• Tidak ada hasil yang ditemukan

NO LOKASI KECAMATAN LAMA GENANGAN

E. Pemeliharaan Prasarana dan Sarana Drainase

Permasalahan yang menjadi kendala dalam pemeliharaan sarana dan prasarana drainase adalah anggaran dana yang terbatas. Pemeliharaan prasarana/sarana dilakukan menurut suatu pola yang teratur pada bulan-bulan sebelum datangnya

musim penghujan. Akan tetapi karena kondisi cuaca yang terjadi saat ini tidak bisa diprediksikan, maka untuk pemeliharaan sarana dan prasarana drainase dilakukan saat terjadi kerusakan pada beberapa saluran dan untuk mengatasi kondisi darurat. Akibat dari pemeliharaan yang dilakukan pada kondisi kerusakan saluran drainase yang sudah parah atau untuk mengatasi kondisi darurat, maka pemeliharaan tersebut dilakukan secara parsial dan tidak secara menyeluruh. Dampak dari ketidakteraturan pemeliharaan ini dapat berpengaruh pada :

 Prasarana/sarana drainase tidak berfungsi dengan optimal.

 Meningkatnya kerugian yang diderita oleh masyarakat.

 Biaya pemeliharaan sarana/prasarana drainase ikut meningkat.

Pemeliharaan saluran drainase juga diperlukan peran serta masyarakat di Kota Yogyakarta. Saluran drainase yang terdapat di lingkungan tempat tinggal merupakan sistem saluran drainase mikro yang dapat dijaga oleh masyarakat di tiap RT/RW masing-masing. Partisipasi masyarakat dalam memelihara saluran drainase di lingkungan sekitar akan memberikan dampak yang sangat luas bagi jaringan drainase di Kota Yogyakarta.

3.4.3. Kesadaran masyarakat dan PMJK

Peran serta masyarakat dalam pengelolaan drainase dalam bentuk pembersihan saluran drainase disekitar pemukiman dapat dilakukan dengan kegiatan gotong royong. Pentingnya menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai arti penting sarana drainase untuk menjaga kesehatan lingkungan dan pencegahan bencana alam. Kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan di sekitarnya dapat ditumbuhkan melalui beberapa kegiatan pemeliharan saluran drainase dengan melibatkan masyarakat secara langsung. Dengan demikian diharapkan peran masyarakat dalam menjaga lingkungan dapat dijadikan kebiasaan yang baik dan dijaga keberlanjutannya.

Fakta yang terjadi saat ini adalah kebiasaan membuang sampah di beberapa saluran drainase seperti selokan maupun sungai-sungai masih banyak dilakukan warga masyarakat di Kota Yogyakarta. Tentunya faktor lokasi tempat tinggal yang dekat dengan saluran sanitasi/sungai memberikan kesempatan yang lebih besar untuk membuang sampah ke sungai/selokan. Membuang sampah di selokan dapat

menimbulkan banjir, hal tersebut membuat kapasitas saluran menjadi berkurang. Namun faktanya hal – hal tersebut masih terus terjadi, bahkan para pedagang kecil (kaki lima) maupun besar juga masih sering melakukan pembuangan sampah di selokan atau sungai terdekat dengan lokasi perdagangan.

Peranan wanita dalam pengelolaan drainase lingkungan salah satunya adalah dalam pembersihan saluran drainase yang ada dihalaman rumah masing-masing. Selain itu pendidikan pola hidup bersih dan sehat kepada anak/keluarga juga dapat dilakukan dengan kebiasaan-kebiasaan kecil.

Tabel 3. 33. Kondisi Drainase Lingkungan di Tingkat Kecamatan/Kelurahan

Kecamatan Nama Sungai

Kondisi Drainase

Saat Ini Pembersihan Drainase

Pengelola Oleh Bangunan

diatas saluran Pemeri ntah kab. Kelur ahan Masyarakat (RT/RW) Swasta

Lancar Mampet Rutin Tidak rutin L P Ada Tidak ada

Mantrijeron K. Bulus V - V - V - - - V

Kraton K. Bulus V - V - V - - - V

Mergangsan Code V - V - V - - - V

Umbulharjo Gajah Wong V - V - V - - - V

Kotagede Gajah Wong V - V - V - - - V

Gondokusuman Code V - V - V - - - V Danurejan Code V - V - V - - - V Pakualaman Code V - V - V - - - V Gondomanan Belik V - V - V - - - V Ngampilan Winongo V - V - V - - - V Wirobrajan Winongo V - V - V - - - V Gedongtengen Winongo V - V - V - - - V

Jetis Winongo, Code V - V - V - - - V

Tegalrejo Winongo V - V - V - - - V

Tabel 3. 34. Daftar Program/Proyek Layanan yang Berbasis Masyarakat

No Sub Sektor Nama Program /

Proyek / Layanan Pelaksana/PJ

Tahun Mulai

Kondisi Sarana Saat ini Aspek PMJK

Fungsi Tidak

Fungsi Rusak PM JDR MBR

1. Drainase Pembuatan SAH Dinas Kimpraswil, Kota

Yogyakarta 2012 V - - V V V

2. Drainase Pembuatan Gorong-gorong

Dinas Kimpraswil, Kota

Yogyakarta 2012 V - - V V V

3. Drainase Perbaikan SAH Dinas Kimpraswil, Kota

Yogyakarta 2012 V - - V V V 4. Drainase Gotong-royong perempatan Wirobrajan RT/RW, Dinas Kimpraswil 2012 V - - V V V

5. Drainase Pemeliharaan SAH RT/RW, Dinas Kimpraswil 2012 V - - V V V

3.4.4. Pemetaan Media

Media memiliki peran yan cukup penting, terutama dalam hal pengelolaan drainase lingkungan khususnya di Kota Yogyakarta. Hal ini dapat dilihat bahwa peran yang efektif digunakan dalam pemanfaatan media adalah kegiatan sosialisasi, baik sosialisasi program/kegiatan maupun peraturan/kebijakan-kebijakan yang terkait dengan drainase. Pada tabel di bawah ini dapat dilihat bentuk kegiatan yang mendominasi penggunaan media untuk komunikasi kegiatan terkait drainase adalah sosialisasi program, rencana maupun kegiatan.

Tabel 3. 35. Kegiatan Komunikasi Terkait Drainase Lingkungan di Kota Yogyakarta

No Kegiatan Tahun Dinas

Pelaksana Tujuan Kegiatan

Khalayak

sasaran Pesan Kunci Pembelajaran 1. Sosialisasi program drainase lingkungan Tiap Tahun Seksi Drainase, Dinas Kimpraswil Program-program drainase lingkungan diketahui masyarakat Keluarga/ RT/RW Pengelolaan drainase lingkungan Kesadaran memanfaatkan saluran drainase 2. Sosialisasi rencana Pembangunan SAH Drainase 2012 Seksi Drainase, Dinas Kimpraswil Agar mendukung pelaksanaan yang lancar & bangunan terpelihara Keluarga/ Masyarakat Mensukseskan rencana pembangunan SAH drainase Pelibatan masyarakat dalam pembangunan 3. Sosialisasi kegiatan gotong-royong drainase 2012 Seksi Drainase, Dinas Kimpraswil Mensosialisasikan kegiatan yang melibatkan/ berbasis masyarakat Keluarga/ RT/RW Kesadaran pengelolaan drainase lingkungan Kesadaran hidup bersih dan ramah lingkungan

Sumber: Hasil pengolahan data, 2012

Tidak dapat dipungkiri bahwa sekarang peran media, khususnya internet (dunia maya) sangat membantu dan mampu memberikan informasi yang beraneka beragam. Salah satu media komunikasi yang dimiliki oleh pemerintah Kota Yogyakarta adalah http://www.jogjakota.go.id. Meskipun demikian, peran media komunikasi seperti, media masa (koran), majalah, maupun artikel masih cukup banyak diminati oleh masyarakat di Kota Yogyakarta.

Bentuk meida komunikasi yang mendominasi informasi mengenai drainase lingkungan di Kota Yogyakarta adalah internet. Berikut disajikan tabel hasil

rekapitulasi media komunikasi yang digunakan untuk keperntingan informasi terkait drainase lingkungan di Kota Yogyakarta.

Tabel 3. 36. Media Komunikasi yang ada Terkait Drainase Lingkungan di Kota Yogyakarta

No Nama Media Jenis

Acara

Isu yang

Diangkat Pesan Kunci

Pendapat Media 1. Harian Jogja Tajuk Pencemaran oleh

sampah/limbah pada saluran drainase

Jangan Cemari Saluran Drainase

Positif

2. ww.tembi.net Ajakan Drainase yang tercemar karena pemanfaatan yang tidak sesuai

Fungsi drainase perlu ditegakkan dan

disosialisasikan kepada masyarakat

Baik

3. http://www.jogjatv.tv Berita Banjir akibat drainase buruk

Drainase dapat

menyebabkan banjir jika tidak dikelola dengan benar

Positif 4. http://www.jogjakota.g o.id Berita utama Pemeliharaan cagar budaya dan drainase kota

Kebijakan yang tepat untuk mengelola drainase

lingkungan

Positif

5. http://rrijogja.co.id Berita Drainase yang baik untuk atasi kekeringan

Drainase dapat difungsikan sebagai sarana irigasi dan mengatasi kekeringan

Positif

Sumber: Hasil Dokumentasi Media, 2012

Berdasarkan hasil identifikasi beberapa kerjasama yang dilakukan pemerintah Kota Yogyakarta dalam melaksanakan program dan kegiatan terkait drainase lingkungan di Kota Yogyakarta, maka dapat diketahui bahwa mitra kerjasama yang diajak kebanyakan dari pihan masyarakat. Meskipun demikian kerjasama lintas kabupaten juga dilaksanakan, Pemerintah Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman dan Kabupaten Bantul melaksanakan kerjasama pengelolaan prasarana dan sarana drainase melalui Sekretariat Bersama (SEKBER) KARTAMANTUL. Dengan adanya Sekretariat Bersama (SEKBER) KARTAMANTUL, maka Pemerintah Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman dan Kabupaten Bantul dapat terfasilitasi dalam berkoordinasi, bekerjasama dan menentukan kebijakan yang akan diambil.

Tabel 3. 37. Kerjasama Terkait Sanitasi N o Nama Kegiatan Jenis Kegiatan Sanitasi

Mitra Kerja Sama Bentuk

Kerjasama 1 Gotong-royong perbaikan dan

pemeliharaan drainase lingkungan

Drainase/

kerja bhakti Kelompok Masyarakat

Berbasis masyarakat 2 Aglomerasi perkotaan Yogyakarta Drainase Sleman, Bantul Membangun

infrastruktur 3 Pembangunan, pemeliharaan, perbaikan

saluran drainase Drainase Pihak ke 3 (konsultan) Jasa 4 Memfasilitasi kelompok masyarakat Drainase Lembaga pemberdayaan

masyarakat (LPM) Sosial 5 Lomba kebersihan kawasan Drainase RW, kantor, Sekolahan,

Pasar, Tempat ibadah Sosial Sumber: Hasil pengolahan data, 2012

Tabel 3. 38. Daftar Mitra Potensial Terkait Drainase Lingkungan di Kota Yogyakarta

No Nama Mitra Jenis Kegiatan Sanitasi Bentuk Kerjasama

1 Pihak ke 3 (konsultan)

Jasa pembangunan, pemeliharaan, perbaikan saluran drainase

In kind 2 Lembaga

pemberdayaan masyarakat (LPM)

Fasilitasi kelompok masyarakat In Kind

3 KARTOMANTUL Aglomerasi perkotaan Yogyakarta In Kind 4 UGM Kehiatan kuliah lapangan (KKL, KKN) In kind

Sumber: Hasil pengolahan data, 2012

3.4.5. Partisipasi Dunia Usaha

Dalam meningkatkan pelayanan fasilitas sanitasi sebagai prasarana dasar dan untuk meningkatkan tingkat kesejahteraan masyarakat, maka diperlukan kemitraan dengan pihak luar/swasta/dunia usaha. Adapun bentuk kerjasama yang sudah dilakukan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta adalah:

Tabel 3. 39. Penyedia Layanan Pengelolaan Drainase Lingkungan yang ada di Kota Yogyakarta

No Nama Provider Tahun mulai

operasi Jenis kegiatan

1. Pihak ke 3 (konsultan) 2007 Jasa pembangunan, pemeliharaan, perbaikan saluran drainase

Sumber: Hasil pengolahan data, 2012

3.4.6. Pendanaan dan Pembiayaan

Dalam mewujudkan sistem drainase yang baik dan efektif maka diperlukan program-program maupun kegiatan-kegiatan pengelolaan dan pemeliharaan saluran drainase. Sumber pendanaan/pembiayaan dari pengelolaan drainase di Kota Yogyakarta berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kegiatan pengelolaan drainase Kota Yogyakarta sebagian besar adalah berupa peningkatan saluran air hujan (SAH) yang tersebar di beberapa lokasi yang rawan terhadap genangan air hujan. Pertumbuhan nilai alokasi anggaran untuk kegiatan drainase lingkungan terus meningkat, hal ini dapat dilihat dari angka pertumbuhan yang bernilai posirif, yaitu 0,038 %.

Tabel 3. 40. Ringkasan Pendapatan dan Belanja dari Subsektor Pengelolaan Drainase Lingkungan di Kota Yogyakarta

No Subsektor/SKPD Alokasi (dalam Juta Rupiah) Pertumbuhan

(%)

2007 2008 2009 2010 2011

1 Perbaikan/Pemeliharaan saluran irigasi dan drainase

2,217 2,340 2,464 5,710 2,587 0,0386 Sumber: DPA 2012 SKPD Kota Yogyakarta dan RPJMD 2007-2012

3.4.7. Isu Strategis dan Permasalahan Mendesak A. Isu Strategis

Permasalahan drainase yang dihadapi oleh Pemerintah Kota Yogyakarta adalah pengelolaan drainase baik dari segi kebijakan, bentuk fisik sarana prasarana saluran drainase dan partisipasi masyarakat. Permasalahan yang dihadapi Kota Yogyakarta dalam pengelolaan drainase antara lain:

 Belum ada peraturan daerah/kebijakan yang mengatur tentang pengelolaan drainase di Kota Yogyakarta.

 Kebijakan Pembangunan Antar Kawasan. penanganan permasalahan drainase harus merupakan suatu kegiatan yang berskala regional dan bersifat lintas wilayah maupun lintas sektoral. Penanganan permasalahan di Kota Yogyakarta

Kecamatan Umbulharjo 3. Lembaga

pemberdayaan masyarakat (LPM)

tanpa menangani permasalahan yang ada di kawasan hulu (Kab. Sleman) maupun kawasan hilir (Kab. Bantul) tidak akan memberikan solusi yang bersifat jangka panjang. Demikian juga kaitan antara infrastruktur drainase dengan infrastruktur lainnya harus mendapat perhatian yang seksama, sehingga penanganan yang dilakukan merupakan suatu kegiatan yang komprehensif.

 Kota Yogyakarta sudah memiliki master plan drainase.

 Koordinasi Pengawasan Pembangunan (Perubahan Peruntukan Lahan, Pelanggaran terhadap Rasio KDB, dan Pelanggaran Penggunaan Lahan Pada Kawasan Konservasi).

 Saluran drainase yang ada belum melayani seluruh wilayah.

 Pemeliharaan sarana/prasarana saluran drainase belum dilaksanakan dengan baik.

 Penyadaran PMJK masih kurang (drainase masih sering dijadikan buangan limbah/sampah).

B. Permasalahan

Berdasarkan hasil pengamatan lapangan yang dilakukan, maka diperoleh beberapa hal sebagai berikut :

a. Tingkat pelayanan sistem yang ada masih rendah dalam konteks perbandingan antara luas yang harus dilayani dengan panjang sistem yang sudah terbangun/terpasang.

b. Kapasitas saluran belum didesain menurut sistem blok kawasan yang harus dilayani, sehingga ada beberapa saluran yang melayani suatu kawasan terlalu luas.

c. Sedimentasi dan timbunan sampah menyebabkan kapasitas pengaliran saluran berkurang, akibatnya terjadi luapan.

d. Genangan yang terjadi dari hasil pengamatan disebabkan oleh luapan, baik dari jaringan tersier, sekunder maupun primer.

e. Sistem jaringan belum tertata menurut hirarki saluran, dimana hirarki ini akan menentukan besarnya kapasitas pengaliran yang direncanakan. Dari hasil pengamatan ada sistem sekunder yang dimensinya lebih kecil dari sistem tersiernya. Ukuran gorong-gorong yang terlalu kecil, kerusakan gorong-gorong maupun kerusakan pada saluran merupakan salah satu penyebab terjadinya luapan dan genangan.

3.5. Pengelolaan Komponen Terkait Sanitasi 3.5.1. Pengelolaan Air Bersih

Pengelolaan komponen Sanitasi Kota Yogyakarta terkait dengan pengelolaan air bersih, pengelolaan air limbah indutri rumah tangga dan pengelolaan limbah medis. Penggunaan air bersih Kota Yogyakarta semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Dokumen terkait