• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II DASAR TEORI

3.2 ALUR PENELITIAN

3.2.5 Pembuatan Hasil Data

Dalam proses pembuatan hasil data mengacu pada hasil yang diperoleh pada pengujian yang dimana setiap perangkat yang diuji memiliki parameter yang telah ditentukan pada perancangan tugas akhir ini.

45

BAB IV

HASIL DATA DAN PEMBAHASAN

Pada bab ini merupakan pembahasan dari hasil pengujian pada rancang bangun sistem monitoring kadar pH, suhu dan kekeruhan air sungai berbasis IoT.

Pengujian dilakukan sesuai dengan skema pengujian yang dijabarkan pada BAB III yaitu pengujian sensor pH 4502C dalam membaca kadar pH, sensor dallas DS18B20 dalam membaca suhu air dan sensor turbidity SEN0189 dalam membaca kekeruhan air sungai. Kemudian pengujian Quality of Service yang meliputi Throughput, Delay dan packet loss.

4.1 HASIL PERANCANGAN SISTEM

Pada tugas akhir ini untuk perancangan sistem meliputi perancangan hardware dan software. Perancangan software meliputi firebase dan aplikasi yang dibuat menggunakan MIT App Inventor. Sistem mpnitoring ini untuk alur kerjanya dimulai dari perangkat keras sensor pH-4502C mendapatkan hasil kadar pH air, sensor suhu dallas DS18B20 mendapakan hasil suhu air. Lalu semua data yang didapatkan dari semua sensor akan dikirimkan pada Google firebase secara Real-time yang selanjutnya akan diteruskan pada aplikasi Android yang sudah dibuat menggunakan MIT App Inventor. Pada gambar 4.1 adalah hasil perancangan hardware dari sistem monitoring kadar pH, suhu dan kekeruhan air sungai berbasis IoT.

Gambar 4.1 Hasil Perancangan Hardware

Pada gambar 4.1 adalah hasil perancangan hardware sistem monitoring yang telah dibuat. Pada hardware yang sudah dirancang tersebut terdapat komponen seperti Arduino Nano sebagai mikrokontrollernya untuk mengirim data. Kemudian

46

terdapat 3 sensor, pertama sensor pH 4502C yang digunakan untuk membaca kadar pH lalu sensor suhu dallas DS18B20 digunakan untuk membaca suhu air dan sensor tubidity yang digunakan untuk membaca kekeruhan air. Pada rangkaian hardware juga terdapat NodeMCU ESP8266 yang digunakan untuk mengirim data ke firebase secara real-time.

Gambar 4.2 Tampilan Real-time Database di Google Firebase

Pada gambar 4.2 adalah sebuah tampilan dari Real-time database yang digunakan untuk menyimpan database pada sistem monitoring kadar pH, suhu dan kekeruhan air sungai. Pada Real-time database ini menyimpan data dari nilai pH yang dibaca oleh sensor. Selain data dari nilai pH pada database ini juga menyimpan data temperatur suhu air dan juga data kekeruhan air yang didapatkan dari hasil baca masing-masing sensor yang digunakan.

47

Gambar 4.3 Tampilan Screen di Aplikasi

Jika data sudah diterima pada firebase, data akan diteruskan ke aplikasi Android yang sudah dibuat denan menggunakan MIT App Inventor. Pada rancangan aplikasi Android yang dibuat memuat screen yang menampilkan nilai dari setiap data yaitu kadar pH, tinggi suhu dan nilai kekeruhan air. Pada screen seperti gambar 4.3 pengguna dapat melihat informasi dari kadar pH air, tinggi suhu air dan kekeruhan air nya. Hasil tersebut tentunya didapatkan dari hasil pembacaan sensor secara real-time.

4.2 HASIL PENGUJIAN SISTEM

4.2.1 Hasil Data Pengujian Sensor pH-4502C

Pada sistem monitoring kadar pH, suhu, dan kekeruhan air sungai ini menggunakan sensor pH-4502C sebagai monitoring kadar pH. Pengujian sensor pH-4502C terdapat 3 tingkatan untuk menguji sensor pH yaitu menggunakan air pH kadar rendah, menengah dan tinggi. Pada pH kadar rendah menggunakan pH 4, untuk kadar pH menengah menggunakan nilai 6,86 sedangkan untuk kadar pH tinggi menggunakan nilai 9.18. Lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut.

Setiap tingkatan pH dilakukan pengujian sebanyak 10 kali dengan kurun waktu 10 menit. Dari percobaan tersebut pada masing-maning percobaannya memiliki nilai error yang berbeda-beda.

48

Gambar 4.4 Hasil Pengujian Sensor pH-4502C

Pada setiap tingkatan pada air pH dilakukan pengujian sebanyak 10 kali dengan kurun waktu 10 menit. Berdasarkan percobaan tersebut didapatkan pada masing-masing percobaan yang dilakukan memiliki nilai error yang berbeda-beda.

Berikut merupakan hasil dari percobaan pH level rendah.

Tabel 4.1 Hasil Pengujian Sensor pH Level Rendah Percobaan PH meter PH s ensor Error

1 4 4.02 0.5%

2 4 4.04 1%

3 4 3.97 0.75%

4 4 3.99 0.25%

5 4 3.99 0.25%

6 4 4.00 0%

7 4 4.01 0.25%

8 4 4.02 0.5%

9 4 4.02 0.5%

10 4 4.02 0.5%

Rata-rata 0.45%

49

Gambar 4.5 Hasil Pengujian pH Level Rendah

Berdasarkan hasil penelitian pada tabel 4.5 didapatkan rata-rata error rate pada pengukuran pH tingkat rendah adalah 0.45% yang merupakan hasil yang baik.

Error tertinggi ada pada data pengujian kedua dimana memiliki error sebesar 1%

yang didapat dari nilai pengujian pH sebesar 4.04. Sedangkan error terkecil terjadi pada pengujian ke 6 dimana error yang didapatkan adalah 0% yang didapat dari nilai pengujian pH sama dengan pH meter yaitu 4. Perbandingan antara pH meter dan pH sensor dapat dilihat pada gambar 4. Pada pengujian pH level rendah pada pengujian 1 dan 2 memiliki nilai error yang paling tinggi dan pada pengujian ke 6 tidak ada error.

Tabel 4.2 Hasil Pengujian Sensor pH Level Menengah Percobaan PH meter PH sensor Error

50

Gambar 4.6 Hasil Pengujian pH Level Menengah

Pada pengujian pH level menengah kali ini hasil yang didapatkan untuk rata-rata error nya lebih tinggi dibandingkan dengan pengujian pH level rendah yaitu sebesar 1.876%. Error tertinggi terjadi pada pengujian pH adalah sebesar 2.04%

yang didapatkan pada pengujian ke 6, 7, 8 dan 10 dengan nilai pH yang didapat sebesar 7.00. Sedangkan untuk error terkecil adalah pada pengujian pertama dengan nilai pH yang didapat sebesar 6.97. Perbandingan hasil dari pengujian pH meter dan pH sensor dapat dilihat pada bambar 4. Pada pengujian pH level menengah didapatkan nilai pengujian yang paling dekat dengan pH meter adalah pada pengujian pertama sebesar 1.60% sedangkan yang memiliki nilai pengujian paling jauh dengan pH meter adalah percobaan ke 6, 7, 8 dan 10 dengan nilai errornya 2.04%.

Tabel 4.3 Hasil Pengujian Sensor pH Level Tinggi Percobaan PH meter PH sensor Error

51

Percobaan PH meter PH sensor Error

9 9.18 9.43 2.72%

10 9.18 9.43 2.72%

Rata-rata 2.076%

Gambar 4.7 Hasil Pengujian pH Level Tinggi

Pengujian error rate pH yang terakhir merupakan pH level tinggi. Pada pengujian ini didapatkan hasil rata-rata error sebesar 2.076%, merupakan rata-rata error tertinggi dari pengujian sebelumnya. Error tertinggi terjadi pada pengujian ke 6 sampai 10 dimana memiliki error 2.72% yang didapat dari pengujian pH sebesar 9.43. Sedangkan error terkecil terjadi pada pengujian ke 1 dan 4 dimna nilai pH nya sebesar 9.30. Untuk perbandingan antara pH meter dan pH sensor dapat dilihat pada gambar 4. Pada pengujian pH level menengah didapatkan nilai pengujian yang paling dekat pH meter adalah pada pengujian 1 dan 4 sebesar 1.30%

sedangkan yang memiliki nilai pengujian paling jauh dengan pH meter adalah percobaan ke 6, 7, 8 dan 10 dengan nilai errornya 2.72%.

4.2.2 Hasil Data Pengujian Sensor Dallas DS18B20

Pada sistem monitoring kadar pH, suhu dan kekeruhan air sungai ini menggunakan sensor suhu dallas DS18B20 sebagai monitoring suhu air. Pengujian suhu terdapat 3 tingkatan untuk menguji sensor suhu dallas DS18B20 yairu dengan menggunakan air bersuhu rendah, menengah dan tinggi. Pengujian ini bertujuan untuk melihat perbandingan error rate antara sensor suhu dallas DS18B20 dengan termometer digital. Setiap tingkatan suhu dilakukan pengujian sebanyak 10 kali

9.15

52

dengan kurun waktu 10 menit. Dari percobaan tersebut pada masing-maning percobaannya memiliki nilai error yang berbeda-beda.

Gambar 4.8 Hasil Pengujian Sensor Dallas DS18B20 Tabel 4.4 Biasa Hasil Pengujian Sensor Suhu pada Air Es

Percobaan Termometer Sensor Suhu Error

1 7.0 6.88 1.71%

2 7.8 7.31 6,28%

3 8.5 7.56 11.05%

4 8.6 8.00 6,97%

5 9.1 8.44 7.25%

6 9.4 8.63 8.19%

7 9.6 9.25 3.64%

8 10.1 9.75 3.46%

9 10.6 10.31 2.73%

10 11.2 10.81 3.48%

Rata-rata 5.474%

53

Gambar 4.9 Hasil Pengujian Sensor Suhu pada Air Es

Pada tabel 4.9 merupakan hasil pengujian sensor suhu pada air es. Pada termometer digital dan sensor suhu yang dipakai nilainya sama-sama tidak tetap.

Hasil penelitian sensor suhu pada air es memperoleh hasil rata-rata error sebesar 5.474%. Pada pengujian terdapat selisih antara termometer digital dan sensor walaupun tidak terlalu signifikan. Untuk nilai error yang paling besar terjadi pada pengujian ke 3 dengan nilai error sebesar 11.05% sedangkan nilai error yang paling kecil terjadi pada pengujian ke 1 dengan nilai error sebesar 1.71%. Berdasarkan grafik pengujian nilai dari termometer dan sensor naik karena air yang digunakan air es dimana suhunya cepat berubah ke suhu ruang.

Tabel 4.5 Hasil Pengujian Sensor Suhu pada Air Biasa Percobaan Termometer Sensor Suhu Error

1 29.7 28.00 5.72%

54

Gambar 4.10 Hasil Pengujian Sensor Suhu pada Air Biasa

Pada tabel 4.10 merupakan hasil pengujian sensor suhu pada air biasa. Pada termometer digital dan sensor suhu yang dipakai nilainya sama-sama tidak tetap.

Hasil penelitian sensor suhu pada air biasa memperoleh hasil rata-rata error sebesar 6.292% dimana lebih tinggi dari pengujian sebelumnya. Pada percobaan terdapat selisih antara termometer digital dan sensor yang cukup signifikan seperti gambar 4. Untuk nilai error yang paling besar terjadi pada pengujian ke 7 dengan nilai error sebesar 6.88% sedangkan nilai error yang paling kecil terjadi pada pengujian ke 1 dengan nilai error sebesar 5.72%. Berdasarkan grafik pengujian nilai dari termometer dan sensor cenderung stabil tidak terjadi peningkatan atau penurunan yang signifikan.

Tabel 4.6 Hasil Pengujian Sensor Suhu pada Air Panas Percobaan Termometer Sensor Suhu Error

1 62.6 60.69 3.05%

55

Percobaan Termometer Sensor Suhu Error

10 49.8 49.13 1.34%

Rata-rata 2.596%

Gambar 4.11 Hasil Pengujian Sensor Suhu pada Air Panas

Pada tabel 4.11 merupakan hasil pengujian sensor suhu pada air panas. Pada termometer digital dan sensor suhu yang dipakai nilainya sama-sama tidak tetap.

Hasil penelitian sensor suhu pada air biasa memperoleh hasil rata-rata error sebesar 2.596% yang merupakan nilai rata-rata error paling kecil. Pada percobaan terdapat selisih antara termometer digital dan sensor yang cukup signifikan seperti gambar 4. Untuk nilai error yang paling besar terjadi pada pengujian ke 2 dengan nilai error sebesar 3.91% sedangkan nilai error yang paling kecil terjadi pada pengujian ke 6 dengan nilai error sebesar 1%. Berdasarkan grafik pengujian nilai dari termometer dan sensor nilainya tidak stabil melainkan turun dengan signifikan karena air yang digunakan air panas dimana suhunya cepat berubah ke suhu ruang.

4.2.3 Hasil Data Pengujian Sensor Turbidity SEN0189

Pada pengujian sensor turbidity kali ini terdapat perbedaan dengan pengujian sensor sebelumnya, dimana pada pengujian sensor turbidity tidak menggunakan alat pembanding melainkan menggunakan air jernih sebagai patokan untuk monitoring kualitas air. Dari data yang didapatkan air jernih nilainya 0.5 NTU atau mendekato 0. Untuk pengujian sensor turbidity membandingkan 3 jenis air berdasarkan kekeruhannya mulai dari air jernih, air the dan air kopi. Setiap jenis air dilakukan pengujian sebanyak 20 kali dalam waktu 10 menit.

49

56

Gambar 4.12 Hasil Pengujian Sensor Turbidity SEN0819 Berikut adalah hasil perbandingan dari pengujian sensor turbidity:

Tabel 4.7 Hasil Pengujian Sensor Turbidity Percobaan Air Jernih Air The Air Kopi

1 0.70 12.64 27.33

2 0.66 12.72 27.41

3 0.66 12.72 27.63

4 0.70 12.68 27.67

5 0.75 12.68 27.63

6 0.83 12.81 27.67

7 0.83 12.94 27.63

8 0.88 12.94 27.63

9 0.83 12.85 27.59

10 0.75 12.98 27.59

11 0.75 12.72 27.59

12 0.88 11.52 27.59

13 0.79 11.52 27.59

14 0.92 11.52 27.59

15 0.88 11.65 27.59

16 0.79 11.69 27.59

17 0.79 11.90 27.54

18 0.70 12.46 27.59

19 0.88 12.42 27.50

57

Percobaan Air Jernih Air The Air Kopi

20 0.79 12.46 27.54

Rata-rata 0.788 12.391 27.574

Pada hasil pengujian sensor turbidity didapatkan rata-rata dari 3 jenis air yang di uji. Pada pengujian air jernih dari 20 kali data yang diambil rata-rata nilai yang didapatkan sebesar 0.788 NTU. Pada pengujian air jeruk dari 20 kali data yang diambil rata-rata sebesar 12.391 NTU. Dan yang terakhir pada pengujian air kopi rata-rata yang didapat adalah sebesar 27.574 NTU. Berdasarkan pengujian sensor turbidity air kopi memiliki tingkat kekeruhan paling tinggi.

4.2.4 Hasil Pengujian Throughput

Pada pengujian Throughput dalam sistem ini memiliki tujuan untuk mengetahui seberapa besar data yang diterima dalam satuan waktu (second). Dalam pengujian Throughput ini dilakukan dengan lama pengujian kurang lebih 1 menit dengan jarak dari 1-10 meter. Pengujian Delay dilakukan menggunakan software wireshark yang sudah terinstal pada laptop.

Tabel 4.8 Hasil Pengujian Throughput Jarak (m) Besar Paket

(bytes) Time span (s) Throughput (bit/s)

58

Gambar 4.13 Grafik Hasil Pengujian Throughtput

Berdasarkan hasil pengujian Throughput dengan jarak dari 1-10 meter seperti pada tabel 4.8, memperoleh rata-rata nilai Throughput sebesar 6301.1 bit/s.

Untuk nilai Throughput yang paling tinggi didapatkan pada jarak 1 meter yaitu dengan nilai Throughput sebesar 21440 bit/s. Sedangkan untuk nilai Throughput yang paling kecil didapatkan pada jarak 6 meter yaitu dengan nilai Throughput sebesar 1674 bit/s.

4.2.5 Hasil Pengujian Delay

Dalam pengujian Delay pada sistem ini bertujuan untuk mengetahui waktu jeda yang diperlukan dalam sebuah pengiriman paket. Pada pengujian Delay ini dilakukan dengan lama pengujian kurang lebih 1 menit dengan jarak dari 1-10 meter. Pengujian Delay dilakukan menggunakan software wireshark yang sudah terinstal pada laptop. Data yang diambil merupakan data Delay per packet yang dikirimkan.

Tabel 4.9 Hasil Pengujian Delay

Jarak (m) Jumlah Paket Time span (s) Delay per

59

Gambar 4.14 Grafik Hasil Pengujian Delay

Berdasarkan hasil pengujian Delay dengan jarak dari 1-10 meter seperti pada tabel 4.9, memperoleh rata-rata nilai Delay sebesar 0.32 s. Untuk nilai Delay yang paling tinggi didapatkan pada jarak 3 meter yaitu dengan nilai Delay sebesar 0.53 s. Sedangkan untuk nilai Delay yang paling kecil didapatkan pada jarak 1 meter yaitu dengan nilai Delay sebesar 0.13s.

4.2.6 Hasil Pengujian Packet Loss

Pada pengujian Packet Loss pada sistem ini bertujuan untuk mengetahui paket yang hilang dan tidak sampai ke penerima sesuai dengan yang dikirim. Pada pengujian Packet Loss sama seperti pengujian Throughput dan Delay yang dilakukan dengan lama pengujian kurang lebih 1 menit dengan jarak dari 1-10 meter. Pengujiannya masih sama menggunakan software wireshark yang sudah teristal pada laptop.

60

Tabel 4.10 Hasil pengujian Packet Loss Jarak

Berdasarkan hasil pengujian Packet Loss dengan jarak 1-10 meter seperti pada tabel 4.10, dari hasil pengujian tersebut dapat dilihat bahwa semua jumlah dari paket yang dikirim sama dengan jumlah paket yang diterima. Jadi dapat di tentukan bahwa dari jarak 1 meter sampai 10 meter persentase Packet Loss yang didapat adalah 0%

4.2.7 Hasil Pengujian Sistem

Pada hasil kesulurahan sistem yang sudah dibuat, baik dari sistem perangkat keras maupun perangkat lunak telah dilalukan dilakukan pada keseluruhan sistem.

Pada sistem perangkat keras yang terdiri dari rangkaian arduino nano sebagai mikrokontrollernya, sensor pH-4502c sebagai pembaca kadar pH, sensor dallas DS18B20 sebagai pembaca suhu dan sensor turbidity SEN0189 sebagai pembaca nilai kekeruhan air. Berdasarkan pengujian perangkat keras tersebut ketiga sensor dapat dilakukan dengan baik dan data yang diperoleh dapat terkitim pada penyimpanan database pada Google firebase. Kemudian pada pengujian sistem perangkat lunak pada aplikasi yang sudah dibuat berhasil menampilkan data dari hasil baca sensor berupa kadar pH air, tinggi suhu air dan tingkat kekeruhan air.

61

Gambar 4.15 Hasil Pengujian Sistem

62

BAB V PENUTUP

5.1 KESIMPULAN

Berdasarkan hasil dari pengujian dan pembahasan yang telah dilakukan secara keseluruhan pada tugas akhir dengan judul “Rancang Bangun Sistem Monitoring Kadar Ph, Suhu Dan Kekeruhan Air Sungai Berbasis Internet Of Things (IoT)” yang telah diperoleh sebagai berikut:

1. Pada perancangan sistem moitoring kadar pH, suhu, dan kekeruhan air sungai, NodeMCU ESP8266 berhasil mengirimkan data pembacaan sensor-sensor menggunakan komunikasi data WiFi ke firebase dan data dapat ditampilkan pada aplikasi berbasis Android yang pengirimannya menggunakan komunikasi data WiFi.

2. Pada pengujian sensor pH-4502C, sensor dallas serta sensor turbidity memiliki nilai akurasi berbeda-beda. Berdasarkan hasil pengujian ketiga sensor memiliki nilai akurasi diatas 90%.

3. Pada hasil pengujian Quality of Service yang meliputi Throughput, Delay dan Packet Loss yang diambil dari jarak 1-10 meter. Hasil pengujian Throughput mendapat nilai rata-rata sebesar 6301.1 bit/s. Untuk pengujian Delay mendapat nilai rata-rata sebesar 0.32 s. Dan pengujian Packet Loss mendapatkan presentase keseluruhan sebesar 0% yang menujukan bahwa tidak ada paket hilang.

5.2 SARAN

Berdasarkan penelitian ini, hasil pengujian dan analisa yang telah dilakukan terdapat beberapa saran untuk dikembangkan pada penelitian selanjutnya yaitu:

1. Pada penelitian ini hanya menggunakan 3 jenis sensor untuk penelitian selanjutnya bisa menambahkan sensor lainnya yang berkaitan dengan kualitas air supaya monitoring parameter kualitas air lebih lengkap.

2. Pada penelitian ini masih menggunakan komunikasi data WiFi, untuk penelitian selanjutnya bisa menggunakan LoRa yang memiliki jaringan lebih jauh.

63

3. Pada penelitian ini tidak semua sensor menggunakan alat pembanding untuk penelitian selanjutnya bisa menggunakan alat pembanding pada semua sensor yang digunakan.

64

DAFTAR PUSTAKA

[1] R. Ilmugeografi, "Pencemaran Air Sungai dan Dampaknya," 2018. [Online].

Available: https://ilmugeografi.com/ilmu-bumi/sungai/pencemaran-air-sungai. [Accessed 29 Maret 2020].

[2] MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP, "KEPUTUSAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR : 115 TAHUN 2003 TENTANG PEDOMAN PENENTUAN STATUS MUTU AIR,"

luk.staff.ugm.ac.id, Indonesia.

[3] "PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 82 TAHUN 2001," in PENGELOLAAN KUALITAS AIR DAN PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,, Indonesia, 2001.

[4] H. Audiva, A. T. Hanuranto and R. Mayasari, "APLIKASI SISTEM MONITORING KELAYAKAN AIR DI DAERAH ALIRAN SUNGAI BERBASIS ANDROID," e-Proceeding of Engineering, vol. vii, p. 3525, 2020.

[5] S. A. Akbar, D. B. Kalbuadi and A. Yudhana, "ONLINE MONITORING KUALITAS AIR WADUK BERBASIS THINGSPEAK," TRANSMISI, vol.

IV, no. 21, pp. 1411-1814, 2019.

[6] A. Sabiq and P. N. Budisejati, "Sistem Pemantauan Kadar pH, Suhu dan Warna pada Air Sungai Melalui Web Berbasis Wireless Sensor Network,"

Jurnal Teknologi dan Sistem Komputer, vol. V, no. 3, pp. 94-100, 2017.

[7] D. Megawati, K. Masykuroh and D. Kurnianto, "Rancang Bangun Sistem Monitoring PH dan Suhu Air pada Akuaponik Berbasis Internet of Thing (IoT)," TELKA, vol. VI, no. 2, pp. 124-137, 2020.

[8] T. D. Hendrawati, A. R. A. Tahtaw and F. Fadilah, "Internet-of-Things, Sistem Monitoring Pencemaran Air Sungai Berbasis Teknologi Sensor Nirkabel dan," IRWNS, pp. 286-295.

65

[9] N. Y. D. S. Imam Abdul Rozaq, "KARAKTERISASI DAN KALIBARASI SENSOR PH MENGGUNAKAN ARDUINO UNO," Prosiding SENDI_U, no. 3, pp. 978-979, 2018.

[10] E. A. E. A. Muammarul Imam, "PENGENDALIAN SUHU AIR MENGGUNAKAN SENSOR SUHU DS18B20," Jurnal J-Ensitec, vol. VI, no. 1, pp. 347-352, 2019.

[11] H. D. I. S. Handoko Rusiana Iskandar, "Eksperimental Uji Kekeruhan Air Berbasis Internet of Things Menggunakan Sensor DFRobot SEN0189 dan MQTT Cloud Server," jurnal.umj.ac.id, no. 2, p. jurnal.umj.ac.id, 2019.

[12] admin, "Memulai Pemrograman NodeMCU ESP8266 Menggunakan Arduino IDE," 27 Juli 2019. [Online]. Available: https://www.nn- digital.com/blog/2019/07/27/memulai-pemrograman-NodeMCU-esp8266-menggunakan-arduino-ide/. [Accessed 9 April 2021].

[13] A. Asfihan, "Firebase Adalah : Cara Kerja, Sejarah, Manfaat, Kelebihan dan Kekurangnya," 7 januari 2021. [Online]. Available:

https://adalah.co.id/firebase/. [Accessed 9 April 2021].

[14] admin, "Apa Itu MIT App Inventor, Berikut Penjelasannya," 6 januari 2020.

[Online]. Available: https://psti.unisayogya.ac.id/2020/01/06/apa-itu-mit-app-inventor-berikut-penjelasannya/. [Accessed 10 April 2021].

[15] M. Y. L. F. A. Anggita Nindya Wisnu Wardhana, "ANALISIS Quality of Service (QoS) JARINGAN INTERNET BERBASIS WIRELESS LAN PADA LAYANAN INDIHOME," semanTIK, vol. 3, no. 2, pp. 49-58, 2017.

[16] menurutparaahli, "Pengertian, Definisi Dan Arti Istilah Kesehatan (Permukaan Anterior – Photoaging)," 6 Agustus 2016. [Online]. Available:

https://menurutparaahli.com/tag/pengertian-ph/. [Accessed 7 April 2021].

[17] s. p. irawan, "Pelajari tentang Sensor Suhu DS18B20 dan bagaimana penyambungan alat tersebut sebagai input pada perangkat Raspberry Pi sebagai sensor suhu sebuah ruangan.," 26 Februari 2017. [Online]. Available:

https://kl801.ilearning.me/2017/02/26/pelajari-tentang-sensor-suhu-

DS18B20-dan-bagaimana-penyambungan-alat-tersebut-sebagai-input-pada-66

perangkat-raspberry-pi-sebagai-sensor-suhu-sebuah-ruangan/. [Accessed 9 April 2021].

Dokumen terkait