HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
2. Pemberian Humanitarian Assistance oleh United Nations
General Assembly atau majelis umum Perserikatan Bangsa-Bangsa merupakan organ yang merupakan representative dari seluruh anggota dari Perserikatan Bangsa-Bangsa. Semua negara anggota dalam organ ini mempunyai perwakilan. Majelis umum mempunyai beberapa fungsi dan kekuasaan antara lain :
(i) untuk mempertimbangkan dan membuat rekomendasi dalam hal yang berhubungan dengan perdamaian dan keamanan internasional termasuk mengenai pelucutan senjata usai konflik dalam atau antar negara;
(ii) Tempat untuk mendiskusikan hal-hal yang berhubungan dengan keamanan dan perdamaian dunia, kecuali sengketa ataupun konlik yang sedang dibahas oleh Dewan Keamanandan akan dikeluarkannya resolusi mengenai konflik atau sengketa itu;
58 (iii) Untuk membahas dan membuat bahan rekomendasi mengenai
penafsiran piagam atau mengenai wewnang dan fungsi dari setiap organ di Perserikatan Bangsa-Bangsa;
(iv) Untuk memulai penelitian dan rekomendasi dalam peningkatan hubungan politik antar negara, dan juga membantu terwujudnya hak asasi manusia dan kebebasan tiap individu dalam bidang ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, kesehatan serta pangan;
(v) Membuat rekomendasi kepada negara-negara agar menyelesaikan masalahnya dengan cara-cara penyelesaian sengketa secara damai dalam segala situasi, tanpa membeda-bedakan serta tetap menjaga hubungan baik antar negara;
(vi) Menerima dan mempertimbangkan laporan dari Dewan Keamanandan organ lain PBB ;
(vii) Untuk mempertimbangkan dan menerima kontribusi dari para anggota PBB ;
(viii) Tempat untuk memilih anggota tidak tetap dalam Dewan Keamanandan anggota dalam dewan ekonomi dan sosial;73
Selain tugas dan fungsi yang dimiliki oleh General Assembly, dalam menjalankannya pun General Assembly di bantu beberapa organ lain yang ada dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa.
73. NN, Basic Facts About The United Nations, 2004, Published by the United Nations Department of Public Information, hlm: 7
59 Situasi konflik yang terjadi di Syrian Arab Republik merupakan bencana bagi penduduk atau warga sipil yang bermukim di negara tersebut. Berdasarkan laporan tim penyelidik PBB Lebih dari 1,2 juta penduduk sipil terlantar dan 2,5 juta penduduk sipil membutuhkan bantuan kemanusiaan selain itu jumlah pengungsi yang keluar dari negara tersebut juga bertambah dari bulan juni hingga kini sejumlah 100.000 menjadi 350.000 orang74. Dari kenyataan ini pada bulan bulan Agustus 2012 General Assembly mengeluarkan dua resolusi yang bersifat himbauan kepada Syirian Arab Republik agar menyelesaikan dan menangani masalah dalam negerinya dengan cara-cara damai. Dalam resolusi A/RES/66/253/B dikeluarkan General Assembly dengan dengan jelas telah dinyatakan bahwa General Assembly bersama seluruh negara sangat menyesalkan terjadinya kekerasan kepada para penduduk sipil terutama para mahasiswa, anak-anak, dan para perempuan yang menimbulkan penderitaan berkepanjangan75 dan meminta dengan segera kepada pemerintah Syrian Arab Republik untuk menghentikannya. Selain itu dalam resolusi kedua ini Perserikatan Bangsa-Bangsa juga meminta kepada negara-negara di dunia untuk memberikan Humanitarian Assistance kepada para penduduk sipil, hal ini berdasarkan Pasal 2 piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.
74.http://www.un.org/News/briefings/docs/2012/121016_Syria.doc.htm, diakses pada 12.Maret 2013 pukul 14.44WIB.
75.lihat Resolusi Majelis Umum : A/RES/66/253/B : “ Expressing concern at the vulnerable situation of women in this context, including being subjected to discrimination, sexual and physical abuse, violation of their privacy and arbitrary arrest and detention in raids, including to force their male relatives to surrender, and underlining the impotance of preventing all sexual violence and violence based on gender.”
60 Sebagai organ utama yang ada di dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa, General Assembly juga memiliki kewajiban untuk membantu penduduk sipil yang ada di Syrian Arab Republik yang menjadi korban pada Non-International Armed Conflict yang terjadi. Setelah resolusi dari General Assembly keluar ada beberapa badan yang bekerja dibawahnya langsung merespon dengan mengirimkan bantuannya sesuai dengan kekhususan dalam memberikan bantuan kemanusiaannya, beberapa organ itu diantara lain :
(i). United Nations High Commisioner for Refugees (UNHCR)
Organ yang berada dibawah General Assembly yang mempunyai tugas untuk melakukan koordinasi, perlindungan dan menyelesaikan masalah mengenai pengungsi76. badan ini awalnya hanya diberikan mandat oleh Perserikatan Bangsa-tahun Bangsa selama 3 (tiga) Tahun saja untuk mengatasi penggungsi yang ada di Afrika namun di perpanjang oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa. Tugas pertama dari UNHCR adalah melakukan koordinasi dan membantu penggungsi yang ada di uni soviet akibat perang yang terjadi di dalamnya, kemudian tahun 1960 kembali menangani penggungsi yang berasal dari dekolonisasi negara-negara di wilayah afrika yang memerlukan intervensi dari UNHCR.
Terjadinya Non-International Armed Conflict di negara Syrian Arab Republic mengakibatkan banyak korbang meninggal dunia terutama masyarakat sipil, perempuan dan anak sudah menjadi perhatian khusus dari dunia internasional. Melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa Majelis umum dan Dewan
76. http://www.unhcr.org/pages/49c3646c2.html, diakses pada kamis 4 Maret 2013, pukul 17.54WIB.
61 Keamananmengeluarkan resolusi untuk mencegah terjadinya penderitaan yang berlebihan yang dialami oleh para penduduk sipil. Dalam resolusi yang dikeluarkan oleh majelis umum nomer A/RES/66/253B menyatakan bahwa seluruh anggota perserikatan bangsa-bangsa diminta untuk membantu dengan berbagai macam bentuk bantuan kemanusiaan penduduk sipil Syrian yang sedang menagalami sengketa konflik bersenjata77, selain itu pererikatan bangsa-bangsa juga telah menugaskan United Nations High Comissioner of Refugess (UNHCR) untuk mulai membantu para pengungsi Syrian yang mulai keluar kenegara yang berbatasan dengan Syrian, beberapa negara tujuan penggungsi Syrian adalah Yordania, Libanon, Iraq, Turki, dan Mesir. Persebaran para penggungsi yang keluar dari Syrian meningkat tajam dari 70.000 pengungsi baik yang sudah terdaftar maupun belum terdaftar di negara-negara yang menjadi tujuan dari para penggungsi tadi menjadi 500.000 penggungsi pada bulan Desember 2012 hal ini menjadi pekerjaan yang besar bagi UNHCR untuk mengatasi masalah pengungsi akibat konflik di Syrian ini.
Pada akhir tahun 2012 UNHCR telah membuat Syrian Regional Respon Plan (SRRP) yang bekerja sama dengan Non-Governmental Organization (NGO) yang berada diwilayah-wilayah yang dituju pengungsi. selain itu pemerintah di Yordania, Libanon, Iraq, Turki, dan Mesir juga mempunyai komitmen besar dalam hal pemberian bantuan kemanusiaan yang diberikan kepada para penggungsi yang berasal dari Syirian, bentuk bantuan yang diberikan negara-negara ini antara lain :
77 Invites Member states to provide all support to the Syrian people and encourages member ststes to contribute to the United Nations humanitarian response afforts. Lihat Resolusi Majelis Umum A/RES/66/253B.
62 jaminanan keselamatan dalam mengakses masuk ke wilayah mereka untuk kemuadian diberikan bantuan kemanusiaan dari UNHCR yang sudah bekerjasama dengan beberapa NGO regional yang ada.
UNHCR bekerjasama dengan NGO lokal yang ada di negara tujuan penggungsian antara lain : Jordan Hashemite Charity Organization for Relief
(JHCO), Jordan Health Aid Society (JHAS), Jordan River Foundation, Norwegian
Refugee Council (NRC), Save the Children Jordan, Save the Children International (SCI), dan world Vission Lebanon78. Tugas UNHCR yang dikerjasamakan dengan
NGO lokal yang ada di negara tujuan penggungsi antara lain :
1. Melakukan pendataan penggungsi yang keluar dari Syrian menuju Lebanon, Mesir, Iraq, Turkey, dan Mesir ;
2. Memastikan bahwa para penggungsi dan pencari suaka yang berasal dari Syrian yang memasuki wilayah negara lain mendapatkan akses dan perlindungan termasuk perlindungan terhadap pemulangan paksa;
3. Memastikan bahwa kebutuhan dasar para penggungsi yang keluar dari Syirian terpenuhi dengan memberikan perhatian khusus kepada kelompok-kelompok yang rentan;79
Ketiga poin diatas merupakan program kerja yang dikerjakan oleh UNHCR yang bekerjasama dengan beberapa NGO lokal.
78. Syria Regional Respon Plan , http://www.unhcr.org/50d192fd9.html, diakses pada 5 Maret 2013 pada 10.45 WIB.
63 Para penggungsi dari Suriah mulai memasuki wilayah Jordania. Turki, Mesir dan Iraq pada Desember 2012 sejumlah 144.997 orang, para penggungsi ini baik mereka yang terdaftar masih menunggu pendaftaran penggungsi oleh UNHCR. Para penggungsi yang berada di Jordania ditempatkan di Kamp-Kamp penggungsi yang di buat oleh pemerintah Jordania dengan bekerjasama dengan Community Based Organization (CBO) dan Jordanian Hashemite Charity Organization (JHCO), kedua NGO ini bekerja pada sektor bantuan Gizi, Kesehatan, Kebersihan Air dan Sanitasi yang dibantu oleh UNCHR dan UNICEF dalam penyelenggarannya, selain itu UNHCR sebagai organ internal Perserikatan Bangsa-Bangsa juga membantu dalam hal menanggapi keadaan darurat dan memastikan akes bagi para penggungsi juga dalam bidang pendidikan bagi para perempuan dan anak yang merupakan kelompok rentan yang diberikan perhatian khusus oleh UNHCR. Keberadaan UNHCR diwilayah konflik Suriah dan negara tujuan para penggungsi juga di kuatkan dengan resolusi Dewan KeamananS/RES/2043/(2012) yang menyatakan bahwa menugaskan UNHCR untuk mengurus dan menangani masalah Humanitarian assistance di wilayah konflik Suriah dan negara tujuan para penggungsi serta untuk orang-orang yang tidak memiliki tempat tinggal80. Dengan mandate yang telah diberikan kepada UNHCR ini diharapkan penyaluran dan penanganan para pengungsi diwilayah konflik ataupun negara tujuan konflik dapat berjalan dengan baik.
80. Lihat di Resolusi DK : S/RES/2043(2012) “Expressing its appreciation of the significant
efforts that have been made by the States bordering Syria to assist Syrians who have fled across Syria’s borders as a consequence of the violence, and requesting UNHCR to provide assistance as requested by member states receiving these displaced persons”.
64
(ii). Food and Agriculture Organization of United Nations (FAO)
Masalah penggungsi yang mulai keluar dan tersebar di beberapa negara yang berbatasan langsung dengan Suriah juga menimbulkan masalah baru yakni masalah yang berkaitan dengan bahan makanan yang di butuhkan para penggungsi. Pada situasi konflik yang terjadi di Suriah saat ini sulit mencari bahan makanan yang layak untuk para penduduk tidak hanya itu harga dari kebutuhan pokok yang adapun mengalami peningkatan karena adanya konflik ini. Oleh karena itu Perserikatan Bangsa-Bangsa bekerjasama dengan FAO menyalurkan bantuan kemanusiaan ke wilayah Suriah dan negara yang dituju para penggungsi Suriah. Di wilayah Suriah FAO bekerjasama dengan Ministry of Agriculture and Agrarian Reform, and
General Authority for Palestinian Refugees in the Syrian Arab Republic81 yang
mengkoordinasikan bantuan kebutuhan pokok kepada para korban konflik bersenjata yang terjadi di Suriah.
FAO yang bekerjasama dengan United Nations World Food Programmed dan kementrian pertanianSuriah memberikan bantuan kepada para penggungsi dan korban dari konflik yang terjadi dalam negara tersebut berupa :
1. Menjamin tersedianya makanan dan bahan makanan yang cukup untuk para korban konflik dan para penggungsi sampai pada saat para penggungsi dan para korban konflik mendapatkan pasokan atau pun cadangan makanan yang cukup;
81.http://www.ohchr.org/ prepared in Coordination with the United Nations System , Humanitarian Assistance Respon Plan for Syria (1 January – 30 June 2013), di unduh pada rabu 6 Maret 2013 pukul 09.45
65 2. Mendukung dan memperkuat fasilitas dalam hal penyediaan bahan
makanan dan kebutuhan pokok para korban konflik dan penggungsi
3. Menyediakan bibit / input pertanian dan ternak kepada para penduduk Suriah yang akibat perang dan konflik kehilangan mata pencarian mereka;82 FAO dalam bekerja pemberian bantuan kemanusiaan kepada para korban konflik dan para penggungsi mendasarkan pada amanat dari resolusi Majelis Umum Res 46/182,
“Strengthening of the Coordination of Humanitarian Emergency Assistance of the United Nations” and the Guiding Principles in its annex”.dengan adanya wewenang
dari majelis umum mengenai bantuan kemanusiaan maka FAO yang bekerjasama dengan United Nations World Food Programmed an NGO lokal yang ada di Suriah memberikan bantuannya kepada para korban dan para penggungsi yang harus keluar dari negara tersebut.
Selain masalah penggunsi, kesehatan dan kebutuhan pokok makanan ada satu masalah penting yang perlu mendapatkan perhatian khusus dari Badan-Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang bekerja di wilayah konflik untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada para korban yaitu masalah pendidikan kepada anak-anak para korban konflik dan penggungsi. Dalam hal ini Perserikatan bangsa-Bangsa menugaskan United Nations Children’s Fund (UNICEF) untuk memberikan bantuan pada sector pendidikan anak.
82. Ibid., hlm: 10.
66
(iii). United Nations Children’s Fund (UNICEF)
Pendidikan merupakan hal yang paling pokok dalam pengembangan generasi pada suatu bangsa yang beradab, dan setiap anak / orang berhak atas pendidikan83 sesuai dengan Pasal 26 Universal Declaration of Human Right yang berbunyi :
(1) Everyone has the right to education. Education shall be free, at least in the elementary and fundamental stages. Elementary education shall be
compulsory. Technical and professional education shall be made generally available and higher education shall be equally accessible to all on the basis of merit. Setiap orang berhak mendapat pendidikan. ((1)Pendidikan harus
gratis, setidak-tidaknya untuk tingkat sekolah rendah dan pendidikan dasar. Pendidikan rendah harus diwajibkan. Pendidikan teknik dan jurusan secara umum harus terbuka bagi semua orang, dan pengajaran tinggi harus secara adil dapat diakses oleh semua orang, berdasarkan kepantasan.)
Dengan terjadinya konflik bersenjata di Suriah menyebabkan terhambatnya pemenuhan terhadap hak atas pendidiksn terutama untuk anak-anak yang masih di usia pendidikan dasar.
Konflik bersenjata yang terjadi di Suriah mengakibatkan banyaknya penduduk Suriah yang meninggalkan negaranya84 dan sekitar 2.362 sekolah85 dijadikan target
83. Lihat Pasal 26 Universal Declaration of Human Right :(1) Everyone has the right to
education. Education shall be free, at least in the elementary and fundamental stages. Elementary education shall be compulsory. Technical and professional education shall be made generally available and higher education shall be equally accessible to all on the basis of merit.
84. Around 330,000 Syrians have sought shelter in Lebanon and close to 320,000 in Jordan, the refugee agency reported, with more than 185,000 in Turkey, 105,000 in Iraq, 43,500 in Egypt and around 8,000 across North Africa. Others have fled to Europe.
67 dan srangan militer Suriah yang berperang melawan para demonstran dan pemberontak, hal ini mengakibatkan hampir 70% siswa dari sekolah yang ada di Suriah meninggalkan pula sekolah dan negaranya akibat konflik yang terjadi. Dengan kenyataan yang terjadi tersebut Perserikatan Bangsa-Bangsa melaui organnya United Nations Children’s Fund (UNICEF) ikut memberikan bantuan kemanusiaan terutama dibidang pendidikan kepada anak – anak yang terpaksa meninggalkan sekolahnya karena konflik dan peperangan yang terjadi dinegaranya. Beberepa program yang dilaksanakan oleh UNICEF yang bekerjasama dengan Caritas Lebanon Migrant
Centre dalam mengatasi masalah pendidikan anak yang berada diwilayah
penggungsian adalah :
1. Membuat aktifitas belajar mengajar di kamp kamp penggungsi yang di khususkan untuk pendidikan anak-anak korban perang dan konflik, focus pembelajaran disini berupa : bermain, menggambar dan melukis;
2. Pembukaaan sekolah-sekolah umum di wilayah penggungsian atau wilayah Suriah yang aman dari konflik dan perang ;
http://mobile.nytimes.com/2013/03/07/world/middleeast/number-of-syrian-refugees-hits-1-million-un-says.xml, diakses pada kamis 7 Maret 2013 pukul 11.15 WIB
85. prepared in Coordination with the United Nations System , Humanitarian Assistance Respon Plan for Syria (1 January – 30 June 2013), di unduh pada rabu 6 Maret 2013 pukul 09.45, hlm: 29.
68 3. Distribusi peralatan kelengkapan sekolah kepada anak-anak yang berada di
kamp untuk menunjang pembelajaran para siswa yang ada di penggungsian;86
4. Melakukan pelatihan Psiko-sosial kepada anak-anak korban perang dan konflik;
5. Anak-anak didukung dengan pembelajaran rumah dan dan jarak jauh untuk mengurangi trauma dan tekanan psikologis akibat perang dn konflik di negaranya;
6. Melakukan penataan ruang kelas yang menarik agar para siswa merasa nyaman disekolah dan dapat sejenak melupakan kesusahan akibat konflik;87 Program bantuan kemanusiaan yang diberikan dari UNICEF kepada anak-anak yang berada di wilayah penggungsian diharapkan dapat mengurangi penderitaan para korban konflik.
Pemberian bantuan kemanusiaan atau Humanitarian Assistance yang di lakukan oleh organ-organ Perserikatan Bangsa-Bangsa tidak hanya di mawah wewenang General Assembly tapi Juga Security Council. Security Council juga mengeluarkan Resolusinya yang menuatkan dan menegaskan kembali Resolusi General Assembly mengenai keadan konflik dan bantuan kemanusiaan yang harus diberikan kepada para korban konflik yang terjadi di Suriah. Resolusi yang
86. http://www.unicef.org/UNICEFSyrianRegionalcrisisHumanitarianSitrep-REGIONALLessSyria// diakses pada 22 february 2013 pukul 20.15 WIB.
69 dikeluarkan Security Council yaitu : S/RES/2042(2012) dan S/RES/2043(2012) yang dikeluarkan pada bulan april 2012 yang menyatakan bahwa seluruh negara anggota dari Perserikatan Bangsa-Bangsa wajib ikut memberikan bantuan kemanusiaan kepada para penduduk sipil Suriah yang menjadi korban konflik di negara tersebut melalui badan-badan atau organ-organ dari Perserikatan Bangsa-Bangsa yang telah ditunjuk88.
Sesuai dengan Chapter VII dari piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menyatakan bahwa Dewan Keamananyyang menentukan ada tidaknya pelanggaran terhadap perdamaian dan keamanan dunia dan mengambil tindakan yang dirasa perlu untuk mengatasi situasi tersebut89 . Dewan Keamanandalam resolusi yang pertama yakni S/RES/2042(2012) ini juga menunjuk United Nations High Comissioner for Refugges (UNHCR) yang menkoordinasikan semua jenis bantuan kemanusiaan atau
Humanitarian Assistance yang ditujukan kepada Suriah. Dalam menjalankan
mandate dari Dewan KeamananUNHCR melakukan kerjasama dengan beberpa organ dari Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam koordinasi dan penyaluran Humanitarian Asistance pada para penggungsi dan korban kekerasan bersennjata yang ada akibat terjadinya konflik antara pemerintah Syrian Arab Republic dengan rakyatnya.
88. Lihat Konsideran Resolusi Dewan KeamananS/RES/2042(2012) dan S/RES/2043(2012) : Reaffirming its support to the Joint Special Envoy for the United Nations and the League of Arab
States, Kofi Annan, and his work, following General Assembly resolution A/RES/66/253 of 16 February 2012 and relevant resolutions of the League of Arab States,
Reaffirming its strong commitment to the sovereignty, independence, unity and territorial integrity of Syria, and to the purposes and principles of the Charter
70 Selain penyaluran Humanitarian Assistance yang termuat dalam resolusi yang dikeluarkan oleh dewan keamanan, juga menyangkut mengenai pengiriman tim pemantau khusus yang bertugas memantau mengenai pelanggaran HAM yang terjadi di Suriah kemudian akan dilaporkan ke Dewan Keamananuntuk menentukan sikap tentang tindakan apa yang akan dilakukan terhadap Suriah, United Nations
Supervision Mission In Suriah (UNSMIS) merupakan tim pemantau yang di tugaskan
di wilayah Suriah sejak April 2012 hingga Agustus 2012. Setelah kerja UNSMIS berakhir di Suriah, Perserikatan Bangsa-Bangsa juga mengirimkan lagi tim pencari fakta untuk mengumpulkan bukti-bukti agar dapat cepat menyelesaikan konflik kekerasan bersenjata yang terjadi disana.