BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
C. Pembahasan Penelitian
1. Relative Advantage (Keunggulan Relatif)
Sebuah inovasi harus memiliki nilai lebih dibandingkan dengan yang ada sebelumnya serta nilai kebaharuan yang dapat menjadi ciri dan pembeda dari sebelumnya. Untuk mengukur relative advantage dari Program Export Assistance dapat dilihat dari seberapa besar serta seberapa banyak nilai lebih yang dimiliki dan seberapa besar manfaat atau dampaknya kepada masyarakat dan negara. Berdasarkan penelitian terdahulu oleh (Ulfa et al., 2020) dengan judul Inovasi Pelayanan Pendidikan (Studi Kasus: Program Sumbangan Pembinaan Pendidikan
(SPP) Gratis Bagi Mahasiswa Kabupaten Pangkep) dilihat dari indikator Relative Advantage menjukkan bahwa sebuah program dapat dikatakan berhasil jika memiliki manfaat yang sangat besar bagi masyarakat maupun daerah.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka dapat dikatan bahwa Inovasi Program Export Assistance sudah sesuai dengan teori Rogers dimana inovasi ini memiliki keuntungan relatif. Adapun keuntungannya yaitu dari segi manfaat dapat memberikan motivasi bagi masyarakat untuk melakukan ekspor dimana dari ekspor ini dapat membuka lapangan kerja serta meningkatkan pendapatan masyarakat, dapat mempertemukan eksportir dengan supplier, serta melalui ekspor dapat menambah devisa negara.
Adapun relative advantage dari segi nilai kebaharuan dibandingkan dengan sebelumnya yaitu adanya kolaborasi dari berbagai aspek seperti perbankan, pemerintah daerah, kementerian perdagangan serta Instansi pemerintah lainnya.
2. Compatibility (Kesesuaian)
Sebuah inovasi harus sesuai dengan nilai-nilai yang ada sebelumnya serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Hal ini dimaksudkan agar tidak menghilangkan seutuhnya praktek yang ada sehingga dapat mempermudah proses adaptasi. Adapun penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Ulfa et al., 2020) dengan judul Inovasi
Pelayanan Pendidikan (Studi Kasus: Program Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) Gratis Bagi Mahasiswa Kabupaten Pangkep) yang dilihat dari indikator Compability menunjukkan bahwa sebuah program dapat diterima jika sesuai dengan kondisi dan harapan masyarakat. Serta program dianggap berhasil jika masyarakat memiliki respon positf terhadap program yang ada dan begitupun sebaliknya program akan dianggap gagal jika masyarakat tidak memiliki ketertarikan dengan inovasi yang ada.
Berdasarkan hasil penelitian dapat dikatakan bahwa indikator compatibility dari inovasi program Export Assistance ini sudah sesuai dengan teori Rogers dimana terdapat compatibility dari segi kesesuaian kondisi dan nilai dengan yang ada sebelumnya yaitu program Export Assistance sudah sesuai dengan tugas dan fungsi Bea Cukai sebagai pendukung ekspor, serta kesesuaian sumber daya manusia yang dapat mempermudah proses implementasi.
Adapun compatibility dari segi kesesuaian dengan kebutuhan masyarakat yaitu layanan konsultasi dan penyampaian informasi dapat dilakukan melalui sosial media yang dimana hal ini juga sudah sesuai dengan perkembangan teknologi terutama penggunaan aplikasi whatsapp yang merupakan salah satu aplikasi yang paling banyak digunakan sehingga sangat mempermudah masyarakat, serta dapat mendampingi masyarakat sampai bisa closing/ekspor.
3. Complexity (Kerumitan)
Sebuah inovasi memiliki sifat yang baru sehingga memiliki kerumitan untuk digunakan dan dipahami jika dibandingkan dengan sebelumnya. Akan tetapi beberapa inovasi dapat dengan mudah dipahami oleh sebagian besar masyarakat sosial. Adapun penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Ulfa et al., 2020) dengan judul Inovasi Pelayanan Pendidikan (Studi Kasus: Program Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) Gratis Bagi Mahasiswa Kabupaten Pangkep) yang dilihat dari indikator Complexity menunjukkan bahwa program SPP gratis memiliki kemudah yang lebih banyak dibandingkan tingkat kerumitan dimana semakin sederhana sebuah inovasi maka akan semakin mudah masyarakat untuk menirma dan memahami, begitupun sebaliknya semakin rumit sebuah inovasi maka semakin ssulit untuk diterima.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terdapat kendala yang terkadang dihadapi oleh team Export Assistance yaitu adanya masyarakat yang baru belajar sehingga tidak dapat mengerti informasi yang disampaikan akan tetapi hal ini tidak menjadi masalah karena tidak begitu rumit sehingga mereka memilah dan membiarkan masyarakt menanyakan terkait semua kendala yang mereka hadapi serta topik pembahsan yang tidak dipahami agar dapat disesuaikan dengan level pengetahuan masyarakat.
Adapun hasil wawancara dari eksportir dimana tidak mengalami kendala dari program Export Assistance karena informasi yang diberikan sangat detail dan dijelaskan dari dasar.
4. Triability (Kemungkinan Dicoba)
Sebuah inovasi dapat di uji coba pada lingkungan tertentu serta dalam jangka waktu tertentu. Sehingga jika pada saat uji coba terdapat ide baru maka akan dapat dengan mudah untuk diadopsi. Adapun penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Ulfa et al., 2020) dengan judul Inovasi Pelayanan Pendidikan (Studi Kasus: Program Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) Gratis Bagi Mahasiswa Kabupaten Pangkep) yang dilihat dari indikator Triability menunjukkan bahwa program tersebut pernah dilakukan tahap uji coba dan sangat diterima oleh masyarakat dimana semakin mudah inovasi dapat dicoba oleh masyarakat maka semakin cepat inovasi dapat diterima.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa inovasi program Export Assistance sudah sesuai dengan teori Rogers dimana pada tahap awal uji coba program Export Assistance ini dihadiri oleh 35 UMKM dan kegiatannya berupa kunjungan langsung serta kolaborasi dengan pemerintah daerah dan perbankan untuk edukasi masyarakat, akan tetapi dengan adanya pandemi covid-19 yang mengharuskan untuk beralih ke sosial media untuk konsultasi, edukasi serta penyampaian informasi, serta adanya penurunan perekonomian masyarakat sehingga harus meningkatkan skill agar survive di masa pandemi. Sehingga dengan
adanya sosial media explorer yang dapat menjangkau banyak masyarakat yang membuat program ini sukses dan diminati oleh para UMKM, para pelaku usaha ekspor, dan calon eksportir.
Hal tersebut dapat dilihat dari hasil wawancara denga salah satu Eksportir dimana sangat antusias dengan kegiatan yang dilakukan oleh team Export Assistance, serta adanya penambahan fasilitas dan kegiatan yang diadakan oleh Bea Cukai.
5. Observability (Kemudahan Diamati)
Tingkat sebuah inovasi dapat diamati dan dilihat oleh orang lain.
Sehingga semakin tinggi tingkat observability maka semakin mudah dipelajari dan diadopsi. Untuk mengukur observability dari inovasi program Export Assistance ini dapat dilihat dari seberapa mudah informasi dan kegitan program ini untuk diakses. Adapu penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Ulfa et al., 2020) dengan judul Inovasi Pelayanan Pendidikan (Studi Kasus: Program Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) Gratis Bagi Mahasiswa Kabupaten Pangkep) yang dilihat dari indikator Observability menunjukkan bahwa semakin mudah inovasi untuk diamati maka semakin mudah inovasi untuk diterima sehingga dapat dipelajari dan diadopsi.
Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat dikatakan bahwa inovasi program Export Assistance sudah sesuai dengan teori Rogers terkait observability, dimana program Export Assistance ini sangat mudah diakses
karena penyebaran informasinya dilakukan di sosial media seperti instagram, youtube serta whatsapp dimana hal ini bertujuan agar masyarakat mudah mengakses semua informasi terkait ekspor dan kegiatan yang dilakukan oleh team Export Assistance, terlebih adanya inisiasi staff yang menyebarkan informasi di luar group Export Assistance.
Hal ini dapat dilihat dari data survey yang membuktikan peningkatan partisipasi masyarakat dari tahun ke tahun.
72 BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terkait Inovasi Pelayanan Publik Melalui Program Export Assistance Pada Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Makassar yang telah dibahas diatas maka dapat disimpulkan bahwa:
a. Relaive Advantage (Keuntungan Relatif), dimana inovasi program Export Assistance ini memiliki manfaat bagi manfaat bagi masyarakat yaitu memberi motivasi untuk melakukan ekspor yang dapat meningkatkan kegiatan ekspor, mempertemukan eksportir dengan supplier, dan menambah devisa negara.
b. Compatibility (Kesesuaian, dimana inovasi Program Export Assistance telah sesuai dengan nilai-nilai yang ada sebelumnya dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat terkait informasi ekspor serta kegiatan dan platform yang digunakan.
c. Complexity (Kerumitan), dimana pada inovasi program Export Assistance terkadang terdapat masyarakat yang terkendala dengan topik pembahasan yang disampaikan akan tetapi kendala tersebut tidak terlalu menjadi masalah karena bisa diselesaikan oleh team Export Assistance.
d. Triablity (Kemungkinan Dicoba), dimana pada inovasi Export Assistance berhasil diterima oleh masyarakat yang dibuktikan oleh banyaknya kegiatan yang baru diadopsi dibanding dengan pada saat awal kegiatan sosialisasi.
e. Observability (Kemudahan Diamati), dimana inovasi program Export Assistance sangat mudah diamati dan diakses yang dibuktikan oleh peningkatan partisipasi masyarakat setiap tahunnya.
B. Saran
Progam Export Assistance ini dapat dikatakan telah berjalan dengan baik karena banyaknya partisipasi masyarakat baik dari para eksportir maupun UMKM yang tertarik dengan ekspor, akan tetapi karena masih terdapat masyarakat yang belum memiliki pengetahuan basic terkait ekspor maka sebaiknya perlu adanya penjelaskan secara singkat dasar-dasar dari topik yang akan dibahas pada awal pertemuan agar masyarakat/UMKM yang masih pemula dapat sedikit mengerti dari topik yang dibahas.
74
DAFTAR PUSTAKA
Alharbi, I. B. A., Jamil, R., Mahmood, N. H. N., & Shaharoun, A. M. (2019).
Organizational Innovation: A Review Paper. Open Journal of Business and Management, 07(03), 1196–1206. https://doi.org/10.4236/ojbm.2019.73084 Atthahara, H. (n.d.). Inovasi Pelayanan Publik Berbasis E-Government : Studi
Kasus Aplikasi Ogan Lopian Dinas. 3(1), 66–77.
Dhar, U. (2021). Asian Development Bank (ADB), Asian Development Outlook 2020: What Drives Innovation in Asia? . Journal of Asian Economic Integration, 3(1), 98–100. https://doi.org/10.1177/2631684620982127
Dr. Drs, H. Suwardi, M., & Dkk. (2021). CITY BRANDING : KONSEP DAN STRATEGI ( STUDI KASUS KABUPATEN KLATEN ).
Kogabayev, T., & Maziliauskas, A. (2017). The definition and classification of innovation. HOLISTICA – Journal of Business and Public Administration, 8(1), 59–72. https://doi.org/10.1515/hjbpa-2017-0005
Lailul Mursyidah, M. A., & Ilmi Usrotin Choiriyah, M. A. (2020). Buku Ajaran Manjemen Pelayanan Publi (M. S. Dr. Isnaini Rodiyah (ed.)). UMSIDA Press.
Maysara, M., & Asari, H. (2021). Inovasi Pelayanan Publik melalui Sistem Aplikasi Potensi Investasi (Siapi) di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Dumai. Jurnal Manajemen Dan Ilmu Administrasi
Publik (JMIAP), 3(September), 215–226.
https://doi.org/10.24036/jmiap.v3i3.290
Mulyawan, D. R. (2016). Birokrasi dan Pelayanan Publik (Wawan Guna).
Pelatihan, M., & Kader, D. (2016). Modul Pelatihan Dasar Kader PNS Pelayanan Publik (Revisi).
Rahayu, A. Y. S. S., & Juwono, V. (2019a). Birokrasi & Governance.
Rahayu, A. Y. S. S., & Juwono, V. (2019b). Birokrasi & Governance (Kharisma Putra Utama offset (ed.); 1st ed.). PT RajaGrafindo Persada.
Reformasi, D. A. N., & Republik, B. (2017). PERMENPAN NO. 17 TAHUN2017.
Reformasi, D. A. N., & Republik, B. (2021). Permen PANRB NO.7 Tahun 2021.
Science, O., & Outlook, I. (2021). OECD Science, Technology and Innovation Outlook 2020. OECD. https://doi.org/10.1787/75f79015-en
Sunarto, A. (2020). Pengembangan Sumber Daya Manusia dengan Berbasis Inovasi untuk Menghadapi Revolusi Industri 4.0. Jurnal Ilmiah MEA (Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi), 4(2), 397–407.
http://www.journal.stiemb.ac.id/index.php/mea/article/view/504
Susanto, J., & Anggraini, Z. (2019). Kualitas Pelayanan Publik Pada Kantor Camat Tabir Ulu Kabupaten Merangin. Jurnal Administrasi Negara, 25(2), 105–122. https://doi.org/10.33509/jan.v25i2.699
Ulfa, M., Mahsyar, A., & Ma’ruf, A. (2020). Inovasi Pelayanan Pendidikan ( Studi Kasus : Program Sumbangan Pembinaan Pendidikan ( Spp ) Gratis Bagi Mahasiswa Kabupaten Pangkep ). Journal Unismuh, 1(1), 1–15.
Yanuar, R. M. (2019). Inovasi Pelayanan Publik (Studi Kasus: Public Safety Center (PSC) 119 Kabupaten Bantul Sebagai Layanan Kesehatan dan Kegawatdaruratan). Jurnal Ilmu Pemerintahan, 04(0274), 20.
https://ojs.umrah.ac.id/index.php/kemudi
PEDOMAN WAWANCARA
INOVASI PELAYANAN PUBLIK MELALUI PROGRAM EXPORT ASSISTANCE PADA KANTOR PENGAWASAN DAN PELAYANAN BEA
CUKAI MAKASSAR 1. Jadwal Wawancara:
1.Hari, Tanggal : 2. Indetitas Informan:
1. Nama Inorman : 2. Jabatan :
Tabel.4.II. Pedoman Wawancara
Indikator Sub Indikator Pertanyaan
Keuntungan Relatif
a. Kenyamanan b. Kepuasan c. Bekerja lebih
cepat
d. Bekerja lebih mudah e. Manfaat bagi
masyarakat
1. Apakah anda (masyarakat) merasa puas dan terbantu dengan adanya Export Assistance ini?
2. Manfaat seperti apa yang didapatkan oleh masyarakat dengan adanya program ini?
3. Apa keunggulan dari program Export Assistance ini? (untuk masyarakat dan inistansi)
Kesulitan a. Mudah digunakan/
dipahami
1. Apakah program Export Assistance ini mudah dipahami dan digunakan
Indikator Sub Indikator Pertanyaan b. Kendala dan
kerumitan yang dihadapi
oleh masyarakat?
2. Kendala atau kesulitan seperti apa yang dihadapi dalam implementasi
program Export Assistance?
Implementasi, mencapai tujuan, dan SDM.
3. Kendala seperti apa yang anda (masyarakat) yang anda hadapi saat ingin mengakses program Export Assistance) 4. Apakah anda (masyarakat)
mudah memahami informasi yang diberikan oleh bea cukai terkait export?
Kesesuaian a. Kesesuaian dengan nilai yang ada sebelumnya b. Kesesuaian
dengan kebutuhan masyarakat c. Kesesuaian
perkembangan teknologi
1. Apakah program Export Assistance ini sudah sesuai dengan nilai yang ada sebelumnya?
2. Menurut anda apakah program Export Assistance ini sudah sesuai dengan kebutuhan masyarakat?
3. Menurut anda apakah apakaha dengan adanya program Export Assistance
Indikator Sub Indikator Pertanyaan
ini sudah sesuiai dengan kebutuhan anda?
4. Apakah sebelumnya anda (masyarakat) paham dengan proses dalam ekspor?
Peningkatan pengetahuan seperti apa sih yang anda dapatkan?
5. Apakah informasi yang diberikan oleh bea cukai sangat membantu anda?
Kemudahan Diamati
a. Kemudahan akses
1. Apakah program Export Assistance ini mudah diakses?
Kemungkinanan Dicoba
a. Sosialisasi atau uji coba
b. Partisipasi masyarakat
1. Apakah sebelumnya ada tahap sosialisasi?
2. Berapa lama tahap
sosialisasi/uji coba tersebut?
3. Bagaimana partisipasi masyarakat pada saat tahap uji coba/sosialisasi?
Partisipasi seperti apa?
4. Berapa banayk
masyarakat/company yang berpartisipasi pada saat tahap uji coba?
Gambar I. Instagram Khusus Export Assistance
Gambar II. Website dan Facebook Resmi Bea Cukai Makassar
Gambar III. Whatsapp Resmi Bea Cukai Makassar
Gambar IV. Penjelasan Program Export Assistance (sumber: web Kementerian Keuangan)
Gambar V. Wawancara dengan Pak Radhiawahyu (Staff export Assistance)
Gambar VI. Wawancara team Export Assistance
Gambar VII. Wawancara dengan Direktur Utama CV. Halin Nature Nusantara
Gambar VIII. Mengikuti Kegiatan Kopdar Export Assistance
Gambar IX. Kegiatan Kopdar Export Assistance
Gambar X. Mengikuti Kegiatan Kopdar Export Assistance
Gambar XI. Mengikuti Kegiatan Kopdar Export Assistance
Gambar XII. Webinar (Sumber: Youtube Bea Cukai Makassar)