• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemulihan Imamat

2. Pemulihan Imamat Harun

Ajarkan dan bahaslah Joseph Smith 2:68–72; A&P 13; 84:26–27; 107:20. Jelaskan bahwa Imamat Harun “merupakan suatu penambahan pada yang lebih tinggi, atau Imamat Melkisedek” (A&P 107:14).

• Bagaimanakah Imamat Harun dipulihkan ke bumi di zaman akhir? (lihat Joseph Smith 2:68–72 dan Pusaka Kita, halaman 13–15; lihat juga A&P 13. Tekankan bahwa pemulihan Imamat Harun adalah penganugerahan wewenang ilahi pertama di zaman ini).

Anda dapat meninjau ulang perasaan Oliver Cowdery mengenai saat ketika dia menerima Imamat Harun (lihat catatan kaki untuk Joseph Smith 2:71). Anda mungkin juga ingin membagikan pemikiran berikut dari Penatua James. E. Talmage, yang melayani dalam Kuorum Dua Belas Rasul, mengenai

pengaruh yang dirasakannya setelah penahbisannya pada jabatan diaken: “Segera setelah saya ditahbiskan, timbul suatu perasaan yang tidak dapat saya gambarkan sepenuhnya. Tampaknya sangat mustahil bagi saya yang masih kecil mendapat kehormatan yang besar dari Allah dengan dipanggil pada jabatan imamat .... Saya memiliki pikiran yang kuat bahwa saya adalah milik Tuhan, dan bahwa Dia akan membantu saya dalam hal apa pun yang harus saya lakukan.

Pengaruh penahbisan saya ... memengaruhi seluruh kehidupan masa kanak-kanak saya .... Ketika sedang bermain di lapangan sekolah, dan mungkin tergoda untuk bermain curang dalam permainan, ketika dalam keadaan bertengkar dengan teman bermain, saya teringat, dan pikiran yang terlintas sama efektifnya dengan kata-kata yang diucapkan dengan keras—‘Saya adalah seorang diaken; dan tidak baik jika seorang diaken bertindak dengan cara ini.’ Pada saat ujian, ketika kesempatan untuk menyontek dari teman lainnya mudah dilakukan ..., saya berkata di dalam benak saya, ‘Akan lebih jahat jika saya melakukannya dibandingkan jika mereka melakukannya, karena saya adalah seorang diaken’” (Incidents from the Lives of Our Church Leaders [deacons instruction manual, 1914], 135–136).

• Dengan cara bagaimanakah anak laki-laki dan remaja putra mempersiapkan diri untuk menerima Imamat Harun? Dengan cara bagaimanakah orang tua, kakek nenek, dan orang lain dapat membantu anak laki-laki dan remaja putra mempersiapkan diri untuk menerima imamat? Bagaimanakah orang lain dapat menolong menanamkan ke dalam pikiran anak laki-laki dan remaja putra suatu penghargaan yang dalam terhadap imamat?

• Wewenang dan berkat-berkat apakah yang dipulihkan bersama Imamat Harun? (lihat A&P 13; 84:26–27; 107:20. Gunakan keterangan berikut untuk mengembangkan pembahasan ini. Tulislah judulnya di papan tulis).

Kunci pelayanan para malaikat (A&P 13; 84:26; 107:20)

• Apakah artinya memiliki “kunci-kunci pelayanan para malaikat”? (A&P 13). Presiden Gordon B. Hinckley mengatakan, “Menurut penafsiran saya itu berarti bahwa jika Anda hidup layak untuk menerima imamat, maka Anda berhak menerima dan menikmati kuasa makhluk-makluk surgawi untuk membimbing Anda, untuk melindungi Anda, untuk memberkati Anda” (dalam Conference Report, Oktober 1982, 64; atau Ensign, November 1982, 45).

Jelaskan bahwa pelayanan para malaikat dapat terjadi melalui penampakan diri dan “dapat juga tidak terlihat. Pesan-pesan kemalaikatan dapat disampaikan melalui sebuah suara atau hanya melalui pikiran atau perasaan yang

dikomunikasikan ke dalam benak .... Sebagian besar komunikasi kemalaikatan dirasakan atau didengar, lebih daripada dilihat” (Dallin H. Oaks, dalam

Conference Report, Oktober 1998, 51; atau Liahona, Januari 1999, 45). • Melalui pemulihan Imamat Harun, pelayanan para malaikat tesedia

Bagaimanakah caranya agar kita dapat menerima pelayanan para malaikat? (lihat Moroni 7:35–37 dan kutipan berikut).

Penatua Dallin H. Oaks dari Kuorum Dua Belas Rasul berbicara mengenai hubungan antara mengambil sakramen dan menerima pelayanan para malaikat:

“Melalui tata cara Imamat Harun, pembaptisan dan sakramen, kita dibersihkan dari dosa-dosa kita dan dijanjikan bahwa jika kita mematuhi perjanjian-perjanjian kita, kita akan selalu memiliki Roh-Nya bersama kita. Saya percaya janji itu tidak saja merujuk kepada Roh Kudus tetapi juga pada pelayanan para malaikat, karena ‘para malaikat berbicara melalui kuasa roh Kudus. Oleh karena itu mereka mengucapkan firman Kristus’ (2 Nefi 32:3). Maka demikianlah mereka yang memegang Imamat Harun membuka pintu bagi semua anggota Gereja yang dengan layak mengambil sakramen untuk menikmati kerekanan Roh Tuhan dan pelayanan para malaikat” (dalam Conference Report, Oktober 1998, 51; atau Liahona, Januari 1999, 45). Anda dapat meninjau ulang dua atau tiga bagian tulisan suci mengenai pelayanan para malaikat. Bagian tulisan suci ini mencakup 3 Nefi 7:18; 17:23–24; Moroni 7:25, 29–31; dan A&P 84:88.

Kunci-kunci pertobatan dan pembaptisan (A&P 13; 84:26–27; 107:20)

Jelaskan bahwa pertobatan dan pembaptisan juga disebut “Injil persiapan” A&P 84:26–27). Ini disebabkan pertobatan dan pembaptisan menolong kita mempersiapkan diri untuk menerima berkat-berkat yang lebih besar yang dilaksanakan melalui Imamat Melkisedek, misalnya karunia Roh Kudus dan tata cara-tata cara bait suci.

• Tekankan bahwa Yohanes Pembaptis mengkhotbahkan pertobatan dan membaptiskan orang-orang untuk mempersiapkan jalan bagi Juruselamat (Matius 3:1–6, 11). Bagaimanakah para pemegang Imamat Harun di zaman kita mengkhotbahkan pertobatan? (Jawaban dapat mencakup: melalui pengajaran ke rumah, pekerjaan misionaris, pemberian kesaksian, dan penemanan). Bagaimanakah para pemegang Imamat Harun dapat berperan serta dalam tata cara pembaptisan? (Di bawah pengarahan uskup, para imam yang layak dapat melaksanakan pembaptisan dan melayani sebagai saksi dalam upacara pembaptisan).

Undanglah pemegang imamat yang telah membaptiskan seseorang untuk membagikan perasaan mereka mengenai kesempatan dapat melaksanakan tata cara tersebut.

• Selain pembaptisan, pemegang Imamat Harun dapat memimpin dalam tata cara sakramen. Dengan cara bagaimanakah sakramen dihubungkan dengan pertobatan dan pembaptisan?

Undanglah para pemegang imamat untuk membagikan perasaan mereka ketika mereka mempersiapkan, memberkati, atau mengedarkan sakramen untuk pertama kalinya. Atau mintalah orang tua untuk membagikan perasaan mereka ketika putra mereka mempersiapkan, memberkati, atau mengedarkan sakramen. Penatua Jeffrey R. Holland dari Kuorum Dua Belas Rasul mengatakan, “Kami

khidmat. Sungguh hak istimewa dan kepercayaan kudus yang diberikan dalam usia begitu muda! Tak ada penghargaan surgawi yang lebih tinggi dari itu. Kami mengasihi Anda. Tampil dan hiduplah sebaik-baiknya jika Anda mengambil bagian dalam sakramen perjamuan Tuhan” (dalam Conference Report, Oktober 1995, 89; atau Liahona, Januari 1996, 51).

Sungai Susquehanna. Imamat Harun dan Imamat Melkisedek dipulihkan di tepi sungai ini

tahun 1829 (A&P 13; 128:20).