Materi pelajaran disusun berdasarkan Kurikulum 2013 Madrasah Aliyah dan disajikandalam bahasa yang sesuai dengan tingkatpemahaman siswa.
Tugas disajikan sebagai evaluasikecakapan siswa dalammenerima danmengembangkan materi pelajaran yang telahdisampaikan.
Karakter Bangsa disajikan untuk membentukkarakter positif bagi siswa.
Hikmah, merupakan ungkapan-ungkapan bijak untuk memotivasisiswa, baik dalam belajar maupun berakhlakmulia.
Evaluasi sebagai evaluasisiswa pada setiap akhir pembelajaran.
Latihan Ulangan Umum Semester 1 dan 2disajikan sebagai evaluasi siswa pada setiapakhir semester.
Glosarium adalah kamus dalam bentuk ringkas,disajikan untuk menambah perbendaharaankata.
DAFTAR ISI
Kata Pengantar
Sambutan Menteri Agama Republik Indonesia Pedoman Transliterasi
Petunjuk Penggunaan buku
Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Daftar Isi
BAB I MENELUSURI PERADABAN ISLAM TURKI USMANI
A. Pendahuluan ...
B. Pendalaman Materi...
1. Sejarah Lahirnya Turki Usmani 2. Strategi dan Kebijakan Pemerintah Daulah Turki Usmani Awal 3. Kemajuan Peradaban Islam Masa Turki Usmani 4. Kemunduran Peradaban Islam Masa Turki Usmani 5. Sekilas Tentang Sultan Sulaiman Al Qonuni C. Refleksi. ...
D. Tugas dan Kegiatan. ...
E. Pendalaman Karakter ...
F. Evaluasi ...
BAB II PERADABAN KERAJAAN ISLAM MUGHAL DI INDIA A. Pendahuluan ...
B. Pendalaman Materi...
1. Sejarah Berdirinya Kerajaan Islam Mughal 2. Strategi dan Kebijakan Pemerintah Kerajaan Mughal 3. Kemajuan Peradaban Islam Masa Mughal 4. Kemunduran Peradaban Islam Mughal 5. Sekilas Tentang Taj Mahal C. Refleksi ...
D. Tugas dan Kegiatan ...
E. Pendalam Karakter ...
F. Evaluasi ...
BAB III MENGENAL PERADABAN ISLAM SYAFAWI DI PERSIA A. Pendahuluan ...
B. Pendalaman Materi...
1. Sejarah Berdirinya Kerajaan Islam Syafawi 2. Kemajuan Peradaban Islam Masa Syafawi 3. Kemunduran Peradaban Islam Masa Syafawi C. Refleksi ...
E. Pendalaman Karakter. ...
F. Evaluasi. ...
BAB IV PERANG SALIB MENURUT PANDANGAN ISLAM A. Pendahuluan ...
B. Pendalaman Materi...
1. Sebab Terjadinya Perang Salib 2. Jalan Panjang Perang Salib 3. Dampak Yang Ditimbulkan Dari Perang Salib 4. Peran Shalahuddin Dalam Perang Salib C. Refleksi ...
D. Tugas dan Kegiatan ...
E. Pendalaman Karakter………
F. Evaluasi………..
BAB V KEMUNDURAN UMAT ISLAM A. Pendahuluan. ...
B. Pendalaman Materi ...
1. Sekilas Gambaran Capaian Umat Islam 2. Penyebab Mundurnya Umat Islam C. Refleksi. ...
D. Tugas dan Kegiatan ...
E. Pendalaman Karakter ...
F. Evaluasi……….
BAB VI GERAKAN PEMBAHARUAN ISLAM A. Pendahuluan ...
B. Pendalaman Materi...
1. Definisi Pembaharuan Islam 2. Pembaharuan di Dunia Islam 3. Latar Belakang Munculnya Pembaharuan Dalam Islam 4. Tokoh Tokoh Pembaharuan Dalam Islam 5. Tahapan Pembaharuan Islam 6. Pembaharuan Islam Sebelum Pembaharu Islam 7. Pembaharuan Islam Modern 8. Pembaharuan Islam di Indonesia 9. Ide Ide Tokoh Tokoh Pembaharu Islam C. Refleksi ...
D. Tugas dan Kegiatan ...
E. Pendalaman Karakter ...
BAB I
MENELUSURI PERADABAN ISLAM TURKI USMANI
Sumber: http://static.republika.co.id/uploads/images/detailnews/masjid-sultan-sulaiman-di-turki-_120707204045-554.jpg
Turki Usmani adalah kerajaan Islam yang berpusat di Istambul Turki, menjadi salah satu dari tiga kerajaan besar pasca mundurnya Daulah Abbasyiyah di Baghdad, di samping kerajaan Syafawi dan Mughal. Kerajaan Turki Usmani pernah menempatkan diri sebagai Negara adidaya setelah bisa menaklukan Byzantium pada 1453 M. Bagi Turki Usmani Byzantium memiliki peran penting dalam pengembangan wilayah Islam.
Daulah Turki Usmani berkuasa selama lebih kurang 6 (enam) abad, kekuasaannya meliputi sebagian Eropa, Afrika dan juga Asia praktis bisa dibilang Daulah Turki Usmani menguasai tiga benua. Masa kejayaan Daulah Turki Usmani ada pada masa kekuasaan Sulaiman I yaitu pada tahun 1520 - 1566 M, perang yang berlangsung antara Turki Usmani dengan Bangsa Eropa di masa Sultan Sulaiman II memperlemah kerajaan. Juga pemberontakan pemberontakan internal yang terus berlangsung semakin menambah buruk kekuasaan Turki Usmani, hingga akhirnya kerajaan Turki Usmani dapat dikalahkan oleh bangsa Eropa. Berakhirnya kerajaan Turki Usmani ditandai dengan berdirinya Republik Turki
KOMPETENSI INTI
1. Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya
2. Menghayati dan Mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai) santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif, sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, procedural , dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan procedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.
KOMPETENSI DASAR
1. Mendiskripsikan proses lahirnya dinasti Usmani.
2. Mendiskripsikan wilayah penyebaran Islam pada masa Dinasti Usmani. 3. Menganalisis kebijakan-kebijakan pemerintahan para Khalifah dari Dinasti
Usmani.
4. Memaparkan perkembangan peradaban dan ilmu pengetahuan pada masa Bani Usmani.
5. Menganalisis penyebab terjadinya kemunduran pada Dinasti Usmani. 6. Menceritakan tentang sosok figur Sulaiman Al Qanuni dari Dinasti Usmani. 7. Membuat peta konsep berkaitan dengan keberhasilan pada masa Dinasti
TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Siswa dapat menjelaskan sejarah berdirinya Khalafah Dinasti Usmani 2. Siswa dapat menjelaskan penyebaran Islam pada masa Dinasti Usmani
3. Siswa dapat menjelaskan kebijakan kebijakan yang dilakukan para penguasaDinasti Usmani
4. Siswa dapat menjelaskan kemajuan peradaban masa Dinasti Usmani 5. Siswa dapat menjelaskan kemunduran Dinasti Usmani
6. Siswa dapat meneladani Sultan Sulaiman Al Qonuni dari Dinasti Usmani 7. Siswa dapat mengambil ibrah keberhasilan Dinasti Usmani
PETA KONSEP
Perhatikan Ayat Berikut :
Maka tidakkah menjadi petunjuk bagi mereka (kaum musyrikin) berapa banyaknya Kami membinasakan umat-umat sebelum mereka, padahal mereka
berjalan (di bekas-bekas) tempat tinggal umat-umat itu? Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal.
(QS. Thaahaa : 126)
SEJARAH BERDIRINYA DAULAH TURKI USMANI
STRATEGI DAN KEBIJAKAN PEMERINTAHAN DAULAH
TURKI USMANI
KEMAJUAN
PERADABAN ISLAM MASA TURKI USMANI
KEMUNDURAN PERADABAN ISLAM MASA TURKI USMANI
A. PENDAHULUAN
Simaklah baik-baikpernyataan berikut ini dan buatlah komentar atau pertanyaan !
Runtuhnya khilafah Abbasyiyah di Baghdad yang diakibatkan oleh serangan bangsa Mongol berdampak pada kemunduran peta kekuatan politik Islam. Wilayah yang semula menjadi kekuasaannya lambat tapi pasti melepaskan diri dari kekuasaanya, peradaban yang telah berhasil dibangun hancur dalam sekejap, sungguh suatu pemandangan yang sangat memprihatinkan. Lebih ironi lagi beberapa kerajaan yang semula menjadi bagian dari kekuasaan Abbasyiyah saling berperang dan saling menghancurkan seolah olah tidak ada lagi semangat ukhuwah Islamiyah dalam diri mereka. Hal ini berdampak pada semakin lemahnya umat Islam.
Keadaaan seperti ini berlangsung dalam waktu yang lama, baru mengalami kemajuan kembali setelah muncul dan berkembang tiga kerajaan besar satu diantaranya adalah Turki Usmani, bahkan kerajaan ini menjadi yang paling besar dan juga paling lama bertahan dibandingkan dengan dua kerajaan lainnya yaitu Mughal di India dan Syafawi di Persia.Setitik harapan tumbuh kembali, setidaknya harapan umat Islam untuk membangun dan mengembangkan kembali peradabannya
Setelah anda menyimak teks, buatlah beberapa komentar atau pertanyaan yang relevan dengan teks :
1. ... 2. ... 3. ... 4. ... 5. ... B. PENDALAMAN MATERI 1. Sejarah Lahirnya Turki Usmani
Kerajaan Turki Usmani berasal dari salah satu suku di Turki Barat yaitu suku Kayi, saat Jengis Khan melakukan penyebuan dan penyerangan di wilayah Turkistan yang didiami suku Kayi. Sulaiman Syah pemimpin suku Kayi,meminta perlindungan dari penguasa Tansoksania bernama Jalaluddin Mungurbiti bin Khawarizmi, namun pada akhirnya Transoksania juga bisa dikuasai tentara Mongol. Sulaiman Syah lalu memimpin anggotanya untuk pergi ke Kurdistan dan ke Azerbaizan tepatnya di perbatasan Asia kecil. Di daerah inilah mereka menetap dan melakukan aktifitas kehidupan.
Sulaiman Syah berusaha memasuki wilayah Syam, namun saat menyeberangi sungai Eufrat datang banjir hingga ia meninggal dunia. Sulaiman Syah memiliki empat orang putera Sankurtakin, Togdai, Ertoghrul dan Dandan. Sepeninggal Sulaiman Syah anggotanya terbagi dalam dua kelompok yaitu yang ingin kembali ke daerah asal diikuti dua putera Sulaiman Syah yaitu Sankurtakin dan Tongdai, dan yang ingin melanjutkan ke wilayah Asia kecil diikuti oleh Ertoghrul dan Dandan . Kelompok yang ingin melanjutkan ke Asia kecil mengangkat Ertoghrul putera ketiga dari Sulaiman Syah sebagai pemimpin baru mereka hingga akhirnya mereka menetap di Anatolia.
Ketika terjadi pertempuran antara pasukan Sultan Alaudin I dari bani Saljuk Rum dengan kekaisaran Byzantium (Romawi Timur) maka Ertoghrul dan para pengikutnya membantu pasukan Alaudin I hingga mencapai kemenangan, atas bantuannya ini Alaudin I sangat berterima kasih dan memberi hadiah pada Ertoghrul dan kelompoknya berupa daerah di pegunungan Ermenia dan lembah Saguta di sepanjang sungai Sakaria. Ertoghrul dan pasukannya mendapat tugas dari Alaudin I untuk menaklukan dan menguasai daerah pesisir Laut Hitam, ke Brussa hingga Eskisher. Pasukan Ertoghrul oleh Alaudin I diberi gelar “Muqaddamah Sultan” (tentara pelopor sultan), sedangkan Ertoghrul sendiri mendapat gelar “Sultan Oki” (kening sultan).
Ertoghrul pada tahun 1288 M meninggal dunia oleh Alaudin I diangkatlah puteranya yang bernama Usman sebagai penggantinya,
karena kesetiaannya Alaudin I memberinya gelar Bey pada Usman dan diberikan daerah yang lebih luas serta dapat memakai mata uang sendiri, bahkan namanya juga disebut dalam setiapkhutbah jum’at. Pada tahun 1299 M Ghazan Khan dari Mongol menyerang Seljuk Rum tetapi serangan itu bisa digagalkan oleh Usman, tak berapa lama dari peristiwa itu Sultan Alaudin I meninggal dunia, sementara Sultan Alaudin I tidak memiliki putera yang pantas mengantikan kedudukannya. peristiwa ini dimanfaatkan oleh Usman untuk menyatakan diri sebagai ‘Padishah Al Usmaniyah (Raja keluarga Usman) yang juga mendapat dukungan penuh dari rakyat. Dengan demikian berdirilah kerajaan Usmani dan ibukota kerajaan Usmani pertama di Qurah Hisyar(Iskisyiyar)
2. Strategi Dan Kebijakan Pemerintahan Daulah Turki Usmani Awal
a. Usman yang kemudian disebut dengan Usman I (1299-1326 M/699-726 H Sebagai pendiri kerajaan Turki Usmani yang mencanangkan kerajaan dibangun atas sendi sendi persatuan suku Turki. Usman membangun tentara yang bejuang atas nama Allah SWT sering disebut dengan al-Ghazi yang terdiri dari akhl atau ikhwan (pesaudaraan) Tarekat Baktasyi. Pada masa kekuasaannya berhasil membebaskan daerah Bursa kota di tepi laut Marmara. b. Orkhan (1326-1360 M/726-761 H). Setelah menggantikan
ayahandanya Orkhan memindahkan kerajaan dari Qurah Hisyar (Iskisyiyar) ke Bursa. Pada masa kekuasaan Orkhan bergabunglah wilayah Turkeman, kemudian perluasan wilayah dilanjutkan ke Nicaea (1331), Nicomedia (1337), Scutari (1338), ia juga bisa mengontrol wilayah teluk Edremit. Orkhan juga berhasil mendirikan jabatan Shadr Azham (perdana menteri) yang ia berikan jabatan itu pada adiknya Alauddin. Tentara di era Orkhan dibentuk dengan sistem yang sangat rapi dan teratur. ia bentuk juga tentara khusus dengan nama Inkisyariyah atau Jenissari.
c. Murad I (1360-1388 M/761-791 H). Murad I adalah putera kedua dari Orkhan ia mengantikan kedudukan ayahnya sebagai penguasa karena putera pertama Orkhan yaitu Sulaiman yang meninggal terlebih dahulu. Sultan Murad I adalah sosok yang sangat pemberani, gemar berjihad, dermawan, dan tekun menjalankan agama, dia mencintai peraturan dan selalu memegang teguh peraturan itu, berbuat adil kepada rakyat dan tentaranya, Di sekelilingnya terdapat sejumlah komandan terbaik dan orang yang berpengalaman dalam bidang militer yang selalu ia ajak untuk bermusyawarah.
Dia juga berhasil meluaskan wilayahnya dia Asia kecil dan Eropa dalam waktu bersamaan. Ia menaklukkan Adrianopel (yang kemudian berubah nama menjadi Edirne), dan dijadikan sebagai ibukota kerajaan yang baru, serta membentuk pasukan berkuda (Kaveleri). Perjuangannya terus dilanjutkan dengan menaklukkan Macedonia, Shopia ibukota Bulgaria, dan seluruh wilayah bagian utara Yunani. Karena banyaknya kota-kota yang ditaklukkan oleh Murad I, pada waktu itu bangsa Eropa mulai cemas. Akhirnya raja-raja Kristen Balkan meminta restu dari Paus Urbanus V untuk mengusir kaum muslimin dari daratan Eropa.
Murad I menghadapi serangan Eropa Pertama serangan dari Raja Qurok V dari Serbia dan dibantu raja Bosnia bermaksud menyerang Andrianopel. Peperangan itu dimenangkan oleh pasukan Murad I, sehingga Balkan jatuh ke tangan umat Islam. Selanjutnya pasukan Murad I merayap terus menguasai Eropa Timur seperti Somakov, Sopia Monatsir, dan Saloniki. Kedua serangan dari kerajaan Bulgaria, Serbia, Sisman dan Lozan yang dibantu oleh kerajaan kerajaan Eropa lainnya peperangan ini dimenangkan pasukan Murad I lagi. Setelah kemenangan di Kosovo, Sultan Murad I melakukan inspeksi di medan perang. Dia berkeliling di antara deretan korban kaum muslimin yang wafat dan berdoa untuk kebaikan mereka.Padasaat itulah seorang tentara
Serbia yang berpura-pura mati segera berlari ke arah Sultan Murad I. para pengawal berhasil menangkapnya, akan tetapi tentara ini berpura berbicara kepada Sultan. Mendengar demikian, Sultan memberikan isyarat kepada para pengawalnya untuk melepaskannya. Tentara serbia itu lalu mencium tangan sultan dan dengan cepat ia mengeluarkan pisau beracun dan menikam sultan. Akhirnya Sultan Murad I meninggal dengan syahid pada 15 Syaban 791 H.
d. Bayazid (1388-1403 M/791-817 H). Menggantikan kedudukan ayahanya Murad I, dia adalah orang yang sangat pemberani, cerdas, murah hati, dan memiliki semangat yang kuat untuk melakukan perluasan wilayah Islam. Oleh karena itu, dia sangat memperhatikan masalah-masalah kemiliteran, mengarahkan perluasan wilayahnya ke negara-negara Kristen Anatolia.
Hanya dalam jangka waktu setahun, negeri-negeri itu berada dalam kekuasaan Daulah Utsmaniyah. Bayazid bergerak begitu cepat di antara dua front Balkan dan Anatolia. Oleh karenaitu dia diberi gelar “Yaldrum”/kilat.Bayazid sangat besar pengaruhnya, sehingga mencemaskan Paus. Kemudian Paus Bonafacius mengadakan penyerangan terhadap pasukan Bayazid, dan peperangan inilah yang menjadi penyebab terjadinya Perang Salib.
Atas keberhasilannya itu Bayazid berkeinginan mengambil alih Konstatinopel dan menjadikan target utama dalam perluasan wilayah berikutnya, oleh karena itu dia bergerak bersama pasukannya dengan sangat rapi untuk melakukan pengepungan atas Konstatinopel. Hal ini terus berlangsung hingga kota ini hampir saja bisa dikuasai, tiba-tiba Bayazid mengurungkan niatnya dari penaklukan Konstatinopel karena munculnya bahaya baru terhadap Daulah Usmaniyah.Bahaya baru itu adalah adanya serangan tentara Mongol dibawah pimpinan Timur Lenk.
Pada peperangan melawan Timur Lenk di Ankara, Bayazid dapat ditaklukkan, sehingga mengalami kekalahan dan ketika itu Bayazid
bersama putranya Musa tertawan dan wafat dalam tahanan Timur Lenk pada tahun 1403 M. kekalahan Bayazid dalam peperangan menghadapi Timur Lenk disebabkan karena tergesa-gesa dalam mengatur strategi perang, dan kurang persiapan untuk memilih pasukannya dengan baik.
3. Kemajuan peradaan Islam Masa Turki Usmani
a. Muhammad I (1403-1421 M / 817-824 H). Muhammad I adalah
putera bungsu dari Bayazid, setelah berkuasa menggantikan ayahnya ia mulai menyusun kekuatan kembali dan memulihkan keadaan Turki Usmani dari upaya pemecah belahan yang dilakukan oleh Timur Lenk. Ia berhasil menundukan saudaranya Isa yang berkuasa di Brussa dan Sulaiman yang berkuasa di Andrianopel serta Mustafa yang menuntut haknya sebagai penguasa karena merasa sebagai putera tertua, pasukan Mustofa dapat dikalahkan di Soloniki dan melarikan diri ke Byzantium.
Strategi berikutnya adalah dengan berdamai pada penguasa Byzantium dan Venesia, dengan maksud agar kedua negeri ini tidak mengganggu kerja utamanya yaitu mendamaikan kekhalifahan Usmani. Upaya yang ia lakukan selanjutnya adalah dengan menundukkan kembali negeri negeri di Asia Kecil yang telah dimerdekakan Timur Lenk.
Sulthan Muhammad I mampu menumpas gerakan Syaikh Badruddin yang menyerukan persamaan dalam harta benda dan agama serta tidak membedakan antara seorang muslim dan non muslim dalam akidah. Berkat usahanya yang gigih, Muhammad I berhasil mengangkat citra Daulah Usmaniyah sehingga dapat bangkit kembali, yaitu dengan menyusun pemerintahan, memperkuat tentara dan memperbaiki kesejahteraan kehidupan masyarakat. dan disaat rakyat mendapat seorang penguasa yang sesuai dengan harapan, pada tahun 824 H (1421 M) Sultan Muhammad I wafat.
b. Murad II (1421-1451 M/824-855 H). Saat menggantikan
ayahandanya Muhammad I usianya baru 18 tahun dia sangat mencintai jihad dijalan Allah SWT dan dakwah, dia juga dikenal sebagai penyair dan orang yang mencintai ulama. Cita-cita Sultan Murad II adalah melanjutkan usaha perjuangan Muhammad I. Prioritas utama perjuangannya adalah menguasai kembali daerah-daerah yang terlepas dari kerajaan Turki Usmani sebelumnya,yaitu daerah Asia Kecil, Soloniki, Albania, Falakh, dan Hongaria.
Serangan gabungan dari raja raja Eropa seperti Maghyar (Hungaria), Polandia, Perancis, Jerman, Venesia, Genoa, Falakh, Bosnia dan Sebia tidak mampu dibendung pasukan Murad II dan berakhir di perundingan damai yang isinya negeri Serbia medeka kembali, Falakh berada ditangan kekuasaan Maghyar, dan kedua belah pihak tidak akan berperang selama 10 tahun.
Setelah semakin bertambahnya beberapa daerah dibawah kekuasaan tentara Islam, Paus Egenius VI kembali menyerukan Perang Salib. Tentara Sultan Murad II menderita kekalahan dalam perang salib itu. Akan tetapi dengan bantuan putranya yang bernama Muhammad, perjuangan Murad II dapat dilanjutkan kenbali yang pada akhirnya Murad II kembali mendapat kemenangan dan keadaan menjadi normal kembali sampai akhir kekuasaan diserahkan kepada putranya bernama Sultan Muhammad Al-Fatih.
c. Muhammad II Al-Fatih (145-1481 M / 855-884 H). Al-Fatih
adalah gelar beliau karena berhasil menaklukan Konstantinopel, Muhammad Al Fatih diangkat menjadi penguasa setelah kematian ayahnya ketika itu umurnya 22 tahun. Muhammad Al-Fatih berusaha membangkitkan kembali sejarah umat Islam sampai dapat menaklukkan Konstantinopel sebagai ibukota Bizantium. Konstantinopel adalah kota yang sangat penting dan belum pernah dikuasai raja-raja Islam sebelumnya. Muhammad II Al-Fatih mempunyai kepribadian yang baik dan menawan, mampu
menggabungkan antara kekuatan dan keadilan. Semenjak muda, beliau mampu menjadi pemenang di antara teman-temannya dalam penguasaan ilmu yang ia pelajari di sekolah istana, menguasai banyak bahasa yang berlaku pada masanya dan sangat tertarik untuk mengkaji buku-buku sejarah.
Menurut Hamka ada tiga alasan mengapa umat Islam ingin menaklukan Konstantinopel : Pertama dorongan iman kepada Allah SWT, dan semangat perjuangan berdasarkan hadits Nabi Muhammad saw ; “Pada suatu saat kota Konstantinopel pasti akan
ditaklukan oleh umat Islam dan sebaik baiknya pemimpin adalah yang menaklukannya dan sebaik baik pasukan adalah pasukannya”. Kedua Konstantinopel adalah termasuk pusat
peradaban dunia dan Ketiga Negerinya sangat indah dan letaknya strategis untuk dijadikan pusat kerajaan atau perjuangan, penghubung antara Eropa dan Asia.
Muhammad II Al-Fatih berhasil menaklukkan Konstantinopel dengan perencanaan dan persiapan yang matang dan juga strategi yang baik pertama Muhammad II Al Fatih mengadakan perjanjian damai dengan raja raja Maghyar, Bosnia, dan Venesia, kedua membuat benteng yang kokoh di selat Bosphorus atau benteng Rumli Haisar (benteng Rum) yang berhadapan langsung dengan benteng Kuzal Hisar (benteng yang indah) upaya ini dilakukan untuk menutup akses bantuan dari luar atas Konstantinopel, ketiga mengadakan penyelidikan akan kekuatan dan kelemahan benteng Konstantinopel dan keempat mengutus Tharkhan Pasya untuk menemui dua orang saudara kandung kaisar Konstantin yang menjadi penguasa Mora agar tidak bisa membantu kaisar Konstantin.
Setelah segala sesuatunya dianggap cukup, dilakukanlah pengepungan selama 9 bulan. Akhirnya kota Konstantinopel jatuh ke tangan umat Islam pada 29 Mei 1453 M dan Kaisar Konstantin Palaelagos tewas bersama tentara Romawi Timur. Setelah
memasuki Konstantinopel disana terdapat sebuah gereja Aya Sofia yang kemudian dijadikan masjid bagi umat Islam. Setelah kota Konstantinopel dapat ditaklukkan, akhirnya kota itupun dijadikan sebagai ibukota kerajaan Turki Usmani dan namanya diganti menjadi Islambul atau kota Islam yang kemudian dikenal dengan nama Istambul.
d. Bayazid II (1481-1512 M/884-918 H). Menggantikan kedudukan
ayahnya, Bayazid penguasa yang sangat lemah sehingga banyak menimbulkan kekacauan di dalam negeri, praktis di masanya tidak ada perubahan mendasar.
e. Sallim I (1512-1520 M/918-926H).Berbeda dengan masa
pemerintahaan ayahnya Bazayid II, Sallim Idapat mengangkat citra daulah Turki Usmani kembali. Dimasa pemerintahannya banyak yang dilakukan pertama, mengatasi saudaranya yang punya keinginan untuk berdiri sendiri, kedua mengalahkan daulah Syafawiyah yang berpusat di Iran, ketiga dapat memperluas wilayah ke kota Mardin, Qurfa, Riqqah, Mousul dan juga Diyarbekr, keempat mengalahkan kerajaan Mamluk di Mesir dengan raja terakhirnya Thuman Bey, kelima mendapatkan tanda tanda kebesaran Khalifah Abbasyiyah di Mesir seperti bendera, burdah dan pedang Nabi Muhammad saw yang kemudian di bawa ke Istambul secara otomatis Syam, Mesir dan Hijaz berada dalam kekuasaannya, keenam pasukan yang dikirim dengan panglimanya Barbarossa bisa menguasai Aljazair. Dari apa yang telah sultan Sallim I lakukan ia dekenal sebagi Padisyah Turki Usmani.
f. Sulaiman I/Sulaiman al Qonuni (1520-1566 M/927-974
H)Sulaiman I naik tahta saat Turki Usmani mengalami puncak kejayaan, peristiwa penting di masa kepemimpinannya, ialah upaya penyempurnaan undang-undang Turki Usmani akhirnya disusunlah kitab standar tentang perundang-undangan yang ditulis oleh Ibrahim al Halabi. Sulaiman I deberi gelar al-Qonuni atau the
meletakkan dasar hukum bagi daulah Turki Usmani dan yang paling lama memerinyah.Kitab undang-undang itu diberi nama
Multaqa’ al Abhrar/Multaqul Abhur (muara segala samudera).
Selain itu Sulaiman I melakukan pembangunan Masjid Sulaiman, 81 masjid jami’, 52 masjid kecil, 55 madrasah, 7 asrama pelajar, 5 buah takiah (tempat memberi makan fakir miskin), 7 jembatan, 33 istana, 18 pesanggrahan, 5 museum dan 33 tempat mandi umum.
4. Kemunduran Peradaban Islam Masa Turki Usmani
Kemunduran daulah Turki Usmani ditandai dengan semakin kuatnya kerajaan kerajaan di Eropa, hal ini disebabkan karena lemahnya para penguasa dan kekacauan yang ditimbulkan oleh pasukan Inkisyariah serta ancaman dari kerajaan – kerajaan di eropa. Penguasa era kemunduran ini antara lain Salim II, Murad III, Muhammad III, Ahmad I, Mustafa I, Utsman II, Murad IV, Ibrahim I, Muhammad IV,