Pemeliharaan tanaman ubi jalar ini bertujuan agar tanaman ubi jalar dapat tumbuh dengan terawat yakni bedengan dan parit bedengan bersih dari gulma yang tumbuh liar dan cabang tanaman ubi jalar yang merambat ke luar bedengan dapat dikembalikan ke bedengan sehingga tampak rapi.
2. Dasar Teori
Gulma adalah tumbuhan yang kehadirannya tidak diinginkan pada lahan pertanian karena menurunkan hasil yang bisa dicapai oleh tanaman produksi. Keberadaan gulma menurunkan hasil karena mengganggu pertumbuhan tanaman produksi melalui kompetisi. Beberapa jenis gulma yang dapat merugikan adalah Alang-alang (Imperata cylindrica), rumput gerinting (Cynodon dactylon). Rumput teki (Cyperus rotundus), krokot (Portuaca spp), bayam duri (Amaranthus spinosus), sikejut berduri (Mimosa Invisa), rumput wedusan (Ageratum conyzoides), rumput lawatan (Merrenia spp) dan lain-lain (Anonim, 2014).
Terdapat tiga jenis ubi jalar (Ipomoea batatas L.) yang populer dibudidayakan di Indonesia, yaitu ubi jalar berwarna putih kecoklatan, merah dan ungu. Ketiga jenis ubi jalar tersebut memiliki varietas unggul dengan produktivitas tinggi. Budidaya ubi jalar cocok dilakukan di daerah tropis yang panas dan lembab. Suhu ideal bagi tanaman ini adalah 21 - 27oC dengan dengan curah hujan 750-1500 mm per tahun. Budidaya ubi jalar memerlukan penyinaran matahari sekitar 11-12 jam sehari (Priyowidodo, 2012).
3. Alat dan Bahan
a. Alat yang digunakan adalah sebagai berikut;
1) Sepatu Boot, sepasang/orang.
2) Sarung tangan, sepasang/orang.
3) Gerobak sorong, 1 unit 4) Kamera.
b. Bahan yang digunakan adalah sebagai berikut; Tanaman ubi jalar 4. Prosedur Kerja
a. Pemakaian alat pengamanan berupa sepatu boat dan sarung tangan.
b. Pencabutan gulma yang tumbuh liar di bedengan dan di parit bedengan.
c. Tanaman ubi jalar yang menjalar ke parit bedengan dikembalikan ke bedengan
d. Gulma yang telah dicabut dikumpulkan menjadi satu dan dibawa menggunakan gerobak sorong ke suatu tempat untuk dijadikan pupuk kompos alami.
5. Hasil Yang Dicapai
Kegiatan ini dilakukan pada 16 bedengan dengan kegiatan berupa pencabutan gulma dan pengembalian cabang tanaman ubi jalar ke bedengan. Hasil yang dicapai ialah tampak lebih bersih dari kondisi sebelumnya serta rapi.
6. Pembahasan
Kegiatan pemeliharaan dilakukan pada 16 bedengan yang ditanami ubi jalar yakni terdiri dari 9 bedengan di sebelah kiri dan 7 bedengan di sebelah kanan. Gulma merupakan tanaman pengganggu yang dapat membuat
pertumbuhan tanaman ubi jalar menjadi terhambat. Gulma yang telah dicabut dikumpulkan dan dimanfaatkan menjadi pupuk alami bagi pertumbuhan tanaman. Sehingga dalam kegiatan ini tidak ada sesuatu yang sia-sia sebab gulma yang keberadaannya sebagai penurun hasil tanaman produksi namun dapat bermanfaat bagi tanaman produksi itu sendiri.
G. Pemupukan Pada Tanaman Ubi Jalar di KP Lempake 1. Tujuan
Kegiatan pemupukan ini bertujuan menjamin ketersediaan hara secara optimum untuk mendukung pertumbuhan tanaman sehingga diperoleh peningkatan hasil panen.
2. Dasar Teori
Pupuk ialah suatu bahan yang digunakan untuk mengubah sifat fisik, kimia atau biologi tanah sehingga menjadi lebih baik bagi pertumbuhan tanaman Pemupukan merupakan salah satu usaha pengelolaan kesuburan tanah (Yuwono, 2011). Pupuk Urea adalah pupuk kimia mengandung Nitrogen (N) berkadar tinggi. Unsur Nitrogen merupakan zat hara yang sangat diperlukan tanaman. Pupuk urea berbentuk butir-butir kristal berwarna putih (Anonim, 2015).
KCl adalahpupuk yang sangat berguna untuk meningkatkan hasil tanaman melalui fungsinya yang mampu membantu pertumbuhan organ-organ generatif seperti biji, buah, dan bunga. Fungsi pupuk KCl tersebut diperoleh dari senyawa K2O yang terkandung di dalamnya
(Yuono, 2014).
3. Alat dan Bahan
a. Alat yang digunakan adalah sebagai berikut;
1) Sepatu Boot, sepasang/orang.
2) Sarung tangan, sepasang/orang.
3) Ember, sebanyak 1 buah.
4) Sendok makan, sebanyak 1 buah.
5) Kayu, sebagai pelubang tanah.
b. Bahan yang digunakan adalah sebagai berikut;
1) Pupuk Urea 1/2 kg 2) TSP, 1/2 kg 3) KCl, 1 kg 4. Prosedur Kerja
a. Pemakaian alat pengaman berupa sepatu boat dan sarung tangan.
b. Pencampuran ketiga jenis pupuk tersebut di dalam ember.
c. Pelubangan dengan diameter 5 cm menggunakan alat berupa kayu.
Pelubangan yakni di posisi pinggir kanan, kiri, dan di tengah bedengan tersebut dengan jarak antara lubang satu dan yang berikutnya 30 cm.
d. Penaruhan pupuk yang telah dicampur sebanyak 1 sendok makan di setiap lubang. Pemupukan biasa dilakukan hanya sekali setiap 15 hari dari penanaman awal.
e. Lubang ditutup kembali dengan tanah.
5. Hasil Yang Dicapai
Hasil dari kegiatan ini yakni dalam waktu 2 minggu tanaman ubi jalar menjadi subur. Hal demikian dapat dilihat dari daun ubi jalar yang tampak lebih rimbun dibandingkan saat awal diberikannya pupuk. Pada kegiatan ini
terdapat 30 lubang yang akan diberi pupuk, dan dalam 1 lubang tersebut takaran pupuk yang diberi yakni sebanyak 1 sendok makan. Di samping itu, kegiatan ini dapat pula menjadi tambahan pengalaman bagi mahasiswa PKL mengenai cara pemupukan pada tanaman khususnya tanaman ubi jalar.
6. Pembahasan
Pemupukan pada tanaman ubi jalar dengan menggunakan pupuk berjenis urea, KCl, dan TSP membuat tanaman lebih tumbuh subur.
Masing-masing pupuk memiliki kegunaan tersendiri khususnya bagi tanaman ubi jalar yaitu pupuk urea sebagai pemercepat pertumbuhan daun, KCl berfungsi pada bagian buah/ubi, dan TSP berfungsi sebagai penyubur tanah.
Pemberian pupuk yang seimbang dan sesuai takaran memang sangat penting sebab pupuk yang apabila diberi terlalu sedikit dari kebutuhan maka tanaman tidak tumbuh dengan subur. Sedangkan pemberian pupuk khususnya pupuk kimia yang berlebihan maka akan berpotensi menimbulkan dampak negatif terutama pada tanaman produksi itu sendiri.
Dokumentasi kegiatan pemupukan pada tanaman ubi jalar dapat dilihat pada Gambar 8 (Lampiran).
H. Penataan Tanaman Kacang Panjang di KP Lempake 1. Tujuan
Penataan tanaman kacang panjang bertujuan agar cabang tidak merambat menjauh/keluar dari turus.
2. Dasar Teori
Kacang panjang atau Vigna Sinensis digolongkan kedalam famili leguminosa. Famili leguminosa biasa dimanfaatkan petani sebagai tanaman
sela untuk memulihkan kandungan nitrogen tanah. Selain bermanfaat sebagai tanaman sela, budidaya kacang panjang sangat potensial secara ekonomi. Budidaya kacang panjang dapat dilakukan di dataran tinggi hingga 800 meter dpl, maupun rendah.
Suhu optimum pertumbuhannya ada direntang 15 - 24oC dengan curah hujan 600 - 1500 mm per tahun. Sedangkan suhu maksimum yang bisa dicapai adalah 35oC dan suhu minimum 10oC (Priyowidodo, 2012).
3. Alat dan Bahan
a. Alat yang digunakan adalah sebagai berikut;
1) Sepatu Boot, sepasang/orang.
2) Sarung tangan, sepasang/orang.
3) Tali Rafia, secukupnya.
b. Bahan yang digunakan adalah tanaman kacang panjang.
4. Prosedur Kerja
a. Pemakaian alat pengamanan berupa sepatu boot dan sarung tangan.
b. Cabang-cabang tanaman kacang panjang yang merambat menjauh, dikembalikan ke turus kemudian diikat menggunakan tali rafia.
5. Hasil Yang Dicapai
Setelah dilakukannya penataan, cabang-cabang tanaman kacang panjang yang sebelumnya menjalar kemana-mana kini tampak tidak adanya cabang yang menjalar jauh dari turus.
Penataan tersebut menjadikan tanaman kacang panjang akan tumbuh berkerumun di setiap turusnya, sehingga akan lebih mempermudah dalam proses pemanenan. Jumlah tanaman kacang panjang yang ditata sebanyak 75 turus dalam 5 bedengan.
6. Pembahasan
Kacang panjang merupakan tanaman yang menjalar dan melilit pada suatu benda. Cabang tanaman kacang panjang apabila menjalar ke luar turus maka tanaman tampak tidak rapi dan kacang panjang lebih rentan dirusak oleh hama tikus sebab posisinya yang berada di bawah.
Oleh karena itu, dilakukannya penataan tersebut agar cabang tanaman kacang panjang tidak menjalar kemana-mana sehingga tanaman akan tetap tumbuh berkerumunan di setiap turusnya dan mempermudah dalam proses pemanenan serta mencegah kacang panjang yang dirusak oleh hama tikus.
I. Pembersihan Lahan Tanaman Mentimun di KP Lempake 1. Tujuan
Pembersihan lahan yang semula ditumbuhi tanaman mentimun ini bertujuan untuk mengganti tanaman mentimun yang sudah tidak subur lagi dengan tanaman baru.
2. Dasar Teori
Pengertian dari penyulaman adalah kegiatan penanaman kembali bagian-bagian yang kosong bekas tanaman yang mati/diduga akan mati atau rusak sehingga terpenuhi jumlah tanaman normal dalam satu kesatuan luas tertentu sesuai dengan jarak tanamnya (Anonim, 2010).
Pembersihan lahan merupakan salah satu tahapan dalam mempersiapkan lahan siap untuk ditanami (Forbaginfo, 2010).
3. Alat dan Bahan
a. Alat yang digunakan adalah sebagai berikut;
1) Sepatu Boot, sepasang/orang.
2) Sarung tangan, sepasang/orang.
3) Pisau/celurit, sebanyak 3 bilah.
4) Botol aqua kosong sebanyak 3 buah.
b. Bahan yang digunakan adalah sebagai berikut; Tanaman Mentimun.
4. Prosedur Kerja
a. Pemakaian alat pengamanan berupa sepatu boot dan sarung tangan.
b. Penebasan tanaman mentimun dengan menggunakan pisau kemudian dikumpulkan menjadi satu di suatu tempat.
c. Pengumpulan buah mentimun di dalam gerobak sorong.
d. Tali rafia yang melintang di masing-masing turus tempat pertumbuhan mentimun dililitkan pada botol aqua kosong.
e. Pencabutan turus pada hari berikutnya.
5. Hasil Yang Dicapai
Lahan yang semula ditumbuhi tanaman mentimun setelah dilakukannya pembersihan menjadi berubah kondisi yakni berupa lahan kosong yang siap untuk ditanami tanaman baru. Tanaman mentimun yang telah dikumpulkan akan dijadikan pupuk kompos alami dengan cara didiamkan, sedangkan buah mentimun yang juga telah dikumpulkan sebanyak satu gerobak sorong penuh akan di konsumsi. Total jumlah tanaman mentimun yang disulam adalah sebanyak 75 turus dalam 5 bedengan.
6. Pembahasan
Terdapat 5 bedengan yang dibersihkan dari tanaman sebelumnya yakni tanaman mentimun. Turus yang terdapat di 5 bedengan tersebut dicabut dari tanah dan kemudian turus tersebut disimpan dan disusun di tempat yang sudah disiapkan. Pembersihan lahan bertujuan untuk
mengkondisikan tanah yang bebas dari tanaman dan semacamnya untuk siap ditanami dengan tanaman baru atau yang disebut dengan proses penyulaman.
Dokumentasi kegiatan pembersihan lahan yang ditumbuhi tanaman mentimun dapat dilihat pada gambar 10 (Lampiran).
J. Panen Kacang Panjang di KP Lempake 1. Tujuan
Kegiatan pemanenan kacang panjang bertujuan untuk mengetahui teknik pemanenan yang benar.
2. Dasar Teori
Panen merupakan pekerjaan akhir dari budidaya tanaman (bercocok tanam), tapi merupakan awal dari pekerjaan pasca panen, yaitu melakukan persiapan untuk penyimpanan dan pemasaran (Anonim, 2013).
Kacang panjang atau Vigna Sinensis digolongkan kedalam famili leguminosa. Famili leguminosa biasa dimanfaatkan petani sebagai tanaman sela untuk memulihkan kandungan nitrogen tanah. Selain bermanfaat sebagai tanaman sela, budidaya kacang panjang sangat potensial secara ekonomi (Priyowidodo, 2012).
3. Alat dan Bahan
a. Alat yang digunakan adalah sebagai berikut;
1) Sepatu Boot, sepasang/orang.
2) Sarung tangan, sepasang/orang.
3) Gerobak sorong, 1 unit.
b. Bahan yang digunakan adalah sebagai berikut; Tanaman Kacang Panjang
4. Prosedur Kerja
a. Pemakaian alat pengamanan berupa sepatu boot dan sarung tangan.
b. Pemetikan kacang panjang yang telah sesuai bentuknya dengan cara diputar pada bagian pangkalnya.
c. Kacang panjang yang telah dipetik dikumpulkan semua ke dalam gerobak sorong dan kemudian diletakkan di suatu tempat untuk ditimbang oleh Pak Edy Cahyono selaku Pekarya Kebun KP Lempake.
5. Hasil Yang Dicapai
Selama pelaksanaan PKL, kegiatan pemanenan dilakukan setiap dua hari sekali selama 3 minggu dalam kondisi cuaca yang panas. Pemanenan dalam sekali dapat menghasilkan kacang panjang sebanyak 6 ikat dengan berat per ikat adalah 1 kg. Total kacang panjang sebanyak 180 dalam 6 kg.
6. Pembahasan
Kacang panjang merupakan jenis tanaman sayur mayur yang dapat menguntungkan dari segi ekonomi serta berfungsi dalam membantu pengikatan nitrogen yang akan bermanfaat bagi lingkungan. Berdasarkan informasi yang didapat dari kegiatan PKL, pemanenan dapat dilakukan pada saat tanaman kacang panjang telah berumur 30 - 40 hari. Berdasarkan informasi dari Pembimbing Lapangan, dalam kondisi cuaca yang panas kegiatan pemanenan dapat dilakukan setiap 2 (dua) hari sekali, namun apabila kondisi cuaca lembab maka panen dapat dilakukan setiap 1,5 hari sekali. Hasil kacang panjang tersebut ada yang dijual dan ada yang dikonsumsi secara pribadi. Selain itu, pemanenan juga dilakukan pada kacang panjang berukuran besar atau yang telah tua untuk dimanfaatkan kembali sebagai pakan ternak.
Dokumentasi kegiatan panen kacang panjang di KP. Lempake dapat dilihat pada Gambar 9 (Lampiran).
K. Membantu Pengolahan Tanah 1. Tujuan
Kegiatan pengolahan tanah adalah untuk membuat kondisi tanah pada suatu lahan dapat lebih subur dan sesuai untuk kegiatan tanam menanam.
2. Dasar Teori
Kegiatan pengolahan tanah dimaksudkan untuk memecahkan gumpalan tanah menjadi gembur dan mengatur kesuburan tanah sehingga sesuai untuk ditanami. Pengolahan tanah bertujuan untuk menciptakan struktur yang ideal bagi tanaman sehingga pertumbuhan tanaman menjadi baik, membersihkan gulma dan sisa-sisa tanaman, dan memperbaiki aerasi dan drainase. Menurut intensitasnya, ada tiga cara pengolahan tanah yaitu pengolahan tanah dengan tenaga manusia, pengolahan tanah dengan tenaga hewan (ternak), dan pengolahan tanah dengan tenaga mesin (Anonim, 2015).
3. Alat dan Bahan
a. Alat yang digunakan adalah sebagai berikut;
1) Sepatu Boot, sepasang/orang.
2) Hand Tractor, 1 unit.
b. Bahan yang digunakan adalah sebagai berikut;
1) Solar, sebanyak 5 liter
2) Lahan yang digarap seluas 30 m2 4. Prosedur Kerja
a. Persiapan alat berupa alat Hand Tractor.
b. Pengisian solar pada alat Hand Tractor.
c. Alat dihidupkan dan memutari lahan hingga tanah menjadi gembur.
5. Hasil Yang Dicapai
Dari kegiatan pengolahan lahan ini yakni mendapati hasil berupa tanah yang semula padat menjadi gembur akibat diolah dengan menggunakan mesin yaitu Hand Tractor.
6. Pembahasan
Pada kegiatan pengolahan tanah, tenaga yang digunakan adalah tenaga mesin atau alat modern berupa Hand Tractor. Pengolahan tanah menggunakan tenaga mesin ini memiliki kelebihan dibanding secara manual atau tenaga manusia pada khususnya yaitu waktu pengerjaan hanya memakan waktu sekitar 1 jam dari pukul 08.30 hingga 09.30 WITA dan tidak memakai banyak tenaga dibanding pengerjaan secara manual yang dapat memakan waktu seharian. Selain itu, dari segi biaya lebih efisien sebab dari proses pengerjaan tersebut hanya memerlukan solar 5 liter dan bahkan masih terdapat sisa serta cukup untuk digunakan kembali pada proses pengerjaan berikutnya.
L. Panen Jagung di KP Lempake 1. Tujuan
Kegiatan pemanenan jagung ini bertujuan untuk mengetahui teknik pemanenan yang benar.
2. Dasar Teori
Jagung adalah tanaman berkeping tunggal atau monokotil, akar jagung berupa akar serabut yang dapat mencapai kedalaman 8 m tapi rata rata pada kisaran 2 m.
Jagung mempunyai tingkat beradaptasi yang cukup tinggi, tanaman jagung biasa dibudidayakan baik di daerah dataran tinggi maupun di daerah dataran rendah. Tanaman ini juga bisa tumbuh dengan baik dengan jumlah pH tanah atau tingkat keasaman sekitar 5-8 pH. Dalam budidaya jagung dapat menggunakan lahan bekas sawah ataupun bisa menggunakan sistem bedengan. (Anonim, 2014e).
3. Alat dan Bahan
a. Alat yang digunakan adalah sebagai berikut;
1) Sepatu Boot, sepasang/orang.
2) Sarung tangan, sepasang/orang.
3) Gerobak sorong, 2 unit.
4) Celurit, sebanyak 3 unit.
b. Bahan yang digunakan adalah tanaman jagung.
4. Prosedur Kerja
a. Pemakaian alat pengamanan berupa sepatu boot dan sarung tangan.
b. Pemotongan batang jagung.
c. Buah yang ada di batang tanaman jagung dipetik dan dikumpulkan di dalam gerobak sorong.
Batang tanaman serta daun diletakkan di parit bedengan.
5. Hasil Yang Dicapai
Kegiatan panen jagung ini menghasilkan jagung yang berbeda kualitas, yakni jagung yang berisi penuh dan jagung yang jarang. Jagung yang berkualitas baik atau berisi penuh tersebut disebabkan dari pemberian ZPT (Zat Pengatur Tumbuh) merek Zcore.
6. Pembahasan
Pemanenan jagung dilakukan pada usia 70 hari dari waktu penanaman awal dengan hasil jagung yang didapat yakni berbeda yaitu sebagian jagung berkondisi tidak maksimal atau jarang dan sebagian jagung berkondisi baik atau berisi penuh.
Hal demikian disebabkan oleh pak Edi Cahyono selaku pekarya kebun menyemprot ZPT (zat pengatur tumbuh) hanya pada sebagian tanaman jagung yang berada di deretan depan. Hal demikian merupakan suatu percobaan yang dilakukan oleh Pak Edy Cahyono untuk mendapatkan kualitas jagung yang baik. Di samping itu, batang tanaman jagung dan daunnya di letakan di parit bedengan dengan tujuan untuk dijadikan pupuk alami dengan cara didiamkan hingga terurai, sehingga dari kegiatan ini tidak ada yang dibuang namun dimanfaatkan kembali menjadi bahan yang bermanfaat.
Dokumentasi kegiatan pemanenan jagung dapat dilihat pada Gambar 11 (Lampiran).
M. Pencabutan Gulma di Persemaian KP Lempake 1. Tujuan
Kegiatan pencabutan gulma di persemaian bertujuan agar media tanam yang sedang menjadi tempat pertumbuhan bibit dapat bersih dari gulma.
2. Dasar Teori
Persemaian (Nursery) adalah tempat atau areal untuk kegiatan memproses benih (atau bahan lain dari tanaman) menjadi bibit/semai yang siap ditanam di lapangan.
Pemindahan/penanaman bibit berupa semai dari persemaian ke lapangan dapat dilakukan setelah semai-semai dari persemaian tersebut sudah kuat (siap ditanam) (Anonim, 2010).
3. Alat dan Bahan
a. Alat yang digunakan adalah sebagai berikut;
b. Bahan yang digunakan adalah bibit yang disemai di dalam polybag.
4. Prosedur Kerja
a. Mendatangi tempat persemaian
b. Gulma yang tumbuh di dalam polybag dibersihkan dengan cara dicabuti menggunakan tangan.
c. Gulma yang telah dicabut di kumpulkan di suatu tempat.
5. Hasil Yang Dicapai
Hasil dari kegiatan ini adalah media tanam yang sebelumnya ditumbuhi gulma di dalam polybag menjadi bersih, dari 3 bedengan terdapat 365 polybag yang dibersihkan dari gulma.
6. Pembahasan
Gulma adalah tumbuhan yang kehadirannya tidak diinginkan pada lahan pertanian karena menurunkan hasil yang bisa dicapai oleh tanaman produksi. Gulma dapat menyebabkan kerugian pada berbagai bidang kehidupan pada bidang pertanian, penurunan kuantitas hasil tersebut disebabkan oleh adanya kompetisi gulma dengan tanaman dalam memperebut air, tanah, cahaya matahari, unsur hara, ruang tumbuh, dan udara yang menyebabkan pertumbuhan tanaman ataupun bibit menjadi terhambat.
N. Penyemaian Bibit Seledri di KP Lempake 1. Tujuan
Penyemaian ini sangat penting, terutama pada benih tanaman yang halus dan tidak tahan terhadap faktor-faktor luar yang dapat menghambat proses pertumbuhan benih menjadi bibit tanaman. Dengan menyemaikan benih terlebih dahulu, diharapkan akan mendapat mutu yang tanaman yang lebih baik.
2. Dasar Teori
Penyemaian merupakan suatu proses penyiapan bibit tanaman baru sebelum ditanam pada lahan sesungguhnya. Benih tanaman disemaikan pada suatu tempat terlebih dahulu hingga pada usia tertentu baru dipindahkan ke lahan. Karena dapat dilakukan pemilihan bibit yang cermat dan tepat.
Selain itu apabila diusahakan pada lahan yang sempit, maka pemeliharaannya lebih intensif sehingga mengurangi kemungkinan kegagalan atau ketidak tumbuhan bibit (Anonim, 2014).
3. Alat dan Bahan
a. Alat yang digunakan adalah sebagai berikut;
1) Sendok atau Tongkat kayu kecil, 1/orang.
b. Bahan yang digunakan adalah sebagai berikut; Tanaman seledri yang akan disemai
4. Prosedur Kerja
a. Pemakaian alat pengamanan berupa sepatu boat dan sarung tangan.
b. Pemanenan kacang panjang yang berukuran besar dan dikumpulkan ke dalam gerobak sorong.
5. Hasil Yang Dicapai
Kegiatan ini menghasilkan 207 polybag dengan ukuran 10x15 cm yang telah ditanami bibit seledri, terdapat sebanyak 1 bibit seledri yang disemai dalam 1 polybag dengan tinggi bibit seledri 3 cm.
6. Pembahasan
Seledri adalah tumbuhan serbaguna, terutama sebagai sayuran dan obat-obatan. Seledri sangat baik di dataran tinggi 1000-1200m diatas permukaan laut dengan kisaran suhu 7-160 C, tapi bisa juga di dataran rendah dengan naungan berupa atap alang-alang atau jerami, yang berfungsi sebagai penahan sinar matahari dan menjaga kelembaban.
Sebelum melakukan penanaman di dalam polybag ,terlebih dahulu melakukan kegiatan penyemaian (Anonim, 2014).
Dokumentasi kegiatan pada saat menyemai bibit seledri dapat dilihat pada Gambar 12 (Lampiran).
O. Penyemprotan Pupuk pada Tanaman di Green House BPTP Kaltim 1. Tujuan
Kegiatan penyemprotan pupuk cair pada tanaman adalah agar tanaman dapat tumbuh subur khususnya pada bagian daun.
2. Dasar Teori
Pupuk ialah suatu bahan yang digunakan untuk mengubah sifat fisik, kimia atau biologi tanah sehingga menjadi lebih baik bagi pertumbuhan tanaman Pemupukan merupakan salah satu usaha pengelolaan kesuburan tanah (Yuwono, 2011).
Gandasil D dan Gandasil B merupakan pupuk foliar yang banyak digunakan penggemar tanaman hias dan tanaman buah. Diproduksi oleh PT.
Kalatham Corporation. Pakar nutrisi tanaman sering merekomendasikan Gandasil untuk pemupukan tanaman.
Nutrisi yang terkandung di dalam Gandasil D adalah;
Nitrogen(N) = 20%
Fosfat (P2O5) = 15%
Kalium (K2O) = 15 %
Magnesium (MgSO4) = 1% (Anonim, 2014) 3. Alat dan Bahan
a. Alat yang digunakan adalah sebagai berikut;
1) Semprotan 1 buah.
2) Sendok makan berwarna putih 1 buah.
b. Bahan yang digunakan adalah sebagai berikut;
1) Pupuk Gandasil D sebanyak 3 gram 2) Air sebanyak 1 liter.
3) 4 pot Tanaman seledri, 5 pot tanaman bayam, dan 5 pot tanaman kangkung.
4. Prosedur Kerja
a. Pencampuran 3 gram pupuk Gandasil D dengan air sebanyak 1 liter dalam wadah semprotan.
b. Penyemprotan ke tanaman.
5. Hasil Yang Dicapai
Hasil dari kegitan ini ialah terdapat Tanaman berupa 5 pot bayam, 5 pot kangkung, dan 4 pot seledri yang disemprotkan dengan menggunakan pupuk Gandasil D sebanyak 3 gram dengan ditambahkan 1 liter air, dengan pupuk ini akan menghasilkan daun yang lebih subur atau lebat.
6. Pembahasan
Tanaman bayam, seledri, dan kangkung merupakan tanaman produksi yang dimanfaatkan pada bagian daunnya. Adapun makna huruf D dari kata Gandasil D adalah daun, maka dengan pemberian pupuk ini yang diutamakan adalah daun, terlihat dari kandungan Nitrogen (N) yang lebih dominan dibandingkan unsur dan senyawa lainnya. Gandasil D cocok digunakan pada fase vegetatif, yakni saat tanaman dalam masa pertumbuhan dan pemulihan setelah berbuah.
Dokumentasi kegiatan penyemprotan pupuk ke tanaman dapat dilihat pada gambar 5 (Lampiran).
P. Pembersihan Daun Kering di Persemaian Kebun Percobaan