• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pendekatan Atur dan awasi (Command and Control atau CAC Approach)

Dalam dokumen KLINIK HUKUM LINGKUNGAN (Halaman 49-53)

PENEGAKAN HUKUM LINGKUNGAN PREVENTIF

1) Pendekatan Atur dan awasi (Command and Control atau CAC Approach)

Merupakan penekanan pada upaya pencegahan pencemaran melalu peraturan perundang-undangan terkat mekansme penerbtan zn melalu persayaratan-persyaratan lngkungan hdup yang dkut oleh pengawasan (control)

Ada 6 nstrumen hukum (legal tools) yang dapat dipergunakan untuk mewujudkan CAC Approach yaitu :

a) Baku Mutu Lngkungan b) Perznan c) Amdal d) Audt lngkungan e) Pengawasan penataan (montorong Complance) f) Penjatuhan Sanks Admnstras

a. Baku mutu lingkungan hidup (Psl 1 angka 13 UU No. 32 Tahun 2009)

Baku Mutu Lngkungan adalah ukuran batas atau kadar makhluk hdup, zat, energ, atau komponen yang ada atau harus ada dan/atau unsur pencemar yang dtenggang keberadaannya dalam suatu sumber daya tertentu sebaga unsur lngkungan hidup.Baku mutu lingkungan hidup meliputi: (pasal 20 ayat 2 UU No.32 Tahun 2009)

a) Baku mutu ar; b) Baku mutu ar lmbah; c) Baku mutu ar laut; d) Baku mutu udara amben; e) Baku mutu ems; f) Baku mutu gangguan; dan

g) Baku mutu lan sesua dengan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknolog

Apabla baku mutu tdak terpenuh atau bla jumlah zat atau enegr tertentu yang masuk ke meda lngkungan melebh daya dukung lngkungan (environmental acarrying capacity), maka meda

lngkungan sudah drusak atau sudah mengalam degradas yang bsa membahayakan kehdupan. Untuk tu penetapan batas maksmum dar zat, energ yang boleh dmasukan kedalam meda lngkungan sangat dperlukan, peraturan perundang-undangan terkait ambang batas seperti :

a) PerMenLH No.3 tahun 2010 tentang Baku Mutu Ar Lmbah Bag Kegatan Industr

b) Peraturan Pemerintah RI Nomor 41 Tahun 1999 tentang Pengendalan Pencemaran Udara

c) PerMen LH No. 4 Tahun 2009 tentang Abang Batas Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tpe Baru

d) PerMenLH No. 7 Tahun 2009 tentang Abang Batas Kebisingan Kendaraan Bermotor Tpe Baru

e) Kep Men LH No. 51 tahun 1995 tentang Baku Mutu Lmbah Car Bag Kegatan Industr (dubah dengan KepMen LH No. 122 tahun 2004)

f) KepMenLH No.52 Tahun 1995 tentang Baku Mutu Lmbah

Car Bag Kegatan Hotel

g) Kep Men LH No. 58 Tahun 1995 tentang Baku Mutu Lmbah Car Bag Kegatan Rumah Sakt

b. Izin Lingkungan (PP No. 27 Tahun 2012)

Izn Lngkungan adalah zn yang dberkan kepada setap orang yang melakukan Usaha dan/atau Kegatan yang wajb Amdal atau UKL-UPL dalam rangka perlndungan dan pengelolaan lngkungan hdup sebaga prasyarat memperoleh zn Usaha dan/atau Kegatan.

a) Setap Usaha dan/atau Kegatan yang wajb memlk Amdal atau UKL-UPL wajb memlk Izn Lngkungan.

b) Rencana Usaha dan/atau Kegiatan yang dilakukan: 1) d dalam kawasan lndung; dan/atau

2) berbatasan langsung dengan kawasan lndung, wajb memlk Amdal (pasal 3 ayat 1 Permen LH No. 5 Tahun 2012).

Amdal dkecualkan bag rencana Usaha dan/atau Kegatan (Pasal 3 ayat 4 Permen LH No. 5 Tahun 2012):

a) Eksploras pertambangan, mnyak dan gas bum, dan panas bum;

b) Peneltan dan pengembangan d bdang lmu pengetahuan yang menunjang pelestaran kawasan lndung;

c) Yang terkat kepentngan pertahanan dan keamanan negara

yang tdak berdampak pentng terhadap lngkungan hdup;

d) Buddaya yang secara nyata tdak berdampak pentng terhadap lngkungan hdup; dan

e) Buddaya yang dznkan bag penduduk asl dengan luasan tetap dan tdak mengurang fungs lndung kawasan dan d bawah pengawasan ketat

Izn Lngkungan dperoleh melalu tahapan kegatan yang meliputi:

a) penyusunan Amdal dan UKL-UPL (datur dalam PermenLH No. 13 Tahun 2010);

b) Penlaan Amdal dan pemerksaan UKL-UPL; dan

Tujuan dterbtkannya Izn Lngkungan sebagaamana yang diatur dalam PP No. 27 Tahun 2012 antara lain yaitu:

a) Untuk memberkan perlndungan terhadap lngkungan hdup yang lestar dan berkelanjutan, b) Menngkatkan upaya pengendalan Usaha dan/atau Kegatan yangberdampak negatf pada lngkungan hdup, c) Memberkan kejelasan prosedur, mekansme dan koordnas antarnstans dalam penyelenggaraan perznan untuk Usaha dan/atau Kegatan, dan

d) Memberkan kepastan hukum dalam Usaha dan/atau Kegatan.

c. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)

Analss mengena dampak lngkungan hdup (AMDAL) / Envronmental Impact Analyss merupakan kajan mengena dampak besar dan pentng suatu usaha dan/atau kegatan yang drencanakan pada lngkungan hdup yang dperlukan bag proses pengamblan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan (pasal 1 angka 1 PP NO. 27 Tahun 1999)

Instans yang berwenang memberkan keputusan kelayakan lngkungan hdup dengan pengertan bahwa kewenangan d tngkat pusat berada pada Kepala nstans yang dtugas mengendalkan dampak lngkungan dan d tngkat daerah berada pada Gubernur.

Dokumen AMDAL terdiri dari :

Dokumen Kerangka Acuan Analss Dampak Lngkungan Hdup (KA-ANDAL)

1) Dokumen Analss Dampak Lngkungan Hdup (ANDAL) 2) Dokumen Rencana Pengelolaan Lngkungan Hdup (RKL) 3) Dokumen Rencana Pemantauan Lngkungan Hdup (RPL)

Lembaga yang bertugas mengadakan penlaan terhadap analss dampak lngkungan adalah Koms Penla AMDAL. Koms n bertugas menla dokumen AMDAL. D tngkat

pusat berkedudukan d Kementeran Lngkungan Hdup, d tngkat Propns berkedudukan d Bapedalda/lnstans pengelola lngkungan hdup Propns, dan d tngkat Kabupaten/Kota berkedudukan d Bapedalda/lnstans pengelola lngkungan hdup Kabupaten/Kota. AudtLngkunganPeraturan Menter Lngkungan Hdup No. 3 Tahun 2013 1) Audt Lngkungan Hdup Wajb (Mandatory Envronmental Audt) 2) Audt Lngkungan Hdup Sukarela (Voluntary Envronmental Audt)

Audt Lngkungan Hdup yang dwajbkan oleh Menter adalah kepada

1) Usaha dan/atau Kegatan tertentu yang bersko tngg terhadap lngkungan hdup; dan/atau

2) Usaha dan/atau Kegatan yang menunjukkan ketdaktaatan terhadap peraturan perundang-undangan d bdang perlndungan dan pengelolaan lngkungan hdup.

d. PengawasanPenataan (Monitoring Compliance)

Di Amerika serikat ada 4 bentuk pengawasan penataan (monitoring Compliance) yang tersedia yaitu :

1) Inspeks yang dlakukan oleh nspeks lngkungan,

2) Pengawasan sendr (self montorng) termasuk pencatatan sendr (self recordng) dan pelaporan sendr (self reportng) oleh pemlk kegstsn/ usaha,

3) Pengaduan Masyarakat (ctzen complants),

4) Pemantauan kondiri lingungan di kawasan sekitar fasilitas kegatan.

Dalam dokumen KLINIK HUKUM LINGKUNGAN (Halaman 49-53)