HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. PEMBAHASAN TENTANG STRATEGI LURAH PASAR AYAM DALAM PENCAPAIAN TARGET RETRIBUSI PASAR YANG DITETAPKAN
3. Pemeliharaan TPnA ( Tempat Penampungan Ayam)
Pasar unggas hidup seperti pasar Ayam Semanggi diketahui banyak memainkan peran dalam penyebaran virus. Tempat penampungan ayam (TPnA) merupakan salah satu bagian dalam pasar unggas hidup yang menjadi tempat dikumpulkannya unggas dari berbagai daerah sebelum dijual atau dipotong. Di tempat ini kontak tidak hanya terjadi antara unggas dengan unggas akan tetapi juga antar unggas dengan manusia.
Hasil penelitian mengenai manajemen pemeliharaan TPnA di Pasar Ayam Semanggi menunjukkan bahwa pada umumnya luas lahan TPnA kurang dari 500 m2, menggunakan kandang pemeliharaan TPnA yang sering disebut sebagai pengereman, hanya menjual satu jenis unggas, ayam diperoleh dari pemasok tetap dengan frekuensi pengiriman ayam setiap hari, dan penanganan ayam selama berada di kandang TPnA diberi pakan,
commit to user
minum, dan pemberian vitamin serta rata-rata ayam dipelihara selama satu hari sebelum dijual atau dipotong. Kandang atau pengereman yang digunakan umumnya terbuat dari bahan bambu serta tidak menggunakan alas kandang. Luas kandang TPnA berkaitan dengan jumlah unggas yang ditampung. Dalam system pemeliharaan kapasitas dalam kandang harus diperhatikan untuk menghindari penularan berbagai penyakit khususnya flu burung. Pasar Ayam Semanggi menjual unggas dalam jumlah besar dan unggas ditempatkan secara saling berdesakan, maka hal ini merupakan multiplikator penyebaran penyakit. Umumnya TPnA hanya menjual satu jenis ayam saja. Hal ini karena TPnA yang menjual berbagai jenis ayam mempunyai risiko yang lebih besar terkena penyakit karena ayam berasal dari berbagai daerah dan dapat memudahkan penularan ke jenis ayam yang lain. Tetapi penularan antar jenis ayam di kandang penampungan dapat dicegah dengan cara menerapkan system pemisahan (zoning) antar jenis ayam. Banyaknya pengiriman ayam setiap harinya di suatu TPnA dapat berisiko tinggi terinfeksi jika pemeliharaan di TPnA tidak diterapkan dengan baik. Kebersihan dan kesehatan ayam juga dijaga dengan baik. Setiap sebulan sekali dilakukan penyemprotan untuk mencegah dan mengantisipasi penularan penyakit.
Hal ini sesuai dengan pernyataan Bapak Sriyono, salah satu petugas kebersihan di Pasar Ayam Semanggi:
TPnA atau pengereman disini kebanyakan luasnya kurang dari 500 m2. Kandangnya itu terbuat dari bambu mbak dan tidak ada alasnya. Kita menyebutnya pengereman mbak,,Kandang ini harus
commit to user
kita rawat dan jaga kebersihannya agar tidak menularkan penyakit. (wawancara jumat 14 desember 2010).
Bapak Sunyata, selaku Lurah Pasar Ayam Semanggi menyatakan:
Untuk mengantisipasi penyebaran virus ataupun penyakit seperti flu burung, disini setiap bulannya kedatangan petugas dari Dinas Pertanian Surakarta untuk melakukan penyemprotan di seluruh area Pasar Ayam. (wawancara 8 November 2010).
Bapak Sriyono salah petugas kebersihan di pasar Ayam Semanggi menyatakan:
“Untuk satu pengereman disini hanya terdiri dari satu jenis ayam, tidak campur. Ini untuk memudahkan proses jual belinya mbak,dan lebih mudah dalam membersihkan dan memeliharan kandangnya serta biar nggak menyebarkan virus penyakit,kan penyakit timbul pada tempat yang kotor.(wawancara 14 Desember 2010).
Kegiatan-kegiatan yang telah disebutkan di atas merupakan upaya yang dilakukan oleh seluruh pegawai dalam meningkatkan dan melancarkan kegiatan jual beli di Pasar Ayam Semanggi. Dengan kegiatan tersebut kegiatan jual beli yang terjadi akan semakin meningkat sehingga meningkatkan perekonomian pedagang Pasar Ayam Semanggi dan akan berdampak pada pembayaran retribusi pasar yang tepat waktu oleh para pedagang yang pada akhirnya penerimaan retribusi dapat mencapai target atau bahkan bisa melebihi target yang telah ditetapkan oleh Dinas Pengelolaan Pasar Kota Surakarta.
b. Pengembangan Pengelolaan Persampahan Pasar
Pengembangan pengelolaan persampahan merupakan usaha pegawai pasar untuk meningkatkan kebersihan pasar. Interaksi yang sangat tinggi antara manusia dan unggas hidup terjadi setiap harinya di Pasar Ayam
commit to user
Semanggi dan hal tersebut dapat menjadi potensi penularan penyakit flu burung. Peningkatan kebersihan harus selalu dilakukan agar suasana pasar nyaman, tidak bau, dan tidak menularkan penyakit seperti flu burung.
Setiap pasar tradisional di Surakarta memiliki petugas kebersihan yang jumlahnya untuk masing-masing pasar berbeda tergantung luas dan besarnya pasar. Pasar Ayam Semanggi tergolong pasar kelas II dan mempunyai 9 petugas kebersihan pasar dan mereka digaji oleh Pemerintah. Berikut pernyataan Bapak Sunyata selaku Lurah Pasar Ayam Semanggi:
“di sini pengurus pasarnya semua 11 orang termasuk saya. Satu orang merangkap sebagai sekretaris sekaligus sebagai pemungut retribusi yaitu pak Suraji itu. Satu pegawai merangkap tugas sebagai bendahara, pemungut retribusi dan petugas kebersihan yaitu pak Listianto. Enam pegawai merangkap tugas sebagai pemungut retribusi dan petugas kebersihan yaitu pak Sriyono, Suparjan, Giyarto, Murtarto, Danang, dan Saiman. Sedangkan pegawai lain berfungsi sebagai petugas kebersihan yaitu pak Ari dan pak Tego. Jadi disini ada 9 petugas kebersihan. (Wawancara 27 Oktober 2010)
Hal senada juga dikemukakan oleh Bapak Sriyono, selaku petugas kebersihan dan pemungut retribusi Pasar Ayam Semanggi:
“petugas kebersihan disini jumlahnya 9 mbak,,,yang menggaji mereka ya pemerintah ,,,(wawancara 14 Desember 2010)
Pasar Ayam Semanggi mempunyai dua bak sampah, yaitu satu berukuran kecil terbuka yang biasanya terdapat didepan los pedagang dan satunya lagi besar tertutup. Sampah hasil pemotongan ayam atau sampah lain seperti plastic makanan atau minuman dibersihkan setiap hari oleh petugas kebersihan pasar, kemudian sampah dikumpulkan pada tempat
commit to user
pembuangannya. Selanjutnya sampah-sampah tersebut akan diambil oleh sebuah armada truk pengangkut sampah dari Dinas Pengelolaan Pasar Kota Surakarta. Pengambilan sampah-sampah tersebut juga dilakukan setiap harinya. Berikut pernyataan Bapak Suraji selaku petugas pemungut retribusi dan administrasi di Pasar Ayam Semanggi:
“Disini ada dua bak tempat sampah, satunya berukuran kecil dan terbuka satunya lagi berukuran besar dan tertutup. Keduanya berfungsi sebagai tempat penampungan sementara sebelum sampah itu nantinya diangkut oleh petugas dari Dinas dengan truk. Setiap hari sampah kita kumpulkan lalu kita taruh di tempat penampungan sementara. (Wawancara 14 Desember 2010)
Hal tersebut juga dibenarkan oleh Lurah Pasar Ayam Semanggi, Bapak Sunyata:
“Setiap hari sampah yang dikumpulkan di bak tertutup atau container tersebut nantinya akan diambil oleh petugas dari Dinas dengan menggunakan truk besar. Biasanya kalau gak jam 10an ya 11an, pokoknya diatas jam 10an lah. Untuk berapa jumlahnya saya kurang tahu pasti, diatas 2 oranglah. (27 Oktober 2010).
Selain itu pegawai Pasar Ayam Semanggi juga melakukan penambahan ataupun penggantian alat-alat kebersihan seperti sapu, ekrak, pacul dan bak sampah kecil. Berikut pernyataan Bapak Sunyata selaku Lurah Pasar Ayam Semanggi:
“Alat-alat kebersihan disini terdiri dari sapu, ekrak, alat pel, pacul dan bak sampah. Bulan kemarin kita juga melakukan penambahan lagi alat tersebut, mengingat sudah ada beberapa alat yang rusak dan tak layak pakai. Sebisa mungkin kita selalu menyediakan lagi peralatan baru dengan tujuan agar petugas lebih rajin dan lebih optimal. Kadangkan kalau peralatan tidak mendukung maka kebersihannya juga gak maksimal kan mbak? (27 Oktober 2010)
commit to user
Pernyataan tersebut juga diperkuat oleh Bapak Sriyono selaku petugas pemungut retribusi dan petugas kebersihan yang mengatakan:
“Kalau alat-alat yang sudak tidak mendukung untuk digunakan maka ya harus cepat diganti dong mbak. Misalnya saja sapu ataupun ekrak untuk mengeruk sampah. Bila tidak diganti maka akan mengurangi produktivitas kita serta kerja kita menjadi lamban tidak secepat kalau alat tersebut masih layak dan dalam keadaan baik. (Wawancara 14 Desember 2010)
Pihak kantor Pasar Ayam Semanggi juga berupaya untuk menumbuhkan kesadaran para pedagang untuk menjaga kebersihan lingkungan di sekitar kios atau los yang ditempati. Di sini pedagang dituntut pengertiannya untuk memelihara dengan membuang sampah pada tempatnya dan menjaga kebersihan tempat demi kenyamanan. Mereka juga harus menjaga kebersihan los mereka sendiri supaya menjadi daya tarik pembeli untuk membeli dagangan mereka sehingga mereka memperoleh hasil yang semaksimal mungkin. Dengan begitu pedagang diharapkan dapat membayar retribusi tepat waktu dan tidak melakukan penunggakan retribusi. Berikut kutipan penyataan dari Bapak Sunyata selaku Lurah Pasar Ayam Semanggi:
“ saya juga sering berkeliling pasar untuk melihat keadaan pasar, bagaimana kebersihannya, bagaimana interaksi antar pedagang , pembeli dan petugas pasar. Saya juga sering meminta pedagang untuk menjaga kebersihan losnya sendiri. Saya suruh mereka untuk mengumpulkan sampah pada bak sampah yang telah disediakan. Dengan begitu juga membantu meringankan tugas para petugas kebersihan. Misalnya ada sampah berserakan di sekitar los, saya juga menegur mereka tapi dengan halus dan rada bercanda. Dengan cara seperti itu saya harap mereka sadar, mereka juga pasti merasa nggak enak bila ditegur begitu kan mbak? (27 Oktober 2010)
commit to user
Penyataan dari Bapak Sunyata juga didukung oleh pendapat Ibu Padmini, pedagang di Pasar Ayam Semanggi, berikut pernyataannya:
“Pak Lurah kadang sering keliling pasar, bapak sering mantau keadaan mbak, kadang gitu juga negur pedagang soal sampah di sekitar los…tapi kalau petugas kebersihan setiap hari itu keliling untuk nyapu sampah dan ngumpulin sampah atau ngambilin sampah trus ditaruh di bak besar, biasanya sih pagi dan siang hari… kalau saya ya berusaha untuk ngumpulin sampah disekitar los pada bak sampah kecil,,nanti biar diambil petugaslah, jadi ya meringankan tugas mereka,” (10 Desember 2010)
Berdasarkan beberapa pernyataan diatas menunjukkan bahwa dalam rangka meningkatkan kebersihan pasar maka perlu adanya kerjasama dengan pedagang pasar. Pedagang pasar harus turut berperan dalam menjaga dan memelihara kebersihan pasar, agar suasana pasar lebih kondusif dan nyaman untuk proses jual beli. Pembeli jadi lebih nyaman untuk berbelanja dan tidak merasa takut atau was-was terhadap virus semacam flu burung.
Kebersihan pasar ternyata sangat dibutuhkan oleh pembeli ataupun pengepul dari luar daerah. Kebersihan penting bagi mereka untuk memberi rasa nyaman ketika berinteraksi dengan pedagang ataupun lingkungan sekitar. Berikut petikan wawancara dengan Ibu Rosi salah seorang pembeli di Pasar Ayam:
“Wah saya senang mbak kalau pasar itu bersih,,, saya jadi nggak takut untuk membeli ayam disini, beda waktu virus flu burung merebak kemarin, saya jadi was-was untuk belanja disini, ”(Wawancara 10 Desember 2010)
Pak Handoko pedagang di pasar ayam juga memberikan pernyataan:
commit to user
“Bila dibanding dulu, keadaannya ya jauh lebih baik mbak,,,, baunya juga tidak separah dulu,,,, dulu itu awalnya saya harus pake masker, setidaknya dengan rajin membersihkan pasar, dapat menarik pembeli dan bau yang ditimbulkan bisa diminimalisir. Wajarlah mbak kalau pasar ayam itu bau”(10 Desember 2010) Berdasarkan pengamatan dan penelitian peneliti di lapangan serta pernyataan diatas menunjukkan bahwa kondisi kebersihan pasar sekarang ini jauh lebih baik daripada pasar yang dulu, namun masih terdapat kondisi jalan yang becek apalagi bila musim hujan tiba. Untuk tahun ini juga belum dilakukan pengecoran jalan di dalam pasar karena terbatasnya anggaran pasar. Pembeli dan pedagang juga menyadari kalau pasar itu baunya tidak enak, sehingga mereka juga tidak menuntut terlalu banyak agar pegawai pasar mengurangi bau yang ditimbulkan. Bila mereka terganggu dengan bau tidak sedap tersebut, maka mereka berinisiatif untuk menggunakan masker.
c. Pembangunan Pasar
Pembangunan (renovasi) dilakukan untuk meningkatkan
kenyamanan pasar. Dalam pembangunan juga diikuti dengan penambahan fasilitas, sarana dan prasarana yang ada di pasar. Fasilitas yang memadai sangat menunjang aktivitas di lingkungan pasar. Peningkatan fasilitas pasar Ayam Semanggi disini lebih pada usaha untuk menambah sarana dan prasarana pasar. Berdasarkan penelitian dan pengamatan maka untuk peningkatan fasilitas di Pasar Ayam Semanggi meliputi pembangunan RPU (Rumah Pemotongan Unggas). Rumah pemotongan unggas (RPU) dibangun untuk memisahkan antara tempat pemotongan dan tempat jual beli. Hal ini dilakukan agar kondisi pasar lebih rapi dan bersih. Dengan adanya rumah
commit to user
pemotongan unggas, maka usaha pembersihan lokasi pasar akan lebih mudah dan tidak ruwet. Hal ini sesuai dengan pendapat Lurah Pasar Ayam Semanggi, Bapak Sunyata:
“ Pembangunan yang sudah terealisasi di Pasar Ayam saat ini adalah pembangunan rumah pemotongan unggas. Hal ini dilakukan agar pasar memiliki tempat pemotongan tersendiri, terpisah dari tempat jual beli ayam maupun kambing. Dengan begitukan kebersihan pasar lebih mudah dikontrol, serta prosesnya tidak ruwet. Bedakan mbak, kalau tempat pemotongan dan jualbelinya jadi satu. Petugas kebersihan maupun pedagang akan lebih sulit membersihkannya, karena kotorannya menumpuk, banyak darah dimana-mana. Nantinya hal ini dapat mengurangi kenyaman dari pembeli dong”(8 November 2010)
Fasilitas RPU (Rumah Pemotongan Unggas) dibangun untuk meningkatkan dan memperlancar kegitan jual beli unggas. Hal ini karena proses jual beli di Pasar Ayam tidak sebatas pada jual beli unggas hidup tetapi juga untuk hewan ternak dalam kondisi sudah terpotong atau daging segar siap masak. Hal ini sesuai dengan pernyataan Bapak Sriyono, selaku petugas pemungut retribusi dan kebersihan pasar Ayam Semanggi:
“RPU itu dibangun karena memang keberadaannya sangat dibutuhkan oleh pedagang. Apalagi pasar Ayam ini tidak hanya menjual hewan hidup tapi juga hewan ternak yang sudah terpotong atau siap dimasak.(14 Desember 2010)”
Sementara untuk renovasi bangunan pasar seperti los di Pasar Ayam Semanggi untuk tahun anggaran 2010 belum terealisasi. Pembangunan tersebut terkendala oleh anggaran pasar serta keputusan dari Kepala Dinas Pengelolaan Pasar Kota Surakarta yang belum memutuskan bahwa akan dilakukan renovasi atau pembangunan tambahan untuk los. Hal ini sesuai dengan pernyataan Lurah Pasar Ayam Semanggi, Bapak Sunyata
commit to user yang mengatakan:
“Saat ini belum dilakukan renovasi pasar untuk penambahan los. Hal ini karena terbatasnya dana, dan belum adanya keputusan dari dinas untuk merenovasi pasar. Kita sih juga sudah mengajukan, tapi kalo dari Dinasnya belum menyetujui ya gak mungkin ada renovasi pasar mbak. Untuk sementara ya kita terima dulu apa adanya.(8 November 2010)
Pendapat tersebut juga dibenarkan oleh Bapak Suraji selaku pegawai Administrasi atau sekretaris Pasar Ayam Semanggi:
“Untuk masalah peningkatan pasar, kemarin kita kedatangan pejabat dari MOU dan Dinas, katanya akan dilakukan renovasi pasar. Namun ya tidak untuk tahun ini mbak.”(14 Desember 2010). Peningkatan fasilitas pasar juga dilakukan penambahan atau penggantian sarana dan prasarana kebersihan seperti sapu, bak sampah, ataupun ekrak. Hal ini sesuai dengan pernyataan Bapak Suraji, petugas administrasi dan pemungut retribusi di pasar Ayam Semanggi:
“Alat-alat kebersihan disini terdiri dari sapu, ekrak, dan bak sampah. Mengingat sudah ada beberapa alat yang rusak dan tak layak pakai.”(14 Desember 2010).
Peningkatan fasilitas Pasar Ayam Semanggi dilakukan untuk menunjang kelancaran segala kegiatan yang ada di Pasar Ayam Semanggi. Dengan adanya penambahan sarana dan prasarana kebersihan pasar, maka usaha untuk meningkatkan kebersihan dapat berjalan secara optimal. Selain itu, peningkatan fasilitas tersebut juga dapat meningkatkan kinerja dan produktivitas petugas kebersihan karena pekerja lebih cepat menyelesaikan pekerjaannya. Hal ini sesuai dengan pernyataan Bapak Sriyono selaku petugas pemungut retribusi dan petugas kebersihan yang mengatakan:
commit to user
“Kalau alat-alat yang sudak tidak mendukung untuk digunakan maka ya harus cepat diganti dong mbak. Misalnya saja sapu ataupun ekrak untuk mengeruk sampah. Bila tidak diganti maka akan mengurangi produktivitas kita serta kerja kita menjadi lamban tidak secepat kalau alat tersebut masih layak dan dalam keadaan baik. (14 Desember 2010).
d. Peningkatan Keamanan dan Ketertiban Pasar
Keamanan dan ketertiban pasar merupakan faktor penting dalam menunjang keberlangsungan proses jual beli di pasar tradisional. Keamanan disini lebih mengarah pada suatu kondisi pasar yang nyaman dimana pasar itu terbebas dari tindakan kejahatan ataupun keributan. Sedangkan ketertiban adalah suatu keadaan dimana pedagang patuh atau tertib dalam mentaati aturan-aturan yang berlaku di pasar. Hal ini diungkapkan oleh Bapak Sunyata, selaku Lurah Pasar Ayam Semanggi:
”keamanan disini tu ya seperti pasar bebas dari kejahatan,tidak ada pencurian atau pencopetan dan tidak ada keributan antar pedagang atau pengunjung. Kalau ketertiban itu ya pedagang harus tertib dengan peraturan yang ada disini.(27 Oktober 2010)
Keamanan di Pasar Ayam Semanggi menerapkan sistem swakarsa dengan dana swadaya yang dikumpulkan dari pedagang itu sendiri. Itu artinya keamanan disini merupakan kegiatan yang diselenggarakan atas inisiatif pedagang sendiri. Petugas keamanan ditunjuk oleh pedagang dan digaji oleh pedagang Pasar Ayam Semanggi bukan dari APBD. Hal ini sesuai dengan pernyataan Bapak Sunyata, Lurah Pasar Ayam Semanggi:
”kalau keamanan biasanya untuk sejumlah pasar tradisional lain di Surakarta petugasnya tu berasal dari Dinas dan digaji oleh Dinas. Tapi di sini untuk keamanannya adalah swakarsa. Dari dinas tidak menyediakan khusus. Pedagang yang menentukan berapa jumlahnya dan mereka juga yang menggajinya.(27 Oktober 2010)
commit to user
Hal ini juga diperkuat oleh pernyataan Bapak Suraji, selaku pegawai administrasi atau sekretaris Pasar Ayam Semanggi:
”Untuk keamanan disini ada petugas keamanannya mbak,, ada 8 orang. Sistemnya swakarsa, jadi yang menggaji itu pedagang. Besarnya ya atas kesepakatan antara pedagang dan petugas keamanannya.(14 Desember 2010)
Sementara itu, dalam upaya meningkatkan keamanan di Pasar Ayam Semanggi petugas keamanan dibagi menjadi 2 shift. Hal ini dilakukan agar keamanan tetap terjaga selama 24 jam. Berikut diungkapkan oleh Bapak Sriyono:
“keamanan disini dibagi menjadi 2 shift, biar pasar tetap aman selama 24 jam. 8 orang petugas keamanan itu kita menjadi 2 kelompok, dari jam 07.00-19.00 dan 19.00-07.00”(14 Desember 2010).
Peryataan diatas juga dibenarkan oleh Bapak Giono, salah seorang petugas keamanan di pasar Ayam :
“ jumlahnya 8 orang mbak. Kita disini bekerja selama 12 jam mbak, dibagi 2 shift lah. Dari jam 07.00-19.00 dan 19.00-17.00. Ya biar pasar aman terkendali selama 24 jam.(14 Desember 2010). Petugas keamanan di Pasar Ayam Semanggi untuk tahun ini belum ada yang dikirim untuk mengikuti pelatihan dan pembinaan yang diselenggarakan oleh Dinas Pengelolaan Pasar Kota Surakarta tiap tahunnya, hal ini karena terkendala oleh dana. Selain itu peserta yang berhak mengikuti pelatihan dan pembinaan tersebut juga ditentukan oleh pengurus Dinas Pengelolaan Pasar Kota Surakarta. Hal ini sesuai dengan pernyataan Bapak Suraji selaku pegawai administrasi Pasar Ayam Semanggi:
“kalau disini tahun ini belum dilakukan pengiriman petugas keamanan untuk mengikuti pembinaan yang diselenggarakan oleh
commit to user
Dinas mbak. Masalahnya sih biaya, serta pesertanya itu ditentukan oleh Dinas. Ya mungkin untuk pasar ayam gilirannya tidak saat ini mbak”.(14 Desember 2010)
Untuk masalah ketertiban, selama ini yang menjadi focus pegawai Pasar Ayam Semanggi adalah pada usaha untuk membuat pedagang agar mematuhi peraturan yang ada, seperti menertibkan pedagang agar menempati tempatnya masing-masing, menertibkan barang dagangan pedagang yang menonjol atau semrawut, penertiban parkir, dan penertiban penggunaan lampu yang tidak terpakai. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Bapak Sunyata, selaku Lurah Pasar Ayam Semanggi:
"penertiban disini lebih diartikan pedagang itu mematuhi dan taat pada aturan yang ada di sini. kita pegawai di sini sering mbak menertibkan pedagang, misalnya mereka harus berjualan sesuai tempatnya, menertibkan dagangan yang semrawut agar rapi, parkir juga kami pantau mbak supaya nggak ngalangin jalan atau semrawut, serta penertiban lampu yang tidak terpakai. Hal ini dilakukan karena dari dinas seringkali mengadakan sidak mbak. (8 November 2010)
Upaya penertiban pasar juga melibatkan pihak lain seperti Satpol PP. Hal ini dilakukan apabila terjadi masalah yang tidak bisa diselesaikan oleh pihak pasar. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Lurah Pasar Ayam Semanggi, Bapak Sunyata:
“misalnya terjadi masalah soal penertiban pedagang yang sulit untuk ditertibkan, dan kami tidak bisa mengatasi sendiri maka kita lapor ke Dinas agar mengirimkan Satpoll PP untuk membantu tugas kami mbak,(17 Desember 2010)
Kemudian untuk masalah ketertiban, pegawai Pasar Ayam Semanggi juga seringkali melakukan penertiban terhadap pedagang oprokan yang dilakukan pada pagi hari, namun pelaksanaannya juga mendadak tidak
commit to user
terjadwal. Biasanya kegiatan ini dilakukan apabila banyak pedagang yang mulai tidak tertib dalam menempati tempat berdagang di pasar. Hal ini sesuai dengan pernyataan Lurah Pasar Ayam Semanggi, Bapak Sunyata:
“kami pegawai disini sering melakukan penertiban pedagang di pagi hari. namun kegiatan ini tidak terjadwal dan seringnya mendadak mbak, terutama ketika pedagang tidak tertib dalam menempati tempat jualan” (14 Desember 2010)
Menurut keterangan Bapak Teguh selaku pedagang di Pasar Ayam Semanggi mengenai penertiban yang dilakukan oleh pegawai pasar, mengatakan:
”Kadang-kadang pihak pasar juga sering melakukan penertiban pedagang mbak,,,,pagi-pagi gitu mereka sudah ada di pelataran, jadi ya kami harus berjualan ditempat semestinya.(14 Desember 2010)
Upaya peningkatan keamanan mendapat respon positif dari para pembeli yang mengatakan cukup puas dengan kondisi keamanan di pasar Ayam Semanggi, hal ini sesuai dengan pernyataan Ibu Dian salah seorang pembeli di Pasar Ayam Semanggi:
“saya rasa keamanan di sini cukup baik,,,ada petugas yang berkeliling pasar menjaga keamanan,, tidak ada premannya juga.(14 Desember 2010)
Dari beberapa pernyataan diatas maka dapat ditarik simpulan