4. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.5 Pemodelan Bioakumulasi
Untuk memprediksi BAF digunakan nilai BCF dan AE yang diperoleh dari percobaan. Nilai BCF dihitung sebagai rasio ku terhadap ke dan disajikan pada Tabel 4.5.
Tabel 4.5. Data Biokinetik BCF pada Perna viridis dan Anadara indica
Biota [CH3Hg+]
(μg/L)
ku ke BCF
Perna viridis besar 0,02 μg/L 83,209 0,0375 2218,907 0,04 μg/L 254,63 0,0254 10024,8 0,08 μg/L 202,32 0,0333 6075,676
0,1 μg/L 295,48 0,0708 4173,446 Perna viridis kecil 0,02 μg/L 335,38 0,0362 9264,641 0,04 μg/L 289,74 0,0361 8026,039 0,08 μg/L 404,09 0,0445 9080,674 0,1 μg/L 420,24 0,0299 14054,85 Anadara indica besar 0,02 μg/L 689,34 0,0504 13677,38 0,04 μg/L 694 0,0393 17659,03 0,08 μg/L 338 0,0407 8304,668 0,1 μg/L 432,64 0,0886 4883,07 Anadara indica kecil 0,08 μg/L 693,03 0,0439 15786,56
0,1 μg/L 612,61 0,122 5021,393
Nilai BAF merupakan faktor bioakumulasi yang berasal dari kontribusi jalur air dan jalur pakan. Prediksi nilai BAF ditentukan berdasarkan kalkulasi menggunakan persamaan (2.8). Nilai BCFf untuk jenis algae menurut Laplace et.al (2000) adalah 5000 hingga 500.000. Nilai BCF sesuai dengan literature IAEA untuk hewan invertebrata dan ikan. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian di mana nilai BCF yang didapatkan termasuk dalam range yang direkomendasikan.
Penelitian ini memodelkan paparan metil merkuri dalam range IR (1 hingga 5%
berat tubuh biota per hari). Hasil perhitungan nilai BAF dapat dilihat pada Tabel 4.6.
Tabel 4.6. Data BAF Perna viridis dan Anadara indica
IR BAF Perna viridis BAF Anadara indica
Besar Kecil Besar Kecil
0.01 5760,737 10252,423 6756,617 10427,679
0.02 5898,267 10408,690 6792,540 10451,382
0.03 6035,797 10564,957 6828,463 10475,086
0.04 6173,327 10721,224 6864,387 10498,789
0.05 6310,857 10877,491 6900,310 10522,492
Mengacu pada Tabel 4.5. nilai BAF pada Perna viridis adalah 5760,737 sampai dengan 10877,491 dan nilai BAF pada Anadara indica adalah 6756,617 sampai dengan 10522,4923. Untuk kajian resiko terhadap manusia yang
mengkonsumsi kerang digunakan nilai BAF yang tertinggi. Untuk Perna viridis nilai BAF tertinggi sebesar 10877,491 sedangkan untuk Anadara indica nilai BAF yang tertinggi adalah sebesar 10522,4923
Kandungan CH3Hg+ pada Perna viridis dan Anadara indica merupakan perkalian antara BAF dengan konsentrasi di air. Nilai tersebut ditunjukkan pada Tabel 4.7.
Tabel 4.7. Kadar CH3Hg+ pada Perna viridis dan Anadara indica
[CH3Hg+] (μg/L)
BAF [CH3Hg+]biota
Perna viridis Anadara indica Perna viridis Anadara indica
0,02 10877,49 10522,49 0,2175 0,210
0,04 10877,49 10522,49 0,435 0,421
0,08 10877,49 10522,49 0,870 0,842
0,1 10877,49 10522,49 1,088 1,052
Mengacu pada Tabel 4.7. jika konsentrasi CH3Hg+ dalam air sebesar 0,02 sampai dengan 0,1 μg/L, maka akan mengakibatkan kandungan CH3Hg+ dalam tubuh Perna viridis dan Anadara indica berturut-turut adalah 0,2175 sampai dengan 1,088 dan 0,210 sampai dengan 1,052.
Potensi paparan senyawaan CH3Hg+ terhadap manusia dapat berasal dari konsumsi kekerangan. Mengingat CH3Hg+ lebih toksik dibandingkan Hg2+ maka CH3Hg+ digunakan sebagai acuan dalam mengkaji berbagai dampak terhadap kesehatan manusia akibat mengkonsumsi kekerangan. Kandungan CH3Hg+ dalam tubuh kekerangan tidak dapat dijadikan patokan terhadap dampak negatif manusia karena kandungan CH3Hg+ sangat bervariasi. Oleh sebab itu, US EPA
(Environmental Protection Agency) menggunakan nilai RfD atau dosis referensi yang merupakan batasan antara aman dan keracunan. Berdasarkan nilai RfD tersebut dihitung batasan aman mengkonsumsi ikan dengan asumsi berat badan orang dewasa 70 kg, rerata konsumsi 0,22 Kg kerang periode 1 bulan, serta dosis referensi CH3Hg+ sebesar 1 x 10-4 mg. Kg-1.hari-1. Batasan tersebut ditunjukkan pada Tabel 4.8.
Tabel 4.8. Batasan konsumsi kekerangan berdasarkan kadar CH3Hg+ dalam tubuh kerang
Berdasarkan hasil eksperimen, jika terdapat konsentrasi CH3Hg+ dalam air laut sebesar 0,02 μg/L maka konsentrasi CH3Hg+ pada Perna viridis dan Anadara indica berturut-turut sebesar 0,2175 dan 0,210 ppm. Berdasarkan nilai tersebut, maka batasan mengkonsumsi Perna viridis dan Anadara indica adalah 8 kali dalam sebulan. Jika terdapat konsentrasi CH3Hg+ dalam air laut sebesar 0,04 μg/L maka konsentrasi CH3Hg+ pada Perna viridis dan Anadara indica berturut-turut sebesar 0,435 dan 0,421 ppm. Berdasarkan nilai tersebut, maka batasan
mengkonsumsi Perna viridis dan Anadara indica adalah 3 kali dalam sebulan. Di sisi lain, jika terdapat konsentrasi CH3Hg+ dalam air laut sebesar 0,08 μg/L maka konsentrasi CH3Hg+ pada Perna viridis dan Anadara indica berturut-turut sebesar 0,870 dan 0,842 ppm. Berdasarkan nilai tersebut, maka batasan mengkonsumsi Perna viridis dan Anadara indica adalah 2 kali dalam sebulan. Jika terdapat konsentrasi CH3Hg+ dalam air laut sebesar 0,1 μg/L maka konsentrasi CH3Hg+ pada Perna viridis dan Anadara indica berturut-turut sebesar 1,088 dan 1,052 ppm. Berdasarkan nilai tersebut, maka batasan mengkonsumsi Perna viridis dan Anadara indica adalah 1 kali dalam sebulan. Banyaknya Perna viridis dan Anadara indica yang dikonsumsi tiap bulan tidak diperbolehkan lebih dari 0,22 Kg.
5.1 Kesimpulan
Nilai faktor konsentrasi (CF) pada Perna viridis besar setelah 12 hari terpapar CH3Hg+ berkisar antara 1122,098 hingga 3850,828.
Nilai faktor konsentrasi (CF) pada Perna viridis kecil setelah 12 hari terpapar CH3Hg+ berkisar antara 3495,316 hingga 4737,34.
Nilai faktor konsentrasi (CF) pada Anadara indica setelah 12 hari terpapar CH3Hg+ berkisar antara 3474,513 hingga 8998,277.
Nilai faktor konsentrasi (CF) pada Anadara indica kecil setelah 12 hari terpapar CH3Hg+ berkisar antara 7899,7 hingga 8670,17.
Efisiensi asimilasi Perna viridis setelah 24 jam sebesar 1,147%
sedangkan efisiensi asimilasi Anadara indica setelah 24 jam sebesar 0,393%.
Pada Perna viridis, distribusi CH3Hg+ terbesar terdapat pada bagian mantel sedangkan pada Anadara indica distribusi CH3Hg+ terdapat pada bagian organ pencernaan.
Nilai BAF pada Perna viridis adalah 5760,737 sampai dengan 10877,491 dan nilai BAF pada Anadara indica adalah 6756,617 sampai dengan 10522,4923.
Pada konsentrasi CH3Hg+ di perairan sebesar 0,02 µg/L,
didapatkan konsentrasi CH3Hg+ pada Perna viridis dan Anadara indica berturut-turut sebesar 0,2175 dan 0,210 ppm, sehingga batasan mengkonsumsi Perna viridis dan Anadara indica adalah 8 kali dalam sebulan.
Pada konsentarasi CH3Hg+ di perairan sebesar 0,04 µg/L, didapatkan konsentrasi CH3Hg+ pada Perna viridis dan Anadara indica berturut-turut sebesar 0,435 dan 0,421 ppm, sehingga
batasan mengkonsumsi Perna viridis dan Anadara indica adalah 3 kali dalam sebulan.
Pada konsentarasi CH3Hg+ di perairan sebesar 0,08 µg/L, didapatkan konsentrasi CH3Hg+ pada Perna viridis dan Anadara indica berturut-turut sebesar 0,870 dan 0,842 ppm, sehingga batasan mengkonsumsi Perna viridis dan Anadara indica adalah 2 kali dalam sebulan.
Pada konsentarasi CH3Hg+ di perairan sebesar 0,1 µg/L,
didapatkan konsentrasi CH3Hg+ pada Perna viridis dan Anadara indica berturut-turut sebesar 1,088 dan 1,052 ppm, sehingga batasan mengkonsumsi Perna viridis dan Anadara indica adalah 1 kali dalam sebulan.
5.2 Saran
Diperlukan studi lebih lanjut mengenai pengaruh faktor-faktor eksternal terhadap kemampuan bioakumulasi CH3Hg+ dalam tubuhkekerangan serta penelitian bioakumulasi yang mempertimbangkan adanya kemungkinan masuknya CH3Hg+ dari jalur sedimen.
DAFTAR PUSTAKA
Bird, Tony. (1993). Kimia Fisik untuk Universitas. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Blust, Ronny. (2002). Models for The Bioaccumulation of Metals in Aquatic Organism. Belgium: Departement of Biology, University of Antwerp.
Journal of Metal and Radionuclides Bioaccumulation in Marine Organism-Ancona.
Bridges, Christy & Zalups, R. (2004). Molecular and Ionic Mimicry and The Transport of toxic metal. Journal of Molecular and Ionic Mimicry and The Transport of Toxic Metals. Division of Basic Medical Sciences, Mercer University School of Medicine, USA.
Budiawan. (2005). Toksikologi. Depok: Departemen Kimia Universitas Indonesia.
Bustamante, Paco., et al. (2002). Biokinetics of Zinc and Cadmium Accumulation and Depuration at Different Stages in The Life Cycle of The Cuttlefish Sepia officinalis. Journal of Marine Ecology Progress Series.
Campbell, Petter. (2002). Predicting Metal Bioavability-Aplicability of the Biotic Ligand Model. INRS-Eau. Journal of Metal and Radionuclides Bioaccumulation in Marine Organism-Ancona.Terre et Environment, Sainte-Foy, Canada.
Carles,S., Antonio,N., Garcia, C., Agustin, P. (2002). Mercury, Cadmium, Lead, and Zinc Bioaccumulation in Soft Bottom Marine Macrophytes From The East Coast of Spain. Journal of Metal and Radionuclides Bioaccumulation in Marine Organism-Ancona.
Catán, Soledad et al. (2007). Methodological Considerations Regarding the Use of Inorganic 197Hg(II) Radiotracer to Asses Mercury Methylation Potential Rates in Lake Sediment. Journal of Applied Radiation and Isotopes 65 (2007) 987-994.
Caurant,F., & Bustamante,P. (2002). Metal Speciation in Cephalopods:
Implications for Bioaccumulation in Marine Tope Predators. Journal of Metal and Radionuclides Bioaccumulation in Marine Organism-Ancona.
Chojnacka, Kataryzna. (2010). Biosorption and Bioaccumulation, The Prospects for Practical Applications. Journal of Environment International 36 (2010) 299-307.
Chung-Min Liao & Ming-Chao-Lin. Acute Toxicity Modeling of Rainbow Trout and Silver Sea Beam Exposed to Waterborne Metals. Departement of Agriculture Engineering, National Taiwan Unversity, Taiwan.
Connel, Des. (1995). Kimia dan Ekotoksikologi Pencemaran. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia.
Englewood, CO. (2011). CCIS volume 149.
Fisher, Nick. (2002). Metal Bioavibility and Metal Biomagnification.
International Atomic Energy Agency (IAEA), Marine Environment Laboratory (MEL), Monaco. Journal of Metal and Radionuclides Bioaccumulation in Marine Organism-Ancona.
Fowler, Scoot. (2002). Role of Plankton in Controlling Fluxes and Residence Times of Metals and Radionuclides in The Sea. International Atomic Energy Agency (IAEA), Marine Environment Laboratory (MEL), Monaco. Journal of Metal and Radionuclides Bioaccumulation in Marine Organism-Ancona.
Global Invasive Species Database.
Graham, E.L., & Lee Wilcox. (2000). Algae. UK: Prentice Hall Incorporation.
Herve, T & Elisabeth Alliot. (2002). Transfer of Radionuclides and Organic Matter in The Rhone Delta Coastal Zone Studied With Large Field-Deployed Mesocosms. Journal of Metal and Radionuclides Bioaccumulation in Marine Organism-Ancona.
Huber, Castro. (2000). Marine Biology. Mc-Graw Hill Higher Education inc.
Inswiasri. Paradigma Kejadian Penyakit Pajanan Merkuri. Jurnal Puslitbang Ekologi dan Status Kesehatan.
International Agency for Research on Cancer (IARC)-Summaries and Evaluations Mercury and Mercury Compounds Vol:58 (1993) (p.239).
Lacao,T., et al. (2009). Bioaccumulation of Inorganic Hg by The Juvenile Cutlefish Sephia officinalis Exposed to 203Hg Radiolabelled Seawater and Food. Journal Aquatic Biology, Vol 6: 91-98, 2009.
Lee,Byeong., Jung Suk Lee., Samuel N. (2006). Comparison of Selenium Bioaccumulation in The Clams Corbiculla Fluminea and Potamocorbula Amurensis : A Bioenergetic Modeling Approach. Journal of Environmental Toxicology and Chemistry Vol.25 No.7.
Lehninger. (2004). Priciples of Biochemistry : 4th Edition.
Lu, Frank. (1995). Toksikologi Dasar. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia.
Luschak, Volodymyr. (2010). Environmentally Induced Oxidative Stress in Aqutaic Animals. Journal of Aquatic Toxicology xxx (2010).
Luoma, Samuel. (2002). Process Affecting Trophic Transfer and Resultant Effects of Metals: Implications for Monitoring Metal Pollution in The Sea.
Journal of Metal and Radionuclides Bioaccumulation in Marine Organism-Ancona.
McGowan, Tal. Growth of The Marine Haptophyte Isochrysis sp. (Strain T.iso) in Respone to Varying Light Intensity. Journal of Undergraduate Science Engineering and Technology.
Meili, Markus. (2002). Scope of Methylmercury Turnover in Organisms: Towards a General Model of Biokinetics? Journal of Metal and Radionuclides Bioaccumulation in Marine Organism-Ancona.
Michael Angelidis & Vassiliki Catsiki. (2002). Metal Bioavability and Bioaccumulation in The Marine Environment : Methodological Questions.
Journal of Metal and Radionuclides Bioaccumulation in Marine Organism-Ancona.
Mikac, Nevenka. (2002). Bioaccumualtion of Inorganic and Organic Mercury and Organolead Compounds in Marine Organisms. Center for Marine and Environment Research, Rudjer Boskovic Institute, Croatia. Journal of Metal and Radionuclides Bioaccumulation in Marine Organism-Ancona.
Mudjiono & Suparman Maryoto. Sekilas Tentang Kerang Lentera Filum Brakhiopoda. Jurnal Balai Penelitian dan Pengembangan Biologi Laut, Pusat Penelitian dan Pengembangan Oseanologi-LIPI Volume XVII, Nomor 4: 159-166.
Newman, Michael & Jagoe Rosemary. (1996). Bioaccumulation Models With Time Lags: Dynamics and Stability Criteria. Journal of Ecological Modelling 84 (1996) 281-286.
Odzak, Niksa. (2002). Trace Metal Bioavibility in Saline Waters Fields Experiments. Journal of Metal and Radionuclides Bioaccumulation in Marine Organism-Ancona.
Palar, Heryando. (2005). Pencemaran dan Toksikologi Logam Berat. Jakarta: PT Asdi Mahasatya.
Panggabean, Lily. (2009). Air Laut Sebagai Media Kultur Mikroalga. Jurnal Pusat Penelitian Oseanografi LIPI Volume XXXIV Nomor 3:25-33.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2001 Tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air.
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Badan Tenaga Nuklir Nasional. (2011). Pelatihan Pengukuran Radiasi dan Spektroskopi Nuklir. Pusdiklat Batan.
Rui, Wang., Ming-Hung Wong., Wen-Xion Wang. (2010). Mercury Exposures in The Freshwater Tilapia Oreochromis nitolicus. Journal of Environmental 158.
Sanchis, Carles., Carrascosa,M., & Pastor Agustin. (2002). Mercury, Cadmium, Lead, Zinc Bioaccumulation in Soft Bottom Marine Macrophytes from East Coast of Spain. Journal of Metal and Radionuclides Bioaccumulation in Marine Organism-Ancona.
Sudarmaji., Mukono,J., dan Corie. Toksikologi Logam Berat B3 dan Dampaknya Terhadap Kesehatan. Jurnal Kesehatan Lingkungan, Vol.2, No.2, Januari 2006:129-142.
Suseno, Heni. (2007). Merkuri: Spesiasi dan Bioakumulasi Pada Biota Laut.
Jurnal Teknologi Pengelolaan Limbah Volume 10 Nomor 1 Juli 2007.
Pusat Teknologi Limbah Radioaktif.
Thébault,H., & Alliot Elisabeth. (2002). Transfer of Radionuclides and Organic Matter in The Rhone Delta Coastal Zone Studied With :Large Field Deployed Mesocosms. Journal of Metal and Radionuclides Bioaccumulation in Marine Organism-Ancona.
Umbara, Heru., Heni Suseno. (2006). Faktor Bioakumulasi Pb210 pada Kerang Darah. Pusat Teknologi Limbah Radioaktif BATAN.
USGS Geological Survey. Mercury Contamination of Aquatic Ecosystem.
Viarengo,A., Burlando,B., and Dondero,F. (2002). Effects of Heavy Metals on Signal Transduction and Consequent Toxic Effects. Journal of Metal and Radionuclides Bioaccumulation in Marine Organism-Ancona.
Wang, Wen Xiong & Raymond Wong. (2003). Bioaccumulation kinetics and Exposure Pathways of Inorganic Mercury and Methylmercury in A Marine Fish, The Sweetlips Plectorhinchus gibbosus. Journal of Marine Ecology Progress Series Vol 261 : 257-268.
Warnau, Michel. (2002). Biaccumulation of Heavy Metals and Radionuclides in The Posidonia oceanica Meadow, an Endemic Mediterranean Ecosystem.
International Atomic Energy Agency (IAEA), Marine Environment Laboratory (MEL), Monaco. Journal of Metal and Radionuclides Bioaccumulation in Marine Organism-Ancona.
Lampiran 1. Bagan kerja penelitian
Bioakumulasi
CH3Hg+
Jalur air Jalur pakan
Mikro algae (Isochrysis sp.)
Parameter biokinetik AE, BCFf
BAF
Food Intake Pengaruh ukuran
Perna viridis dan Anadara indica
Pengaruh konsentrasi
CH3Hg+
Parameter biokinetik CF, ku, ke, t1/2, BCFw
Depurasi
Dissection
Lampiran 2. Perhitungan aktivitas sumber CH3203Hg+
Pengkalibrasian energi CH3203
Hg+ dengan menggunakan spektrometer gamma NaI(Tl)
Energi = -89,11 keV + 1,505 x channel
Perhitungan efisiensi CH3203
Hg+ standar dari pencacahan standar Co60 dan Cs137
ℇ =
𝑎𝑟𝑒𝑎 𝑡 𝑎𝑐𝑡. 𝑦
ℇ = efisiensi
t = waktu pengukuran perunut radioakutif (detik) area = area perunut yang terukur oleh spektrometer gamma act = aktivitas perunut yang diambil dari labu induk y = kelimpahan perunut yang berada di alam
ℇ 𝐶𝑠137 =
542.518 600
20417,524 𝑥 0,8521= 0,05197 ℇ 𝐶𝑜60 (1173 𝑘𝑒𝑉) =
Penentuan aktivitas sumber CH3203
Hg+ Aktivitas sumber CH3203Hg+ (0,05 ml):
area t
ε x y = 3612 600
0,009694 x 0,8146 = 505,8939 Bq (31/01/2011) Aktivitas sumber CH3203
Hg+ (1 ml) = 10117,878 Bq/ml
Lampiran 3. Perhitungan aktivitas sampel CH3203
Hg+ dalam air pada percobaan bioakumulasi jalur air
Pada percobaan ini dimasukkan CH3203
Hg+ sebanyak 100 μL sehingga didapatkan aktivitas sumber CH3203
Hg+ sebesar 1011,7878 Bq/ml.
t = selang waktu antara saat mula-mula dan saat pengukuran λ = konstanta peluruhan
Aktivitas sumber CH3203
Hg+ (07/03/2011) :
Berdasarkan nilai tersebut, akan didapatkan aktivitas standar CH3203Hg+ dalam 2 L air laut sebesar 0,03006 Bq/ml. Aktivitas standar CH3203
Hg+ dihitung per tanggal pengambilan kontaminan dari jalur air. Oleh karena itu akan didapatkan aktivitas sampel CH3203Hg+ dalam air berdasarkan persamaan:
𝐴𝑘𝑡𝑖𝑣𝑖𝑡𝑎𝑠 𝑠𝑎𝑚𝑝𝑒𝑙 = 𝑎𝑘𝑡𝑖𝑣𝑖𝑡𝑎𝑠 𝑠𝑡𝑎𝑛𝑑𝑎𝑟
𝑎𝑟𝑒𝑎 𝑠𝑡𝑎𝑛𝑑𝑎𝑟 𝑥 𝑎𝑟𝑒𝑎 𝑠𝑎𝑚𝑝𝑒𝑙
Lampiran 4. Perhitungan aktivitas sampel CH3203
Hg+ dalam tubuh biota pada percobaan bioakumulasi jalur air
Aktivitas standar CH3203
Hg+ sebanyak 0,05 ml (11/03/2011) sebesar 283,2905 Bq.
Aktivitas sampel Perna viridis = 283 ,29053028 𝑥 𝑎𝑟𝑒𝑎 𝑠𝑎𝑚𝑝𝑒𝑙
Aktivitas sampel Anadara indica = 283 ,29052533 ,5 𝑥 𝑎𝑟𝑒𝑎 𝑠𝑎𝑚𝑝𝑒𝑙 = 0,11182 x area sampel
Lampiran 5. Data biokinetika pengambilan CH3Hg+ oleh Perna viridis besar
Lampiran 6. Data biokinetika pengambilan CH3Hg+ oleh Perna viridis kecil
Lampiran 7. Data biokinetika pengambilan CH3Hg+ oleh Anadara indica besar
Lampiran 8. Data biokinetika pengambilan CH3Hg+ oleh Anadara indica kecil
Hari Konsentrasi CH3Hg+ 0,08 μg/L
Konsentrasi CH3Hg+ 0,1 μg/L
8,68 gram 7,61 gram
Area sampel
Cb Ca CF Area
sampel
Cb Ca CF
1 1577 20,30 0,030 685,14 1258 18,49 0,030 623,99
2 4751 61,16 0,029 2095,05 3570 52,47 0,029 1797,31
3 0 0 0,029 0 5948 87,43 0,029 3039,37
4 11797 151,88 0,028 5359,14 6583 96,76 0,028 3414,24 7 11956 153,93 0,027 5679,12 7971 117,16 0,027 4322,69 8 12160 156,56 0,027 5862,54 9004 132,35 0,027 4956,03 9 12516 161,14 0,026 6124,56 10891 160,09 0,026 6084,48 10 13788 177,5224 0,026 6848,06 12675 186,314 0,026 7187,22 11 16758 215,7616 0,026 8447,84 12516 183,97 0,026 7203,37
Universitas Indonesia
Lampiran 9. Hubungan nilai ku dengan konsentrasi CH3Hg+ pada Perna viridis
Perna viridis besar (y = 1861,2 x + 97,24 ; R = 0,738) Perna viridis kecil (y = 1420,4 x + 277,14 ; R = 0,853)
Lampiran 10. Hubungan nilai ku dengan konsentrasi CH3Hg+ pada Anadara indica
Anadara indica besar(y = -4347 x + 799,32 ; R = 0,886) Anadara indica kecil (y = -4021 x + 1014,7 ; R = 1)
0 100 200 300 400 500
0 0.02 0.04 0.06 0.08 0.1
C
ku
0 200 400 600 800
0 0.02 0.04 0.06 0.08 0.1
C
ku
Lampiran 11. Data biokinetika pelepasan (depurasi) CH3Hg+ oleh Perna viridis besar
Hari Konsentrasi CH3Hg+
0,02μg/L 0,04μg/L 0,08μg/L 0,1μg/L
Area % Retensi Area % Retensi Area % Retensi Area % Retensi 1 9372 97,879 17519 100 15011 98,162 18813 99,660 2 9392 98,088 15160 89,667 13795 90,210 17588 93,171 3 8783 91,728 14808 87,585 13215 86,417 16457 87,180 4 7901 82,516 15541 91,920 14028 91,734 14613 77,411 5 14509 100 14104 83,421 12755 83,409 11649 61,710 10 7859 82,078 14388 85,100 11907 77,864 13381 70,885
Lampiran 12. Data biokinetika pelepasan (depurasi) CH3Hg+ oleh Perna viridis kecil
Hari Konsentrasi CH3Hg+
0,02μg/L 0,04μg/L 0,08μg/L 0,1μg/L
Area % Retensi Area % Retensi Area % Retensi Area % Retensi 1 12545 87,850 11405 90,515 13612 89,961 13856 92,527 2 13606 95,280 11796 93,619 12170 80,430 13198 88,133 3 13177 92,275 8929 70,865 13748 90,859 12634 84,367 4 11064 77,478 11985 95,119 12246 80,933 12653 84,494 5 11649 81,575 10711 85,007 13347 88,209 11614 77,555 10 10520 73,669 8959 71,103 9716 64,212 11664 77,889
Lampiran 13. Data biokinetika pelepasan (depurasi) CH3Hg+ oleh Anadara indica besar
Hari Konsentrasi CH3Hg+
0,02μg/L 0,04μg/L 0,08μg/L 0,1μg/L
Area % Retensi Area % Retensi Area % Retensi Area % Retensi 1 19504 94,923 14165 82,546 11997 100 8164 61,217 2 19832 96,520 12219 71,206 12860 100 10000 74,985 3 18503 90,052 11740 68,414 12221 100 11076 83,053 4 19458 94,699 14141 82,406 12590 100 11922 89,397 5 14509 70,613 10334 60,221 6775 79,659 12074 90,536 10 17626 85,783 10643 62,0221 8765 100 9559 71,678
Lampiran 14. Data biokinetika pelepasan (depurasi) CH3Hg+ oleh Anadara indica kecil
Hari Konsentrasi CH3Hg+
0,08μg/L 0,1μg/L
Area %
Retensi
Area %
Retensi
1 12558 100 2036 77,179
2 11313 90,388 1767 66,982 3 9472 75,679 2100 79,605 4 8048 64,301 1744 66,110
5 12162 97,171 8824 100
10 11365 90,803 1747 66,224
Lampiran 15. Hubungan nilai ke dan konsentrasi CH3Hg+ oleh Perna viridis
Perna viridis besar (y = 0,010 x + 0,014 ; R = 0,694) Perna viridis kecil (y = -0,001 x + 0,039 ; R = 0,2226)
Lampiran 16. Hubungan nilai ke dan konsentrasi CH3Hg+ oleh Anadara indica
Anadara indica besar (y = 0,011 x + 0,025 ; R = 0,648) Anadara indica kecil (y = 0,078 x – 0,190 ; R = 1)
Lampiran 17. Data nilai efisiensi asimilasi CH3Hg+ pada Perna viridis selama 24 jam
5 42,099 18 3,579
6 34,829 19 2,961
7 28,813 20 2,450
8 23,837 21 2,0268
9 19,720 22 1,677
10 16,314 23 1,388
11 13,497 24 1,147
12 11,166
Lampiran 18. Data nilai efisiensi asimilasi CH3Hg+ pada Anadara indica selama 24 jam
Jam % AE Jam % AE
0 100 13 4,907
1 72,427 14 3,901
2 63,249 15 3,101
3 48,689 16 2,465
4 38,716 17 1,959
5 30,777 18 1,558
6 24,466 19 1,238
7 19,448 20 0,984
8 15,460 21 0,782
9 12,289 22 0,622
10 9,769 23 0,495
11 7,7660 24 0,3931
12 6,173
Lampiran 19. Data dissection pada Perna viridis
Lampiran 20. Data dissection pada Anadara indica
Jaringan/Organ Berat
Lampiran 21. Data fisik air laut
pH Suhu ( 0C) Salinity (ppt)
8,78 22,2 31,7
Lampiran 22. Gambar proses aklimatisasi
Lampiran 23. Gambar percobaan bioakumulasi CH3Hg+ pada jalur air
Lampiran 24. Gambar proses pelepasan kontaminan CH3Hg+ dari tubuh kerang
Lampiran 25. Gambar proses dissection