EVALUASI PROGRAM PENGEMBANGAN MASYARAKAT
2. Pembangunan Sarana Fisik
Pembangunan sarana fisik melalui dana P2KP diberikan secara hibah dengan tujuan manfaatnya dapat langsung dinikmati oleh warga masyarakat seperti pembuatan jalan lingkungan, ja lan setapak dan pembuatan tempat sampah. Masalah yang terjadi pada pembangunan fisik ini adalah pada pembuatan tempat sampah dibuat pada lokasi yang strategis yaitu di sisi jalan desa yang dilalui oleh warga masyarakat, sehingga menggangu ketentraman warga terutama dari bau yang ditimbulkannya. Tempat pembuangan sampah itu
akhirnya dibongkar oleh warga dan dipindahkan ke tempat yang tidak mengganggu warga masyarakat.
Sumber biaya yang dipergunakan oleh P2KP ini adalah berasal dari Dana Luar Negeri yang operasional kegiatannya dikoordinir melalui Instansi terkait mulai dari tingkat pusat sampai tingkat yang berada di bawahnya secara berjenjang. Alokasi dana P2KP pada tahun 2003/2004 untuk Desa Sekarwangi adalah sebesar Rp. 104.635.000,- yang diberikan secara bertahap menjadi 3 (tiga) caturwulan. Peruntukan dana P2KP dapat dilihat pada gambar 5 berikut ini:
Gambar 5. Grafik Penerimaan Dana P2KP di Desa Sekarwangi Tahun 2003/2004.
Gambar 5 menjelaskan bahwa alokasi dana terbesar dari budget P2KP adalah program peningkatan ekonomi yaitu berupa kegiatan pemberian dana pinjaman bergulir untuk Usaha Ekonomis Produktif bagi warga di Desa
Sekarwangi Kecamatan Katapang yaitu sebesar Rp. 46.550.000,- (44,49%). Dana tersebut diberikan kepada 8 (delapan) BKM yang ada di tiap-tiap RW.
Setiap RW memperoleh dana tersebut sekitar ± 5.000.000,- lebih (12,5%). Dari tiap BKM dibentuk KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) yang berjumlah 2 (dua) sampai 4 (empat) KSM di tiap RW. Jumlah KSM yang terbentuk di Desa Sekarwangi yaitu sebanyak 30 KSM. Jumlah yang diterima oleh anggota KSM bervariasi yaitu sebesar Rp. 250.000,- sampai dengan Rp. 500.000 per orang, sedangkan dalam setiap KSM terdapat 4 (empat) sampai 6 (enam) anggota.
Program Peningkatan Ekonomi
Program Peningkatan Kualitas Pemukiman Program Penguatan Masyarakat Desa Dana Operasional (BOP)
Rp. 46.550.000 (44,49%) Peningkatan Ekonomi Rp. 34.635.000 (33,10%) Pemukiman Rp. 18.688.096 (17,86%) Penguatan Masy.Ds Rp. 4.761.904 (4,55%) BOP
Program P2KP yang kedua adalah program peningkatan kualitas pemukiman warga miskin yaitu sebesar Rp. 34.635.000,- (33,10%) yang diperuntukkan bagi pembuatan jalan lingkungan (gang) dan pembuatan bak sampah yang ada di masing-masing RW. Adapun program pengembangan masyarakat yang lain yaitu berupa program penguatan masyarakat sebesar Rp. 18.688.096,- (17,86%) yang berisi media warga yaitu kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh BKM berupa pertemuan-pertemuan dan musyawarah, Tunjangan Warga Jompo sebanyak 10 orang dan Beasiswa bagi Pelajar miskin sebanyak 3 orang.
Dana operasional (BOP) yang dialokasikan dari P2KP sebesar Rp. 4.761.904 (4,55%) diperuntukkan bagi pengelola dana P2KP yaitu para DPK (Dewan Pimpinan Kolektif) / BKM, tetapi dana tersebut tidak dikeluarkan dalam bentuk honorarium tetapi untuk pembiayaan pembuatan laporan, evaluasi dan pengawasan atau pengecekan ke RW. Pendekatan yang digunakan oleh P2KP pada dasarnya adalah pendekatan Partisipatif, tetapi tidak semua kegiatan mengikutsertakan warga masyarakat. Banyak warga masyarakat dan para elite masyarakat mengikuti kegiatan P2KP pada saat dana akan turun, tetapi setelah masa pengguliran, partisipasi warga masyarakat mulai merosot tajam dalam hal pengembalian pinjaman ataupun dalam rapat pertemuan pengurus dan terutama setelah adanya isu bahwa dana P2KP merupakan dana HIBAH.
Pola pengembangan masyarakat dari program P2KP melibatkan partisipasi masyarakat secara langsung. Pola tersebut terdiri dari beberapa tahap menurut persepsi dari pengurus BKM, yaitu sebagai berikut:
1. Tahap Perencanaan Kegiatan
Tahap perencanaan dalam P2KP melibatkan para stakeholder dengan mengikuti sosialisasi yang diadakan baik oleh Pemerintah Kabupaten Bandung maupun oleh Konsultan Manajemen Wilayah (KMW). Kegiatan yang direncanakan dalam Musbangdes hanya diikuti oleh elite masyarakat, sedangkan warga masyarakat sebagai golongan grass root tidak dilibatkan secara aktif. Jumlah perempuan yang terlibat dalam kegiatan perencanaan program P2KP sebanyak 3 (tiga) orang. Mereka adalah pengurus PKK dan kerabat pengurus desa. Warga masyarakat terutama perempuan kepala rumahtangga yang mengelola usaha mikro tidak dilibatkan dalam perencanaan kegiatan P2KP, sehingga masalah dan kebutuhan mereka tidak diketahui.
2. Tahap Pemilihan Pengurus BKM
Tahap pemilihan pengurus BKM merupakan suatu tahap di mana warga masyarakat berperan aktif dalam pemilihan anggota UPK/BKM di tiap -tiap RW. Pemilihan anggota BKM berdasarkan wilayah RW dan keaktifan mereka dalam bermasyarakat. Pengurus BKM berperan untuk mendata, menyeleksi dan menentukan penerima bantuan dana bergulir P2KP terutama untuk kegiatan usaha ekonomi produktif.
3. Tahap Pendataan
Tahap pendataan dilakukan oleh BKM (Badan Keswadayaan Masyarakat) atau di Desa Sekarwangi disebut UPK (Unit Pelaksana Kegiatan) yang ada di tiap RW (di De sa Sekarwangi terdapat 8 RW), kemudian Ketua UPK melakukan pendataan bagi keluarga miskin yang memerlukan dana untuk usaha mikronya. Warga masyarakat diberikan kebebasan untuk memilih jenis usaha ekonomi produktif yang dikelolanya, perluasan kesempatan dan peluang usaha maupun untuk kegiatan prasarana fisik. Keterlibatan perempuan kepala rumahtangga yang mengelola usaha mikro hanya sebagai penerima informasi adanya pinjaman P2KP yang dapat dikembalikan dalam jangka waktu tertentu dengan bunga pinjaman yang telah ditentukan.
4. Tahap Seleksi
Tahap seleksi yaitu UPK menyeleksi keluarga mana yang berhak memperoleh bantuan modal usaha dilihat dari jenis usaha dan kemendesakan yang dialami. Setelah seleksi dilakukan kemudian warga dikelompokkan dalam KSM sesuai deng an jenis usaha yang dikelolanya. Tiap KSM terdiri dari 4 (empat) sampai 5 (lima) orang. Untuk membedakan antar KSM yang terletak di tiap RW diberikan nama menurut jenis “bunga”. PKRT usaha mikro tidak dilibatkan dalam proses seleksi, karena penerima dana bantuan P2KP telah ditentukan oleh BKM di wilayah RW masing-masing.
5. Tahap Pelaksanaan Kegiatan
Tahap pelaksanaan kegiatan yaitu berupa kegiatan pengajuan proposal usaha oleh warga. Mereka juga telah mempersiapkan jenis barang untuk meningkatkan usaha mereka. Bagi PKRT usaha mikro pengajuan proposal ini merupakan peluang untuk meningkatkan usahanya, tetapi banyak diantara mereka yang tidak menerima dana tersebut.
6. Tahap Monitoring
Tahap monitoring dilakukan oleh BKM/UPK kepada KSM yang berada di wilayahnya berupa pengawasan terhadap pengguliran dana dari satu KSM kepada KSM yang lainnya. Tahap monitoring dijadikan kegiatan untuk menagih pengembalian pinjaman yang digunakan oleh warga. Apabila dana tersebut telah terkumpul, maka diberikan ke KSM baru dengan ha rapan agar semua warga merasakan manfaat dari dana tersebut. Masalah yang terjadi dana pinjaman kadang sulit kembali karena usaha yang dijalankan oleh warga mengalami kebangkrutan.
Realisasi dana P2KP untuk pembangunan ekonomi rakyat di Desa Sekarwangi Kecamatan Katapang dapat dilihat pada Tabel 18. berikut ini:
Tabel 18. REKAPITULASI JUMLAH PENERIMAAN DAN PENGEMBALIAN DANA P2KP PROGRAM PENINGKATAN EKONOMI KELUARGA MISKIN
TAHUN 2004 - 2005
( 8 UPK/BKM DI DESA SEKARWANGI KEC. KATAPANG)
NO RW NAMA UPK/BKM JM YG