• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

2. Samsung Galaxy Note II

4.3 Pembahasan Hasil Penelitian

Hasil penelitian berdasarkan pengaruh promosi dari tiap media sosial terhadap minat beli Samsung berbsis android pada Mahasiswa Universitas Sumatera Utara dapat dilihat pada Tabel 4.38 berikut:

Tabel 4.38

Hasil Pembahasan Penelitian Item Pembahasan Responden

yang belum memiliki Samsung android Responden yang sudah memiliki Samsung android kesimpulan

Rata-rata skor tanggapan responden pada promosi melalui

facebook

5,18 4,98 R1 = R1 (agak sesuai)

Tidak ada perbedaan Rata-rata skor tanggapan

responden pada promosi melalui

YoTube

5,32 5,06 R1 = sesuai

R2 = agak sesuai Terdapat perbedaan Rata-rata skor tanggapan

responden pada promosi melalui

twitter

5,06 4,87 R1 = R2 (agak sesuai)

Tidak ada perbedaan

Uji Signifikan Simultan (Uji-F) 0,000 0,000 Signifikan

Uji Signifikan Parsial (Uji-t) Promosi melalui facebook 0,217 0,026 R1: Tidak signifikan R2:Signifikan Promosi melalui YouTube 0,078 0,017 R1: Tidak signifikan R2:Signifikan Promosi melalui twitter 0,046 0,062 R1: Signifikan R2: Tidak signifikan Uji Koefisien Determnasi (R2) 0,578/ 0,312 0,534/ 0,285 R1 : Cukup erat,

variabel X menjelaskan variabel Y sebesar 31,2% R2 : Cukup erat, variabel X menjelaskan variabel Y sebesar 28,5%

Uji Beda 0,280 Tidak signifikan

Sumber : Output SPSS , Data Diolah (Maret 2013)

Berdasarkan Tabel 4.38 maka dapat kita lihat bahwa:

1. Rata-rata skor tanggapan responden pada promosi melalui facebook yaitu pada responden yang belum memiliki Samsung android sebesar 5,18 dan rata-rata skor tanggapan responden yang sudah memiliki Samsung android 4,98.

Hal ini menunjukkan bahwa pernyataan-pernyataan yang diajukan kepada responden tentang promosi Samsung android di media facebok yakni iklan melalui Samsung android di facebook memudahkan konsumen dan calon konsumen terhubung dengan pemasar samsung android, posting status dan

upload foto sebagai fitur facebook digunakan Samsung android untuk menginformasikan produknya, ilustrasi/gambar iklan samsung android di

facebook menampilkan ilustrasi/gambar yang menarik, dan banner sebagai salah satu media iklan di facebook menampilkan tawaran terbaru produk samsung android, cukup sesuai dengan tanggapan dari kedua jenis responden. Dengan demikian dapat dikatakan tidak terdapat perbedaan tanggapan kedua jenis responden tentang promosi melalui facebook.

2. Rata-rata skor tanggapan responden pada promosi melalui YouTube yaitu pada responden yang belum memiliki Samsung android sebesar 5,32 dan rata-rata skor tanggapan responden yang sudah memiliki Samsung android 5,06. Hal ini menunjukkan bahwa pernyataan-pernyataan yang diajukan kepada responden tentang promosi Samsung android di media YouTube yakni iklan samsung android pada YouTube menarik sehingga menimbulkan ketertarikan bagi penontonnya, iklan samsung android menggunakan tagging (keyword) yang mudah sehingga mudah menemukan iklan samsung di YouTube, iklan Samsung android di YouTube bertujuan menginformasikan produk terbaru samsung android, dan banner sebagai salah satu media iklan di YouTube

responden yang belum memiliki Samung android sedangkan agak sesuai dengan responden yang sudah memiliki Samsung android. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa terdapat perbedaan tanggapan kedua responden tentang promosi melalui YouTube.

3. Rata-rata skor tanggapan responden pada promosi melalui twitter yaitu pada responden yang belum memiliki Samsung android sebesar 5,06 dan rata-rata skor tanggapan responden yang sudah memiliki Samsung android 4,87. Hal ini menunjukkan bahwa pernyataan-pernyataan yang diajukan kepada responden tentang promosi Samsung android di media twitter yakni iklan samsung android di twitter memudahkan konsumen dan calon konsumen terhubung dengan pemasar samsung android, posting status, retweet, sebagai fitur twitter digunakan sasmung android untuk menampilkan informasi terbaru produk samsung android, dan twitter sebagai salah satu media iklan Samsung android memberikan manfaat bagi pengikutnya di twitter, cukup sesuai dengan tanggapan dari kedua responden. Dengan demikian dapat dikatakan tidak terdapat perbedaan tanggapan kedua jenis responden tentang promosi melalui twitter.

4. Berdasarkan uji signifikansi simultan menyatakan bahwa promosi melalui

facebook, promosi melalui YouTube, dan promosi melalui twitter berpengaruh secara bersama-sama terhadap minat beli Samsung berbasis android pada responden yang belum memiliki Samsung android dan responden yang sudah memiliki Samsung android.

5. Berdasarkan uji signifikansi parsial maka hasil penelitian menunjukkan beberapa hasil yakni:

a. Responden yang belum memiliki Samsung android menunjukkan bahwa: 1. Promosi melalui facebook tidak berpengaruh secara positif dan tidak

signifikan terhadap minat beli Samsung android artinya walaupun variabel promosi melalui facebook ditingkatkan maka minat beli Samsung berbasis android tidak akan meningkat. Dengan demikian indikatornya yakni sosial (terhubung), Fasilitas (fitur) facebook, Ilustrasi/gambar iklan, dan banner di facebook belum memberikan hasil yang maksimal. Hal ini juga sesuai dengan tanggapan responden yang menyatakan bahwa banyaknya fitur-fitur facebook seperti upload foto, posting status dan banyaknya komentar membuat informasi yang ditampilkan terlalu banyak sehingga sulit membaca informasi yang ingin dicari. Selain itu banyaknya tawaran produk lain yang sering ditampilkan di media facebook yang kebanyakan kurang dapat dipercaya menjadikan sebagian responden kurang percaya terhadap promosi Samsung android melalui facebook.

2. Promosi melalui YouTube tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap minat beli Samsung android artinya walaupun variabel promosi melalui YouTube ditingkatkan sebesar satu satuan maka minat beli Samsung berbasis android tidak akan meningkat. Dengan demikian indikator promosi melalui YouTube yakni

ilustrasi/gambar iklan, isi pesan iklan, tujuan iklan melalui YouTube, dan banner Samsung android melalui YouTube belum memberikan hasil yang maksimal. Selain itu kurangnya perhatian masyarakat terkhusus responden yang belum memiliki Samsung android terhadap promosi Samsung android yang ditampilkan melalui YouTube. Mereka kurang memperhatikan Promosi Samsung android melalui

Youtube, baik melalui banner Samsung android di YouTube maupun mencari video promosi Samsung android di YouTube, mereka lebih memfokuskan video yang ingin mereka cari di YouTube.

3. Promosi melalui twitter berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap minat beli Samsung android artinya jika variabel promosi melalui twitter ditingkatkan maka minat beli Samsung berbasis

android akan meningkat. Hal ini sesuai dengan pernyataan Gurnelius (2011) yang menyatakan bahwa hal penting yang dilakukan dalam promosi melalui twitter adalah berbagi konten dan terlibat dalam percakapan akan menambah nilai bagi anggota audiens dan konten

twitter yang di isi dengan hal yang bermanfaat akan membantu perusahaan terhubung dengan target konsumennya. Hal ini sesuai dengan tanggapan responden yang menyatakan bahwa twitter yang hanya membatasi 140 kata menjadikan promosi Samsung android di

twitter menjadi lebih singkat dan mudah dimengerti dan tampilan yang sederhana membuat informasi dan promosi Samsung android di

twitter lebih mudah diikuti. Selain itu banyaknya masyarakat yang mengunjungi situs twitter membuat semakin banyak yang melihat promosi Samsung android melalui twitter. Pada penelitian ini kebanyakan responden memang belum mem-follow twitter Samsung yang mengartikan promosi melalui twitter belum tersebar secara luas, namun berdasarkan tanggapan responden bahwa adanya tweet, mention dan retweet dari follower di akun twitter mereka tentang promosi melalui Samsung android membuat mereka menjadi memperhatikan promosi Samsung android tersebut, dan adanya perhatian tersebut membuat mereka tertarik dan berminat untuk membeli.

Berdasarkan penjelasan dari ketiga media diatas dapat dikatakan bahwa responden yang belum memiliki Samsunng android lebih menyukai promosi melalui twitter jika dibandingkan dengan dua jenis media sosial lainnya. Jenis responden ini lebih menyukai promosi yang menawarkan bagian yang terpenting atau inti dari promosi itu sendiri atau dapat dikatakan tujuan promosi lebih kepada menginformasikan produk itu sendiri.

b. Responden yang sudah memiliki Samsung android menunjukkan bahwa: 1. Promosi melalui facebook berpengaruh secara positif dan signifikan

terhadap minat beli ulang Samsung android artinya jika variabel promosi melalui facebook ditingkatkan maka minat beli ulang

Samsung berbasis android akan meningkatkan sebesar satu satuan. Hal ini mungkin disebabkan banyaknya masyarakat terkhusus kepada responden yang melihat promosi Samsung android melalui facebook

seperti banner Samsung android di facebook, foto/gambar produk Samsung android yang di-upload di facebook, dan banyaknya yang menanggapi atau memberi komentar pada foto atau informasi yang

di-update di media sosial facebook. Adanya perhatian dan ketertarikan terhadap promosi Samsung android di facebook menimbulkan minat untuk melakukan pembelian ulang. Hasil penelitian ini berbeda dengan hasil penelitian pada responden yang belum memiliki Samsung android, hal ini mungkin disebabkan adanya perbedaan perhatian dan pandangan responden akan promosi yang ditawarkan di media facebook sehingga menimbulkan perbedaan minat, dimana minat terbentuk akibat penilaian yang melibatkan emosi atau perasaan tertentu terhadap promosi yang ditawarkan.

2. Promosi melalui YouTube berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli ulang Samsung android artinya jika variabel promosi melalui YouTube ditingkatkan maka minat beli ulang Samsung berbasis android akan meningkat sebesar satu satuan. Hal ini sesuai denga pendapat Puntoadi (2011) yang mengatakan bahwa iklan yang menarik dan kreatif akan dicari oleh konsumennya dan beberapa hal yang kreatif dapat dilakukan dalam memanfaatkan fasilitas video

sharing YouTube sebagai media promosi. Hal ini sesuai dengan tanggapan responden yang menyatakan bahwa promosi Samsung

android melalui YouTube menarik, adanya banner Samsung android

di YouTube menjadikan responden melihat promosi samsung android

ketika mereka membuka halaman utama YouTube maka langsung melihat promosi Samsung android, selain itu video promosi Samsung

android di YouTube menggunakan audio visual sehingga lebih menarik perhatian dan durasi waktu yang cukup sehingga ketika melihat video promosi Samsung android, penontonnya bisa melihat video promosi Samsung android sampai selesai. Adanya tampilan promosi Samsung android melalui audio visual menimbulkan katertarikan tersendiri bagi penontonnya sehingga menimbulkan minat beli ulang terhadap Samsung android.

3. Promosi melalui twitter tidak berpengaruh secara positif dan tidak signifikan terhadap minat beli ulang Samsung android artinya walaupun variabel promosi melalui twitter ditingkatkan maka minat beli Samsung berbasis android tidak akan meningkat. Hal ini mungkin responden yang sudah memiliki Samsung android lebih aktif dalam media sosial lain sehingga kurang memperhatikan promosi melalui media twitter. Selain itu twitter hanya membatasi 140 kata membuat promosi yang ditampilkan hanya memuat bagian terpenting dari promosi yang ditawarkan sementara responden menginginkan

informasi yang lebih spesifik untuk melihat dan membandingkan Samsung android yang ditawarkan dengan Samsung android yang sudah mereka miliki. Sehingga promosi Samsung android melalui

twitter kurang efektif pada responden yang sudah memiliki Samsung

android.

Berdasarkan penjelasan dari ketiga media diatas, responden yang sudah memiliki Samsung android lebih menyukai promosi melalui facebook dan promosi melalui YouTube jika dibandingkan promosi melalui twitter. Responden berpendapat bahwa promosi yang menampilkan tawaran secara jelas lebih spesifik lebih bermanfaat untuk mengetahui dan membandingkan promosi Samsung android yang ditawarkan dengan Samsung android yang mereka miliki.

6. Berdasarkan uji koefisien determinasi menunjukkan bahwa:

a. Hubungan antara promosi melalui facebook, promosi melalui Youtube, dan promosi melalui twitter terhadap minat beli Samsung berbasis android

pada responden yang belum memiliki Samsung android sebesar 57,8 % artinya cukup erat. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,312 menunjukkan bahwa variabel promosi melalui facebook, promosi melalui YouTube, dan promosi melalui twitter mampu menjelaskan variabel minat beli Samsung berbasis android pada responden yang belum memiliki Samsung android

sebesar 31,2% dan sisanya 68,8% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini

b. Hubungan antara promosi melalui facebook, promosi melalui Youtube, dan promosi melalui twitter terhadap minat beli Samsung berbasis android

pada responden yang sudah memiliki Samsung android sebesar 53,4 % artinya cukup erat. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,285 menunjukkan bahwa variabel promosi melalui facebook, promosi melalui YouTube, dan promosi melalui twitter mampu menjelaskan variabel minat beli Samsung berbasis android pada responden yang belum memiliki Samsung android

sebesar 28,5% dan sisanya 71,5% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini

7. Berdasarkan uji paired T-test maka diketahui bahwa terdapat perbedaan minat beli bagi responden yang belum memiliki Samsung android dengan responden yang sudah memiliki Samsung android tetapi tidak signifikan. Dapat dikatakan bahwa tidak terdapat perbedaan minat beli Samsung android

(Samsung Galaxy SIII atau Samsung Galaxy Note II) responden yang belum memiliki Samsung android dengan minat beli responden yang sudah memiliki Samsung android.

BAB V

Dokumen terkait