• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemimpin (leader) dan Pengikut (followers)

Bagian I : PEMAHAMAN KEPEMIMPINAN

2. Pemimpin (leader) dan Pengikut (followers)

Kepemimpinan adalah hubungan antara pemimpin yang mempengaruhi pengikut-nya untuk melakukan suatu perubahan dan untuk mencapai tujuan bersama. Dalam organisasi apa saja, pemimpin dan pengikut merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Pemimpin memerlukan pengikut, tanpa pengikut seorang pemimpin tidak akan punya arti, karena tidak ada yang dipimpinnya. Keberhasilan seorang pemimpin dalam mempengaruhi dan mengajak pengikutnya melakukan aktivitas untuk mencapai tujuan bersama, sangat ditentukan oleh pemahaman pemimpin terhadap karakteristik pengikutnya.

Pemimpin dalam menggerakan kelompok untuk melakukan kegiatan bela negara akan berhadapan dengan keragaman bangsa Indonesia, yang harus dikelola dan dikendalikan secara optimal. Karakteristik pengikut dapat ditinjau dari berbagai aspek antara lain: golongan dalam masyarakat; dan generasi.

14

a. Karakteristik Pengikut berdasarkan Golongan dalam Masyarakat

Masyarakat adalah sekumpulan manusia yang relatif mandiri, hidup bersama-sama dalam waktu relatif cukup lama, mendiami suatu wilayah tertentu, memiliki kebudayaan yang sama, dan melakukan sebagian besar kegiatan dalam kelompok manusia tersebut. Agus Suryono17 mengelompokkan pengikut berdasarkan golongan dalam masyarakat menjadi 4 golongan yaitu: Konservatif; Moderat; Radikal; dan Apatis, yang satu persatu dapat dijelaskan sebagai berikut:

1) Golongan konservatif, merupakan masyarakat yang cenderung menerima apa adanya, serta lebih mempertahankan tradisi.

2) Golongan moderat, merupakan masyarakat yang memiliki toleransi relatif baik terhadap upaya perubahan yang akan dilakukan jika memang itu menurut mereka diperlukan.

3) Golongan radikal, merupakan masyarakat yang memiliki sifat korektif dan oposisi terhadap suatu pembangunan, jika perlu mereka bersedia melakukan revolusi untuk melakukan perubahan struktur dan sistem. 4) Golongan apatis, merupakan masyarakat yang tidak memiliki kemauan

dan kemampuan untuk melakukan perubahan. b. Karakteristik Pengikut berdasarkan Generasi

Perbedaan generasi dalam berbagai kegiatan di lingkup pendidikan, lingkup masyarakat dan lingkup pekerjaan, merupakan subyek yang selalu muncul dalam perkembangan sumber daya manusia, dan konsep perbedaan generasi terus berkembang dari waktu ke waktu.

Menurut Manheim18, generasi adalah suatu konstruksi sosial dimana didalamnya terdapat sekelompok orang yang memiliki kesamaan umur dan pengalaman historis yang sama. Individu yang menjadi bagian dari satu generasi, adalah mereka yang memiliki kesamaan tahun lahir dalam rentang waktu duapuluh tahun dan berada dalam dimensi sosial dan dimensi sejarah yang sama. Howe dan

17 Prof. Dr. Agus Suryono, op.cit.

18 Karl Mannheim, The Problem of Generations, Essays on the Sociology of Knowledge, (London: Routledge and Kegan Paul, 1952), hal. 276-320

15

Strauss19 mengemukakan bahwa ada 3 (tiga) atribut yang lebih jelas mengidentifikasi generasi selain dengan tahun kelahiran, antara lain:

1) Persepsi individu terhadap sebuah kelompok dimana mereka tergabung didalamnya, khususnya pada masa-masa remaja sampai dengan masa dewasa muda;

2) Sikap terhadap keluarga, karir, kehidupan personal, politik, agama dan pilihan-pilihan yang diambil terkait dengan pekerjaan, pernikahan, anak, kesehatan, kejahatan;

3) Perubahan pandangan politik, kejadian yang bersejarah, contohnya seperti: perang, bencana alam, yang terjadi pada masa-masa remaja sampai dengan dewasa muda.

Lebih lanjut Lancaster dan Stillman20 mengelompokkan generasi sebagai berikut: Generasi Baby Boomers yang lahir pada rentang waktu tahun 1946-1964; Generasi X yang lahir pada rentang waktu tahun 1965-1980; Generasi Y atau dikenal juga dengan Generasi Millenial, yang lahir pada rentang waktu tahun 1981-1994. Kemudian berikutnya Jean Marie Twenge memperkenalkan Generasi Z, yang lahir pada rentang waktu tahun 1995 – 2010.21 Lalu Mark Mc.Crindle dari grup peneliti McCrindle mengungkapkan nama generasi yang lahir setelah Generasi Z adalah Generasi Alfa, yaitu yang lahir pada rentang waktu tahun 2011-2025.22

Secara garis besar, karakteristik dari setiap generasi berdasarkan kumpulan penelitian dari beberapa pakar, yang dapat menjadi referensi bagi para pemimpin dalam mengelola keragaman pengikutnya antara lain sebagai berikut:

1) Generasi Baby Boomers (1946-1964, usia saat ini sekitar 55 – 73 tahun)23 a) Memegang teguh adat-istiadat cenderung kolot

19Neil Howe, William Strauss, Millennials Rising: The Next Great Generation, (New York: Vintage, 2000)

20 Lynne C Lancaster, David Stillman, When Generations Collide: Who They Are. Why They Clash. How to Solve the Generational Puzzle at Work, (New York: Collins Business, 2002)

21 Jean Marie Twenge, iGen: Why Today's Super-Connected Kids Are Growing Up Less Rebellious, More Tolerant, Less Happy and Completely Unprepared for Adulthood (2017) ISBN 9781501151989

22Mark Mc.Crindle, Beyond Z: Meet Generation Alpha, (New York Time, 2015)

23Kenali Karakter dan Pola Pikir 5 Generasi Ini Agar Semakin Bijak, disari dan dikuti dari :

16

b) Matang dalam pengambilan keputusan karena pengalaman kehidupan yang pernah dilaluinya, dan cenderung tidak suka menerima kritik.

c) Uang dan pengakuan dari lingkungan menjadi target mereka, serta gengsi menjadi urutan pertama dalam kehidupan sosial.

d) Bekerja keras untuk mensejahterakan anak-anak, loyalitas dan berdedikasi dalam bekerja merupakan sikap positif generasi ini. e) Sangat peduli terhadap keturunannya, dan pada umumnya tidak

ingin anak-anaknya merasakan kesulitan yang dirasakannya di masa-masa kemerdekaan.

f) Cenderung menghabiskan penghasilannya untuk membeli tanah, rumah, kendaraan dan sisanya ditabung sebagai warisan untuk anaknya nanti.

2) Generasi X (1965-1980, usia saat ini pada kisaran 39 – 54 tahun) 24

a) Pemikiran lebih maju dibandingkan generasi sebelumnya, dan cenderung suka akan resiko dengan pengambilan keputusan yang matang.

b) Generasi ini lebih terbuka dengan kritik dan saran demi terwujudnya efisiensi dalam bekerja dibandingkan generasi sebelumnya.

c) Kehidupan antara pekerjaan, pribadi dan keluarga cenderung seimbang, karena pemikiran bekerja untuk hidup bukan hidup untuk bekerja

d) Berkat didikan orangtuanya, generasi ini memiliki ketekunan dalam bekerja, dan ingin lebih sukses dari sekarang, serta sebagian juga mulai memiliki jiwa pengusaha.

e) Generasi ini mulai sadar akan pentingnya dana pensiun untuk masa depan sehingga mereka cenderung menggunakan uang yang dimiliki untuk modal usaha, biaya anak, membeli kendaraan dan property.

24 (1) Ibid

17

3) Generasi Y / Generasi Millenial (1981-1994, usia saat ini pada kisaran 25-38 th)25

a) Generasi millennial adalah generasi yang lahir di saat teknologi sedang berkembang pesat. Keberadaan computer, video games, gadget, dan smartphone yang tersambung dengan kecanggihan internet membuat generasi ini mudah mendapatkan informasi secara cepat. Mereka suka bermain game online. Generasi ini merupakan generasi yang melibatkan teknologi dalam segala aspek kehidupan.

b) Generasi ini pengguna media sosial yang fanatik, komunikasi yang terbuka, kehidupannya sangat terpengaruh dengan perkembangan teknologi, serta lebih terbuka dengan pandangan politik dan ekonomi.

c) Dengan pendidikan yang lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya, generasi ini bisa dikatakan penuh ide-ide visioner, inovatif untuk melahirkan pengetahuan dan penguasaan IPTEK. d) Minat membaca secara konvensional generasi ini sudah menurun,

karena mereka lebih memilih membaca lewat smartphone. Selain itu, Generasi ini lebih memilih ponsel daripada televisi. Menonton sebuah acara televise kini sudah tidak lagi menjadi sebuah hiburan karena apapun bisa mereka temukan di telepon genggam.

e) Generasi ini menjadikan keluarga sebagai pusat pertimbangan dan pengambil keputusan.

f) Cenderung ambisius dalam bekerja, artinya mereka bekerja bukan hanya sekedar untuk menerima gaji tetapi juga untuk mengejar tujuan, jadi selain kerja kantoran sebagian juga membuka bisnis sendiri untuk menuju kesuksesan. Mereka memiliki jiwa entrepreneur yang tinggi. Generasi Y berisi anak muda yang selalu ingin coba-coba dan peduli soal teknologi baru, seperti contoh

25(1) Profil Generasi Milenial Indonesia, (Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, 2018), hal. 17-21 (2) Kenali Karakter dan Pola Pikir 5 Generasi Ini Agar Semakin Bijak, op.cit.

18

antara lain: Mark Zuckerberg, CEO dan founder Facebook; Nadiem Makarim, CEO dan founder GoJek.

g) Generasi ini cenderung konsumtif, mereka banyak menghabiskan uang yang dimiliki untuk membeli gadget keluaran terbaru membeli kendaraan, jalan-jalan dan kuliner, namun mulai sadar akan pentingnya property untuk keluarga, maka banyak dari mereka mengambil KPR dan KTA untuk rumah maupun apartemen.

h) Keseimbangan gaya hidup dan pekerjaan menjadi hal yang paling penting bagi mereka, karena itu mereka cenderung mencari pekerjaan yang dapat menunjang gaya hidup, artinya pekerjaan bukan hanya sekedar bekerja namun bekerja adalah bagian dari hidup mereka.

4) Generasi Z / IGen (1995 – 2010, usia saat ini pada kisaran 9-24 tahun) 26 a) Lahir sebagai generasi digital. Generasi ini sangat mengenal

teknologi, dan sejak kecil mereka lebih gemar bermain gadget dibandingkan permainan tradisional. Mereka tahu cara mengoperasikan berbagai jenis gadget yang ada seperti: smarthphone, laptop, tablet dan gadget lainnya menjadi suatu kebutuhan yang harus dimiliki oleh generasi Z. Mereka mampu memahami perkembangan teknologi yang hadir dijamannya dengan cepat dan baiktanpa menempuh pendidikan khusus

b) Cenderung menyukai sesuatu yang serba cepat, praktis dan instan, tidak sabaran, dan tidak menghargai proses. Kemajuan teknologi dan keterbukaan informasi, membuat generasi ini juga mudah untuk mendapatkan uang secara instan. Tidak hanya diperoleh dari pemberian orangtua tetapi mereka juga bisa memperoleh dari hasil berselancar di internet melalui media sosial dan kreativitas masing-masing, meskipun mereka belum bekerja formal.

26(1) 10 Ciri-ciri Generasi Z Alias Generasi Internet, disari dan dikutip dari: https://cintalia.com/gaya-hidup/ciri-ciri-generasi-z (2) Karakter Generasi Z Menurut Beberapa Cendekiawan, disari dan dikutip dari: https://www.silabus.web.id/karakter-generasi-z/

19

c) Generasi Z suka mencari popularitas dengan aktif di berbagai sosial media dengan gaya masing-masing. Mereka cenderung menghabiskan uangnya untuk keperluan fashion, makan di restoran terkenal dan jalan-jalan, serta mereka gemar melakukan transaksi belanja secara online karena dinilai praktis dan bisa dilakukan dimana saja

d) Kebiasaan IGen yang menghabiskan waktu lebih banyak di depan layar gadget ketimbang berinteraksi langsung dengan manusia lain membuat mereka berpotensi sulit untuk bahagia dan menjadi lebih pesimis dibanding generasi pendahulunya.

e) Apapun yang dilakukan generasi ini kebanyakan berhubungan dengan dunia maya, mereka mampu mengaplikasikan semua kegiatan dalam satu waktu seperti nge-tweet menggunakan ponsel, browsing dengan PC, dan mendengarkan music menggunakan handset. Mereka terbiasa dengan berbagai aktivitas dalam satu waktu yang bersamaan, misalnya: membaca, berbicara, menonton dan mendengar-kan music secara bersamaan. Mereka kurang berkomunikasi secara verbal.

f) Generasi ini dikenal lebih mandiri, cenderung memiliki toleransi yang tinggi terhadap keberagaman genre, budaya, ras dan perbe-daan lainnya, dan sangat peduli dengan lingkungan sekitar. Generasi Z dibesarkan untuk lebih menerima dan menghormati setiap perbedaan di lingkungan yang penuh dengan keberagaman. g) Generasi ini memiliki pola pikir terbuka namun kritis dan mendetail.

Mereka terbuka untuk banyak hal, tidak terlalu mempermasalahkan segala sesuatunya, namun terkadang lebih kritis dalam menyikapi isu dan berita yang terjadi.

h) Generasi ini suka dengan penghargaan dan pengakuan atas apa yang telah mereka lakukan, mereka ingin semua orang tahu dan mengakui semua kerja keras dan usaha yang telah berhasil ia raih dan kerjakan dengan baik.

20

5) Generasi Alpha (2011- sekarang, usia saat ini pada kisaran di > 8 tahun) 27 a) Mayoritas anak-anak Generasi Alpha memiliki orangtua yang

berasal dari generasi millineal.

b) Mereka lahir pada saat teknologi sudah canggih dan sudah merupakan hal yang biasa. Sejak masih bayi mereka sudah akrab gadget seperti smarth-phone, tablet atau laptop. Mereka punya jejak digital sebelum mereka lahir.

c) Generasi ini diramalkan akan memiliki kecerdasan tinggi melampaui generasi-generasi sebelumnya. Disamping karena kemudahan mengakses informasi, orang tua generasi ini juga sudah lebih melek gizi dan sudah memberikan nutrisi yang terbaik sejak mereka masih di dalam kandungan.

d) Munculnya permainan-permainan canggih yang menarik untuk anak-anak generasi alpha turut membuat pola perilaku bermain berubah. Mereka banyak menghabiskan waktu di dalam rumah. e) Mereka tumbuh jauh dari buku dan majalah, karena mereka berada

di era dimana buku dan majalah fisik mulai tergantikan dengan buku elektronik atau e-book. Bahkan buku pengantar di sekolah pun kini bisa diunggah dan dimasukkan ke dalam gadget sehinga anak tidak perlu lagi membaca buku dalam bentuk fisik.

Kemampuan Pemimpin dalam memahami beragam karakteristik pengikutnya akan berimplikasi pada keberhasilan kinerja pemimpin tsb. Hal ini sangat penting dipahami oleh para pemimpin kader bela negara, agar tujuan untuk membela kedaulatan negara, keutuhan wilayah NKRI, dan keselamatan serta kesinambungan hidup bangsa dan negara dapat tercapai secara optimal.

27(1) Karakter Anak Generasi Alfa dan Tips Menghadapinya, disari dan dikutip dari: https://kumparan.com/kumparanmom/7-tanda-stres-pada-anak-yang-perlu-orangtua-kenali-27431110790545738

21

Dokumen terkait