• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penataan Kawasan berdasarkan Identitas tempat

1. Latar Belakang

3.3 Penataan Kawasan berdasarkan Identitas tempat

Penelitian ini menggunakan metode campuran. Metode kualitatif dilakukan dengan observasi langsung ke lima destinasi wisata dan depth interview di wilayah Kabupaten Karo. Cresswell (1994) mengatakan bahwa pengamatan kawasan sangat penting dan bermanfaat karena merupakan pengalaman langsung pengkaji dengan kawasan penelitiannya. Dengan melakukan pengamatan kawasan ini pengkaji dapat mengetahui dan mengenal pasti kondisi kawasan penelitiannya. Pengumpulan data fisik kawasan kajian berupa foto-foto aktual pada setiap objek wisata. Teknik ini dilakukan untuk mendokumentasikan ciri-ciri fisik, aktivitas penduduk dan wisatawan, bangunan-bangunan adat, dan hal lainnya yang membutuhkan bukti.

Identitas Tempat Pada Pariwisata : Kabupaten Karo | Nurlisa Ginting 23 Metode kuantitatif dilakukan dengan menyebarkan 360 kuisioner (Sinulingga, 2011) kepada responden yang dipilih di lokasi penelitian. Penyebaran kuisioner dilakukan untuk mengumpulkan data mengenai identitas tempat kawasan wisata Kabupaten Karo berdasarkan persepsi wisatawan dan penduduk lokal. Adapun kriteria responden adalah orang dewasa (18+) yang merupakan penduduk lokal dan pengunjung di kelima lokasi sampel. Perolehan hasil kuisioner kemudian diolah secara statistik dalam aplikasi SPSS untuk mendapatkan data kuantitatif yang akan digunakan dalam mengkaji apa saja yang menjadi identitas tempat di masing-masing destinasi wisata. Selanjutnya peneliti menggabungkan hasil analisa dari kelima kawasan dan membuat kesimpulan secara menyeluruh mengenai identitas tempat kawasan wisata di Kabupaten Karo. Secara sistematis, alur kerangka penelitian ini digambarkan pada bagan 3.1

Bagan 3.1 Kerangka Penelitian

4.1. Variabel Penelitian

Dalam penelitian ini yang dijadikan acuan bagi peneliti untuk bertanya pada responden mengenai identitas tempat di kawasan kajian adalah something to see, something to do, something to buy, facilities, accessibility (Yoeti, 1996; Cooper et al, 2006) dan continuity, distinctiveness, self-efficacy, dan self-esteem (Breakwell, 1986) (Bagan 4.2).

Teori mengenai pariwisata

Teori mengenai identitas tempat

Identitas Tempat Wisata Karo

Penataan Kawasan Wisata Gundaling & Pasar Buah Berdasarkan Identitas Tempat Data Kuantitatif

Penyebaran Kuisioiner

Data Kualitatif:

Observasi Lapangan dan Depth Interview

Identitas Tempat Laporan Kawasan

Analisa

Teori penataan ruang di kawasan wisata

Analisa & Proses Desain

Pemetaan Kawasan Wisata di Karo

Identitas Tempat Pada Pariwisata : Kabupaten Karo | Nurlisa Ginting 24

Bagan 3.2 Kerangka Analisa Penelitian

Berikut adalah variabel identitas tempat yang digunakan pada penelitian ini.

Aspek Identitas Tempat Variabel Indikator

Distinctiveness

Landmark Penunjuk orientasi tempat/ikon

Keunikan/ciri khas

Ciri khas khusus suatu tempat Keunikan suatu tempat

Evaluasi Penilaian positif tentang suatu tempat

Kebanggaan

Kemenangan masa lalu (sejarah suatu tempat)

Simbol-simbol fisik/ciri khas Rasa terikat & memiliki Rasa terikat pada suatu tempat

Rasa memiliki pada suatu tempat

Komitmen

Intensitas keinginan untuk tinggal Perhatian untuk perkembangan tempat di masa depan

Self Efficacy Percaya Diri Kemampuan beradaptasi dengan

Identitas Tempat Pada Pariwisata : Kabupaten Karo | Nurlisa Ginting 25 Tabel 3.5 Variabel Identitas Tempat

4.2. Populasi dan Sampel

Populasi adalah batasan dari objek yang akan diteliti, mempunyai karakteristik tertentu yang diterapkan oleh peneliti (Sinulingga, 2012). Populasi dalam penelitian ini adalah kabupaten karo yang memiliki jumlah 350.960 jiwa dengan luas wilayah 2127.25 km2.Sampel adalah bagian dari populasi yang tidak menggunakan semua data untuk diambil melainkan hanya perwakilan dari populasi.

Alasan penggunaan sampel untuk mempelajari karakteristik adalah untuk mengefisiensi waktu, biaya dan teknis (Sinulingga, 2012).

Sampel pada penelitian ini adalah warga Kabupaten Karo serta wisatawan domestik maupun mancanegara yang datang berkunjung di lokasi penelitian, yaitu di Bukit Gundaling, Pasar Buah, Desa Lingga, Air Terjun Sipiso-piso, dan Bukit Kubu.

Penghitungan sampel penelitian ini menggunakan perhitungan yang dilakukan oleh Isaac dan Michael (1997), hal ini dikarenakan ketidakpastian jumlah responden, khususnya wisatawan domestik maupun mancanegara. Dalam penelitian ini digunakan 5% sampling error dengan 95% derajat kepercayaan dari sampel dengan N tidak terhingga sehingga akhirnya menghasilkan jumlah 349 sampel (Tabel 3.2), dengan demikian jumlah sampel dibulatkan menjadi 360 responden. Responden dipilih secara acak yang terdiri dari 50 % penduduk local dan 50 % wisatawan (60%

wisatawan local dan 40 % wisatawan asing).

N S

Identitas Tempat Pada Pariwisata : Kabupaten Karo | Nurlisa Ginting 26

Tabel 3. 6 Ukuran Sampel pada Tingkat Signifikan (s) 1%, 5% dan 10%

Sumber: Isaac dan Michael (1997)

4.3. Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan melalui 3 cara, yaitu:

1. Observasi

Observasi dilakukan untuk mengumpulkan data fisik kawasan di Kabupaten Karo (Bukit Gundaling, Pasar Buah, Desa Lingga, Air Terjun Sipiso-piso, Bukit Kubu). Data fisik kawasan tersebut berupa foto-foto yang digunakan dengan tujuan merekam bukti-bukti berupa ciri-ciri fisik, penggunaan dan aktivitas, pergerakan, intensitas pejalan kaki, perubahan atau penghancuran bangunan-bangunan bersejarah dan hal lainnya yang membutuhkan bukti-bukti.

Berikut adalah parameter yang di observasi :

Identitas Tempat Pada Pariwisata : Kabupaten Karo | Nurlisa Ginting 27

Infrastruktur Jalan & Jalur Pedestrian Akses Masuk Tabel 3.7. Indikator yang di observasi

2. Interview-Depth Interview

Interview adalah data kualitatif yang dilakukan untuk melengkapi data kuantitatif (Kuesioner). Interview memungkinan peneliti untuk mengetahui masalah – masalah yang tidak muncul dalam kuesioner (Cresswell, 1994).

Penelitian ini menggunakan interview yang terstruktur dengan deretan pertanyaan yang jelas. Pertanyaan-pertanyaan tersebut difokuskan pada factor-faktor yang relevan dengan masalah penelitian. Interview yang terstruktur memungkinkan peneliti untuk mendapat variabvel baru yang mungkin tidak terpikirkan oleh peneliti (Sinulingga, 2012).

Sampel responden interview memiliki kriterianya sendiri. Pertama, mengenal pasti pihak berkepentingan atau stakeholders dalam pariwisata di Kabupaten Karo (pemilik bangunan adat, tokoh masyarakat, pelaku pariwisata, akademisi, dan lain-lain). Orang-orang ini terlibat langsung atau tidak langsung dalam kegiatan pariwisata di Kabupaten Karo, khususnya di kawasan kajian.

Pemilihan sampel untuk interview dilakukan dengan hati-hati, dan dpaat digunakan untuk mewakili suatu kelompok yang dipilih (Yin, 1994). Dalam beberapa penelitian, jumlah sampel yang digunakan berbeda-beda, seperti

Identitas Tempat Pada Pariwisata : Kabupaten Karo | Nurlisa Ginting 28 Twigger-Ross dan Uzzell (1996) mengambil 19 sampel, McKercher et al (2005) mengambil 11 sampel, dan Liu et al (2005) mengambil 8 sampel. Dalam penelitian ini, peneliti mengambil sampel dari 8 responden.

Interview dilakukan selama 45 menit sampai satu jam tiga puluh. Hasil interview direkam dengan bantuan alat perekam digital (recorder) dan juga dicatat oleh peneliti. Sepanjang interview, peneliti hanya sebagai pendengar saja, hal ini sesuai dengan apa yang dinyatakan oleh Yin (1995) bahwa peneliti harus menjadi pendengar yang baik, agar mencegah adanya salah tanggap dalam proses interview tersebut

Berikut adalah daftar pertanyaan yang ditanyakan kepada responden.

Tabel 3. 8 Pertanyaan Depth Interview

Variabel No Pertanyaan

Continuity

01 Apa yang membuat anda terkesan terhadap aktivitas budaya yang diadakan di tempat ini?

02 Bagaimana pandangan anda terhadap bangunan adat di tempat ini?

03 Bagaimana pandangan anda terhadap sejarah di tempat ini?

Distinctiveness

01 Tempat wisata mana saja yang menarik untuk didatangi oleh wisatawan?

02 Keunikan apa saja yang dapat dinikmati di tempat ini?

03 Aktivitas (budaya) apa sajakah yang menarik minat wisatawan dan masyarakat setempat?

Self Esteem

01 Apakah anda merasa bangga terhadap kawasan ini?

02 Apakah anda merasa sedih jika tempat ini dihancurkan?

03 Apa peran anda untuk membangun tempat ini menjadi lebih baik?

Self Efficacy

01 Bagaimana menurut anda mengenai panorama dan fasilitas wisata yang ada di tempat ini?

02 Apakah ketersediaan fasilitas di tempat ini sudah memenuhi standar yang ada?

03

Adakah kendala atau halangan yang dihadapi dalam membuat wisatawan dan masyarakat setempat nyaman dan aman beraktivitas di tempat ini?

Identitas Tempat Pada Pariwisata : Kabupaten Karo | Nurlisa Ginting 29 3. Kuesioner

Kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab (Sugiono, 2012:142). Pernyataan kueisoner bersangkutan dengan identitas tempat di tempat wisata pada Kabupaten Karo. Berdasarakan tinjauan pustaka variabel untuk mengidentifikasi suatu tempat adalah continuity,self esteem, self efficacy, dan disticntiveness. Variabel tersebut dibagi lagi menjadi beberapa indikator dan parameter untuk menghasilkan beberapa pernyataan kepada responden untuk dijawab.

Berikut adalah tabel variabel pernyataan kuesioner yang ditanyakan kepada responden.

Aspek Identitas

Tempat Variabel Indikator Pernyataan Hubungan ke daya

tarik objek wisata

Distinctiveness

Landmark

Penunjuk orientasi tempat/ikon

D1 Saya bisa menggambarkan tempat ini secara kasar - D2 Landmark membantu saya membayangkan tempat ini What to see Aksesibilitas D3 Landmark cukup membantu dalam mengakses /

menemukan tempat ini Aksesbilitas

D4 Akses menuju tempat ini dapat ditempuh dengan mudah Aksesbilitas

Ciri Khas Khusus

Tempat/bangunan D5 Bangunan adat di tempat ini menarik What to see

D6 Tempat ini sangat menarik What to see

Transportasi khas D7 Transportasi khas (delman, menunggang kuda) di tempat

ini menarik Aksesbilitas

Keunikan Suatu Tempat

Aktivitas budaya D8 Aktivitas budaya di tempat in beragam What to do

D9 Aktivitas budaya di tempat ini menarik What to do

Produk yang

ditawarkan D10 Produk yang ditawarkan beragam What to buy

Persepsi Suatu Tempat Berbeda

Aktivitas berbeda

dari tempat lain D11 Aktivitas budaya di tempat ini berbeda dari tempat lain What to do

Identitas Tempat Pada Pariwisata : Kabupaten Karo | Nurlisa Ginting 30

Aspek Identitas

Tempat Variabel Indikator Pernyataan Hubungan ke daya

tarik objek wisata Tempat yang

berbeda dari tempat lain

D12 Tidak ada tempat lain yang bisa menyamai tempat ini -

Continuity

Nilai

Nilai sosial budaya C1 Saya tertarik dengan aktivitas budaya yang ada di tempat

ini What to see

Nilai sejarah C2 Saya amat kagum dengan cerita sejarah di tempat ini What to see Nilai bangunan C3 Saya tertarik melihat bangunan adat di tempat ini What to see C4 Tempat ini terkenal dengan bangunan adatnya What to see

Pengalaman

Tempat kelahiran C5 Tempat ini merupakan kampung halaman saya -

Masa kecil C6 Tempat ini mengingatkan saya pada saat kecil -

Kenangan masa lalu

C7 Saya memiliki pengalaman berkesan di tempat ini - C8 Saya akan mengunjungi lagi tempat ini di kemudian hari/

saya akan tetap tinggal di tempat ini di kemudian hari -

keakraban

Kesan terhadap kualitas fisik

C9 Fasilitas yang ada di tempat ini sangat baik Fasilitas C10 Penginapan/hotel di tempat ini terawat dan bersih Fasilitas C11 Saya kagum dengan panorama alam di tempat ini What to see C12 Saya amat terkesan dengan kearifan lokal di tempat ini What to see Interaksi antara

penduduk dan pengunjung

C13 Penduduk lokal sangat ramah dengan wisatawan -

Self Esteem

Evaluasi

Penilaian positif tentang suatu

tempat

SE1 Mudah untuk menemukan toilet umum Aksesibilitas

SE2 Mudah untuk menemukan pusat informasi Aksesibilitas SE3 Mudah untuk menemukan tempat penginapan Aksesibilitas

SE4 Mudah untuk menemukan restoran Aksesibilitas

SE5 Biaya penginapan di tempat ini terjangkau Fasilitas SE6 Harga barang di tempat ini terjangkau What to buy SE7 Harga makanan/minuman di tempat ini terjangkau What to buy

Identitas Tempat Pada Pariwisata : Kabupaten Karo | Nurlisa Ginting 31

Aspek Identitas

Tempat Variabel Indikator Pernyataan Hubungan ke daya

tarik objek wisata

SE8 Saya bangga dengan sejarah tempat ini -

Simbol-simbol

fisik/ciri khas SE9 Saya bangga dengan simbol-simbol fisik/ciri khas tempat

ini -

Rasa terikat &

memiliki

Rasa Terikat pada suatu tempat

SE10 Saya merasa saya adalah bagian dari tempat ini -

SE11 Tempat ini sangat penting bagi saya -

SE12 Tempat ini berbicara banyak tentang diri saya - SE13 Saya merasa bahagia ketika berada di tempat ini - Rasa Memiliki pada

suatu tempat

SE14 Saya merasa sehati dengan tempat ini -

SE15 Saya sedih jika ciri khas tempat ini hilang What to see SE16 Saya merasa sedih jika tempat ini hilang/hancur What to see

Komitmen

Intensitas keinginan

untuk tinggal SE17 Jika bisa saya ingin menghabiskan waktu lebih banyak lagi

di tempat ini -

Perhatian untuk perkembangan tempat di masa

depan

SE18 Saya mau berkontribusi untuk perkembangan tempat ini -

Self Efficacy Percaya Diri

Kemampuan beradaptasi dengan

lingkungan

SEF1 Saya bisa beraktivitas dengan baik di tempat ini What to do SEF2 Saya merasa puas ketika mengunjungi tempat ini - SEF3 Tempat ini adalah tempat wisata paling baik untuk

melakukan hal yang saya inginkan What to do

Informasi postif

SEF4 Tempat ini memberikan pengalaman dan wawasan baru What to do SEF5 Informasi positif yang diperoleh sesuai dengan keadaan

tempat -

SEF6 Saya akan merekomendasikan tempat ini pada orang lain -

Identitas Tempat Pada Pariwisata : Kabupaten Karo | Nurlisa Ginting 32

Aspek Identitas

Tempat Variabel Indikator Pernyataan Hubungan ke daya

tarik objek wisata

Nyaman

Perasan nyaman &

relaks pada suatu tempat

SEF7 Saya merasa nyaman berada di tempat ini -

SEF8 Saya merasa seperti di rumah ketika berada di tempat ini - SEF9 Saya merasa relaks ketika berada di tempat ini - SEF10 Tempat ini membuat saya kembali bersemangat -

Fasilitas yang berhubungan dengan kenyamanan

SEF11 Tersedia tempat sampah Fasilitas

SEF12 Tersedia tempat duduk Fasilitas

SEF13 Kondisi toilet umum baik dan jumlahnya memadai Fasilitas

Aman

Perasan aman ketika berada suatu tempat

SEF14 Tersedia pusat informasi di tempat ini Fasilitas SEF15 Saya merasa aman ketika berwisata di tempat ini Fasilitas Fasilitas yang

berhubungan dengan keamanan

SEF16 Lampu jalan di tempat ini cukup memadai Fasilitas

Kemudahan akses

Fasilitas yang berhubungan dengan akses

SEF17 Tersedia jalur pejalan kaki yang baik Aksesibilitas SEF18 Tersedia tranportasi umum yang baik Aksesibilitas SEF19 Kondisi parkir di kawasan wisata ini baik dan luasnya

cukup memadai Fasilitas

Tabel 3.9 Variabel Pernyataan Kuesioner Sumber: Olahan Pribadi, 2016

Identitas Tempat Pada Pariwisata : Kabupaten Karo | Nurlisa Ginting 33

Bab 4

DISTINCTIVENESS

D

istinctiveness” menyebabkan seseorang mempunyai hubungan khusus antara dirinya dengan lingkungan huniannya, yang secara jelas berbeda dengan jenis hubungan yang lain (Twigger-Ross & Uzzell, 1996). salah satu ciri suatu tempat yang berbeda adalah tempat tersebut tempat yang imageable atau mudah digambarkan/dibayangkan (Lynch,1960).

Air Terjun Sipiso-piso – Sumber : Dokumen Pribadi

Identitas Tempat Pada Pariwisata : Kabupaten Karo | Nurlisa Ginting 34

BAB IV

DISTINCTIVENESS