• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemerintahan Di Indonesia

Dalam dokumen KONSEP DASAR PKN (Halaman 33-39)

Pada kegiatan belajar pertama dalam modul ini, Anda telah diperkenalkan dengan konsep warga negara, melput sapa warga negara Indonesa, bagamana cara memperoleh kewarganegaraan Indonesa dan cara kehlangan kewarganegaraan berdasarkan aturan perundang-undangan yang ada d Indonesa. Apakah Anda mendapat nformas baru tentang kewarganegaraan? Untuk kepentingan pembelajaran di kelas, sesuai dengan kedudukan Anda sebaga mahasswa guru, maka pertanyaannya adalah bagamana hubungan warga negara dengan pemerintah dan cara mengajarkannya kepada peserta didik di MI? Sebenarnya, kegiatan mengajar atau pembelajaran bagi Anda tidak terlalu banyak masalah karena Anda telah berpengalaman, namun agar kemampuan Anda semakin mahir, khususnya dalam pembelajaran PKn, maka pada kegiatan belajar ini, Anda akan diajak untuk mengenal konsep pemerintah yang tidak dapat dipisahkan dengan konsep warga negara. Memahami konsep pemerintah dalam pembelajaran PKn sangat pentng bak bag mahasswa guru maupun calon guru MI.

Apa dan siapa pemerintah itu?

Menurut Konvens Montevdeo 1933, ada empat unsur negara, yakn: (1) wlayah, (2) Penduduk, (3) Pemerntah, dan (4) kemampuan negara mengadakan hubungan dengan negara lan. Dalam hal n, pemerntah merupakan salah satu syarat berdrnya sebuah negara. Dengan kata lain, pemerintah merupakan bagian dari negara. Budiardjo (1985) mengartkan pemerntah sebaga suatu organsas yang berwenang untuk merumuskan dan melaksanakan keputusan-keputusan yang mengkat bag seluruh penduduk d dalam wlayah negara. Pemerntah bertndak atas nama negara dan menyelenggarakan kekuasaan dar negara. Dengan kewenangan yang dmlknya, pemerntah atas nama negara dapat mengambil keputusan dan mengeluarkan kebijakan untuk menertibkan hubungan-hubungan antarwarga masyarakat/negara. Oleh karena tu, dlhat dar cakupan keluasannya, negara memlk makna yang lebh luas sedangkan pemerntah hanya sebagian kecil saja dari cakupan negara. Dilihat dari eksistensinya, maka pemerintah lebh mudah berubah darpada negara. Negara lebh lama bertahan darpada pemerntah

26 Konsep Dasar Pendidikan Kewarganegaraan [PKn] kecual apabla negara dtaklukan oleh negara lan.

Secara teorts, kekuasaan pemerntah dbag atas kekuasaan legslatf, eksekutf, dan yudkatf. Kekuasaan legslatf adalah kekuasaan untuk menyusun/membuat undang-undang; kekuasaan eksekutf adalah kekuasaan untuk melaksanakan undang-undang-undang; dan kekuasaan yudkatf adalah kekuasaan untuk mengawas pelaksanaan undang-undang. Kekuasaan legslatf basanya berada d tangan parlemen atau Dewan Perwaklan Rakyat (DPR). Kekuasaan eksekutf basanya berada d tangan Presden sedangkan kekuasaan yudkatf (peradlan) berada d tangan Mahkamah Agung.

Dalam sstem ketatanegaraan d Indonesa ada dua pengertan pemerntah, yakn pemerntah pusat atau dsebut pemerntah dan pemerntah daerah. Setelah perubahan terhadap UUD 1945, ada perubahan tentang kedudukan lembaga-lembaga Negara dan munculnya lembaga Negara baru sepert Mahkamah Konsttus (MK), Dewan Perwaklan Daerah (DPD), dan Koms Yudsal (KY), sedangkan lembaga negara Dewan Pertmbangan Agung (DPA) dhapuskan.

Sebelum perubahan UUD 1945, MPR memlk kedudukan sebaga lembaga tertngg Negara, sedangkan Presden, DPR, DPA, MA, dan BPK berkedudukan sebaga lembaga tngg Negara. Setelah adanya perubahan terhadap UUD NRI 1945, semua lembaga tersebut dsebut lembaga Negara, tdak ada lag stlah lembaga tertngg Negara dan lembaga tngg Negara. Dlhat kedudukannya, lembaga-lembaga negara tersebut mempunyai kedudukan yang sejajar. Perhatikan bagan dibawah ini.

TNI/POLRI dewan pertimbangan

kementerian negara badan-badan lain

yang fungsinya berkaitan dengan kekuasaan kehakiman KY UUD 1945 kpu bank sentral DPR MPR DPD

LEMBAGA-LEMBAGA DALAM SISTEM KETATANEGARAAN menurut UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945

BPK Presiden MA MK DAERAH Lingkungan Peradilan TUN Lingkungan Peradilan Militer Lingkungan Peradilan Agama Lingkungan Peradilan Umum Perwakilan

BPK Provinsi Pemerintahan Daerah Provinsi DPRD Gubernur Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota DPRD Bupati/ Walikota PUSAT (Sumber: Setjen MPR RI, 2006)

Apa saja tugas lembaga negara-lembaga negara di atas? Menurut UUD NRI 1945 tugas dan kewenangan lembaga negara sebagai berikut.

Majelis Permusyawaratan Rakyat mempunyai wewenang:

a) Mengubah dan menetapkan Undang-Undang Dasar [Pasal 3 ayat (1) dan Pasal 37];

b) Melantik Presiden dan/atau Wakil Presiden [Pasal 3 ayat (2)];

c) Memberhentikan Presiden dan/atau Wakil Presiden dalam masa jabatannya menurut Undang-Undang Dasar [Pasal 3 ayat (3)];

d) Memilih Wakil Presiden dari dua calon yang diusulkan oleh Presiden dalam hal terjadi kekosongan Wakil Presiden [Pasal 8 ayat (2)];

e) Memilih Presiden dan Wakil Presiden dari dua pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden yang diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang pasangan calon Presiden dan Wakil Presidennya meraih suara terbanyak pertama dan kedua dalam pemilihan umum sebelumnya sampai berakhir masa jabatannya, jika Presiden dan Wakil Presiden mangkat, berhenti, diberhentikan, atau tidak dapat melakukan kewajibannya dalam masa jabatannya secara bersamaan [Pasal 8 ayat (3)].

Menurut ketentuan UUD 1945 setelah mengalami perubahan, maka MPR tidak lagi memiliki kewenangan untuk memilih Presiden dan/atau wakil Presiden seperti sebelum ada perubahan. Saat ini, pasangan Presiden dan wakil Presiden dipilih oleh rakyat secara langsung.

(Sumber: Setjen MPR RI, 2006)

Apa saja tugas lembaga negara-lembaga negara di atas? Menurut UUD NRI 1945 tugas dan kewenangan lembaga negara sebaga berkut.

Majelis Permusya waratan Rakyat mempunyai wewenang:

a) Mengubah dan menetapkan Undang-Undang Dasar [Pasal 3 ayat (1) dan Pasal 37]; b) Melantk Presden dan/atau Wakl Presden [Pasal 3 ayat (2)];

c) Memberhentikan Presiden dan/atau Wakil Presiden dalam masa jabatannya menurut Undang-Undang Dasar [Pasal 3 ayat (3)];

d) Memilih Wakil Presiden dari dua calon yang diusulkan oleh Presiden dalam hal terjadi kekosongan Wakl Presden [Pasal 8 ayat (2)];

e) Memlh Presden dan Wakl Presden dar dua pasangan calon Presden dan Wakl Presden yang dusulkan oleh parta poltk atau gabungan parta poltk yang pasangan calon Presden dan Wakl Presdennya merah suara terbanyak pertama dan kedua dalam pemilihan umum sebelumnya sampai berakhir masa jabatannya, jika Presiden dan Wakl Presden mangkat, berhent, dberhentkan, atau tdak dapat melakukan kewajibannya dalam masa jabatannya secara bersamaan [Pasal 8 ayat (3)].

Menurut ketentuan UUD 1945 setelah mengalam perubahan, maka MPR tdak lag memlk kewenangan untuk memlh Presden dan/atau wakl Presden sepert sebelum ada perubahan. Saat n, pasangan Presden dan wakl Presden dplh oleh rakyat secara langsung.

Kewenangan Presden Republk Indonesa selan pemegang kekuasaan pemerntahan atau kepala kekuasaan eksekutif sebagaimana diatur dalam Pasal 4 ayat 1, juga sebagai kepala negara (lhat Pasal 10 - 15 UUD Negara RI 1945). Dalam melaksanakan tugasnya, Presden dbantu oleh seorang wakl Presden (Pasal 4 ayat 2), yang sama-sama memegang jabatan selama 5 tahun dan sesudahnya hanya dapat dipilih kembali untuk satu kali masa jabatan (Pasal 7 UUD Negara RI 1945). Mari kita perhatkan beberapa kewenangan Presden pada bagan d bawah n.

2 d) Memilih Wakil Presiden dari dua calon yang diusulkan oleh Presiden dalam

hal terjadi kekosongan Wakil Presiden [Pasal 8 ayat (2)];

e) Memilih Presiden dan Wakil Presiden dari dua pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden yang diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang pasangan calon Presiden dan Wakil Presidennya meraih suara terbanyak pertama dan kedua dalam pemilihan umum sebelumnya sampai berakhir masa jabatannya, jika Presiden dan Wakil Presiden mangkat, berhenti, diberhentikan, atau tidak dapat melakukan kewajibannya dalam masa jabatannya secara bersamaan [Pasal 8 ayat (3)].

Menurut ketentuan UUD 1945 setelah mengalami perubahan, maka MPR tidak lagi memiliki kewenangan untuk memilih Presiden dan/atau wakil Presiden seperti sebelum ada perubahan. Saat ini, pasangan Presiden dan wakil Presiden dipilih oleh rakyat secara langsung.

Kewenangan Presiden Republik Indonesia selain pemegang kekuasaan pemerintahan atau kepala kekuasaan eksekutif sebagaimana diatur dalam Pasal 4 ayat 1, juga sebagai kepala negara (lihat Pasal 10 - 15 UUD Negara RI 1945). Dalam melaksanakan tugasnya, Presiden dibantu oleh seorang wakil Presiden (Pasal 4 ayat 2), yang sama-sama memegang jabatan selama 5 tahun dan sesudahnya hanya dapat dipilih kembali untuk satu kali masa jabatan (Pasal 7 UUD Negara RI 1945). Mari kita perhatikan beberapa kewenangan Presiden pada bagan di bawah ini.

mengangkat dan menerima Duta

[Pasal 13 (2)* dan (3)*]

memberi grasi dan rehabilitasi

[Pasal 14 (1)*]

memberi amnesti dan abolisi

[Pasal 14 (2)*]

menyatakan perang, membuat perdamaian dan perjanjian dengan negara lain dan

internasional lainnya

[Pasal 11 (1)**** dan (2)***]

memberi gelar, tanda jasa, dan lain-lain tanda kehormatan yang diatur dengan

undang-undang

(Pasal 15 *)

menyatakan keadaan bahaya

(Pasal 12) dengan persetujuan dengan pertimbangan dengan pertimbangan dengan pertimbangan Presiden DPR

MA

(Sumber: Setjen MPR RI, 2006)

D sampng Presden, terdapat satu lembaga yang dalam mela kukan tugasnya memerlukan kerja sama dengan Presiden, yaitu Dewan Perwakilan Rakyat. Dalam hal apa mereka bekerja sama? Kerja sama antara Presiden dengan DPR, antara lain dalam membentuk undang-undang dan menetapkan RAPBN. Jad, DPR memegang kekuasaan dalam membentuk undang-undang bersama-sama dengan Presden; d sampng melakukan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan yang dija lankan oleh Presiden. Oleh karena tu, dapat dsmpulkan bahwa DPR memlk fungs legislasi, fungs anggaran, dan fungs

pengawa san. Dalam melakukan fungsinya itu, DPR mempunyai hak mengajukan usul

rancangan undang-undang, hak budget, hak nterpelas, hak angket, dan hak menyatakan pendapat. Selain itu, DPR mempunyai hak mengajukan pertanyaan, menyampaikan usul dan pendapat, serta hak muntas.

Selan lembaga negara MPR dan DPR, mash ada lembaga negara lan yang termasuk lembaga legslatf yatu Dewan Perwaklan Daerah (DPD). Anggota DPD berasal dar tap propns yang dplh secara langsung melalu pemlu. Setap propns dwakl oleh masng-masng 4 orang anggota DPD. Kewenangan DPD datur dalam UUD NRI 1945 Pasal 22D ayat (1 ), (2) dan (3) sebaga berkut.

(1) Dewan Perwakilan Daerah dapat mengajukan kepada Dewan Perwakilan Rakyat rancangan undang-undang yang berkatan dengan otonom daerah, hubungan pusat dan daerah, pembentukan dan pemekaran serta penggabungan daerah, pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya ekonom lannya, serta yang berkatan dengan permbangan keuangan pusat dan daerah.

(2) Dewan Perwaklan Daerah kut membahas rancangan undang-undang yang berkatan dengan otonom daerah; hubungan pusat dan daerah, pembentukan dan pemekaran serta penggabungan daerah, pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya ekonom lannya, serta permbangan keuangan pusat dan daerah; serta memberkan pertmbangan kepada Dewan Perwaklan Rakyat atas rancangan undang-undang anggaran pendapatan dan belanja negara dan rancangan undang-undang yang berkaitan dengan pajak, pendidikan, dan agama.

(3) Dewan Perwaklan Daerah dapat melakukan pengawasan atas pelaksanaan undang-undang mengena: otonom daerah, pembentukan, pemekaran dna penggabungan daerah , hubungan pusat dan daerah, pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya ekonomi lainnya, pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara, pajak, penddkan, dan agama serta menyampakan hasl pengawasannya tu kepada Dewan Perwakilan Rakyat sebagai bahan pertimbangan untuk ditindaklanjuti.

Lembaga negara berkutnya adalah BPK. Lembaga n merupakan lembaga negara yang bertugas khusus untuk memeriksa tanggung jawab tentang keuangan Negara. Dalam UUD NRI 1945 Pasal 23E (1) dnyatakan bahwa untuk memerksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara diadakan satu Badan Pemeriksa Keuangan yang bebas dan mandr. Sedangkan pada Pasal 23E (2) menyebutkan bahwa hasl pemerksaan keuangan negara dserahkan kepada DPR, DPD, dan DPRD, sesua dengan kewenangannya. Perlu dngat bahwa badan n terlepas dar pengaruh dan kekuasaan pemerntah, tetap tdak berdr d atas pemerntah.

Berkutnya adalah lembaga negara yang bertugas melaksanakan kekuasaan kehakman yang dalam pelaksanaan tugasnya terlepas dar pengaruh kekuasaan pemerntah dan pengaruh phak-phak lannya. Lembaga negara n dnamakan Mahkamah Agung (MA). Mahkamah Agung mempunya wewenang sebaga berkut.

1) berwenang mengadili pada tingkat kasasi, menguji peraturan perundang-undangan di bawah undang-undang terhadap undang-undang, dan mempunya wewenang lannya yang dberkan oleh undang-undang [Pasal 24A (1)];

2) mengajukan tiga orang anggota hakim konstitusi [Pasal 24C (3)];

3) memberkan pertmbangan dalam hal Presden member gras dan rehabltas [Pasal 14 (1)].

Lembaga Negara lan yang memlk kekuasaan kehakman adalah Mahkamah Konsttus (MK). Lembaga n memlk wewenang sebagamana datur dalam [Pasal 24C (1) dan (2)] sebaga berkut:

final untuk menguji undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar, memutus sengketa kewenangan lembaga negara yang kewenangannya dberkan oleh Undang-Undang Dasar, memutus pembubaran parta poltk, dan memutus perselshan tentang hasl pemlhan umum;

b) wajib memberikan putusan atas pendapat Dewan Perwakilan Rakyat mengenai dugaan pelanggaran oleh Presden dan/atau Wakl Presden menurut Undang-Undang Dasar.

Selain ada MA dan MK, terdapat juga lembaga Negara lain dalam wilayah kekuasaan kehakman yatu Koms Yudsal (KY). Lembaga n mempunya wewenang:

1) mengusulkan pengangkatan hakm agung [Pasal 24B (1)];

2) mempunyai wewenang lain dalam rangka menjaga dan menegakkan kehormatan, keluhuran martabat, serta perlaku hakm [Pasal 24B (1)].

Selan mengatur tentang pemerntah pusat, UUD NRI 1945 mengatur pula tentang Pemerintahan Daerah. Ketentuan tentang pemerntahan daerah n datur secara tegas dalam Bab VI Pasal 18, 18A dan 18B. Pasal 18 ayat (1) menegaskan bahwa “negara kesatuan Republk Indo nesa dbag atas daerah-daerah provns dan daerah provns tu dbag atas kabupaten dan kota, yang tap-tap provns, kabupa ten, dan kota tu mempunya pemerntahan daerah, yang datur dengan undang-undang”. Undang-undang yang sekarang dpergunakan sebaga pelaksanaan Pasal 18, 18A, dan 18B, yatu UU Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerntahan Daerah dan UU Nomor 33 tahun 2004 tentang Permbangan Keuangan antara Pemerntah Pusat dan Daerah.

Adanya pemerintahan daerah menunjukkan bahwa negara Republik Indonesia merupakan negara kesatuan dengan sstem desentralsas. Artnya daerah-daerah mempunya keleluasaan untuk mengurus urusan rumah tangga sendr (hak otonom) sesua dengan konds dan kebutuhan daerah tersebut. Kewenangan untuk mengurus urusan rumah tangga sendr sampa pemerntahan terkecl sepert desa dan memlk kewe nangan untuk mengatur dan mengurus kepentngan masyarakat setem pat berdasarkan asal-usul dan adat stadat setempat.

Agar Anda sebaga guru atau calon guru MI memlk tngkat penguasaan yang mendalam tentang masalah pemer intahan daerah maka Anda harus mengkaji tentang sstem otonom pemerntahan desa, yang melput partspas yang dperankan oleh setap anggota masyarakat dalam membangun desanya. Untuk lebh memaham hal tersebut, Anda dianjurkan mengkaji UU No. 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan UU No. 33 tahun 2004 tentang Permbangan Keuangan antara Pemerntah Pusat dan Daerah tersebut d atas.

Dalam dokumen KONSEP DASAR PKN (Halaman 33-39)