• Tidak ada hasil yang ditemukan

AKAR DAN KOLONISASI MIKORIZA DI BEKAS JALAN SARAD

3.3 Hasil dan Pembahasan 1 Shoot-root ratio

3.3.3 Pembatasan volume akar

Pembatasan volume akar, misalnya, dengan ukuran pot kecil, memiliki pengaruh hambatan pada pertumbuhan akar yang mirip dengan pemadatan tanah. Pertumbuhan tunas terhambat oleh 'tekanan pembatasan akar' (efek bonsai) kemungkinan disebabkan oleh nutrisi dan pasokan air yang terbatas untuk tunas. Namun, efek yang sama terjadi pada kultur pasir saring dengan cairan nutrisi (Robbins dan Pharr 1988) atau dalam wadah dengan sistem kultur hidroponik melalui aliran. Aktivitas akar yang ditunjukkan oleh konsumsi O2 per unit berat

akar akan nyata lebih rendah dalam kondisi di bawah tekanan pembatasan akar, dan terjadi peningkatan pembentukan gas etilen, tetapi hal ini mungkin merupakan kejadian sekunder (Peterson et al. 1991). Di bawah tekanan pembatasan akar akan terjadi penurunan berat kering relatif sama baik di akar maupun pucuk seiring dengan penurunan ukuran pot (Robbins dan Pharr 1988).

Penurunan ukuran panjang daun adalah respon yang paling nyata terhadap tekanan pembatasan akar, dan penurunan ini terutama disebabkan oleh pembelahan sel yang berkurang dan tidak terlalu besar dari ukuran selnya (Cresswell dan Causton 1988). Dengan demikian, pertumbuhan tunas yang terhambat di bawah tekanan pembatasan akar sepertinya diatur oleh sinyal hormonal akar yang diturunkan dimana faktor gizi atau hubungan air dan tanaman yang mungkin, atau mungkin tidak, memainkan peran sekunder. Tekanan pembatasan akar memiliki implikasi praktis untuk tanaman dalam pot di hortikultura, tetapi juga patut mendapat perhatian lebih dalam plot percobaan di kehutanan.

Pada bekas jalan sarad yang padat, lubang tananam yang dibuat akan membentuk seperti pot tanaman, sehingga akar tanaman sulit berkembang. Pengaruh kadar air tanah (atau dari potensi air tanah) terhadap pertumbuhan akar dinyatakan dalam bentuk kurva optimum khas yang kimia dan fisik tanah sebagai parameter yang berperan. Pada impedansi mekanik tanah kering dan potensi air tanah rendah merupakan faktor stres yang dominan. Perkembangan akar

S.leprosula dan S.parvifolia di bekas jalan sarad nampak tidak berkembang dengan baik ketika tidak ada LRB dan CD (Gambar 3.1 dan 3.2). Akar primer di bagian bawah menjadi bengkok dan tumbuh ke arah horizontal ketika menghadapi kepadatan tanah yang tinggi. Pada tanah salin, akumulasi garam pada umumnya dan permukaan akar khususnya, menurunkan potensi air tanah dan dalam

kombinasi dengan ketidakseimbangan ion dalam rhizosfer, merupakan faktor stres tambahan pertumbuhan akar dan fungsinya (Kafkafi 1991).

Perlakuan interaksi antara LRB dan CD menunjukkan bahwa akar primer tanaman S. leprosula lebih panjang (7.62 cm) dan berbeda nyata dengan perlakuan lainnya (Tabel 3.2). Perlakuan tidak berpengaruh nyata terhadap panjang akar sekunder. Berbeda dengan S. leprosula, panjang akar sekunder S. parvifolia tidak dipengaruhi oleh perlakuan interaksi antara LRB dan CD (Tabel 3.3). Pemanfaatan LRB dan CD di bekas jalan sarad dan untuk mengurangi aliran tanah diharapkan dapat memperkuat daya serap tanah terhadap air karena air akan lebih mudah masuk ke dalam profil tanah sehingga terjadi peningkatan kesuburan tanah dan mengurangi aliran permukaan. Selain itu, tingkat kelembaban tanah akan meningkat sehingga memberikan tempat yang sesuai untuk berkembangknya akar. Respons jenis tanaman tampaknya berbeda antara jenis. LRB dan CD mempengaruhi panjang akar primer S. leprosula dan sebaliknya pada jenis S. parvifolia mempengaruhi panjang akar sekunder. Aktivitas akar yang ditunjukkan oleh konsumsi O2 per unit berat akar akan nyata lebih rendah dalam kondisi di

bawah tekanan pembatasan akar, dan terjadi peningkatan pembentukan gas etilen, tetapi hal ini mungkin merupakan kejadian sekunder (Peterson et al. 1991). Di bawah tekanan pembatasan akar akan terjadi penurunan berat kering relatif sama baik di akar maupun pucuk seiring dengan penurunan ukuran pot (Robbins dan Pharr 1988).

Penurunan ukuran panjang daun adalah respon yang paling nyata terhadap tekanan pembatasan akar, dan penurunan ini terutama disebabkan oleh pembelahan sel yang berkurang dan tidak terlalu besar dari ukuran selnya (Cresswell dan Causton 1988). Dengan demikian, pertumbuhan tunas yang terhambat di bawah tekanan pembatasan akar sepertinya diatur oleh sinyal hormonal akar yang diturunkan dimana faktor gizi atau hubungan air dan tanaman yang mungkin, atau mungkin tidak, memainkan peran sekunder. Tekanan pembatasan akar memiliki implikasi praktis untuk tanaman dalam pot di hortikultura, tetapi juga patut mendapat perhatian lebih dalam plot percobaan di kehutanan.

Pada bekas jalan sarad yang padat, lubang tananam yang dibuat akan membentuk seperti pot tanaman, sehingga akar tanaman sulit berkembang. Pengaruh kadar air tanah (atau dari potensi air tanah) terhadap pertumbuhan akar dinyatakan dalam bentuk kurva optimum khas yang kimia dan fisik tanah sebagai parameter yang berperan. Pada impedansi mekanik tanah kering dan potensi air tanah rendah merupakan faktor stres yang dominan. Perkembangan akar S. leprosula dan S. parvifolia di bekas jalan sarad nampak tidak berkembang dengan baik ketika tidak ada LRB dan CD (Gambar 3.1 dan 3.2). Akar primer di bagian bawah menjadi bengkok dan tumbuh ke arah horizontal ketika menghadapi kepadatan tanah yang tinggi. Pada tanah salin, akumulasi garam pada umumnya dan permukaan akar khususnya, menurunkan potensi air tanah dan dalam kombinasi dengan ketidakseimbangan ion dalam rhizosfer, merupakan faktor stres tambahan pertumbuhan akar dan fungsinya (Kafkafi 1991).

Perlakuan interaksi antara LRB dan CD menunjukkan bahwa akar primer tanaman S. leprosula lebih panjang (7.62 cm) dan berbeda nyata dengan perlakuan lainnya (Tabel 3.2). Perlakuan tidak berpengaruh nyata terhadap panjang akar sekunder. Berbeda dengan S. leprosula, panjang akar sekunder S. parvifolia tidak

dipengaruhi oleh perlakuan interaksi antara LRB dan CD (Tabel 3.3). Pemanfaatan LRB dan CD di bekas jalan sarad dan untuk mengurangi aliran tanah diharapkan dapat memperkuat daya serap tanah terhadap air karena air akan lebih mudah masuk ke dalam profil tanah sehingga terjadi peningkatan kesuburan tanah dan mengurangi aliran permukaan. Selain itu, tingkat kelembaban tanah akan meningkat sehingga memberikan tempat yang sesuai untuk berkembangknya akar. Respons jenis tanaman tampaknya berbeda antara jenis. LRB dan CD mempengaruhi panjang akar primer S. leprosula dan sebaliknya pada jenis S. parvifolia mempengaruhi panjang akar sekunder.

Tabel 3. 2 Panjang dan jumlah akar primer dan sekunder tanaman Shorea leprosula 12 bulan setelah perlakuan LRB dan CD

LRB CD Panjang akar (cm) Jumlah akar (n)

primer sekunder primer sekunder

Tanpa (B1) Tanpa (Cd1) 4.53 tn 8.63 b* 7.52 a* 36.78 c*

Dengan (Cd2) 5.32 7.27 b 7.22 a 49.78 a

Dengan (B2) Tanpa (Cd1) 5.90 10.09 a 5.00 c 47.00 b

Dengan (Cd2) 7.62 10.71 a 10.67 b 47.60 b

Keterangan : * Angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama menunjukkan berbeda nyata DMRT P 0.05. tn= tidak berbeda nyata

Tabel 3. 3 Panjang dan jumlah akar primer dan sekunder tanaman Shorea parvivolia 12 bulan setelah perlakuan LRB dan CD

LRB CD Panjang akar Jumlah akar

Primer Sekunder Primer Sekunder Tanpa (B1) Tanpa (Cd1) 5.07 tn 7.87 tn 5.00 tn 31.89 tn Dengan (Cd2) 4.06 6.32 8.00 44.00 Dengan (B2) Tanpa (Cd1) 4.38 tn 6.84 tn 9.11 tn 39.67 tn Dengan (Cd2) 8.50 8.98 10.33 94.00

Keterangan : * Angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama menunjukkan berbeda nyata DMRT P 0.05. tn= tidak berbeda nyata

Keterangan : (A). Tanpa LRB , Tanpa CD, (B). Tanpa LRB dengan CD (C). Dengan LRB, tanpa CD, (D). Dengan LRB dan dengan CD

Gambar 3. 1 Keragaan akar Shorea leprosula umur satu tahun setelah tanam di bekas jalan sarad

Keterangan: (A) Tanpa LRB , Tanpa CD. (B) Tanpa LRB dengan CD. (C) Dengan LRB, tanpa CD.(D) Dengan LRB dan dengan CD

Gambar 3. 2 Keragaan akar Shorea parvifolia umur satu tahun setelah tanam di bekas jalan sarad

Dokumen terkait