commit to user
B. Pembuatan Bedengan
3. Pemeliharaan a.Penyiangan
Penyiangan atau pemberantasan gulma bertujuan untuk mengurangi terjadinya persaingan pengambilan unsur hara dalam tanah, antara tanaman pokok dengan tanaman lain yang ada disekitarnya (gulma). Disamping itu juga untuk menambah sirkulasi udara supaya lancar, sehingga dapat mengurangi kelembaban.
Pemberantasan gulma dilakukan dengan dua cara yaitu dengan cara manual dan kimiawi. Dalam pelaksanaan secara manual biasanya dilakukan pada waktu kondisi gulma dalam keadaan kurang subur. Sedangkan cara kimiawi pemberantasan dilakukan pada kondisi gulma dalam keadaan subur.
b. Pemupukan
Pupuk sangat diperlukan oleh tanaman, penyerapan unsur hara dalam tanah secara terus-menerus oleh tanaman mengakibatkan tersedianya unsur hara dalam tanah berkurang, untuk memenuhi ketersediaan unsur hara yang ada dalam tanah perlu penambahan unsur hara yang diperlukan oleh tanaman. Langkah tersebut dipenuhi dengan cara pemupukan.
Di PT. Perkebunan Nusantara IX (Persero) pemupukan dilakukan 2 kali dalam 1 tahun. Dosis yang diberikan pada tanaman pada pemupukan pertama sebanyak 60% dari dosis anjuran, sedangkan pemupukan kedua 40% dari dosis anjuran. Macam pupuk serta dosis yang diberikan pada tanaman kopi setiap tahunnya tidak sama, hal ini berdasarkan rekomendasi dari Puslit Koka Jember melalui analisa tanah dan daun. Sehingga dengan demikian pemberian pupuk sesuai dengan kebutuhan tanaman dan tepat sasaran.
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
28
Aplikasi pemupukan di lahan yaitu dengan membuat galian membentuk setengah lingkaran dan pupuk disebar kemudian ditutup kembali. Galian yang dibuat kurang lebih sedalam 10 cm. Pada pemupukan kedua galian yang dibuat setengah lingkaran pada sisi yang lainnya, sehingga pupuk dapat merata pada sekitar tanaman. Pemberian pupuk sebaiknya dilakukan pada awal musim penghujan dan pada akhir musim penghujan.
c. Pemberantasan Hama dan Penyakit
Tanaman yang tumbuh subur dengan produksi yang tinggi dapat rusak dalam beberapa waktu saja, karena disebabkan oleh serangan hama dan penyakit. Maka dari itu perlindungan tanaman terhadap hama dan penyakit perlu mendapatkan perhatian khusus agar dicapai efisiensi yang tinggi. Cara pengendalian hama dan pemberantasan penyakit harus dilakukan sedini mungkin dan tepat waktu sebelum serangan hama dan penyakit meluas.
1. Hama Tanaman Kopi
a. Bubuk Cabang (Xylosandrus compactus)
Yang paling banyak di jumpai di Indonesia adalah bubuk cabang hitam. Bubuk menyerang/menggerek cabang dan wiwilan yang masih muda umur 6-12 bulan. Cabang yang digerek akan menjadi kering dan patah. Pencegahan dan pemberantasan dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
a. Memperbaiki tanaman kopi.
b. Pada musim hujan, naungan jangan terlalu gelap (mengurangi
kelembaban).
c. Pengolahan tanah, pemupukan, pengendalian penyakit.
d. Memusnahkan sumber infeksi. Cabang yang terserang dipotong
dan dimusnahkan.
commit to user
29
b. Kutu Putih (Planococcus citri)
Kutu ini menghisap cairan bagian tanaman yang muda yaitu pucuk tanaman, daun, cabang muda dan buah. Akibat yang ditimbulkan oleh kutu putih ini cabang atau daun menjadi kerdil dan buah-buah muda gugur. Serangan kutu putih terjadi pada musim kemarau dan menurun selama musim penghujan. Kutu putih mengeluarkan cairan yang disukai oleh semut. Kutu putih dapat diberantas dengan menggunakan insektisida, serta mengatur naungan pada musim kemarau sehingga didapatkan kondisi lingkungan dengan kelembaban relatif tinggi yang tidak sesuai bagi kutu putih.
c. Nematoda
Nematoda adalah salah satu hama yang merusak akar baik tanaman yang masih dalam tahap pembibitan maupun tanaman kopi yang sudah dewasa. Tanda-tanda dari serangan Nematoda sendiri yaitu akar serabut menjadi busuk dan mati, perkembangan tanaman menjadi terganggu / terhambat, daunnya menjadi kering, serta cabang-cabang bawah akan mati. Gejala serangan pada umumnya baru nampak jelas apabila tingkat kerusakannya sudah lanjut. Penggunaan bahan tanam klon jenis BP 308 yang tahan akan Nematoda merupakan komponen utama pengendalian paling efektif dan efisien, serta tidak mencemari lingkungan.
Kopi Robusta klon BP 308 telah terbukti mampu bertahan dan tumbuh dengan baik pada lahan yang terinfeksi Nematoda. Berdasarkan hasil pengujian dan observasi tersebut, kopi Robusta klon BP 308 telah diijinkan oleh pemerintah sebagai klon anjuran batang bawah, sebagai salah satu cara untuk pengendalian Nematoda parasit dengan penggunaan varietas yang tahan akan Nematoda.
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
30
d. Jenis Penyakit dan Pengendalian Penyakit
1. Jamur Upas (Corticium salmonicolor)
Gejala yang ditimbulkan oleh jamur upas adalah infeksi yang terjadi pada percabangan atau sisi bawah cabang dan ranting.
Membentuk micellium tipis yang mengkilap seperti sutra dan perak, akan
tetapi jamur belum masuk kedalam kulit. Sebelum masuk kedalam kulit, jamur membentuk gumpalan hifa. Kemudian jamur membentuk kerak yang berwarna merah jambu, yang kemudian menjadi putih ketika jamur sudah tua. Faktor yang mempengaruhi tumbuhnya jamur upas adalah kelembaban yang tinggi, curah hujan tinggi, tanaman teprosia terserang jamur upas yang menjadi sumber infeksi bagi tanaman. Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan mengurangi kelembaban, membersihkan sumber infeksi, cabang dan ranting yang terserang dipotong kemudian membakarnya.
e. Pengaturan Pohon Pelindung/Penaung
1. Pelindung/Penaung Sementara
Jenis tanaman penaung sementara adalah Moghania macrophylla dan
Teprosia. Pemangkasan dilakukan 50 % pada larikan pertama, sedangkan untuk larikan kedua dibiarkan. Pada tahun berikutnya pada larikan pertama dibiarkan tumbuh dan pada larikan kedua dipangkas 50 %, terus menerus bergantian sampai tanaman penaung tetap berfungsi.
2. Pelindung/Penaung Tetap
Jenis tanaman penaung tetap adalah Lamtoro. Pelindung/penaung ini merupakan pelindung tetap yang harus sudah berfungsi pada saat tanaman kopi ditanam. Agar pelindung/penaung tidak mengganggu intensitas penyinaran matahari terhadap tanaman kopi perlu diadakan pengaturan/pemangkasan. Macam pangkasan naungan :
a. Topping
Pada awal musim penghujan hingga bulan Januari naungan tetap dilakukan topping setinggi ± 2 kali tinggi tanaman kopi atau 1,5 m
commit to user
31
diatas tajuk kopi. Pemenggalan naungan tetap biasanya hanya 50%,
dan apabila kondisi kebun masih gelap presentase topping dapat
ditambah 25%. Dalam pelaksanaan topping harus hati-hati jangan sampai merusak tanaman kopi, arah angin dan arah penyinaran matahari perlu dipertimbangkan.
b. Rawis
Dua-tiga bulan setelah topping perlu segera melaksanakan rawisan.
Tunas-tunas ortotrop yang keluar dipelihara 2-3 batang untuk cadangan apabila terdapat yang mati. Pangkas rawis perlu diulang secara selektif menjelang primurdia bunga kopi agar sinar matahari dan peredaran udara dapat masuk secara opimal ke pertanaman.
Pangkasan tanaman pelindung kopi diusahakan setinggi 1,5 m diatas mahkota kopi guna diperoleh selisih tinggi sehingga mahkota kopi dengan mahkota pohon pelindung cukup untuk sirkulasi udara.
f. Pemangkasan Tanaman Kopi
Pemangkasan merupakan upaya untuk menyeimbangkan antara pertumbuhan vegetatif dan generatif. Tanaman kopi apabila dibiarkan dan tidak dilakukan pemangkasan maka ketinggian tanaman dapat mencapai 7-10 m, sehingga akan menyulitkan dalam pemeliharaan dan pemanenan hasil. Kesalahan dalam pelaksanaan pemangkasan akan mengurangi jumlah cabang dan juga dapat menyebabkan kerangka pohon menjadi rusak.