• Tidak ada hasil yang ditemukan

5) Tenaga kerja

6.2. Analisis Usahatani Jambu Biji

6.2.3. Pendapatan Usahatani

Pendapatan usahatani dikatakan menguntungkan jika selisih antara penerimaan dan pengeluaran bernilai positif. Pendapatan atas biaya tunai diperoleh dari pengurangan penerimaan total dengan pengeluaran tunai. Pendapatan atas biaya total diperoleh dari pengurangan penerimaan total dan pengeluaran total.

Pendapatan atas biaya tunai dan pendapatan atas biaya total yang diterima dalam usahatani jambu biji di Desa Cimanggis tahun 2009 per hektar masing-masing sebesar Rp. 35.784.039,75 artinya pendapatan petani tanpa memperhitungkan biaya yang diperhitungkan sebesar Rp. 35.784.039,75 per hektar. Sedangkan pendapatan atas biaya total adalah Rp. 19.039.877,02. Perhitungan selengkapnya dapat dlihat pada Tabel 20 data rata-rata produksi, penerimaan, biaya, pendapatan usahatani dan R/C usahatani jambu biji pada petani responden di Desa Cimanggis berdasarkan stratum umur tanaman jambu biji.

59

Tabel 20. Rata-rata Produksi, Penerimaan, Biaya, Pendapatan Usahatani dan R/C

atas Usahatani Jambu Biji pada Petani Responden di Desa Cimanggis Tahun 2009 Berdasarkan Umur Tanaman Jambu Biji per Hektar.

No Keterangan Umur tanaman (Tahun) Keseluruhan

6 5 4 3 Produksi (kilogram) 34.609,18 26.063,42 25.708 20.178,6 25.897 A Penerimaan Total (Rp) 86.522.951,- 65.184.613,42 64.268.949,03 50.446.611,05 64.724.238,63 Biaya Usahatani B Biaya Tunai (Rp) 21.747.613,- 21.666.953,18 23.803.166,53 18.470.728,86 28.958.199,09 C Biaya Diperhitungka n (Rp) 17.153.555,- 17.202.307,39 15.104.641,45 13.714.839,44 16.744.162,73 D Total biaya (Rp) 38.901.168,- 38.869.260,57 38.907.807,98 32.185.568,31 45.702.361,82 Pendapatan atas Biaya Tunai (Rp) 64.775.338,- 43.491.596,82 40.465.782,50 31.975.882,19 35.784.039,75 Pendapatan atas Biaya Total (Rp) 47.621.783,- 26.289.289,43 25.361.141,05 18.261.042,75 19.039.877,02 R/C atas biaya tunai 3,98 3,01 2,70 2,73 2,24 R/C atas Biaya Total 2,22 1,68 1,65 1,57 1,42

Dalam penelitian ini, adapun analisis yang dilakukan mengacu kepada konsep pendapatan atas biaya yang dikeluarkan yaitu biaya tunai dan biaya total. Biaya tunai adalah biaya yang dikeluarkan dalam bentuk tunai seperti biaya pembelian sarana produksi, biaya tenaga kerja luar keluarga dan pajak. Biaya total adalah biaya tunai ditambah dengan biaya yang telah diperhitungkan. Biaya yang diperhitungkan adalah biaya yang pengeluarannya tidak dalam bentuk tunai seperti penggunaan tenaga kerja keluarga, penyusutan peralatan dan sewa lahan.

Pendapatan atas biaya tunai diperoleh dari pengurangan penerimaan total dengan pengeluaran tunai. Pendapatan atas biaya total diperoleh dari pengurangan penerimaan total dengan penerimaan total. Hasil analisis usahatani jambu biji yang dilakukan di Desa Cimanggis pada tahun 2009 diambil dari 35 responden petani jambu biji diperoleh bahwa produksi rata-rata per pohon yang dihasilkan pertahun oleh petani jambu biji di Desa Cimanggis mencapai 37 kilogram atau 12.3 kilogram per satu kali panen. Maka total produksi dikalikan tiga kali panen dalam satu tahun yaitu 143.000 atau jika dirata-ratakan produksi yang dihasilkan sebesar 25.897 kilogram per hektar, dengan penerimaan per petani sebesar Rp 64.724.238,63,- dengan harga jual Rp. 2500,00 per kilogram. Penjualan jambu biji di Desa Cimanggis hampir semua melalui pedagang pengumpul, khususnya petani

responden yang merupakan anggota Kelompok Tani Bambu Duri. Semua anggota dalam pemasaran jambu biji melalui pengumpul atau tengkulak yang sudah disepakati. Harga yang diterima oleh petani jambu biji pun sama karena melalui satu pengumpul yang sama. Penyerapan hasil panen dari petani rerponden di Desa Cimanggis sudah memiliki pasar yang pasti, karena petani melakukan kesepakatan atau perjanjian dengan tengkulak. Perjanjiannya seperti ketika musim panen raya, yang biasanya harga rendah dan banyak hasil panen yang tidak dapat terjual menjadi tanggung jawab bersama dan begitu pula saat harga bagus, petani harus menjual ke tengkulak tersebut. Rata-rata petani responden tersebut pada tahun 2009 menjual dengan harga Rp. 2500,- per kilogram dengan melalui proses negosiasi, sesuai kesepakatan.

Pendapatan atas biaya tunai dan pendapatan atas biaya total yang diterima dalam usahatani jambu biji di Desa Cimanggis tahun 2009 per hektar masing-masing sebesar Rp. 35.784.039,75 artinya pendapatan petani tanpa memperhitungkan biaya yang diperhitungkan sebesar Rp. 35.784.039,75 per hektar. Sedangkan pendapatan atas biaya total adalah Rp. 19.039.877,02. Dilihat dari perbandingan antara penerimaan dan biaya (R/C Rasio) atas biaya tunai dan biaya total dapat disimpulkan bahwa usahatani jambu biji di Desa Cimanggis menguntungkan untuk diusahakan, terbukti dengan nilai R/C rasio terhadap biaya tunai dan biaya total yang bernilai lebih dari satu. Nilai imbangan dan biaya atau

Return to Cost Rasio (R/C) atas biaya total adalah 1,42. Nilai R/C sebesar 1,42

artinya untuk setiap biaya total yang dileluarkan oleh petani sebesar Rp 1,00 maka petani akan memperoleh penerimaan sebesar Rp. 1.42 sedangkan untuk R/C atas biaya tunai sebesar 2,24 yang artinya setiap biaya tunai yang dikeluarkan oleh petani sebesar Rp. 1,00 maka petani akan menerima penerimaan sebesar Rp. 2.24. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan usahatani jambu biji yang dijalankan oleh petani jambu biji di Desa Cimanggis tersebut efisien untuk dijalankan, karena nilai R/C dari usahatani jambu biji tersebut lebih besar dari satu. Selisih R/C rasio atas biaya tunai dengan R/C rasio atas biaya total adalah 0,82 atau 82 persen. Ini menunjukkan bahwa biaya diperhitungkan pada usahatani ini cukup besar. Salah satu komponen biaya diperhitungkan yang paling besar adalah biaya pembelian benih. Besarnya biaya pembelian benih mengindikasikan bahwa petani jambu biji

61 tidak menghasilkan bibit sendiri melainkan membeli dari luar dengan harga yang tinggi.

Penelitian analisis pendapatan usahatani ini ada variabel yang menjadi perhatian khusus untuk dianalisis yaitu membandingkan beberapa golongan usahatani dilihat dari stratum umur tanaman jambu biji yang di usahakan. Variabel yang akan dianalisis adalah dari stratum umur tanaman jambu biji yang diusahakan oleh petani jambu biji. Bila dilihat dari Tabel 20 maka keempat stratum umur tanaman jambu biji tersebut dapat dibandingkan, dimana yang lebih efisien adalah umur tanaman yang enam tahun yaitu dengan R/C atas biaya total sebesar 2,22 yang artinya untuk setiap biaya total yang dileluarkan oleh petani sebesar Rp 1,00 maka petani akan memperoleh penerimaan sebesar Rp 2.22 sedangkan untuk R/C atas biaya tunai sebesar 3,98 yang artinya setiap biaya tunai yang dikeluarkan oleh petani sebesar Rp. 1,00 maka petani akan menerima penerimaan sebesar Rp. 3,98 atau dengan arti usahatani jambu biji ini efisien untuk dijalankan. Selisih antara R/C total dan R/C tunai terjadi penurunan paling banyak yaitu sebesar 1,76 atau 166 persen. Hal ini diakibatkan oleh kegiatan usahatani pada umur tanaman enam tahubn banyak mengeluarkan biaya non tunai atau biaya yang diperhitungkan, salah satu biaya yang diperhitungkan yang paling besar adalah pada biaya benih, hal ini diakibatkan petani masih membeli benih dari luar

Stratum umur tanaman jambu biji lima tahun masing-masing R/C atas biaya total dan atas biaya tunai adalah sebesar 1,68 yang artinya untuk setiap biaya total yang dikeluarkan oleh petani sebesar Rp 1,00 maka petani akan memperoleh penerimaan sebesar Rp. 1.68. R/C atas biaya tunai sebesar 3,01 yang artinya setiap biaya tunai yang dikeluarkan oleh petani sebesar Rp. 1,00 maka petani akan menerima penerimaan sebesar Rp. 3,01 atau dengan arti usahatani jambu biji ini efisien untuk dijalankan.

Stratum umur tanaman jambu biji empat tahun masing-masing R/C atas biaya total dan atas biaya tunai adalah sebesar yaitu dengan R/C rasio atas biaya total dan biaya tunai sebesar 1,65 yang artinya untuk setiap biaya total yang dileluarkan oleh petani sebesar Rp 1,00 maka petani akan memperoleh penerimaan sebesar Rp. 1.65 sedangkan untuk R/C atas biaya tunai sebesar 2,7

yang artinya setiap biaya tunai yang dikeluarkan oleh petani sebesar Rp. 1,00 maka petani akan menerima penerimaan sebesar Rp. 2.7. Stratum umur tanaman jambu biji tiga tahun masing-masing R/C atas biaya total dan atas biaya tunai adalah sebesar yaitu dengan R/C atas biaya total dan biaya tunai sebesar 1,57 yang artinya untuk setiap biaya total yang dikeluarkan oleh petani sebesar Rp 1,00 maka petani akan memperoleh penerimaan sebesar Rp. 1.57 sedangkan untuk R/C atas biaya tunai sebesar 2,73 yang artinya setiap biaya tunai yang dikeluarkan oleh petani sebesar Rp. 1,00 maka petani akan menerima penerimaan sebesar Rp. 2.73. Terdapat beberapa hal yang terkait dengan nilai R/C diantara keempat stratum umur tanaman jambu biji tersebut diantaranya didalam pemakaian tenaga kerja, luasan lahan, pemakaian pestisida dimana hal ini sebagai penjegahan terhadap organisme pengganggu tanaman (OPT), umur tanaman dan biaya-biaya yang diperhitungkan.

Pada Tabel 20 produksi jambu biji pada tahun 2009 per 1000 pohon di stratum umur enam tanaman jambu biji lebih banyak dibandingkan stratum umur tanaman lima, empat dan tiga tahun. Hal ini dikarenakan produktivitas per pohon yang lebih besar di stratum umur tanaman enam tahun.

Tabel 21. Produksi Jambu Biji Berdasarkan Stratum Umur Tanaman Jambu Biji

Per 1000 Pohon pada Tahun 2009

Musim Panen Umur Tanaman (tahun)

6 5 4 3

Panen Januari – Desember 2009 (kg) 46.000 35.500 34.500 32.000 Total Produksi (tahun 2008) (kg) 46.000 35.500 34.500 32.000

Analisis usahatani juga dilakukan dengan menghitung tingkat pendapatan dan rasio R/C usahatani jambu biji untuk empat stratum umur tanaman jambu biji dengan analisis usahatani per 1000 pohon sebagai pembanding. Analisis usahatani yang dilakukan dalam penelitian ini ditetapkan petani responden sebanyak 35 orang, masing masing responden untuk setiap stratum yaitu 10 responden untuk stratum umur tanaman enam tahun, sembilan responden untuk stratum umur tanaman lima tahun, empat responden untuk stratum umur tanaman empat tahun dan 12 responden untuk stratum umur tanaman tiga tahun.

63 Pendapatan atas biaya tunai dan pendapatan atas total per 1000 pohon yang diterima dalam usahatani jambu biji di Desa Cimanggis pada tahun 2009 pada setiap stratum umur tanaman berbeda beda. Perbedaan yang terlihat dapat dengan jelas diketahui seperti pada Tabel 21. yakni rata-rata produksi, penerimaan, biaya, pendapatan usahatani dan R/C rasio atas usahatani jambu biji pada petani responden di Desa Cimanggis tahun 2009 berdasarkan stratum luasan lahan pengusahaan jambu biji per hektar

Tabel 22. Rata-Rata Produksi, Penerimaan, Biaya, Pendapatan Usahatani dan R/C

Rasio atas Usahatani Jambu Biji pada Petani Responden di Desa Cimanggis Tahun 2009 Berdasarkan Stratum Umur

Tanaman Jambu Biji per 1000 Pohon

No Keterangan Umur tanaman (Tahun)

6 5 4 3 Produksi (kilogram) 46.000 35.500 34500 32000,0 A Penerimaan Total (Rp) 115.000.000,00 88.750.000,00 86.250.000,00 80.000.000,00 Biaya usahatani B Biaya tunai (Rp) 33.818.735,21 31.545.922,04 30.530.509,30 30.037.803,66 C Biaya Diperhitungkan (Rp) 17.153.555,00 18.862.508,73 21.365.082,56 20.621.733,90 D Total biaya (Rp) 50.972.290,21 50.408.430,77 51.895.591,87 50.659.537,56 Pendapatan atas biaya tunai (Rp) 81.181.264,79 57.204.077,96 55.719.490,70 49.962.196,34 Pendapatan atas biaya total (Rp) 64.027.709,79 38.341.569,23 34.354.408,13 29340462,44

R/C atas biaya tunai 3,40 2,81 2,83 2,66

R/C atas biaya total 2,26 1,76 1,66 1,58

Dalam penelitian ini, adapun analisis yang dilakukan mengacu kepada konsep pendapatan atas biaya yang dikeluarkan yaitu biaya tunai dan biaya total. Biaya tunai adalah biaya yang dikeluarkan dalam bentuk tunai seperti biaya pembelian sarana produksi, biaya tenaga kerja luar keluarga dan pajak. Biaya total adalah biaya tunai ditambah dengan biaya yang telah diperhitungkan. Biaya yang diperhitungkan adalah biaya yang pengeluarannya tidak dalam bentuk tunai seperti penggunaan tenaga kerja keluarga, penyusutan peralatan dan sewa lahan.

Pendapatan atas biaya tunai diperoleh dari pengurangan penerimaan total dengan pengeluaran tunai. Pendapatan atas biaya total diperoleh dari pengurangan penerimaan total dengan penerimaan total. Beberapa variabel yang menjadi

perhatian dalam penelitian ini yang khusus untuk dianalisis yaitu membandingkan beberapa golongan usahatani dilihat dari umur tanaman jambu biji yanag dimiliki oleh petani. Bila dilihat dari Tabel 22 maka keempat stratum umur tanaman jambu biji tersebut dapat dibandingkan dengan cara per 1000 pohon, dimana yang lebih efisien adalah umur tanaman yang enam tahun yaitu dengan R/C atas biaya total sebesar 2,26 yang artinya untuk setiap biaya total yang dileluarkan oleh petani sebesar Rp 1,00 maka petani akan memperoleh penerimaan sebesar Rp 2.26 sedangkan untuk R/C atas biaya tunai sebesar 3,40 yang artinya setiap biaya tunai yang dikeluarkan oleh petani sebesar Rp. 1,00 maka petani akan menerima penerimaan sebesar Rp. 3.40 atau dengan arti usahatani jambu biji ini efisien untuk dijalankan.

Stratum umur tanaman jambu biji lima tahun masing-masing R/C atas biaya total dan atas biaya tunai adalah sebesar 1,76 tidak beda jauh dari nilai analisis per hektar yang artinya untuk setiap biaya total yang dikeluarkan oleh petani sebesar Rp 1,00 maka petani akan memperoleh penerimaan sebesar Rp. 1.76. R/C atas biaya tunai sebesar 3,01 yang artinya setiap biaya tunai yang dikeluarkan oleh petani sebesar Rp. 1,00 maka petani akan menerima penerimaan sebesar Rp. 2.81 atau dengan arti usahatani jambu biji ini efisien untuk dijalankan.

Stratum umur tanaman jambu biji empat tahun masing-masing R/C atas biaya total dan atas biaya tunai adalah sebesar yaitu dengan R/C atas biaya total dan biaya tunai sebesar 1,66 yang artinya untuk setiap biaya total yang dileluarkan oleh petani sebesar Rp 1,00 maka petani akan memperoleh penerimaan sebesar Rp. 1.65 sedangkan untuk R/C atas biaya tunai sebesar 2,7 yang artinya setiap biaya tunai yang dikeluarkan oleh petani sebesar Rp. 1,00 maka petani akan menerima penerimaan sebesar Rp. 2.83 artinya bahwa usahatani ini efisien untukkndi jalalankan terbukti dari nilai R/C rasio >1. Stratum umur tanaman jambu biji tiga tahun masing-masing R/C atas biaya total dan atas biaya tunai adalah sebesar yaitu dengan R/C atas biaya total dan biaya tunai sebesar 1,57 yang artinya untuk setiap biaya total yang dileluarkan oleh petani sebesar Rp 1,00 maka petani akan memperoleh penerimaan sebesar Rp. 1.57 sedangkan untuk R/C atas biaya tunai sebesar 2,73 yang artinya setiap biaya tunai yang dikeluarkan oleh petani sebesar Rp. 1,00 maka petani akan menerima penerimaan sebesar Rp. 2.73.

65 Terdapat beberapa hal yang terkait dengan nilai R/C diantara keempat stratum umur tanaman jambu biji tersebut diantaranya didalam pemakaian tenaga kerja, luasan lahan, pemakaian pestisida dimana hal ini sebagai penjegahan terhadap organisme pengganggu tanaman (OPT) dan biaya-biaya yang diperhitungkan. Setelah dilakukan pembandingan dengan menganalisis untuk per 1000 pohon maka stratum umur tanaman enam tahun lebih efisien untuk dilakukan.

VII KESIMPULAN DAN SARAN

Dokumen terkait