KONSEPSI PERANCANGAN
E. Penataan Massa Bangunan
Dalam penataan massa bangunan pada kawasan SKPT Saumlaki penataan akan disesuaikan dengan kondisi eksisting yang telah ada di kawasan SKPT Saumlaki. Bangunan eksisting yang telah ada di kawasan ini adalah sebagai berikut :
1. Rumah Dinas sebanyak 2 unit
2. Kantor yang akan dijadikan sebagai Mess Karyawan pelabuhan
3. Bangunan PPI yang kondisinya sudah rusak total dan akan dihancurkan untuk dibangun PPI baru
4. Bangunan workshop 5. Bangunan kios logistic
6. Bangunan Depo yang akan dijadikan kantor pelayanan bagi para nelayan 7. Pos jaga dermaga dan pos jaga darat
8. Dan bangunan utilitas seperti : rumah travo (power house), rumah genset, rumah pompa, toilet, reservoir atas (tendon air) dan ground tank
Untuk memenuhi kebutuhan terhadap pelayanan yang akan direncanakan pada kawasan SKPT Saumlaki akan direncanakan pembangunan massa bangunan baru dengan fungsi yang disesuaikan terhadap kebutuhan dan pelayanan yang akan diberikan di SKPT Saumlaki.
Salah satu hal penting dalam pelayanan pemasaran dan distribusi ikan adalah ketersediaan es, baik berupa es balok maupun ice flake. PP Ukurlaran perlu memiliki pabrik es, selain dapat melayani kebutuhan pemasaran dan distribusi ikan, juga dapat memenuhi kebutuhan kapal-kapal perikanan maupun perahu sebagai bekal untuk kegiatan penangkapan ikan. Fasilitas ini harus dibangun dan direncanakan pengelolaanya dengan sistem bisnis yang baik dan lembaga usaha profesional sehingga dapat menjamin kesediaannya di setiap waktu dan
31 di sepanjang waktu sesuai dengan kebutuhan nelayan maupun pengusaha penangkapan ikan.
Lahan PP Ukurlaran seluas 2 hektar yang sudah dimiliki pemerintah pusat, perlu direncanakan untuk memfasilitasi perkembangan usaha dan industri di masa mendatang. Peluang ini diharapkan dapat menciptakan daya tarik tersendiri bagi usaha-usaha perikanan kedepannya.
Daya tarik PP ukurlaran saat ini kurang diminati oleh nelayan maupun pengusaha perikanan dikarenakan belum mampu menyediakan pelayanan kebutuhan logistik dan perbekalan kapal perikanan, sehingga merupakan hal penting yang juga harus disediakan. Fasilitas ini harus dibangun dan direncanakan pengelolaanya dengan sistem bisnis yang baik dan lembaga usaha profesional sehingga dapat menjamin kesediaannya di setiap waktu dan di sepanjang waktu sesuai dengan kebutuhan nelayan maupun pengusaha penangkapan ikan.
Fasilitas perbekalan yang wajib disediakan oleh pelabuhan antara lain ketersediaan bahan bakar minyak untuk kapal dan ketersediaan air bersih.
Untuk menjamin ketersediaan logistik tersebut perlu dibangun SPDN dan sumber air.
Hal lainnya yang harus diperhatikan untuk memenuhi kebutuhan nelayan dan pengusaha penangkapan ikan antara lain:
1. Wisma Nelayan;
2. Warung Kuliner/ Kantin 3. Pertokoan
4. Kantor Pelayanan Perizinan Kapal dan pelayanan jasa lainnya.
Penyediaan fungsi pelayanan ini juga memiliki peluang untuk mampu memberikan daya tarik bagi nelayan maupun pengusaha perikanan.
Berdasarkan kondisi diatas maka akan direncanakan pembangunan massa bangunan baru sebagai berikut :
1. Bangunan PPI 2. Pom Bensin (BBM) 3. Menara observasi
4. Workshop perbaikan jarring 5. Kantor Pelabuhan
6. Pabrik Es 7. ICS
32 8. Area Kuliner, dan
9. Mess Nelayan
Peletakkan massa bangunan baru disesuaikan dengan pengelompokkan aktivitas yang terjadi di kawasan SKPT Saumlaki. Untuk lebih jelasnya aktivitas yang terjadi sebagai berikut :
Gambar 3-9 Aktivitas berdasarkan Fungsi pada kawasan SKPT Saumlaki (Sumber: Data Lapangan Dianalisis 2020)
Untuk lebih jelas peletakkan massa bangunan di dalam tapak dapat dilihat pada gambar dibawah ini.
33 Gambar 3-10. Peletakkan Massa Bangunan pada kawasan SKPT Saumlaki
Area
Pengembangan dan Area Hijau
Area Hunian bagi Karyawan SKTP Saumlaki
Area Pengolahan Hasil Tangkapan Nelayan dan Fasilitas Penunjangnya Area untuk Pelayanan
Kebutuhan Nelayan dan Perkantoran
34 F. Pembentukan Ruang Luar
Ruang luar di luar bangunan merupakan ruang yang sengaja dibentuk untuk memenuhi fungsi estetika dan fungsi penunjang, antara lain ruang terbuka hijau (green area), lahan parkir, plaza. Untuk pembentukan ruang luar pada kawasan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Saumlaki sebagai berikut:
1. Menata ruang-ruang mati akibat terbentuknya ruang antara massa bangunan menjadi area hijau (taman);
2. Menata taman bermain untuk anak dengan menggunakan elemen kapal (boat) yang telah tersedia di lokasi;
3. Menata area hijau sepanjang jalur jalan utama dengan tanaman pengarah seperti palem;
4. Menata ruang hijau untuk area parkir kendaraan roda dua dan roda empat dengan jenis tanaman peneduh seperti tanaman ketapang kencana, pohon tanjung, pohon flamboyant, tabebuya.
Gambar 3-11. Pembentukan Ruang Luar pada Kawasan SKPT Saumlaki (Sumber: Data Lapangan Dianalisis 2020)
35 G. Konsep Bangunan
Konsep bangunan yang akan diterapkan pada kawasan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Saumlaki adalah Modern, Minimalis dan Local Wishdom. Konsep ini diterapkan agar bangunan mengikuti fungsinya sehingga bentuk bangunan ini bisa terkesan lebih modern, dan menyesuaikan dengan kondisi ketersediaan material yang ada pada lokasi.
Kearifan local (local wishdom) pada konsep bangunan untuk menunjukan identitas kawasan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) yang berada di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Gambar 3-12. Konsep Bangunan pada Kawasan SKPT Saumlaki (Sumber: Data Lapangan Dianalisis 2020)
36 Gambar 3-13. Konsep Bangunan pada Kawasan SKPT Saumlaki
(Sumber: Data Lapangan Dianalisis 2020)
37 Gambar 3-14. Konsep Bangunan pada Kawasan SKPT Saumlaki
(Sumber: Data Lapangan Dianalisis 2020)
38
BAB 4.
PENUTUP
4.1. Kesimpulan
Pada kawasan sentra kelautan dan perikanan terpadu Saumlaki, konsep perancangan yang akan diterapkan adalam “Modern, Minimalis dan Kearifan local (Local Wishdom)”. Dimana konsep perancangan ini digunakan agar kawasan sentra kelautan dan perikanan terpadu Saumlaki memiliki ciri khas yang berdasarkan pada lokasi dan budayanya. Konsep ini juga diterapkan agar bangunan yang ada sesuai dengan fungsinya dan menggunakan material yang ada pada lokasi perencanaan;
Perencanaan pada kawasan sentra kelautan dan perikanan terpadu Saumlaki, menata kembali bangunan yang telah ada (eksisting) dengan terlebih dahulu melakukan rehabilitasi berdasarkan tingkat kerusakan dari setiap bangunan yang ada, kemudian disesuaikan dengan fungsi yang akan diterapkan terhadap bangunan tersebut; dan
Untuk memenuhi kebutuhan sebagai kawasan sentra kelautan dan perikanan terpadu Saumlaki, maka akan direncanakan adanya pembangunan bangunan baru yang telah dijelaskan pada konsep di laporan ini.
PP. Ukurlaran harus mengembangkan fungsi pengusahaan berupa penyediaan dan/atau pelayanan jasa kapal perikanan dan jasa terkait di pelabuhan perikanan. Prioritas pokok adalah pembangunan prasarana tambat labuh kapal perikanan, bongkar muat ikan, pengolahan, pemasaran dan distribusi hasil perikanan serta pelayanan logistik dan perbekalan kapal perikanan. Sementara untuk fungsi pelayanan lainnya dapat menyesuaikan sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.
4.2. Saran
Berdasarkan hasil survey (pengamatan langsung) pada kawasan sentra kelautan dan perikanan terpadu Saumlaki, secara arsitektur dapat direkomendasikan untuk bangunan eksisting yang telah dilakukan pendataan maka akan dilakukan penilaian kerusakan untuk dapat diberikan rekomendasi apakah bangunan akan direhab ringan, sedang atau rehab berat/total.
39 Dari hasil penilaian tersebut maka akan didesainkan kembali untuk bangunan eksisting dengan penerapan konsep pada bangunan sehingga memiliki desain yang sama dengan desain pada bangunan yang akan dibangun baru pada kawasan sentra kelautan dan perikanan terpadu Saumlaki.
Penataan Blok Plan merupakan hasil dari penyelesaian terhadap potensi dan kelamahan yang dimiliki oleh tapak (Site) pada kawasan sentra kelautan dan perikanan terpadu Saumlaki.
Perikanan:
Intervensi pengalokasian kapal penangkap ikan ijin provinsi.
Intervensi pengalokasian kapal penangkap ikan ijin pusat di WPPNRI 714 dan WPPNRI 718
Intervensi Pemda Kab. Tanimbar terhadap armada kapal di Kecamatan Tanimbar Selatan khususnya serta kecamatan terdekat lainnya untuk mendaratkan ikan di PP. Ukurlaran
Membangun dan menghidupkan akses distribusi dan pemasaran hasil perikanan di PP. Ukurlaran ke Pulau Jawa (kapal Pelni reguler/tol laut/kapal kontainer/kapal pengangkut ikan)