• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

A. Landasan Teoritik

1) Pembelajaran Intrakurikuler PAI

Intrakurikuler adalah kegiatan proses pembelajaran yang dilakukan di sekolah pada jam-jam pelajaran terjadwal dan terstruktur yang waktunya telah ditentukan dalam kurikulum. Proses pembelajaran intrakurikuler dapat dilaksanakan setelah disusun jadwal pelajaran. Jadwal pelajaran disusun untuk mengetahui apa yang akan diajarkan oleh guru agama pada kelas tertentu selama seminggu. Jadwal tersebut juga dijadikan pedoman bagi guru untuk mengetahui kelas mana yang harus diajar dan berapa lama harus berada di kelas tersebut34.

Adapun pembelajaran pendidikan agama Islam meliputi penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, penilaian hasil pembelajaran, dan pengawasan proses pembelajaran untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien.

a) Perencanaan Pembelajaran

Dilihat dari terminologinya, perencanaan pembelajaran terdiri dari dua kata yakni kata perencanaan dan pembelajaran. Perencanaan berasal dari kata dasar rencana yaitu pengambilan keputusan tentang apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan. Perencanaan harus dimulai dari penetapan tujuan yang akan dicapai melalui analisis kebutuhan serta dokumen yang lengkap, kemudian menetapkan langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut35. Abdul Majid mengatakan bahwa dalam konteks pembelajaran, perencanaan dapat diartikan sebagai proses penyusunan materi peajaran, penggunaan media

34 Abdul Rachman Shaleh. Pendidikan Agama & Pembangunan Watak Bangsa. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada, 2006, 169-170

35

pembelajaran, penggunaan pendekatan dan metode pembelajaran, dan penilaian dalam suatu alokasi waktu yang akan dilaksanakan pada masa tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan36. Perencanaan pembelajaran di sekolah dirancang dalam bentuk Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang mengacu pada Standar Isi. Perencanaan pembelajaran meliputi penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran dan penyiapan media dan sumber belajar, perangkat penilaian pembelajaran, dan skenario pembelajaran. Penyusunan Silabus dan RPP disesuaikan dengan pendekatan pembelajaran yang digunakan. (1) Silabus

Silabus merupakan acuan penyusunan kerangka pembelajaran untuk setiap bahan kajian mata pelajaran. Silabus paling tidak memuat: identitas mata pelajaran, identitas sekolah meliputi nama satuan pendidikan dan kelas, kompetensi inti, kompetensi dasar, tema (khusus SD/ MI), materi pokok (fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relavan dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator pencapaian kompetensi), pembelajaran yaitu kegiatan yang dilakukan oleh pendidik dan peserta didik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan, penilaian, alokasi waktu, sumber belajar, dll. Silabus dikembangkan berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah sesuai dengan pola pembelajaran pada setiap tahun ajaran tertentu. Silabus digunakan

36 Abdul Majid. Perencanaan Pembelajaran Mengembangkan Standar Kompetensi Guru. (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2009), 17

sebagai acuan dalam pengembangan rencana pelaksanaan pembelajaran37.

Silabus bermanfaat sebagai pedoman dalam pengembangan pembelajaran, seperti pembuatan rencana pembelajaran, pengelolaan kegiatan pembelajaran, dan pengembangan sistem penilaian. Silabus juga merupakan salah satu produk pengembangan kurikulum dan pembelajaran yang berisikan garis-garis besar materi pembelajaran. Beberapa prinsip yang mendasari pengembangan silabus antara lain: ilmiah, memperhatikan perkembangan dan kebutuhan siswa, sistematis, relevansi, konsisten, dan kecukupan38.

(2) RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran)

RPP memiliki komponen-komponen yang menyusunnya antara lain39: identitas sekolah, identitas mata pelajaran atau tema/ subtema, kelas dan semester, materi pokok, alokasi waktu, tujuan pembelajaran yang dirumuskan berdasarkan KD, kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi, materi pembelajaran (fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator pencapaian kompetensi), metode pembelajaran, media pembelajaran, sumber belajar, langkah-langkah pembelajaran, serta penilaian hasil pembelajaran.

37 Lampiran Permendikbud No. 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah, Bab III, 5

38 Abdul Majid. Perencanaan. 40-41

39

Kedua komponen tersebut baik silabus maupun RPP sangatlah dibutuhkan dalam proses perencanaan pembelajaran di sekolah. Tujuannya adalah untuk dijadikan patokan atau acuan dalam proses pembelajaran dengan mengikuti langkah-langkah yang telah tercantum di silabus maupun RPP. Perencanaan dalam pembelajaran diperlukan guru untuk melaksanakan tugas sebagai pendidik dalam melayani kebutuhan belajar siswanya. Perencanaan juga dimaksudkan sebagai langkah awal sebelum proses pembelajaran berlangsung.

b) Pelaksanaan Pembelajaran

Pelaksanaan proses pembelajaran menjadi komponen yang sangat penting dalam mewujudkan kualitas output pendidikan. Oleh karena itu, pelaksanaan proses pembelajaran harus dilaksanakan secara tepat, ideal, dan proporsional. Menurut Roy R. Lefrancois menyatakan bahwa pelaksanaan pembelajaran adalah pelaksanaan strategi-strategi yang telah dirancang untuk mencapai tujuan pembelajaran40. Pada hakikatnya, pelaksanaan proses pembelajaran adalah bagaimana pendidik bertugas untuk mengarahkan peserta didiknya dalam melaksanakan apa yang sudah disusun dalam perencanaan proses pembelajaran yang termuat dalam RPP.

Persyaratan yang harus dipenuhi sebelum melaksanakan proses pembelajaran di dalam kelas meliputi: alokasi waktu jam tatap muka pembelajaran, rombongan belajar, buku teks pelajaran, serta pengelolaan kelas dan laboraturium.

40 M. Saekhan Munchit. Pembelajaran Kontekstual. (Semarang: RASAIL Media Group, 2008), 109-110

Pelaksanaan pembelajaran adalah implementasi dari RPP yang memuat kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Sebagaimana yang tercantum pada Lampiran Permendikbud No.22 tahun 2016 dan Lampiran Permendikbud No. 103 Tahun 2014 disebutkan bahwa:

(1) Kegiatan Pendahuluan

Dalam kegiatan pendahuluan, guru:

(a) Menyiapkan peserta didik secara fisik dan psikis untuk mengikuti proses pembelajaran

(b) Memberi motivasi belajar peserta didik secara kontekstual sesuai manfaat dan aplikasi materi ajar dalam kehidupan sehari-hari, dengan memberikan contoh dan perbandingan lokal, nasional dan internasional, serta disesuaikan dengan karakteristik dan jenjang peserta didik

(c) Mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari

(d) Menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai

(e) Menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus.

(2) Kegiatan inti

Kegiatan inti menggunakan model pembelajaran, metode pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran. Pemilihan pendekatan tematik atau saintifik untuk mengukur sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

(3) Kegiatan Penutup

Dalam kegiatan penutup, guru bersama peserta didik baik secara individual maupun kelompok melakukan refeksi untuk mengevaluasi: (a) Seluruh rangkaian aktivitas pembelajaran dan hasil-hasil yang

langsung maupun tidak langsung dari hasil pembelajaran yang telah dilaksanakan

(b) Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran (c) Melakukan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pemberian tugas

baik tugas individual maupun kelompok dan

(d) Menginformasikan rencana kegiatan pembelajaran untuk pertemuan berikutnya.

c) Penilaian Proses dan Hasil Pembelajaran

Penilaian proses pembelajaran yang digunakan dalam kurikulum 2013 adalah pendekatan penilaian otentik (authentic assessment). Hasil penilaian otentik digunakan guru untuk merencanakan program perbaikan (remedial) pembelajaran, pengayaan, dan pelayanan konseling. Kurikulum 2013 menilai 3 aspek yakni sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

(1) Penilaian Sikap

Penilaian ini dilakukan oleh guru mata pelajaran, guru BK, dan wali kelas melalui observasi yang dicatat dalam jurnal. Penilaian sikap yang lain ditunjang dengan penilaian diri dan penilaian antar teman. Penilaian sikap adalah kegiatan untuk mengetahui kecenderungan perilaku spiritual dan sosial siswa dalam kehidupan sehari-hari di dalam dan di luar kelas sebagai hasil pendidikan. Penilaian sikap terdapat pada butir-butir nilai sikap pada KD dari KI-1 dan KI-2. Teknik penilaian sikap dijelaskan pada skema berikut41:

41 Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah. Panduan Penilaian untuk

Gambar 2.3 Skema Penilaian Sikap

(2) Penilaian Pengetahuan

Penilaian pengetahuan merupakan penilaian untuk mengukur kemampuan peserta didik berupa pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif serta kecakapan berpikir tingkat rendah sampai tinggi. Penilaian ini berkaitan dengan ketercapaian KD pada KI-3 yang dilakukan oleh guru mata pelajaran. Skema penilaian pengetahuan dapat dilihat pada gambar berikut42:

42

Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah. Panduan. 14

Penilaian Sikap Utama Penunjang Observasi oleh guru MP selama 1 semester Observasi oleh guru BK dan walikelas selama 1 semester Penilaian diri dan antar teman Dilaksanakan selama proses pembelajaran dan

di luar pembelajaran

Dilaksanakan di luar jam pembelajaran baik secara

langsung maupun berdasarkan informasi/

laporan yang valid Dilaksanakan

sekurang-kurangnya 1 kali dalam satu semester

Gambar 2.4 Skema Penilaian Pengetahuan

(3) Penilaian Keterampilan

Penilaian keterampilan adalah penilaian untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik terhada KD pada KI-4. Penilaian keterampilan menuntut peserta didik mendemonstrasikan suatu kompetensi tertentu. Penilaian ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah pengetahuan yang sudah dikuasai peserta didik dapat digunakan untuk mengenal dan menyelesaikan masalah dalam kehidupan sesungguhnya. Ada beberapa teknik dalam penilaian keterampilan antara lain dapat dilihat dalam skema di bawah ini43:

43

Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah. Panduan. 22-23

Penilaian Pengetahuan

Tes Tertulis

Tes Lisan

Penugasan

Teknik lain, misalnya: portofolio, observasi, dll

Benar-Salah, Pilihan Ganda,

Menjodohkan, Isian/ Melengkapi, Uraian

Kuis dan Tanya jawab

Tugas yang dilakukan secara individu atau kelompok di satuan pendidikan dan/ atau di luar sekolah

Gambar 2.5 Skema Penilaian Keterampilan

d) Pengawasan Proses Pembelajaran

Pengawasan proses pembelajaran dilakukan melalui kegiatan pemantauan, supervisi, evaluasi, dan pelaporan, serta tindak lanjut secara berkala dan berkelanjutan. Pengawasan proses pembelajaran dilakukan oleh kepala satuan pendidikan dan pengawas. Proses-proses tersebut antara lain:

(1) Pemantauan

Pemantauan proses pembelajaran dilakukan pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian hasil pembelajaran. Pemantauan dilakukan melalui antara lain: diskusi kelompok terfokus, pengamatan, pencatatan, perekaman, wawancara, dan dokumnetasi.

(2) Supervisi

Supervisi proses pembelajaran dilakukan pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian hasil pembelajaran yang dilakukan melalui antara lain: pemberian contoh pembelajaran di kelas, diskusi, konsultasi, atau pelatihan.

Penilaian Keterampilan Unjuk Kerja/ Kinerja/ Praktik Proyek Portofolio Produk Teknik lain, misalnya: tertulis

Penilaian yang dilakukan dengan cara mengamati kegiatan peserta didik Kegiatan penyelidikan yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan hasil proyek dalam kurun waktu tertentu Rekaman hasil pembelajaran dan

penilaian yang memperkuat kemajuan dan kualitas pekerjaan peserta didik

Penilaian kemampuan peserta didik membuat produk-produk, teknologi, dan seni

(3) Pelaporan

Hasil kegiatan pemantauan, supervisi, dan evaluasi proses pembelajaran disusun dalam bentuk laporan untuk kepentingan tindak lanjut pengembangan keprofesionalan pendidik secara berkelanjutan. (4) Tindak lanjut

Tindak lanjut hasil pengawasan dilakukan dalam bentuk: (a) penguatan dan penghargaan kepada guru yang menunjukkan kinerja yang memenuhi atau melampaui standar, dan (b) pemberian kesempatan kepada guru untuk mengikuti program pengembangan keprofesionalan berkelanjutan44.

Pembelajaran intrakurikuler PAI dapat dilihat melalui pengamatan dalam kelas. Kegiatan tersebut dimulai dari proses perencanaan pembelajaran yang tercatum dalam silabus dan RPP, kemudian pelaksanaan pembelajaran mulai dari awal masuknya guru PAI dalam kelas hingga menutup pelajaran, dan juga proses penilaian yang mencakup nilai sikap, pengetahuan, dan keterampilan. serta tidak lupa pula untuk selalu melakukan kegiatan pengawasan agar tetap terkontrol untuk mengembangkan proses pembelajaran yang lebih baik.