TINJAUAN PUSTAKA
6. Pencemaran Lahan Pertanian oleh Timbal (Pb)
Pencemaran dapat terjadi pada tanah, tanaman yaitu dengan masuknya unsur organik maupun unorganik yang melampaui baku mutu sehingga mengakibatkan
rusaknya rantai dari tatanan lingkungan hidup atau penghancuran suatu jenis organisme yang pada akhirnya dapat menghancurkan ekosistem (Charlena, 2004).
Air merupakan tempat mengendapnya semua residu yang tidak dimanfaatkan oleh tumbuhan dan hewan maupun manusia baik berupa limbah pabrik, manufaktur, industri kecil, limbah perumahan yang akhirnya menimbulkan pencemaran air, hingga akhirnya sangat sulit untuk mencari air bersih bagi kehidupan manusia. Setiap tahunnya danau, sungai dan delta menerima beban setara dengan seluruh populasi manusia di dunia, yakni sekitar 7 milyar jiwa. Setiap tahunnya, semakin banyak orang yang meninggal sebagai konsekuensi dari unsafe water dan dampak terbesar menimpa balita. Maka diperlukan suatu upaya untuk membersihkan air dari polutan yang sangat berbahaya bagi kehidupan manusia (Darmono, 2001).
Tanah merupakan bagian dari siklus logam berat. Pembuangan limbah ke tanah apabila melebihi kemampuan tanah dalam mencerna limbah akan mengakibatkan pencemaran tanah. Jenis limbah yang potensial merusak lingkungan hidup adalah limbah yang termasuk dalam Bahan Beracun Berbahaya (B3) yang di dalamnya terdapat logam logam berat (Charlena, 2004).
Penetapan nilai ambang batas limbah logam berat yang dapat dibuang ke lahan pertanian masih sangat tinggi, sebagai contoh United State Departement Agriculture (USDA) telah membuat standar nilai ambang untuk industri yang limbahnya akan dibuang ke lahan pertanian untuk logam sebesar 4300 ppm ( Tabel 3), dan memiliki besar potensi untuk mencemarkan lahan pertanian bila tidak dilakukan pengendalian .Limbah tersebut dibuang dalam bentuk padatan (sludge),
karena lebih mudah dalam pencegahan dan membersihkan lahan dari kontaminasi logam berat ( Ferguson, 1990)
Tabel 3. Nilai ambang batas konsentrasi limbah logam berat yang dapat dibuang ke lahan pertanian
Tinggi konsentrasi limbah pabrik yang dibuang ke lahan pertanian menjadikan lahan pertanian tercemar logam berat ( Hidayat, 2015). Selain limbah, penggunaan pupuk kimia ke lahan pertanian dalam jangka yang lama akan mengakibatkan akumulasi logam berat, karena logam berat tidak dapat terdegradasi, maka logam tersebut akan terakumulasi pada lahan dan masuk kedalam jaringan tanaman.
Pemupukan sangat di perlukan untuk meningkatkan produksi pertanian khususnya pada tanah sawah dan tetapi bila diberikan secara terus tanpa batas dikhawatirkan akan meningkatkan kandungan logam berat pada tanah dan tanaman, hasil penelitian pada tanah sawah di daerah pantai utara Jawa Barat menunjukkan bahwa kandungan Pb lebih tinggi dari pada kontrol 13, 96 ppm hingga 88,60 ppm dan Cd sebesar 0,62 ppm sampai 2,89 ppm menunjukkan bahwa adanya peningkatan
Kadmiun di atas ambang batas (Surtipanti et al. 1995) dan ini baru tahun 1995 apalagi sekarang ini dengan peningkatan industri dan urbanisasi yang tinggi, mungkin kandungan kedua logam ini akan terus bertambah.
Tabel 4. Konsentrasi umum logam berat pada berbagai jenis pupuk
Unsur Pupuk Fosfat Pupuk
Nitrat
Hidayat (2013) melaporkan hasil penelitian, bahwa padi sawah yang ditanam berdekatan dengan kawasan pabrik, seluruh bagian tanaman tercemar logam berat termasuk pada gabahnya dengan kriteria yang yang sangat tinggi terutama pada Pb karena sumber Pb bukan hanya dari limbah tapi juga dari asap pabrik.
Atafar et al. (2008) menyajikan data pemupukan kimia selama satu tahun pada lahan pertanian dengan peningkatan dari 1,80 ppm sebelum pengolahan menjadi 6,83 ppm setelah panen, meningkat hampir 300 persen dari sebelum pengolahan dan dapat dibayangkan jika pemupukan dilakukan pada setelah 10, 20, 30 tahun, akan terjadi akumulasi Pb pada bahan pangan yang akan membahayakan kesehatan manusia.
Hasil analisis air irigasi di desa Tanjung morawa B bahwa kandungan logam berat Pb dalam air irigasi sudah melewati ambang batas maksimum yang diperbolehkan dalam air yang akan digunakan untuk keperluan pertanian dan termasuk dalam kriteria yang sangat tinggi (Tabel 6).
Tabel 5. Batas kritis logam berat dalam tanah, air dan tanaman padi
Hal ini menunjukkan bahwa air yang digunakan untuk mengairi sawah sudah tidak baik lagi dan ini sangat berbahaya bagi tanah dan tanaman khususnya tanaman padi karena dapat segera mencemari tanah sekaligus tanaman padinya. Hal ini terjadi karena adanya pabrik yang membuang limbah ke badan air, adapun pabrik tersebut adalah pabrik pengolahan kayu, pabrik mie instan, pabrik sabun mandi dan sabun cuci, pabrik kaca, besi dan juga pabrik kelapa sawit (Simangunsong, 2009).
Tabel 6. Hasil pengukuran logam berat Pb Air irigasi di Tj. Morawa B
No Nilai (ppm) *Kriteria
A 3.512 Sangat Tinggi
B 3.037 Sangat Tinggi
C 2.075 Sangat Tinggi
D 3.099 Sangat Tinggi
*Sumber: PP. No. 20 Th. 1990. (Simangunsong 2009).
Semua nilai kandungan logam berat Pb ini termasuk dalam kriteria yang sangat tinggi menurut PP. No. 20 Th. 1990 tentang Pengendalian Pencemaran Air yaitu keriteria kualitas air golongan D (Air yang dapat digunakan untuk keperluan pertanian) (Tabel 7)
Tanah sawah di tanjung morawa B di laporkan juga mulai tercemar logam Timbal hingga 30,69 ppm, hal dapat dilihat dari sebaran warna kuning dan merah menunjukkan tingkat pencemaran dari sedang hingga tinggi. Hal ini disebabkan karena pada sekitar wilayah sawah sampel tersebut terdapat pabrik yang pembuangan limbahnya ke sungai irigasi sawah. Berdasarkan informasi dari masyarakat setempat diperoleh beberapa pabrik yang ada disekitar wilayah Tanjung Morawa B tersebut yang membuang limbahnya ke sungai yang digunakan masyarakat untuk mengairi sawahnya. Hal ini terbukti dengan matinya ikan yang dipelihara masyarakat dalam kolam ikan yang airnya dari sungai irigasi tersebut. Adapun pabrik tersebut adalah pabrik pengolahan kayu, pabrik mie instan, pabrik sabun mandi dan sabun cuci, dan juga pabrik kelapa sawit. Sedangkan pada wilayah sampel tanah 8 terdapat pabrik KIM STAR yang juga pembuangannya mengarah ke sungai yang digunakan untuk mengairi sawah masyarakat (Simangunsong, 2009).
Adanya pabrik di wilayah persawahan menyebabkan pencemaran (Simangunsong, 2009). Pada Gambar 1 dapat dilihat bahwa tanah sawah sampel 5 dan 8 yang mengandung kadar logam berat Pb tinggi. Hal ini disebabkan karena pada sekitar wilayah sawah sampel tersebut terdapat pabrik yang membuang limbahnya ke sungai irigasi sawah. Berdasarkan informasi dari masyarakat setempat diperoleh beberapa pabrik yang ada disekitar wilayah Tanjung Morawa B tersebut membuang limbahnya ke sungai yang digunakan masyarakat untuk mengairi sawahnya. Hal ini terbukti dari matinya ikan yang dipelihara masyarakat dalam kolam ikan yang airnya dari sungai irigasi tersebut. Adapun pabrik tersebut adalah pabrik pengolahan kayu, pabrik mie instan, pabrik sabun mandi dan sabun cuci, dan juga pabrik kelapa sawit.
Sedangkan pada wilayah sampel tanah 8 terdapat pabrik KIM STAR yang juga pembuangannya mengarah ke sungai yang digunakan untuk mengairi sawah masyarakat.
Tabel 7. Daftar kriteria logam berat untuk air kualitas golongan D (PP No.82. tahun 2001)
Tabel 8. Kisaran logam berat sebagai pencemar dalam tanah dan tanaman.
Unsur Kisaran Kadar Logam Berat (ppm)
Tanah Tanaman
Cd 0,1-7 0,2-0,8
Mn 100-4000 15-200
Ni 10-1000 1
Zn 10-300 15-200
Cu 2-100 4-15
Pb 2-200 0,1-10
(Pickering, 1980).