresif Siswa Kelas VII-9 di MTS AL-Jamiyatul Washliyah Tembung .Medan : UIN Sumatera Utara. 2017
Bambang Syamsul Arifin. Psikologi Sosial. Bandung : CV PUSTAKA SETIA. 2015.
Burhan Bungin. Metode penelitian Kuantitatif. Jakarta : Kencana. 2005. Departemen RI. Ibid. Al-Qur‟an dan Terjemahannya.
Dewa Ketut Sukardi. Pengantar Pelaksanaan Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta. 2002.
Dr. Fattah hanurawan.Psikologi Social. Bandung. PT Remaja Rosdakarya. 2010. Dr. Sylvia Rimm. Mendidik Dan Menerapkan Disiplin Pada Anak Prasekolah. Jakarta. PT Gramedia. 2003.
Ibnu Hajar al-Asqalani. 2008. Fathul Barri . Jakarta: Pustaka Azzam.
Indra Jaya dan Ardat. 2013. Penerapan Statistik Untuk Pendidikan. Bandung: Cipta Pustaka.
Jemmi Rumengan. 2013. Metodologi Penelitian. Bandung : Citapustaka media Perintis.
Juntika Ahmad. 2006. Bimbingan Dan Konseling. Bandung: Refika Aditama. Latipun. 2010. Psikologi Konseling.Malang : UMM Press..
Lexi J. Moleong. 2008. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung : Remaja Rosdakarya.
Namora Lumongga. Memahami Dasar-Dasar Konselingdalam Teori dan Praktek. Jakarta: Kencana. 2011. Hlm .198
Nidya Damayanti. 2012. Buku Pintar Panduan Bimbingan dan Konseling. Yogyakarta. Araska.
Prayitno. 2017. Konseling Profesional yang Berhasil. hal.142
Prayitno. 2009. Dasar-Dasar Bimbingan Dan Konseling. Jakarta: Rineka Cipta. Riduwan. 2003. Dasar-dasar statistika. Bandung : Alfabeta.
Robert a. Baron dan Donn Byrne. 2005. Psikologi Social Jilid 2. Jakarta. Erlangga.
Santrok . J.W. Life Span. 2002. Development/Perkembangan Masa Hidup. Jakarta : Erlangga.
Shelley Taylor. Letilia anne Palau. 2009. Psikologi Sosial Edisi ke-12. Jakarta : Prenada media Group.
Siti Mahmudah. 2011. Psikologi Sosial Teori dan Model Penelotian. Malang : UIN Maliki Press.
Sudarsono. 2008. Kenakalan Remaja. Jakarta: Rineka Cipta.
Sugiyo. 2005. Konunikasi Antar Pribadi. Semarang : UNNES PRESS.
Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif kualitatif dan R&D Bandung : Alfabeta.
Suharsimi Arikunto. 2014. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktis. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Sutrisno Hadi. 1991. Analisis Butir Untuk Istrumen. Yogyakarta : Andi Opset. Syaikh Ahmad Syakir. 2014. Mukhtashar Tafsir Ibnu Katsir jilid 4. Jakarta: Darus Sunnah Press.
Tohirin. 2007. Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah Berbasis Integrasi.Jakarta : Raja Grafindo Persada.