• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

A. Teknik Pembelajaran Pendidikan Agama Islam

2. Pembelajaran

Kata pembelajaran berasal dari kata belajar yang berimbuhan awalan pe- dan akhiran –an. Secara umum dapat diketahui bahwa pembelajaran berarti sebuah proses belajar dan mengajar. Akan tetapi banyak ahli yang telah mendefinisikannya dengan lebih sistematis, baik dari kata pembelajaran itu sendiri atau secara terperinci dari kata belajar dan mengajar. Untuk lebih mudah dalam memahaminya maka akan dipaparkan pengertiannya satu persatu.

Definisi belajar telah diungkapkan oleh banyak ahli diantaranya oleh Crombach dalam bukunya Educational Psycology, menyatakan “Learning is show by a change in behavior as a result of experience.” (Suryabrata, 2007:231), yang berarti bahwa belajar yang ditunjukkan dengan adanya perubahan dalam tingkah laku sebagai hasil dari latihan. Sedangkan menurut

bahwa belajar memiliki dua definisi. Pertama: belajar diartikan “the process of acquiring knowledge”, kedua: belajar diartikan “a relatively permanent change potentiality which occurs as a result of reinforced practice.” Pengertian pertama memiliki suatu proses untuk memperoleh pengetahuan. Pengertian kedua, belajar berarti suatu perubahan kemampuan untuk beraksi yang relatife langgeng sebagai hasil latihan yang diperkuat (Sriyanti, 2009:22- 33).

Kata belajar memiliki beberapa pengertian sebagaimana yang telah diungkapkan oleh Nasution yang dikutip oleh Usman (2002:19) yaitu sebagai berikut:

a. Mengajar ialah menanamkan pengetahuan kepada murid b. Mengajar ialah kebudayan kepada anak; dan

c. Mengajar ialah aktivitas mengorganisasikan atau mengatur lingkungan dengan sebaik-baiknya dan menghubungkan dengan anak sehingga terjadi proses belajar mengajar.

Senada dengan pengertian tersebut diatas Reflis Kosasi menjelaskan bahwa mengajar ialah suatu usaha untuk membuat siswa belajar, yaitu suatu usaha yang dilakukan oleh guru sehingga menyebabkan perilaku tingkah laku pada diri anak (Usman, 2002:20-21).

Kemudian disimpulkan oleh Usman (2002:21) bahwa mengajar adalah suatu usaha bagaimana lingkungan dan adanya interaksi subjek didik (anak) dengan lingkungannya sehingga tercipta kondisi belajar yang baik.

Dengan adanya beberapa definisi tersebut dapat dipahami bahwa mengajar adalah suatu usaha yang dilakukan oleh seseorang terhadap peserta didik untuk menghasilkan adanya suatu perubahan dari tidak tahu menjadi tahu, dan dari perilaku buruk menjadi baik dalam satu waktu yang dikondisikan.

Pengertian tersebut di atas sesuai dengan firman Allah SWT dalam Al Qur’an Surah Al-Kahfi: 66, yaitu:

























Artinya: Musa berkata kepada Khidhr: "Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?"(Q.S. Al-Kahfi:66).

Menurut Hamalik (2003:57) pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan dan prosedur yang saling mempengaruhi untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Berdasarkan pada firman Allah SWT dan beberapa pengertian diatas maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berarti sebuah proses yang berlangsung antara dua belah pihak yaitu penyampai (guru) dan penerima (peserta didik) dalam rangka mentransformasikan suatu pengetahuan dengan didasari rasa tanggung jawab.

Dengan dijelaskan definisi belajar, mengajar dan pembelajaran itu sendiri maka dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa belajar adalah usaha untuk mendapatkan sesuatu yang ditandai dengan adanya suatu perubahan, mengajar

adalah usaha seseorang untuk mempengaruhi orang lain agar memiliki sikap dan pengalaman yang baru, dan pembelajaran adalah proses antar keduanya (belajar dan mengajar).

a. Teori belajar

Teori merupakan sebuah pernyataan ilmiah yang diungkapkan oleh para ahli dan dapat dipertanggungjawabkan. Pembelajaran sebenarnya telah muncul sejak manusia itu dilahirkan, sedangkan munculnya teori pembelajaran adalah belakangan setelah kehidupan manusia berkembang secara mapan.

Ketika pola pikir manusia semakin maju dan berkembang, maka teori pembelajaran juga bermunculan secara bertahap dan semakin sempurna. Akan tetapi bukan berarti teori sebelumnya adalah salah, karena masing-masing teori memiliki dasar dan pembuktian sendiri-sendiri. Secara singkat dibawah ini akan diungkapkan beberapa teori

pembelajaran yang berdasarkan pada bidang psikologi yaitu:

1) Teori Kondisioning Klasik oleh Ivan Petrovich Pavlov (1849-1936) Teori ini lebih dikenal dengan sebutan nama pencetusnya yaitu teori Pavlov. Teori ini menyatakan bahwa sikap perilaku seseorang dapat berupa sebuah respon dari stimulus yang ada, atau dengan bahasa lain perilaku telah tumbuh dari sebuah kebiasaan yang sengaja telah dikondisikan.

2) Teori koneksionisme oleh Edward Lee Thorndike (1874-1989)

Menurut Thorndike belajar untuk mengubah sebuah perilaku tidak cukup dengan adanya stimulus dan respon, akan tetapi Thorndike telah menghubungkan keduanya karena dapat menghasilkan adanya hubungan saraf (neural) yang ditunjukkan dengan adanya perubahan perilaku. Oleh karena itu teori ini disebut dengan koneksionisme yang mengacu pada koneksi neural antara stimulus dan respon (Sriyanti, 2009:63). Bagi Thorndike, bentuk belajar yang paling mendasar adalah Trial and Eror atau disebut dengan selection dan connection (Sriyanti, 2009:63).

3) Teori operan kondisioning oleh B. F. Skinner (1904-1990)

Teori yang diungkapkan Skinner sebenarnya tidak lari dari dasar adanya hubungan antara stimulus dan respon, hanya saja skinner menambahi bahwa stimulus yang menghasilkan respon positif hendaknya diberi sebuah pengukuhan (reinforcement). Pengukuhan (reinforcement) adalah metode peningkatan frekuensi atau kekerapan (berlangsungnya) suatu perilaku (Sriyanti, 2009:83).

Teori-teori tersebut merupakan teori mendasar dari segi psikologi perspektif behaviorisme (tingkah laku). Dengan dasar teori-teori tersebut ada beberapa teori yang lebih spesifik mengarah pada proses pembelajaran disebutkan oleh (Hamalik, 2003:58-64).

Mengajar adalah upaya menyampaikan pengetahuan kepada peserta didik di sekolah.

a) Pembelajaran adalah upaya mengorganisasi lingkungan untuk menciptakan kondisi belajar bagi peserta didik.

b) Pembelajaran adalah upaya mempersiapkan peserta didik untuk menjadi warga masyarakat yang baik.

c) Pembelajaran adalah suatu proses membantu siswa menghadapi kehidupan masyarakat sehari-hari.

d) Mengajar adalah upaya menyampaikan pengetahuan kepada peserta didik di sekolah.

b. Ciri Pembelajaran

Dilihat dari definisi dan teorinya, pada hakikatnya pembelajaran dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Pembelajaran yang dibahas di sini adalah pembelajaran yang berlangsung secara sistematis dan direncanakan dalam sebuah bangku pendidikan.

Pembelajaran sebagai suatu proses belajar dan mengajar secara terperinci dari segi belajar telah memiliki ciri-ciri tersendiri sebagaimana diungkapkan oleh Sriyanti mengutip pendapat Baharudin dan Esa N. W yaitu:

1. Belajar ditandai adanya perubahan tingkah laku.

2. Perubahan perilaku dari hasil belajar itu relatif permanen.

3. Perubahan tingkah laku tidak harus dapat diamati pada saat berlangsungnya proses belajar, tetapi perubahan perilaku itu bisa bersifat potensial.

5. Pengalaman atau latihan itu dapat memberikan penguatan (Sriyanti, 2009:24)

Dari sini nampak jelas bahwa ciri-ciri orang yang telah belajar maka akan didapatkan suatu perubahan pada dirinya.

Adapun ciri-ciri pembelajaran yang dilangsungkan dalam ruangan menurut Hamalik (2003:64-66) adalah sebagai berikut:

a. Rencana,

b. Kesaling ketergantungan c. Tujuan,

Rencana berarti adanya sebuah kesengajaan penataan terhadap semua unsur-unsur sistem pembelajaran yang termasuk didalamnya yaitu penataan ketenangan, material dan prosedur untuk mempermudah dalam melangkah pada hal-hal yang hendak menjadi tujuan.

Kesaling ketergantungan berarti adanya saling kait mengkait antara unsur-unsur pembelajaran yang satu dengan yang lainnya dengan selaras, serasi, dan sistematis. Ini berarti pembelajaran tidak akan terjadi ketika tidak ada keterpaduan dalam unsur-unsur pembelajaran.

Pembelajaran tidak akan berjalan dengan baik ketika tidak ditentukan atau memiliki satu atau beberapa tujuan tertentu dalam proses pembelajaran tersebut. Maka dengan adanya tujuan atau lebih mudah mengarah dan dapat menfokuskan pembicaraan dalam

pembahasan materinya, sehingga peserta didik akan lebih mudah untuk menerima dam memahami.

Berbeda dengan Hamalik, (Djamaroh, 2006:39-42) menyebutkan ciri-ciri pembelajaran secara lebih terperinci sebagai berikut:

1) Belajar mengajar memiliki tujuan, yakni untuk membentuk anak didik dalam suatu perkembangan tertentu, sehingga perhatian dipusatkan pada anak didik.

2) Prosedur yang direncanakan dan didesain secara sistematik dan relevan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sehingga dapat tercapai tujuan yang optimal.

3) Materi sesuai tujuan dengan memperhatikan komponen anak didik dan komponen-komponen lain serta disiapkan sebelum berlangsungnya kegiatan pembelajaran.

4) Aktivitas anak didik baik secara fisik maupun mental.

5) Guru sebagai pembimbing harus dapat memotivasi agar terjadi proses interaksi yang kondusif.

6) Kedisiplinan dalam pelaksanaan prosedur yang telah ditetapkan. Penyimpangan dari prosedur berarti suatu indikator pelanggaran disiplin.

7) Adanya batas waktu untuk mencapai tujuan pembelajaran

8) Evaluasi dalam rangka untuk mengetahui tercapai tidaknya tujuan pembelajaran.

Ciri-ciri ini sifatnya lebih melengkapi, karena ciri-ciri sebelumnya juga telah tercakup dalam ciri-ciri yang terakhir. Dari ciri-ciri yang ada menunjukkan bahwa pembelajaran adalah suatu pelaksanaan yang tertata secara sistematis, dan mengarah dalam mencapai tujuan, yang mana tujuan utamanya adalah suatu perubahan atas bimbingan dari seorang guru.

c. Unsur-unsur Pembelajaran

Unsur dapat dikatakan suatu komponen yang harus ada. Unsur pembelajaran berarti segala sesuatu yang harus ada dalam pelaksanaan pembelajaran. Sebenarnya unsur pembelajaran juga dapat menjadi ciri dari pembelajaran, maka isi dari unsur pembelajaran hampir sama dengan yang disebutkan dalam ciri-ciri pembelajaran. Secara mendasar unsur yang paling utama adalah guru, siswa dan materi.

Menurut (Djamaroh, 2006:41-50) yang termasuk dalam unsur- unsur pembelajaran adalah:

1. Tujuan pembelajaran; 2. Bahan pelajaran (materi); 3. Kegiatan belajar mengajar; 4. Teknik pembelajaran;

5. Alat dan alat bantu pembelajaran; 6. Sumber pelajaran;

Slameto (1991: 91-92) menyebutkan unsur-unsur pembelajaran dengan bahasa yang berbeda, bahwa dalam membuat strategi belajar mengajar mencakup 8 unsur perencanaan tentang:

a. Komponen-komponen sistem yaitu guru/dosen, siswa/mahasiswa; b. Jadwal pelaksanaan;

c. Tugas-tugas belajar yang akan dipelajari dan yang telah diidentifikasikan;

d. Masukan dan karakteristik siswa; e. Bahan pengait;

f. Metode dan teknik; g. Media yang digunakan.

Berbeda dengan kedua pendapat diatas menurut (Hamalik, 2003:67-70) membagi unsur pembelajaran sebagai berikut:

1) Unsur dinamis pembelajaran pada diri guru a) Motivasi membelajarkan siswa.

Yakni seorang guru harus memiliki motivasi yang kuat untuk mendidiknya siswanya. Sehingga guru harus berjiwa ikhlas dan berpendidikan dalam rangka menjadikan peserta didiknya menjadi orang yang berpengetahuan dan kepribadian yang baik. b) Kondisi guru siap membelajarkan siswa

Tidaklah cukup dengan motivasi yang tinggi untuk menjadi guru, akan tetapi juga harus benar-benar mempersiapkan diri

dengan kemampuan dalam proses pembelajaran atau yang disebut dengan kemampuan professional.

2) Unsur pembelajaran konkruen dengan unsur belajar

a) Motivasi belajar menurut sikap tanggap dari pihak guru serta kemampuan untuk mendorong motivasi dengan berbagai upaya pembelajaran.

b) Sumber-sumber yang digunakan sebagai bahan belajar diantaranya: (1) Buku pelajaran;

(2) Pribadi guru;

(3) Sumber masyarakat.

c) Pengadaan alat-alat bantu belajar. d) Suasana kelas (balajar) yang efektif. e) Subjek yang belajar.

Unsur-unsur ini lebih mengarah pada hal yang bersifat umum yakni dari segi intern (kepribadian guru) dan juga bersifat ekstern (abstrak: buku materi, alat bantu, siswa).

Berdasarkan pada beberapa unsur yang telah disebutkan dapat disimpulkan secara umum unsur-unsur pembelajaran adalah:

a) Guru dan siswa atau pengajar dan yang diajar. b) Materi yang diajarkan.

c) Metode pembelajaran. d) Media pembelajaran.

f) Sumber pelajaran. g) Tujuan pembelajaran. h) Evaluasi.

Dokumen terkait