}ﻒﮭﻜﻟا
A. PEMBELAJARAN CTL PAI 1. Pengertian Pembelajaran
Pembelajaran berasal dari kata dasar "Ajar" yang artinya petunjuk yang diberikan orang supaya diketahui. Dari kata ajar inilah lahir kata kerja "Belajar"
yang berarti berlatih atau berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu. Dan kata "Pembelajaran" yang berasal dari kata "Belajar" mendapat awalan pem – dan akhiran – an, yang merupakan konfiks nominal (bertalian dengan perfiks verbal meng) yang mempunyai arti proses.
Berikut adalah beberapa devinisi tentang pembelajaran yang dikemukakan oleh para ahli:
a. Menurut Degeng dalam Muhaimin, pembelajaran ( atau ungkapan yang lebih dikenal sebelumya dengan pengajaran ) adalah upaya untuk membelajarkan siswa
b. Pembelajaran adalah upaya untuk membelajarkan siswa untuk belajar.
Kegiatan ini mengakibatkan siswa mempelajari sesuatu dengasn cara lebih efektif dan efisien
c. Pembelajaran adalah suatu usaha untuk mengorganisasi lingkungan sehingga menciptakan belajar bagi siswa
Muhammad Surya memberikan pengertian pembelajaran ialah suatu proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh suatu perubahan perilaku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Pengertian ini lebih menekankan kepada murid (individu) sebagai pelaku perubahan.
Surya mengemukakan, ada lima prinsip yang menjadi landasan pengertian pembelajaran yaitu; Pertama, pembelajaran sebagai usaha memperoleh perubahan perilaku, prinsip ini mengandung makna bahwa ciri utama proses pembelajaran itu adalah adanya perubahan perilaku dalam diri individu (walaupun tidak semua perubahan perilaku individu merupakan hasil pembelajaran). Kedua, Hasil pembelajaran ditandai dengan perubahan perilaku secara keseluruhan. Prinsip ini mengandung makna bahwa perubahan perilaku sebagai hasil pembelajaran adalah meliputi semua aspek perilaku dan bukan hanya satu atau dua aspek saja. Perubahan - perubahan itu meliputi aspek kognitif, afektif dan motorik. Ketiga, pembelajaran merupakan suatu proses. Prinsip ketiga ini mengandung makna bahwa pembelajaran itu merupakan suatu aktivitas yang berkesinambungan, di dalam aktivitas itu terjadi adanya tahapan-tahapan aktivitas yang sistematis dan terarah. Jadi, pembelajaran bukan sebagai suatu benda atau keadaan yang statis, melainkan merupakan suatu rangkaian aktivitas-aktivitas yang dinamis dan saling berkaitan. Keempat, proses pembelajarn terjadi karena adanya sesuatu yang mendorong dan adanya suatu tujuan yang akan dicapai. Prinsip ini mengandung makna bahwa aktivitas pembelajaran itu terjadi karena adanya kebutuhan yang harus dipuaskan dan adanya tujuan yang ingin dicapai. Atas
dasar prinsip itulah pembelajaran akan terjadi apabila individu merasakan adanya kebutuhan yang mendorong dan ada sesuatu yang ingin dicapai.
Belajar tidak akan efektif tanpa adanya dorongan dan tujuan. Kelima, pembelajaran merupakan bentuk pengalaman. Pengalaman pada dasarnya adalah kehidupan melalui situasi yang nyata dengan tujuan tertentu, pembelajaran merupakan bentuk interaksi individu dengan lingkungannya, sehingga banyak memberikan pengalaman dari situasi nyata.
Prinsip yang lain juga dipaparkan oleh Abdul Majid dalam bukunya perencanaan pembelajaran diantaranya adalah:
a. Motivasi
Kebutuhan akan pengkuan social mendorong seseorang untuk melakukan suatu kegiatan untuk mencapai berbagai upaya kegiaan social. Motivasi terbentuk oleh tenaga-tenaga yang bersumber dari dalam danluar individu.
b. Fokus
Ucapan yang ringkas, langsung pada inti pembicaraan tanpa ada kata-kata yang memalingkan dari ucapannya, sehingga mudah dipahami.
Pembicaraanya tidak terlalu cepat sehingga dapat memberikan waktu yang cukup pada anak untuk mengasainya.
c. Repetisi
Senantiasa melakukan tiga kali pengulangan pada kaimat-kalimatnya supaya dapat diingat atau dihafal.
d. Analogi langsung
Seperti pada contoh perumpamaan orang yang beriman dengan pohon kurma sehingga dapat memberikan motivasi, hasrat ingin tahu, memuji atau mencela dan mengasah otak untuk menggerakkan potensi pemikiran atau timbul kesadaran untuk merenung dan tafakkur.
e. Memperhatikan keragaman anak
Memperhatikan keragaman anak sehingga dapat melahirkan pemahaman yang berbeda dan tidak terbatas satu pemahaman saja, dan dapat memotivasi siswa terus belajar tanpa dihinggapi perasaan jemu.
f. Memperhatikan tiga tujuan moral yaitu kognitif, emosional dan kinetik.
g. Memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan anak seperti ketika nabi Muhammad SAW mengusap bagian atas kepala dan dada abu mahdzurah, sehingga abu mahdzurah berkata, hatiku dipenuhi dengan iman dan keyakinan.
h. Menumbuhkan kreativitas anak
Dengan mengajukan pertanyaan, kemudian mendapat jawaban dari anak yang diajak bicara.
i. Berbaur dengan anak-anak
Berbaur dengan anak-anak, masyarakat dan sebagainya, tidak eksklusif/terpisah seperti makan bersama mereka, bermusyawarah dengan mereka dan berjuang dengan mereka.
j. Aplikasi
Rasulullah SAW langsung memberikan pekerjaan pada anak yang berbakat.
Misalnya setelah abu mahdzurah menjalani pelatihan adzan dengan sempurna yang kita sebut dengan ad-daurah at-tarbiyah.
k. Doa setiap perbuatan tentunya diawali dan diakhiri dengan menyebut asma Allah, dan
l. Teladan
Satu kata antara ucapan dan perbuatan yang dilandasi dengan niat yang tulus karena Allah.20
Pengertian lain dirumuskan oleh Oemar Hamalik, bahwa pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan dan prosedur yang saling mempengaruhi mencapai tujuan pembelajaran
Pembelajaran adalah bagaimana mengelola lingkungan agar terjadi tindak belajar pada seseorang (sejumlah orang) secara efektif dan efisien.
Pembelajaran terkait dengan bagaimana (how to) membelajarkan siswa atau bagaimana membuat siswa dapat belajar dengan mudah dan terdorong oleh kemauannya sendiri untuk mempelajari ada (what to) yang teraktualisasikan dalam kurikulum sebagai kebutuhan peserta didik.21
Empat pilar pembelajaran yang menjadi peran dalam keberhasilan belajar mengajar dalam kurikulum KBK yang berorientasi pada pengalaman
20Abdul majid, perencanaan pembelajaran, mengembangkan standar kompetensi guru. Rosda, Bandung. Hal 131-132
21Ibid Muhaimin. Hal 145
belajar sesuai dengan prinsip belajar sepanjang hayat. Empat pilar tersebut adalah:
1. learning to know: yang berarti juga learning to learn.
Learning to know mempunyai kandungan pengertian bahwa belajar itu pada dasarnya tidak hanya berorientasi pada produk atau hasil belajar.
2. Learning to do.
Learning to do mengandung pengertian bahwa belajar itu bukan hanya sekedar mendengar dan melihat dengan tujuan akumulasi pengetahuan akan tetapi belajar untuk berbuat dengan tujuan akhir penguasaan yang kompeten yang sangat diperlukan dalam era persaingan.
3. Learning to be.
Mengandung pengertian bahwa belajar adalah membnetuk manusia yang
“menjadi dirinya sendiri” dengan kata lain belajar untuk mengaktualisasikan dirinya sebagai individu dengan kepribadian yang memiliki tanggung jawab sebagai manusia.
4. Learning to live together.
Belajar untu bekerja sama. Hal itu diperlukan karena didalam masyarakat tentunya saling Bantu-mebantu karena tidak mungkin manusia bias
berthan hidup dengan sendiri atau mengasingkan dirinya dengan kelompok lainnya.22
2. Pengertian PAI
Pendidikan sebagai usaha membina dan mengembangkan pribadi dari aspek-aspek rohani dan jasmaniah juga harus berlangsung secara bertahap.
Oleh karena suatu kematangan yang bertitik akhir pada optimalisasi perkembangan atau pertumbuhan, baru dapat tercapai bilamana berlangsung memulai proses demi proses kearah tujuan akhir perkembangan atau pertumbuhannya.
Pendidikan menurut pengertian Yunani adalah pedagogik, yaitu : ilmu menuntun anak. Orang Romawi melihat pendidikan sebagai educare, yaitu mengeluarkan dan menuntun, tindakan merealisasikan potensi anak yang dibawa waktu dilahirkan di dunia. Bangsa Jerman melihat pendidikan sebagai Erziehung yang setara dengan educare, yakni : membangkitkan kekuatan terpendam atau mengaktifkan kekuatan/potensi anak. Dalam bahasa Jawa, pendidikan berarti panggulawentah (pengolahan - Red), mengolah, mengubah kejiwaan, mematangkan perasaan, pikiran, kemauan dan watak, mengubah kepribadian sang anak.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pendidikan berasal dari kata dasar didik (mendidik), yaitu: memelihara dan memberi latihan (ajaran,
22Dr, Wina Sanjaya. Pembelajaran dalam Implementasi KBK. Kencana, Bandung: 2005. hal 97-98
pimpinan) mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran. Sedangkan pendidikan mempunyai pengertian : proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan latihan, proses perbuatan, cara mendidik. Ki Hajar Dewantara mengartikan pendidikan sebagai daya upaya untuk memajukan budi pekerti, pikiran serta jasmani anak, agar dapat memajukan kesempurnaan hidup yaitu hidup dan menghidupkan anak yang selaras dengan alam dan masyarakatnya.
Dari etimologi dan analisis pengertian pendidikan di atas, secara singkat pendidikan dapat dirumuskan sebagai tuntunan pertumbuhan manusia sejak lahir hingga tercapai kedewasaan jasmani dan rohani, dalam interaksi dengan alam dan lingkungan masyarakatnya.23
Pendidikan dapat pula diartikan bimbingan secara sadar oleh pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani peserta didik menuju terbentuknya kepribadian yang utama. Oleh karena itu, pendidikan dipandang sebagai salah satu aspek yang memiliki peranan pokok dalam membentuk generasi muda agar memiliki kepribadian yang utama.24
Pengertian dari pendidikan agama itu sendiri adalah pendidikan agama yang tidak dapat dipisahkan dengan pengertian pendidikan pada umumnya, sebab pendidikan agama merupakan bagian yang sangat integral dari pendidikan secara umum.
23http://www.google.hakikatpendidikan.org
24 Zuhairini et al, 2004. Metodologi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Malang: UIN, hlm.
1
Pendidikan juga diartikan sebagai upaya sadar dan terencana yang ditujukan kepada peserta didik terhadap perkembangan jasmani dan rohani menuju terbentuknya kepribadian yang utama sehingga pendidikan dipandang sebagai salah satu aspek yang memiliki peranan pokok dalam membentuk generasi muda yang memiliki kepribadian yang utama.
Pengertian pendidikan Islam menurut bahasa Arab ada beberapa istilah yang dipergunakan untuk menunjukkan pendidikan antara lain adalah at-ta’lim yang berarti pengajaran, at-tadib yang berarti pendidikan yang bersifat khusus, at-tarbiyah yang berarti pendidikan.
Menurut Abdur Rahman An-Nahlawi menjelaskan bahwa at-tarbiyah memiliki tiga asal kata, yaitu dari:
a. Raba-yarbu yang berarti bertambah dan tumbuh.
b. Raba-yarba dengan wazan khafiya-yakhfas, berarti menjadi besar.
Dengan demikian dasar pendidikan agama Islam sudah jelas dan tegas yaitu firman Allah dan Sunnah Rasulullah SAW, maka isi Al-Qur’an dan Hadits-lah yang menjadi pedoman pendidikan agama Islam. Al-Qur’an adaHadits-lah sumber kebenaran dalam agama Islam, sedangkan Sunnah Rasulullah yang dijadikan landasan pendidikan agama Islam adalah berupa perkataan, perbuatan, atau pengakuan Rasulullah SAW dalam bentuk isyarat. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an: