BAB III. METODE PENELITIAN
H. Tata Cara Penelitian
4. Pembuatan Kuesioner
Pembuatan kuesioner meliputi tiga tahap yaitu:
a. Pembuatan kuesioner
Kuesioner terdiri dari empat bagian. Pada bagian pertama kuesioner
ingin diketahui karakteristik demografi responden. Bagian kedua kuesioner
menggambarkan pengetahuan responden tentang kanker serviks dan
papsmear. Dalam bagian pengetahuan, diukur pemahaman responden tentang
definisi, penyebab, faktor risiko, gejala, stadium, deteksi dini dengan
papsmear, pelaksanaan papsmear, interpretasi hasil papsmear, proses
lxx
ketiga kuesioner mengukur sikap responden mengenai deteksi dini kanker
serviks dengan papsmear. Bagian keempat mengukur perilaku responden
yang terwujud dengan melakukan papsmear, perilaku untuk meneruskan
pengetahuan yang telah diperoleh dari ceramah atau ceramah-testimoni, serta
perilaku untuk menganjurkan ibu lain untuk melakukan papsmear.
Gambar 8. Kerangka Kuesioner
Item-item pernyataan pada bagian II hingga bagian IV dalam
kuesioner disusun berdasarkan atas variabel-variabel penelitian yang ingin
diketahui yaitu pengetahuan, sikap, dan perilaku berdasarkan panduan dari
National Cancer Institute (NCI) (2007a). Dari poin-poin yang ada, kemudian
Kuesioner
Bagian I
Karakteristik demografi responden, meliputi nama, umur, alamat, status pernikahan, lama menikah, jumlah anak, dan latar belakang informasi tentang kanker serviks dan papsmear, riwayat melakukan papsmear.
Bagian III
Sikap responden mengenai papsmear sebagai upaya untuk deteksi dini kanker serviks
Bagian II
Tingkat pengetahuan responden tentang kanker serviks dan papsmear
diukur pemahaman responden tentang definisi, penyebab, faktor risiko, gejala, stadium, deteksi dini dengan papsmear, pelaksanaan papsmear, interpretasi hasil papsmear, proses papsmear dan upaya-upaya pencegahan terjadinya kanker serviks.
Bagian IV
Perilaku responden dalam deteksi dini kanker serviks, apakah responden melakukan papsmear atau tidak, perilaku untuk meneruskan pengetahuan yang telah diperoleh dari ceramah atau ceramah-testimoni serta perilaku untuk menganjurkan ibu lain untuk melakukan papsmear.
lxxi
dibuat pernyataan-pernyataan yang relevan mengenai kanker serviks dan
papsmear sesuai dengan materi yang nantinya akan diberikan kepada
responden.
Tabel I. Profil Pertanyaan dalam Kuesioner mengacu ke NCI (2007)
No Pertanyaan
1 Pengukuran Aspek Pengetahuan
a. Definisi Penyakit kanker serviks. b. Etiologi penyakit kanker serviks.
c. Tanda dan gejala penyakit kanker serviks. d. Faktor risiko kanker serviks.
e. Upaya pencegahan kanker serviks. f. Pengertian papsmear.
g. Arti penting melakukan papsmear. h. Proses papsmear.
i. Rekomendasi jadwal papsmear yang teratur. j. Kapan sebaiknya waktu ideal untuk papsmear? k. Bagaimana hasil papsmear dilaporkan?
l. Interpretasi hasil papsmear.
m. Apa yang harus dilakukan jika hasil tidak normal?
2 Pengukuran Aspek Sikap
a. Pendapat tentang ancaman kanker serviks pada penurunan kualitas hidup. b. Upaya pencegahan kanker serviks.
c. Pendapat tentang deteksi dini kanker serviks dengan papsmear.
d. Pendapat tentang hambatan (kerugian) deteksi dini dengan papsmear.
e. Pendapat tentang hal yang mendukung (keuntungan) deteksi dini dengan
papsmear.
f. Pendapat tentang tempat melakukan papsmear.
g. Pendapat tentang biaya papsmear.
3 Pengukuran Aspek Perilaku
a. Melakukan atau tidak melakukan papsmear.
b. Meneruskan pengetahuan yang diperoleh kepada orang lain atau tidak. c. Menganjurkan melakukan papsmear atau tidak.
lxxii
Pertanyaan dalam kuesioner merupakan pertanyaan tertutup.
Pertanyaan tersebut disusun dengan modifikasi skala Likert dari 5 pilihan
menjadi 4 pilihan yaitu SS (sangat setuju) , S (setuju), TS (tidak setuju), STS
(sangat tidak setuju). Modifikasi skala Likert dilakukan dengan
menghilangkan pilihan jawaban di tengah yaitu Ragu-ragu (R). Hal ini
dilakukan karena kategori jawaban di tengah memiliki arti ganda yang tidak
diharapkan dalam suatu instrumen, bisa diartikan belum dapat memutuskan
atau memberi jawaban, bisa juga diartikan netral. Jawaban di tengah juga
menimbulkan kecenderungan menjawab ke tengah, terutama bagi mereka
yang ragu atas arah kecenderungan jawabannya, setuju atau tidak setuju.
Selain itu, modifikasi ini dilakukan untuk melihat kecenderungan pendapat
responden ke arah setuju atau tidak setuju. Kuesioner dibuat dengan bahasa
yang sederhana agar mudah dipahami dan tidak terjadi perbedaan penafsiran
yang nantinya dapat mempengaruhi hasil. Butir-butir pernyataan dalam
kuesioner yang disusun bersifat favorable dan unfavorable.
Tabel II. Jenis Pertanyaan dan Pengelompokan Pernyataan Berdasarkan Variabel Dalam Kuesioner Jenis pertanyaan Variabel No pertanyaan Favorable Unfavorable Pengetahuan 1, 2 ,3, 4, 5, 6, 7, 8, 10, 11, 12, 15, 17, 18, 19 1, 2, 3, 4, 6, 7, 8, 11, 12, 5, 10, 15, 17, 18, 19 Sikap 9,13, 14, 16, 20, 21 9, 14, 16, 20, 21 13 Perilaku 22, 23, 24 22,23,24 -
lxxiii
Sistem penilaian dibagi menjadi 2 cara yaitu untuk pernyataan favorable dan
unfavorable. Penilaian untuk pernyataan yang favorable adalah SS = 4, S = 3,
TS = 2, STS = 1 sedangkan untuk pertanyaan yang unfavorable adalah SS =1,
S = 2, TS = 3, STS = 4
Kuesioner perlu diuji sebelum digunakan sebagai instrumen
penelitian. Uji yang dilakukan meliputi uji validitas, uji reliabilitas dengan
menghitung nilai Alpha Cronbach dan uji pemahaman bahasa.
b. Uji Validitas
Validitas memiliki arti sejauh mana data yang ditampung pada suatu
kuesioner akan mengukur apa yang ingin diukur. Uji ini digunakan untuk
mengetahui kelayakan butir-butir pertanyaan dalam suatu daftar pertanyaan
dalam mendefinisikan suatu variabel. Uji validitas yang dilakukan adalah uji
validitas isi (content validity).
Uji validitas dari setiap butir pernyataan dalam kuesioner pada
penelitian ini diukur dengan menggunakan program Statistical Product and
Service Solution (SPSS) versi 12 for Windows dengan analisis Pearson
Product Momen pada tingkat kepercayaan 95%. Analisis ini menunjukkan
validitas hubungan antarsetiap butir pernyataan. Setiap butir pernyataan
dinyatakan valid jika koefisien korelasi ( r ) bernilai positif dan r tabel < r
hitung (Azwar, 2006). Dalam penelitian ini diperoleh nilai koefisien korelasi
lxxiv
Uji validitas dilakukan kepada guru-guru wanita sekolah dasar di Kota
Yogyakarta di luar sampel penelitian sebanyak 15 orang. Uji validitas ini
dilakukan di Sekolah Dasar Negeri Bumijo, Sekolah Dasar Negeri Bener, dan
Sekolah Dasar Negeri Sagan. Setelah dilakukan tiga kali uji validitas, maka
diperoleh kuesioner yang valid.
Dari uji validitas diperoleh hasil bahwa dari 24 butir pernyataan
kuesioner, terdapat empat butir pernyataan yang masih belum valid. Untuk
keempat butir pernyataan tersebut dilakukan uji validitas professional
adjustment dari pakar yang ahli dalam bidang patologi anatomi kedokteran
RSUP dr. Sardjito Yogyakarta yaitu dr. Fx. Ediati Triningsih M.Sc.,Sp.PA,
empat butir pernyataan tersebut direvisi oleh dr. Fx. Ediati Triningsih
M.Sc.,Sp.PA sehingga dapat digunakan sebagai instrumen penelitian.
Dilakukan juga uji pemahaman bahasa kepada guru-guru wanita sekolah dasar
tersebut dimana peneliti mendampingi satu persatu guru dalam mengisi
kuesioner dan menanyakan apakah pernyataan dalam kuesioner mudah
dipahami atau tidak.
c. Uji Reliabilitas
Menurut Azwar (2006), reliabilitas merupakan ukuran suatu
kestabilan dan konsistensi responden dalam menjawab hal yang berkaitan
dengan kontruk-kontruk pertanyaan yang merupakan dimensi suatu variabel
dan disusun dalam suatu bentuk kuesioner. Reliabilitas dinyatakan oleh
lxxv
tinggi nilai koefisian reliabilitas/mendekati angka 1 berarti semakin tinggi
reliabilitasnya. Dan sebaliknya, semakin rendah nilai koefisien
reliabilitas/menjauhi angka 1 berarti semakin rendah reliabilitasnya. Menurut
Azwar (2006), suatu kuesioner dikatakan reliabel jika nilai Alpha > 0,60.
Dalam penelitian ini digunakan pendekatan internal konsistensi
dalam estimasi reliabilitas, dimana dalam pendekatan ini hanya memerlukan
satu kali tes kepada suatu kelompok individu sebagai subyek. Dalam
pendekatan ini diperlukan pembelahan tes menjadi 2 kelompok pertanyaan
yang disebut metode belah dua (split-half method). Pembelahan tes sedapat
mungkin pada setiap belahan berisi item dalam jumlah yang sama banyak
(Azwar, 2006). Dalam penelitian ini metode belahan yang digunakan adalah
pembelahan gasal-genap (odd-even splits). Cara pembelahan ini diharapkan
akan diperoleh dua bagian yang setara dari segi isi dan taraf kesukaran
item-itemnya. Cara pembelahan ini juga menghindari kemungkinan terjadinya
pengelompokan item-item tertentu ke dalam salah satu belahan saja. Koefisien
korelasi yang diperoleh adalah 0,724. Kemudian dilanjutkan menghitung
Formula Spearman-Brown yang merupakan formula koreksi terhadap
koefisien korelasi antara dua bagian tes. Koefisien reliabilitas dalam
penelitian ini diukur dengan menggunakan program SPSS versi 12.0 for
Windows dengan analisis reliabilitas yang menggunakan koefisien Alpha
lxxvi