• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III TINJAUAN KASUS

D. Penatalaksanaan Keperawatan

Dalam rangka memberi asuhan keperawatan yang sesuai dengan rencana keperawatan yang sudah dibuat, maka penulis dalam melaksanakan rencana keperawatan selama anak dirawat mengacu pada tindakan yang ada pada tinjauan teoritis. Implementasi atau pelaksanaan dapat terlaksana semua, namun ada implementasi yang hanya dilakukan sekali selama proses keperawatan, seperti: mengukur BB namun implementasi yang lain dapat dilaksanakan dengan baik karena adanya kerja sama yang baik antara penulis dengan keluarga, perawat ruangan, tim kesehatan lain dan juga peran serta keluarga anak untuk mengatasi masalah yang ada pada anak. Selama penulis melakukan asuhan keperawatan anak tampak takut karena anak masih berusia 4 tahun yang dimana belum mengerti tentang perawatan di rumah sakit.

Dalam hal memonitor intake dan output cairan, mamantau hasil laboratorium, penulis tidak menemukan kesulitan karena disamping kerja sama dari perawat ruangan, keluarga juga koopratif untuk melengkapi pendokumentasian didalam catatan keperawatan ataupun dicatatan perkembangan, guna terus memantau perkembangan An. N selama 24 Jam.

E. Evaluasi keperawatan

Evaluasi dinilai berdasarkan perkembangan yang terjadi pada klien setelah dilakukan tindakan keperawatan, mengacu pada tujuan dan kriteria hasil yang telah ditentukan. Berdasarkan hasil evaluasi pada An. N yang dilakukan pada tanggal 9-12 April 2018, diperoleh hasil evaluasi sebagai berikut:

1. Inefektif bersihan jalan nafas berhubungan dengan ketidakmampuan pengeluaran sekret. Masalah ini teratasi dengan data: suara ronci- , RR:25x/mnt

2. Defisit volume cairan berhubungan dengan peningkatan permeabilitas dinding kapiler. Masalah ini teratasi sebagian dengan data An. N S: 36oC, RR: 25x/m TD: 95/65 mmHg, capillary refill < 2 detik, balance

75

cairan belum seimbang, mukosa bibir dan mulut lembab, tidak adanya tanda prasyok, Hb: 12 g/dL (10,5-13,5) Ht: 36% (36-44).

Resiko terjadinya perdarahan berhubungan dengan trombositopenia masalah ini teratasi sebagian. pada An. N tidak mengalami perdarahan masif, namun beberapa waktu lalu anak mengalami BAB berawna hitam, hasil laboratorium trombosit:166 103/µL (150-400).

3. Resiko perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan intake yang tidak adekuat masalah ini teratasi dengan data nafsu makan anak meningkat, makan habis 1 porsi dari yang disediakan, BB mengalami kenikan sebanyak 1kg BB: 17 kg TB: 103 cm, konjungtiva an ananemis

4. Cemas pada orang tua berhubungan dengan kurangnya

pengetahuan tentang penyakit yang diderita anaknya DHF, masalah teratasi.

76 BAB V PENUTUP

Setelah dalam pembahasan penulis membandingkan antara tinjauan teoritis dan tinjauan kasus anak dengan DHF pada An. N di Paviliun An-Nisa Rumah Sakit Islam Pondok Kopi Jakarta maka penulis akan memberikan kesimpulan dan saran sebagai berikut.

A. KESIMPULAN

DHF adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue, sejenis virus yang tergolong arbovirus yang ditularkan oleh gigitan nyamuk aedes aeggypti yang ditandai dengan gejala utama demam, nyeri otot dan sendi dan biasanya memburuk pada dua hari pertama.

DHF yang diderita An. N pada derajat II dengan manifestasi An.N sudah mengalami perdarahan yaitu adanya ptekie dan BAB berwarna hitam terpasang infus cairan Assering yang menandakan anak dehidrasi sedang dengan trombosit:166 103/µL (150-400), Hb: 12 g/dL (10,5-13,5), Ht: 36% (36-44).

Diagnosa keperawatan yang dimunculkan oleh penulis mengacu pada tinjauan teoritis dan disesuaikan dengan keadaan pasien saat ini. Dalam teori terdapat 6 diagnosa keperawatan yang muncul dalam kasus ada 5 diagnosa. Dari 5 diagnosa yang ditegakkan, masalah yang teratasi yaitu: Inefektif bersihan jalan nafas, resiko perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh, cemas pada orangtua.

masalah yang teratasi sebagian yaitu: defisit volume cairan, resiko terjadinya pendarahan. Pada masalah yang belum dapat terselesaikan penulis bekerja sama dengan tim perawat yang ada di ruangan.

Pelaksanaan asuhan keperawatan pada dasarnya sudah dilakukan dengan teliti dan seksama dengan memperhatikan kondisi dan masalah yang ada pada klien. Evaluasi dibagi menjadi dua yaitu evaluasi proses dan evaluasi akhir.

Evaluasi dinilai berdasarkan perkembangan yang terjadi pada An. N, setelah dilakukan tindakan keperawatan dan evaluasi akhir dilakukan pada tanggal 12 April 2018.

77 B. SARAN

Dari kesimpulan yang telah didapat, penulis menganggap perlu adanya peningkatan pelayanan asuhan keperawatan yang diharapkan dapat membantu anak untuk meningkatkan dan mempertahankan kesehatan secara maksimal, dan penulis mempunyai beberapa saran yang diharapkan dapat membantu dalam membawa perubahan yang mungkin tidak terlalun signifikan dan dapat memberikan asuhan keperawatan pada anak, khususnya pada anak dengan DHF, saran tersebut antara lain:

1. Untuk perawat ruangan Penulis menyarankan:

a. diharapkan dapat memilki sarana prasarana untuk Terapi AktivitasBermain (TAB).

2. Keluarga klien

Agar dapat menjaga lingkungan tetap bersih dengan melakukan sistem 3M.

3. Rumah Sakit

Hendaknya memberi fasilitas berupa pelatihan yang terkait dengan asuhan keperawatan yang terkait dengan pendekatan terapi bermain dan dekstraksi pada anak dalam intervensi keperawatan khususnya pada perawat ruangan anak.

4. Penulis (Perawat/ Tenaga Kesehatan)

Penulis menyadari dalam memberikan asuhan keperawatan dalam pemenuhan dasar pada An. N dengan DHF masih jauh dari kata sempurna, untuk itu penulis menyarankan bagi teman-teman tim kesehatan agar tetap belajar dan memperdalam ilmu kesehatan, selagi masih memiliki kesempatan dan waktu untuk perkembangan profesi keperawatan dalam pengetahuan khususnya dalam bidang ilmu keperawatan. Penulis juga perlu pemahaman konsep secara mendalam, sehingga mampu mendapatkan data-data yang lebih relevan dan mempermudah dalam melakukan asuhan keperawatan.

DAFTAR PUSTAKA

Desmawati. (2013). Sistem hematologi & imunologi. Jakarta : In Media.

Hidayat A, A, & Uliyah, m. (2006). Kebutuhan dasar manusia. Buku 1.

Jakarta : Salemba Medika.

Kusmadi, E. (2013). Kebutuhan dasar manusia. Jakarta : In Media.

Kyle. T. (2014). Buku ajar keperawatan pediatri. Edisi 2.

Ngastiyah (2014). Perawatan anak sakit. Jakarta : EGC

Nurarif, dkk. (2015). Aplikasi asuhan keperawatan berdasarkan diagnosa medis NANDA Nic – Noc Edisi I jilid I. Yogyakarta: Mediaction Publishing

Nursalam, dkk .(2013). Asuhan keperawatan bayi dan anak untuk perawat.

Jakarta : Salemba

Rampegan (2007). Penyakit infksi tropik pada anak. Edisi 2. Jakarta: EGC Soedarmo (2009). Demam berdarah (DHF) . Indonesia : Universitas Indonesia WHO. (2010). Insiden demam berdarah. Diunduh pada tanggal 05 mei 2018 dari

http://www.who.int/csr/resources/publications/dengue/Denguepublication/en/.

Wong (2009). Buku ajar keperawatan pedriatik. Edisi 6. Jakarta : EGC

Susilaningrum R, Nursalam dan Utami, Sri. (2013). Asuhan keperawatan bayi dan anak. Edisi 2. Jakarta : Salemba Medika.

Daftar Riwayat Hidup

I. Riwayat Diri

Nama Lengkap : Aisyah Nur Syahidah Jenis Kelamin : Perempuan

Tempat, tanggal lahir : Jakarta, 11 Nopember 1994

Agama : Islam

No HP, e-mail : 08567662840,

[email protected]

Alamat : Jl.Pelita 1 tn.kusir rt013/008, kel. Kebayoran lama utara, Kec. Kebayoran lama

Riwayat Pendidikan A. Pendidikan Umum

1. TK Islam madina 1998-2000 2. SDN Kartika Sejahtera 2000-2006

3. Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 3 2006-2013

4. Diploma III Keperawatan Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta 2015-2018

B. Pendidikan Tambahan

1. Pelatihan Baitul Arqam 2015

2. Pelatihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa Tingkat Prodi Tahun 2016 3. Pelatihan Basic Trauma & Cardiac Life Support Tahun 2017

4. Course National English Center Tahun 2015-2018 II. Pengalaman Organisasi

Ketua Ikatan Keluarga Mahasiswa FIK UMJ periode 2016-2017 Latihan Kepemimpinan Tingkat Prodi

Genogram

Keterangan : : Laki-laki : Perempuan : Laki-laki meninggal : Perempuan meninggal : Penderita

: Tinggal satu rumah : Bercerai

Ny. I, 28 thn Tn. K, 30 thn

An. N, 4 thn

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Dengue hemoragic fever

Topik : Dengue Hemoragic Fever

Sub Topik : Pencegahan penularan penyakit dan pertolongan pertama pada anak Dengue Hemoragic Fever Hari/ Tanggal : Rabu, 11 April 2018

Jam : 11.15 WIB – selesai

Waktu : 30 menit

Tempat : Ruang AnNisa II RS. Islam Pondok Kopi

Sasaran : Keluarga An. N

Metode : Ceramah, dan tanya jawab

A. Latar Belakang

Berdasarkan hasil observasi di RS. Islam Pondok Kopi khususnya di ruangan An Nisa II. Kami mendapati angkah kejadian kasus DHF pada pasien anak usia 2 tahun – 7 tahun sebanyak 5 orang. Setelah dilakukan pengkajian terhadap orangtua anak penderita DHF, didapati minimnya pengetahuan keluarga mengenai perilaku penatalaksanaan terhadap DHF maupun pencegahannya. Oleh sebab itu, penulis menyusun satuan acara penyuluhan ini guna memberikan informasi kepada orangtua dengan harapan dapat menambah pengetahuan keluarga terhadap penanganan DHF sehingga k e l u a r g a m a m p u m e n g a p l i k a s i k a n i n f o r m a s i ya n g d i d a p a t d a n m e n gu b a h p e r i l a k u o r a n g t u a t e r h a d a p D H F .

B. Tujuan

1. Tujuan Umum

Setelah diberikan penyuluhan di ruang AnNisa II RS. Islam Pondok Kopi selama 30 menit tentang DHF pada keluarga, diharapkan keluarga dapat mengetahui dan memahami tentang penyakit DHF, mengetahui hal yang harus dilakukan jika anak terkena DHF, cara mengatasi masalah tersebut, dan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

2. Tujuan Khusus

Setelah dilakukan penyuluhan di ruang AnNisa II RS. Islam Pondok Kopi selama 30 menit diharapkan keluarga dapat mengetahui tentang:

a. Pengertian DHF

b. Penyebab terjadinya DHF c. Tanda dan gejala DHF

d. Cara perawatan DHF di rumah e. Cara pencegahan DHF

f. Kapan anak di bawah ke RS g. Cara kompres anak dengan DHF

3. Materi Terlampir

4. Media

1. Materi SAP tentang DHF (power point) 2. Leaflet

5. Metode

1. Ceramah ( penjelasan ) 2. Tanya jawab

6. Kegiatan Acara

No Tahap / Waktu Kegiatan Penyuluhan Respon Peserta 1. Pembukaan

2 Kegiatan Inti Pembahasan materi

No Tahap / Waktu Kegiatan Penyuluhan Respon Peserta 15 menit Menjelaskan materi tentang

:  Pengertian DHF

a. Keluarga menghadiri kegiatan penyuluhan.

b. Penyelenggaraan penyuluhan dilaksanakan di ruang AnNisa II RS. Islam Pondok Kopi

c. Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan sebelumnya.

2. Evaluasi Proses

1. Peserta antusias terhadap materi penyuluhan.

2. Peserta mengikuti jalannya penyuluhan sampai selesai

3. Peserta dapat mempraktekkan cara kompres dengan anak DHF

4. Peserta mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara benar.

3. Evaluasi Hasil

a. Setelah penyuluhan diharapkan sekitar 80% peserta penyuluhan mampu mengerti dan memahami penyuluhan yang diberikan sesuai dengan tujuan khusus.

MATERI PENYULUHAN

A. Pengertian

Dengue Haemoragic Fever (DHF) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang disebarkan nyamuk Aedes Aegypty yang dapat menyerang pada anak dan dewasa dengan gejala utama demam, nyeri otot, tulang dan sendi yang biasanya memburuk setelah dua hari pertama dan dapat menyebabkan perdarahan. Penyakit ini menyebabkan gangguan pada pembuluh darah kapiler dan pada sistem pembekuan darah, sehingga mengakibatkan perdarahan-perdarahan. Ini terlihat pada banyak penderita demam berdarah yang kulitnya timbul bintik-bintik merah sebagai ciri khas penyakit demam berdarah ini.

B. Penyebab DHF

1. DHF hanya dapat ditularkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypty betina, yang tersebar luas di rumah-rumah dan tempat-tempat umum (sekolah, pasar, terminal, warung)

2. Nyamuk ini mendapatkan virus dengue waktu menggigit/ menghisap darah orang yang sakit DHF atau orang yang tidak sakit tetapi dalam darahnya terdapat Virus Dengue.

3. Orang yang darahnya mengandung virus dengue tetapi tidak sakit dapat pergi kemana-mana dan menularkan virus itu kepada orang lain di tempat yang ada nyamuk Aedes Aegyptynya.

4. Virus dengue yang terhisap nyamuk Aedes Aegypty akan berkembang biak dalam tubuh nyamuk.

5. Bila nyamuk tersebut menggigit/menghisap darah orang lain, virus tersebut akan dipindahkan bersama air liur nyamuk ke orang tersebut.

6. Orang yang digigit nyamuk Aedes Aegypty yang mengandung virus dengue gejala sakit/ demam setelah 4-7 hari (masa inkubasi)

7. Bila orang yang ditularkan tidak memiliki daya tahan tubuh yang baik, ia akan segera menderita DHF.

C. Tanda dan gejala DHF

1. Demam tinggi 2 – 7 hari disertai menggigil, kurang nafsu makan, nyeri pada persendiaan, serta sakit kepala.

2. Pendarahan dibawah kulit berupa : Bintik-bintik merah pada kulit dan mimisan.

3. Nyeri perut (ulu hati) tapi tidak ada gejala kuning, ada mual dan muntah.

4. Diare, gusi berdarah.

5. Terjadi syok atau pingsan pada hari ke 3-7 secara berulang-ulang. Dengan tanda syok yaitu lemah, kulit dingin , basah dan tidak sadar.

D. Cara perawatan DHF

1. kompres hangat dan penurun panas (mengandung parasetamol) jika demam.

Lakukan pengompresan dengan segera pada kening, dan ketiak anak untuk membantu menurunkan demam yang diderita. Bila perlu mengompres seluruh badan anak dengan air hangat.

2. Untuk melawan nafsu makan anak yang semakin menurun, dapat memberinya madu atau jus buah dan sup yang dapat menggantikan asupan makanan pada tubuh anak. Dan bisa juga diberi vitamin penambah nafsu makan dan anti muntah jika dibutuhkan.

3. Berikan air kelapa hijau muda yang ditambahkan dengan madu sebagai obat demam berdarah untuk anak dalam bentuk yang herbal.

4. Ada baiknya menyelimuti anak karena demam yang dialami oleh anak mungkin akan membuatnya menjadi menggigil.

E. Cara pencegahan DHF

Untuk mencegah penyakit DHF kita perlu memelihara lingkungan tetap bersih dan cukup sinar matahari, selain itu nyamuk penularnya aedes aegypti harus diberantas sebab vaksin untuk mencegahnya belum ada. Cara yang tepat dalam pencegahan penyakit DHF adalah dengan pengendalian vektornya, yaitu nyamuk Aedes aegypti.

Cara yang tepat untuk memberantas nyamuk aedes aegypti dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk DHF. Oleh karena tempat-tempat berkembang biaknya terdapat di rumah-rumah dan tempat-tempat umum maka setiap keluarga harus melaksanakan DHF secara teratur sekurang-kurangnya seminggu sekali.

1. MENGURAS

Wadah air yang terdapat di dalam bangunan seperti bak mandi, ember, vas bunga, tempat penampung air kulkas agar telur dan jentik aedes mati.

2. MENUTUP

Menutup rapat semua wadah air agar nyamuk aedes tidak dapat masuk dan bertelur.

3. MENGUBUR

Semua barang bekas yang ada disekitar rumah yang dapat menampung air hujan seperti ban bekas, kaleng bekas dll, agar tidak menjadi tempat bersarangnya nyamuk.

4. MEMANTAU

Semua wadah air yang berpotensi sebagai tempat pembiakan nyamuk aedes. Dengan jangan menggantung baju, membubuhkan larvasida, dan tidur menggunakan kelambu.

F. Kapan anak dibawa kerumah sakit

1. Muntah darah segar (merah) atau muntah hitam 2. Buang air besar berwarna hitam

3. Sesak nafas yang makin lama makin sesak meski demam telah teratasi 4. Nyeri perut yang makin nyata, diiringi dengan pembesaran lingkar perut 5. Kesadaran menurun tanpa shock, nyeri kepala atau pusing hingga muntah

muncrat, pandangan makin lama makin kabur.

G. Cara kompres anak dengan DHF 1. Alat-alat:

a. Air hangat

b. Kain/ handuk kecil untuk kompres c. Kain kering/ handuk kering

d. Wadah/ baskom untuk air hangat e. Termometer

2. Prosedur tindakan a. Cuci tangan b. Ukur suhu tubuh

c. Basahi kain pengompres dengan air hangat, peras kain sehingga tidak terlalu basah

d. Letakkan kain pada daerah yang akan dikompres (kening dan ketiak) e. Apabila kain telah kering/ dingin, masukkan kembali kain kompres ke

dalam air hangat dan letakkan kembali di daerah yang akan di kompres f. Lalu ukur suhu tubuh anak setelah 20 menit dengan menggunakan

termometer

g. Keringkan daerah kompres dengan handuk kering

Dokumen terkait