BAB IV PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4. Uji Reabilitas Kualitas Audit
4.9 Pembahasan
4.9.1 Pengaruh PositifPengalaman Kerja (X1) terhadap Kualitas Audit(Y) Hasil uji hipotesis pada tabel 4.22 memperlihatkan variabel pengalaman kerja mempunyai tingkat signifikan sebesar 0,001 lebih kecil dari 0,05. hal ini berarti menerima ha1 dan menolak ho1 sehingga dapat dikatakan bahwa pengalaman kerjaberpengaruh secara positif terhadap kualitas audit terbukti kebenarannya atau ha1 dapat diterima. Nilai Coefficientsabeta atau besar pengaruhnya adalah 0,221 atau 22,1% pada tabel 4.22 Coefficientsa menunjukkan hubungan yang lemah untuk saling mempengaruhi antara pengalaman kerja terhadap kualitas audit.
Pengalaman kerja auditor berdasarkan lama bekerja merupakan pengalaman auditor yang dihitung berdasarkan suatu waktu/tahun, sehingga auditor yang telah lama bekerja sebagai auditor dapat dikatakan auditor berpengalaman.
Karena semakin lama bekerja sebagai auditor, maka akan dapat menambah dan memperluas pengetahuan auditor di bidang akuntansi dan auditing dalam kualitas audit.
Hasil penelitian ini sama dan konsisten dengan penelitian yang sudah dibuktikan oleh Gusti dan Ali tahun 2008 bahwa Pengalaman kerja berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit. Hasil tersebut dapat terlihat dari
hasil uji t dimana t n (3,533) >t el (1,99045). Maka Ho ditolak dan Ha diterima artinya terdapat pengaruh pengalaman kerja terhadap kualitas audit.Sig 0,001 < 0,05.
Dalam penelitian yang dilakukan oleh Slamet tahun 2010 memiliki hasil yang sama dengan penelitian ini yaitu bahwa pengalaman kerja berpengaruh terhadap kualitas audit. Hal ini dibuktikan dengan melihat coefficient beta sebesar 0,325 dengan probability value (p-v) sebesar 0,001 < 0,05.
Begitupula dengan penelitian yang dilakukan oleh Handayani tahun 2014 memiliki hasil yang sama dengan penelitian ini yaitu pengalaman kerja auditor berpengaruh terhadap kualitas audit. Hal ini dibuktikan dengan hasil probability value (p-v) sebesar 0,001< 0,05.
4.9.2 Pengaruh Positif Kode Etik (X2) terhadap Kualitas Audit (Y)
Berdasarkan analisis data dan perhitungan dengan pengujian nilai tpada tabel 4.22 variabel kode etiik menunjukkan bahwa kode etik berpengaruh positif terhadap kualitas audit diperoleh hasil probability value (p-v) sebesar 0,001 lebih kecil dari 0,05 pada tabel 4.20 Coefficientsa, artinya kode etik berpengaruhsecara positif terhadap kualitas audit terbukti kebenarannya atau ha1 dapat diterima. Nilai Coefficientsa beta atau besar pengaruhnya adalah 0.236 atau 23.6% pada tabel 4.20Coefficientsa menunjukkan hubungan yang cukup kuat untuk saling mempengaruhi antara kode etik terhadap kualitas audit.
Kode Etik Auditor menetapkan prinsip dasar dan aturan etika profesi yang harus diterapkan oleh setiap individu dalam kantor akuntan publik (KAP) atau jaringan KAP, dalam kode etik harus bisa menetapkan sikap etis sebagai bagian integral dari sikap hidup dalam menjalankan kehidupan sebagai pengemban profesi yang mempelajari penerapan prinsip-prinsip moral dasar atau norma-norma etis umum pada bidang-bidang khusus (profesi) kehidupan manusia.
Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian yang sudah dibuktikan oleh Gusti dan Ali tahun 2008 bahwa kode etik berpengaruh positif terhadap kualitas audit.Hasil tersebut dapat terlihat dari hasil uji t dimana t n 5.273 dengan tingkat signifikan sebesar 0,000, kemudian dibandingkan dengan t el sebesar 1,99045 ternyata nilai t n (5.273) >t el (1,99045). Maka Ho ditolak dan Ha diterima artinya terdapat pengaruh kode etikterhadap kualitas audit. Sig 0,000 < 0,05.
Dalam penelitian yang dilakukan olehSlamet tahun 2010memiliki hasil yang sama dengan penelitian ini yaitu bahwa kode etik berpengaruh positif terhadap kualitas audit. Hal ini dibuktikan dengan melihat coefficient beta sebesar0,488 dengan probability value (p-v)sebesar 0,001 < 0,05.
Begitupula dengan penelitian yang dilakukan olehHandayani tahun 2014 memiliki hasil yang sama dengan penelitian ini yaitu kode etik berpengaruh
terhadap kualitas audit. Hal ini dibuktikan dengan hasil probability value (p-v) sebesar 0,001< 0,05.
4.9.3 Pengaruh Positif Skeptisisme Profesional Auditor (X3) terhadap Kualitas Audit
Skeptisisme professional auditor adalah sikap yang selalu meragukan dan mempertanyakan segala sesuatu, dan menilai secara kritis bukti audit serta mengambil keputusan audit berlandaskan keahlian auditing yang dimilikinya.
Dalam penelitian yang di uji kepada responden, disini sebagai seorang auditor harus memiliki sifat kehati-hatian dalam mengaudit laporan yang sudah di sajikan.
Dalam temuan hasil penelitian pengujian nilai t untuk menguji bahwa skeptisisme profesional auditor berpengaruh positif terhadap kualitas audit diperoleh hasil probability value (p-v) sebesar 0,001 lebih kecil dari 0,05 pada tabel 4.20 Coefficientsa, artinya skeptisisme profesional auditor berpengaruh positif terhadap kualitas audit. Maka hipotesis kedua Ha3 yang menyatakan skeptisisme profesional auditor berpengaruh signifikan dan positif terhadap kualitas audit terbukti kebenarannya atau Ha3 dapat diterima dari nilai Coefficientsa beta atau besar pengaruhnya adalah 0.213 atau 21,3% pada tabel 4.20 Coefficientsa menunjukkan hubungan yang cukup lemah untuk saling mempengaruhi antara pengalaman kerja terhadap kualitas audit.
Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian yang sudah dibuktikan oleh Gusti dan Ali tahun 2008 bahwa Skeptisisme profesional auditor
berpengaruh positif terhadap kualitas audit.Hasil tersebut dapat terlihat dari hasil tingkat signifikan sebesar 0,004, kemudian dibandingkan dengan t el sebesar 1,990 ternyata nilai t n (9.198) >t el (1,990). Maka Ho ditolak dan Ha diterima artinya terdapat pengaruh Skeptisisme profesional auditor terhadap kualitas audit.
Dalam penelitian yang dilakukan oleh Slamet tahun 2010 memiliki hasil yang sama dengan penelitian ini yaitu bahwa skeptisisme professional auditor berpengaruh terhadap kualitas audit. Hal ini dibuktikan dengan melihat coefficient beta sebesar 0,216 dengan probability value (p-v)sebesar 0,001 <
0,05.
Begitupula dengan penelitian yang dilakukan oleh Handayani tahun 2014 memiliki hasil yang sama dengan penelitian ini yaitu Skeptisisme profesional auditor berpengaruh terhadap kualitas audit. Hal ini dibuktikan dengan hasil probability value (p-v) sebesar 0,001< 0,05.
4.9.4 Pengaruh Positif secara Simultan Pengalaman Kerja (X1) Kode Etik (X2) Skeptisisme Profesional Auditor (X3) terhadap Kualitas Audit (Y)
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengalaman kerja, kode etik dan skeptisisme profesional auditor secara bersama-sama berpengaruh positif terhadap kualitas audit sebesar 0,489 atau 48,3% dengan tingkat signifikansi 0,000<0,05 yang ditunjukkan pada tabel 4.23 Anovaa dan Fhitung 27,155 lebih besar dari Ftabel 2,72 yang ditunjukkan pada tabel 4.21 Model Summaryb. Hal
tersebut menunjukkan pengalaman kerja, kode etik dan skeptisisme profesional auditor secara bersama-sama memiliki pengaruh sebesar 48,9% terhadap kualitasaudit, sedangkan 51,1% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain diluar model penelitian.
Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian yang sudah dibuktikan oleh Gusti dan Ali tahun 2008 bahwa Pengalaman kerja auditor, kode etik dan Skeptisisme profesional auditor berpengaruh positif terhadap kualitas audit. Hal ini dibuktikan dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05.
Dalam penelitian yang dilakukan oleh Slamet tahun 2010memiliki hasil yang sama dengan penelitian ini yaitu bahwa Pengalaman kerja auditor, kode etik dan skeptisisme professional auditor berpengaruh positif terhadap kualitas audit. Hal ini dibuktikan dengan nilai signifikansi sebesar 0,001 < 0,05.
Begitupula dengan penelitian yang dilakukan oleh Handayani tahun 2014 memiliki hasil yang sama dengan penelitian ini yaitu Pengalaman kerja auditor, kode etik dan Skeptisisme profesional auditor berpengaruh positif terhadap kualitas audit. Hal ini dibuktikan dengan nilai signifikansi sebesar 0,001 < 0,05.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai pengaruh pengalaman kerja, kode etik, dan skeptisisme profesional auditor terhadap kualitas audit pada KAP Jakarta Selatan maka dapat ditarik kesimpulan oleh peneliti sebagai berikut :
1. Pengalaman kerja mempunyai pengaruh signifikan terhadap kualitas audit. Hal tersebut ditunjukan dengan hasil hipotesis, dimana pengujian dalam penelitian ini menunjukan t n (3,533) >t el (1,99045) dengan signifikan 0,001 lebih kecil dari 0,05. Maka Ho1 ditolak dan Ha1 diterima artinya terdapat pengaruh pengalaman kerja terhadap kualitas audit..
2. Kode etikmempunyai pengaruh signifikan terhadap kualitas audit.
Hal tersebutditunjukan dengan hasil hipotesis, dimana pengujian dalam penelitian ini menunjukan t n (5.273) >t el (1,99045) dengan signifikan 0,000 lebih kecil dari 0,005. Maka Ho2 ditolak dan Ha2 diterima artinya terdapat pengaruh kode etik terhadap kualitas audit.
3. Skeptisisme profesional auditor mempunyai pengaruh signifikan terhadap kualitas audit. Hal tersebut ditunjukan dengan hasil
hipotesis, dimana pengujian dalam penelitian ini menunjukan t n (9.198) >t el (1,99045) dengan signifikan sebesar 0,004 lebih kecil dari 0,005. Maka Ho3 ditolak dan Ha3 diterima artinya terdapat pengaruh positif Skeptisisme profesional auditor terhadap kualitas audit.
4. Besarnya pengaruh pengalaman kerja, kode etik, dan skeptisisme profesional auditor terhadap kualitas audit 48,9%, sisanya 51,1%
dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diuji dalam penelitian ini.
5.2 Saran
Berdasarkan hasil pembahasan dan kesimpulan penelitian, beberapa saran yang dapat penulis kemukakan adalah sebagai berikut:
1. Untuk penelitian selanjutnya seharusnya pada waktu penyebaran kuesioner tidak dilakukan dihari-hari sibuk para auditor sehingga tingkat pengembalian kuesioner dapat lebih tinggi dan mendapatkan hasil yang lebih akurat.
2. Untuk penelitian selanjutnya seharusnya dapat menggunakan metode wawancara langsung kepada responden agar responden memberikan jawaban yang benar-benar diliputi kesungguhan dan keseriusan, serta peneliti lebih terlibat dalam proses penelitian tersebut.
3. Untuk penelitian selanjutnya sebaiknya agar lebih memperluas wilayah sampel penelitian tersebut.
DAFTAR PUSTAKA BUKU
Achmad S. Ruky. 2011. Manajemen Penggajian dan Pengupahan untuk Karyawan Perusahaan. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.
Agoes, Sukrisno. 2012. Auditing Petunjuk Praktis Pemeriksaan Akuntan Oleh Akuntan Publik. Jilid 1, Edisi keempat. Salemba Empat, Jakarta.
Arens, A.A., S.B. Mark, R.J. Elder, dan A.A. Jusuf. 2013. Jasa Audit dan Assurance, Pendekatan Terpadu. Buku 1. Salemba Empat. Jakarta.
Arikunto, Suharsimi. 2013. Prpsedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik Jakarta:Rineka Cipta
Azwar, Sifuddin. 2012. Reabilitas dan Validitas, Edisi 4. Yogyakarta Pustaka Pelajar.
Boynton, William C, Johnson, Raimond and Kell , Walter G. (2010).
Modern Accounting Auditing. Jilid 1. Jakarta : Erlangga.
Ghozali, Imam. 2013. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS, Edisi Kelima, Penerbit Universitas Diponegoro, Bandung.
Institut Akutan Publik Indonesia. (2011). Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP). Jakarta: Salemba Empat.
Kahneman, et al. 2011. On The Psychology of Prediction. United State : Penguin Books Ltd.
Luthans, Fred. 2006. Perilaku Organisasi, (Alih Bahasa V.A Yuwono, dkk),Edisi Bahasa Indonesia, Yogyakarta: ANDI.
Mulyadi, 2014. Auditing. Buku 1. Jakarta : Salemba Empat.
Robbins, Stephen P. Dan Timothy A. Judge. 2009. Perilaku Organisasi.
Jakarta : Salemba empat.
Santoso, S. 2010. Statistik Multivariant Konsep dan Aplikasi dengan SPSS. Jakarta : PT. Elex Media Komputindo
Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Pendidikan (Kuantitatif, Kualitatif dan R&D). Bandung: Alfabeta.
Tuankotta, Theodorus. M. 2011. Berfikir Krisis dalam Auditoring.
Jakarta: Salemba Empat.
Uma Sekaran, 2006, Metedeologi Penelitian untuk Bisnis, Edisi 4, Buku 1, Jakarta: Salemba Empat
Uma Sekaran, 2006, Metedeologi Penelitian untuk Bisnis, Edisi 4, Buku 2, Jakarta: Salemba Empat
Wibowo. 2012. Manajemen Kinerja. Rajawali Pers, Jakarta.
JURNAL
Adyani, Nyoman. Anantawikrama, dan Trisna. 2014. Pengaruh Skeptisisme Profesional Auditor, Independensi, dan Pengalaman Auditor terhadap Tanggung Jawab Auditor Dalam Mendekati Kecurangan dan Kekeliruan Laporan Keuangan (Studi Kasus pada KAP Wilayah Bali). E-Journal SI Ak. Universitas Ganesa. Vol.2 No.1.
Anisna, Yuneita. Abidin, Zainal dan Christina. 2011. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Sikap Skeptisme Profesional seorang Auditor pada KAP di Sumatera. Pekbis Jurnal. Vol.3. No. 2 :490-497
Ananda, Sari. 2011 Etika Auditor terhadap Hasil Audit ( Studi pada KAP di kota Bali). ISSN-2442-4056. Vol. 1 No. 1
Christina, Sylvia. 2015. Pengaruh Pengalaman Kerja, Independensi, Objektifitas, Integritas, Kompetensi, dan Etika Auditor terhadap Hasil Audit ( Studi Kasus pada KAP di kota semarang). ISSN-236-2718
Eka, Wahyuni. 2016 Teori Keagenan Agency Theory ( Studi Kasus pada KAP Jakarta Selatan).
Halim. 2008 Pengaruh Job Insecurity, Kepuasan Kerja dan Komitmen Organisasional terhadap Keinginan Berpindah Kerja. E-Jurnal Akuntansi
& Keuangan Indonesia. ( Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga) Vol.5 No.1
Hundal, Shab. 2013. Independensi, E xperertise, and Experience of Audit Commitees : Some Aspects of Indian Corporate Sector. Vol.2 No.5 Kalau, Amin Ali. 2013. Pengaruh Kompetensi, Independensi, dan Skeptisisme Profesional Auditor Internal terhadap Kualitas Audit (
Survey Persepsi Auditor Inspektorat Kota Ambon). Cita Ekonomika. Vol.
7 No.2 : 257-261
Lestari. 2012. Analisis Pengaruh Audit Tenure, Ukuran KAP dan Ukuran Perusahaan klien terhadap Kualitas Audit (Studi Kasus di Kota Yogyakarta) ISSN-2345-2045 Vol.1 No.5
Nataline. 2007. Keuangan untuk Organisasi dan Lingkungan Kerja terhadap Turnover Intention. E-Journal Akuntansi Uhud. Vol.4 NO. 5 Nungki. 2011. Pengaruh Kompleksitas Audit, Tekanan Anggaran Waktu dan Pengalaman Auditor Terhadap Kualitas Audit dengan Variabel Moderating Pemahaman terhadap Sistem Informasi ( Studi Empiris pada KAP di Semarang ) E-Journal Pengauditan Ilmu Akuntansi Vo.8 No.2 Pramudita. 2012. Pengaruh Independensi, Profesionalisme, Struktur Audit, dan Role Stress terhadap Kinerja Auditor BPK RI Perwakilan Provinsi Bali. E-Journal Auditing Ilmu Akuntansi
Ramdanialsyah. 2010. Pengaruh Pengalaman Kerja terhadap Profesional Auditor. E-Journal Universitas Gunadarma. Vol.12 No.4
Ririn, Choiriyah. 2012. Pengaruh Time Budget Preassure dan Pengalaman Kerja Auditor terhadap Kualitas Auditor ( Studi Empiris Kantor Akuntan Publik di Bali ). Kajian Pendidikan & Akuntan Indonesia (KPAI) E-journal Universitas Mercu Buana Vo.32
Ruslan. 2012. Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Audit Delay pada Perusahaan yang Tercatat di Bursa Efek Indonesia. E-Journal Universitas Mercu Buana. Vol.3 No.2
Sahara. 2014. Pengaruh Pengalaman Kerja, terhadap Kualitas Audit : Etika Auditor sebagai Moderator. E-Journal Akuntansi. Vol.1 No.2.
Samsi, Nur Ridwan, dan Bambang. 2013. Pengaruh Pengalaman Kerja, Independensi, dan Kompetensi terhadap Kualitas Audit : Etika Auditor sebagai Variabel Pemoderasi. E-Journal Ilmu dan Riset Akuntansi. Vol.3 No. 6
Singgih, Bowo. 2011. Pengaruh Struktur Kepemilikan, Komite Audit, Komisaris Independen dan Dewan Direksi terhadap Integritas Laporan Keuangan. E-Journal Universitas Yogyakarta. Vol.1 No.3
Sita. 2014. Pengaruh Pengalaman Kerja, dan Etika Auditor terhadap Kinerja Auditor . E-Journal Ilmu dan Riset Akuntansi. Vol. 9
Slamet, Setiawan. 2012. Pengaruh Hubungan Interpersonal dan Lingkungan Kerja terhadap Kepuasan Kerja Karyawan. Skripsi.
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Sri, Hasanah. 2010. Pengaruh Audit Operasional terhadap Kinerja Non Keuangan dengan Audit atas Persediaan sebagai Variabel Intervening ( Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur) E-Journal Fakultas Ekonomi Akuntansi di Ponegoro
Suryono, Eko. 2010. Pengaruh Pengalaman Kerja, dan Etika Auditor terhadap Kualitas Audit. Skripsi. Universitas Negeri Semarang.
Susetyo. 2009. Pengaruh Masa Perikatan Audit, Rotasi KAP, Ukuran Perusahaan, dalam Pengalaman Kerja terhadap Kualitas Audit. E-Journal Akuntansi Universitas Indonesia
Syamsudin dkk. 2014. Pengaruh Audit Fee, Kesadaran Etis dan Logus of Control terhadap Perilaku Auditor Eksternal. E-Journal Akuntansi di Ponegoro
Syafitri, Wiwit. 2014. Pengaruh Kode Etik , Pengalaman Auditor terhadap Kualitas Audit pada Inspektorat Provinsi Kota Riau. E-Journal Fakultas Ekonomi Universitas Maritim
Tamanton, Putri. 2010. Pengaruh Etika Auditor, Skeptisisme Profesional Auditor terhadap Kualitas Auditor. E-Journal Universitas Surabaya Wahyu, Indrasari Anita. 2011. Pengaruh Pengalaman Kerja Auditor, Etika Auditor terhadap Kualitas Audit (Studi Empiris pada KAP Jakarta).
E-Journal Ekonomi Akuntansi Institut Global Indonesia
Watskin, dkk. 2001. Pengaruh Pengalaman Kerja, Independensi dan Kompleksitas Tugas terhadap Kualitas Auditor oleh Akuntan Publik di Surabaya. ISSN: 2132-1717 Vol. 2 No. 2
Wilasita, I.A Putu. 2014. Pengaruh Pengalaman Kerja, Due Profesional Care, dan Kepatuhan pada Kode Etik terhadap Kualitas Audit. E-Journal Akuntansi Audit Universitas Ganesha. Vol. 2 No. 1
Daftar Riwayat Hidup
Saya yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama : Dewi Anggraeni
Tempat/Tanggal Lahir : Jakarta, 03 September 1993 Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Kewarganegaraan : Indonesia
Alamat : Jl. Merpati 1 RT.006 RW.06 No.22 B, Kel. Wijaya Kusuma, Kec. Grogol Petamburan Jakarta Barat
Pendidikan
Jawa Barat 1999-2005 (Berijazah) -2008 (Berijazah) ta Barat 2008-2011 (Berijazah)
Demikianlah Daftar Riwayat Hidup ini saya buat dengan sebenar-benarnya.
Jakarta, Juli 2017
Penulis
( Dewi Anggraeni) 0413025`03125115