LANDASAN TEORI A.Kajian Pustaka
4. Pembelajaran Tembakan Bebas dengan Ketinggian Ring Basket Tetap
a. Hakikat Pembelajaran Tembakan Bebas dengan Ketinggian Ring Basket Tetap
Pembelajaran tembakan bebas dengan ketinggian ring basket tetap merupakan cara pembelajaran tembakan bebas dengan ketinggian ring basket sebenarnya. Ketinggian ring basket menurut Abdul Rohim (2008: 7) bahwa,
“Simpay/ring basket mempunyai garis tengah 45 cm diletakkan 3.03 meter di atas
lantai dan sama jauh dari kedua tepi vertikal papan pantul”.
Berdasarkan hal tersebut, maka pelaksanaan pembelajaran tembakan bebas dengan ketinggian ring basket tetap yaitu, siswa melakukan tembakan bebas dari daerah tembakan bebas, seperti tembakan hukuman dalam pertandingan permainan bola basket. Siswa melakukan tembakan secara langsung dan commit to user
dilakukan berulang kali. Dalam pembelajaran tembakan bebas dengan ketinggian ring basket, seorang guru dapat secara langsung melakukan kontrol dan mencermati proses pembelajaran. Adang Suherman dan Agus Mahendra (2001: 144) menyatakan, “Pengajaran langsung biasanya memandang bahwa guru
melakukan kontrol yang penuh terhadap apa yang siswa pelajari dan bagaimana
prosesnya berlangsung”.
Ditinjau dari hukum belajar gerak bahwa, pembelajaran tembakan bebas dengan ketinggian ring basket tetap didasarkan pada hukum kesiapan. Sugiyanto
dan Agus Kristiyanto (1998: 2) menyatakan, “Hukum kesiapan (law of readiness)
yaitu, belajar akan berlangsung sangat efektif jika pelaku belajar berada dalam
suatu kesiapan untuk memberikan respon”.
Pembelajaran akan berlangsung secara efektif bila siswa telah siap memberikan respon untuk beradaptasi dengan stimulusnya. Ketinggian ring basket bukan merupakan kendala dalam pembelajaran tembakan bebas bola basket. Pembelajaran tembakan bebas dengan ketinggian ring basket tetap, semua siswa dianggap telah siap dengan ketinggian ring dan telah siap untuk memberikan respon. Siswa dianggap telah memiliki kesiapan baik fisik, biologis, psikologis dan latar belakang pengetahuan atau pengalaman bermain bola basket. Karena tingkat kesiapan dan latar belakang yang dimiliki siswa akan mempengaruhi terhadap hasil belajar. Sebagai contoh di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) pernah diajarkan tembakan bebas, atau di lingkungan rumahnya ada klub bola basket dan ikut di dalammnya. Kondisi semacam ini merupakan tahap kesiapan dan memiliki pengalaman atau latar belakang keterampilan yang baik, sehingga akan lebih mudah mengikuti tugas ajar yang sama.
Pengalaman belajar sangat berperan penting untuk menunjang pencapaian tujuan pembelajaran tembakan bebas menggunakan ketinggian ring basket tetap. Pengalaman yang dimiliki sebelumnya akan menunjang pelaksanaan tugas yang diberikan guru. Jika tugas gerak yang diberikan sama dengan pengalaman sebelumnya, maka siswa akan lebih mudah untuk melaksanakannya. Pengalaman belajar sebelumnya dapat dijadikan sebagai modal untuk mempelajari lebih lanjut commit to user
terhadap keterampilan gerak yang sama. Seperti dikemukakan Rusli Lutan &
Adang Suherman (2000: 29) bahwa, “Pengalaman belajar adalah seperangkat
kejadian yang berisikan aktivitas dan kondisi belajar untuk memberi struktur terhadap pengalaman siswa dan kejadian tersebut terkait untuk pencapaian
tujuan”. Pendapat lain dikemukakan Sugiyanto (1998: 361) bahwa, “Keterampilan
gerak akan meningkat menyertai proses belajar. Makin sering melakukan gerakan, pelajar semakin terbiasa dengan stimulus dan respon gerakan yang dilakukan. Dengan makin terbiasa dengan stimulus yang sejenis, maka kecepatan untuk
merespon terhadap stimulus jenis yang sama akan menjadi semakin cepat”.
b. Pelaksanaan Pembelajaran Tembakan Bebas Bola Basket dengan Ketinggian Ring Basket Tetap
Pelaksanaan pembelajaran tembakan bebas dengan ketinggian ring basket tetap yaitu, siswa melakukan tembakan bebas dari garis tembakan bebas secara berulang-ulang sesuai dengan program yang telah dijadwalkan. Menurut Abdul
Rohim (2008: 5) menyatakan, “Garis tembakan hukuman pada lapangan bola
basket terdapat di daerah bersyarat. Daerah bersyarat itu dibatasi oleh garis akhir, garis tembakan hukuman dan garis-garis yang bertolak dari garis akhir menuju
ujung garis tembakan hukuman”. Lebih jelasnya berikut ini disajikan ilustrasi
gambar daerah bersyarat tembakan bebas bol abasket sebagai berikut:
Gambar 5. Daerah Bersyarat Tembakan Hukuman Bola Basket (Abdul Rohim, 2008: 5)
Dari daerah bersyarat tembakan hukuman tersebut, siswa diberi kebebasan melakukan tembakan bebas baik dengan satu tangan, dua tangan atau dilakukan dari atas kepala, dari depan dada tergantung kebiasaan siswa dengan ketinggian commit to user
ring basket 3.03 meter. Hal yang penting dan harus diperhatikan, seorang guru harus menjelaskan teknik gerakan tembakan bebas yang baik dan benar serta memberikan contoh gerakan tembakan bebas.
Pembelajaran tembakan bebas dengan ketinggian ring basket tetap, guru dapat menciptakan kondisi pembelajaran yang bervariasi, misalnya siswa melakukan secara sendiri-sendiri atau dilakukan secara berkelompok dan berkompetetif. Maksudnya, dari masing-masing kelompok berusaha memasukkan bola sebanyak-banyaknya. Kondisi pembelajaran ini sangat penting untuk diperhatikan agar siswa terhindar dari rasa bosan dan jenuh dalam melaksanakan tugas ajar. Dengan adanya unsur kompetetif, maka masing-masing kelompok akan berusaha bersaing untuk memenangkan atau memasukkan bola ke dalam ring basket sebanyak-banyaknya.
c. Kelebihan dan Kelemahan Pembelajaran Tembakan Bebas dengan Ketinggian Ring Basket Tetap
Perlu disadari bahwa setiap bentuk pembelajaran tentu memiliki kelebihan dan kelemahan. Demikian halnya pembelajaran tembakan bebas dengan ketinggian ring basket tetap juga memiliki kelebihan dan kelemahan. Berdasarkan pelaksanaan pembelajaran tembakan bebas dengan ketinggian ring basket tetap dapat diidentifikasi kelebihan dan kelemahannya. Kelebihan pembelajaran tembakan bebas dengan ketinggian ring basket tetap antara lain:
1) Siswa akan lebih cepat beradaptasi terhadap ketinggian ring basket, sehingga kendala ketinggi ring basket lama kelamaan dapat teratasi.
2) Siswa akan terbiasa dengan ketinggian ring basket, sehingga akan meningkatan kepekaannya melakukan gerakan tembakan bebas.
3) Dengan kemampuan beradaptasi dan kepekaan terhadap gerakan, siswa dapat melakukan tembakan bebas menjadi lebih baik.
Kelemahan pembelajaran tembakan bebas dengan ketinggian ring basket tetap antara lain:
1) Orientasi siswa lebih cenderung pada kekuatan lengan agar bola sampai pada ring basket dan teknik menembak terabaikan. commit to user
2) Peluang bola masuk lebih kecil.
3) Bagi siswa yang belum siap (kekuatan belum memadai) akan mengalami kesulitan melakukan tembakan bebas dengan ketinggian ring basket tetap, sehingga hasilnya kurang baik.
4) Siswa akan cepat lelah karena perhatian siswa lebih condong pada kekuatan lengan agar bola sampai pada ring basket.
5. Pembelajaran Tembakan Bebas Bola Basket dengan Modifikasi