• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

2. Pendekatan Inkuiri Terbimbing

Inkuiri berasal dari bahasa Inggris Inquiry yang dapat diartikan sebagai proses bertanya dan mencari tahu jawaban terhadap pertanyaan ilmiah yang diajukan.12 Model pembelajaran Inquiry adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan.

Model Inquiry menekankan pada aktivitas peserta didik secara maksimal untuk mencari dan menemukan. Artinya, model inquiry menempatkan peserta didik sebagai subjek belajar. Dalam proses pembelajaran, peserta didik tidak hanya berperan sebagai penerima pelajaran melalui penjelasan guru secara verbal, tetapi mereka berperan untuk menemukan sendiri iti dari materi itu.13

Tujuan dari penggunaan model pembelajaran inquiry adalah mengembangkan kemampuan berpikir secara sistematis, logis, dan kritis, atau mengembangkan kemampuan intelektual sebagai bagian dari proses mental. Dengan demikian, dalam model pembelajaran inquiry peserta didik tidak hanya dituntut agar menguasai materi pembelajaran, tetapi bagaimana mereka dapat menggunakan potensi yang dimilikinya.14

12

Dyah Shinta Damayanti, Nur Ngazizah, Eko Setyadi K, “Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) Dengan Pendekatan Inkuiri Terbimbing Untuk Mengoptimalkan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Materi Listrik Dinamis SMA Negeri 3 Purworejo Kelas X”.Jurnal Universitas Muhammadiyah Purworejo,Vol 3. No 1, h.59.

13

Jumanta Hamdayama, Metodologi Pengajaran(Jakarta: Bumi Aksara, 2016), h.132. 14

b. Pengertian Inkuiri Terbimbing

Pembelajaran Inkuiri Terbimbing (Guided Inquiry) adalah suatu model pembelajaran inkuiri yang dalam pelaksanaannya guru menyediakan bimbingan atau petunjuk cukup luas kepada peserta didik.15 Inkuiri Terbimbing merupakan proses pembelajaran yang bervariasi dan meliputi kegiatan-kegiatan yang berdasarkan metode ilmiah, seperti mengopservasi, merumuskan pertanyaan yang relevan, merencanakan penyelidikan atau investigasi, mereview apa yang telah diketahui, melaksanakan percobaan atau eksperimen dengan menggunakan alat untuk memperoleh data, menganalisis dan menginterpretasi data, serta membuat prediksi dan mengkomunikasikan hasilnya.16

Pembelajaran inkuiri terbimbing merupakan model pembelajaran inkuiri yang diorganisasikan lebih terstruktur, dimana guru mengendalikan keseluruhan proses interaksi dan menjelaskan prosedur penelitian yang harus dilakukan oleh peserta didik. Peserta didik memperoleh pedoman sesuai dengan yang dibutuhkan. Pedoman tersebut biasanya berupa pertanyaan-pertanyaan yang membimbing peserta didik untuk menemukan penyelesaian masalah. Dalam inkuiri terbimbing guru tidak melepas begitu saja kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh peserta didik. Guru harus memberikan pengarahan dan bimbingan kepada peserta didik dalam melakukan kegiatan-kegiatan sehingga peserta didik yang berpikir lambat atau

15

Dyah Shinta Damayanti, Nur Ngazizah, Eko Setyadi K, Op.Cit., h.59. 16

Submei Sukamsyah, “Upaya Peningkatan Hasil Belajar Dengan Penerapan Metode Inkuiri Terbimbing Tipe A Pada Konsep Kalor Siswa Kelas VII SMP N 5 Seluma”, Jurnal Exacta, Vol. IX No 1 (Juni 2011), h.39.

peserta didik yang mempunyai intelegensi rendah tetap mampu mengikuti kegiatan-kegiatan yang sedang dilaksanakan.17

c. Langkah-langkah Inkuiri Terbimbing

Metode inkuiri terbimbing tidak hanya mengembangkan kemampuan intelektual tetapi seluruh potensi peserta didik yang ada, termasuk pengembangan emosional dan keterampilan. Menurut Sanjaya langkah-langkah inkuiri terbimbing meliputi orientasi, merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, mengumpulkan data, menganalisis data, dan membuat kesimpulan, berikut penjelasannya:

1) Orientasi

Hal yang dilakukan dalam tahap ini yaitu menjelaskan topik, tujuan dan hasil belajar yang diharapkan, menjelaskan pokok-pokok kegiatan yang harus dilakukan oleh peserta didik untuk mencapai tujuan dan menjelaskan pentingnya topik tersebut.

2) Merumuskan masalah

Merumuskan masalah merupakan langkah membawa peserta didik pada suatu persoalan yang mengandung teka-teki. Persoalan yang disajikan adalah persoalan yang menantang peserta didik untuk memecahkan teka-teki itu. Teka-teki dalam rumusan masalah tentu ada jawabannya, dan peserta didik didorong untuk mencari jawaban yang tepat.

17

Yenny Meidawati, Pengaruh pendekatan pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMP (Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 1 No. 2 2014), h. 4.

3) Merumuskan hipotesis

Hipotesis adalah jawaban sementara dari suatu permasalahan yang dikaji. Sebagai jawaban sementara, hipotesis perlu diuji kebenarannya. Potensi berfikir itu dimulai dari kemampuan dari setiap individu untuk mengira-ngira atau menebak (berhipotesis) dari suatu masalah.

4) Mengumpulkan data

Mengumpulkan data adalah aktifitas menjaring informasi yang dibutuhkan untuk menguji hipotesis yang diajukan. Dalam pembelajaran inkuiri, mengumpulkan data merupakan proses mental yang sangat penting dalam pengembangan intelektual. Peserta didik diminta mencari informasi yang di butuhkan untuk menguji hipotesis yang diajukan.

5) Menguji hipotesis

Menguji hipotesis adalah menentukan jawaban yang dianggap diterima sesuai dengan data atau informasi yang diperoleh berdasarkan pengumpulan data. Dalam proses ini siswa dapat melihat apakah proses yang telah dilakukan memperoleh data yang relevan.

6) Merumuskan kesimpulan

Merumuskan kesimpulan adalah proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil pengujian hipotesis. Untuk mencapai kesimpulan yang akurat sebaiknya guru mampu menunjukkan pada siswa data mana yang relevan.18

18

Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Beorientasi Standar Proses Pendidikan. (Jakarta: KENCANA, 2006), h.201.

d. Dampak Positif Inkuiri Terbimbing

Menurut Joremno Brunner, bahwa pencarian atau inkuiri memiliki dampak positif yaitu:

1. Dapat membangkitkan potensi intelektual siswa

2. Peserta didik yang semula memperoleh exstrinsic reward dalam keberhasilan belajar (mendapati nilai baik), dalam pendekatan inquiry dapat memperoleh instrinsic reward.

3. Peserta didik dapat mempelajari heuristic (mengelola pesan atau informasi) dari penemuan, artinya bahwa cara untuk mempelajari tekhnik penemuan ialah dengan jalan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengadakan penelitian sendiri.

4. Dapat menyebabkan ingatan bertahan lama sampai terinternalisasi pada diri peserta didik.19

Pendekatan Inkuiri terbimbing dalam proses pembelajaran pada hakikatnya adalah suatu proses yang:

1. Berpusat pada peserta didik (Student Centered), artinya peserta didiklah yang harus memproses pengetahuan dan berperan aktif mencari dan menemukan sendiri pengetahuan.

2. Dapat membentuk konsep diri positif karena peserta didik dilatih untuk bersifat terbuka, sabar dan kreatif dalam proses perolehan pengalaman dan pengetahuan.

19

Yuberti, Teori belajar dan Pembelajaran, (Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Intan Bandar Lampung, 2013), h.65.

3. Dapat meningkatkan derajat pengharapan peserta didik karena melalui pengalaman penelitian yang berhasil, ia yakin dan akan terus berpengharapan bahwa ia dapat memecahkan masalahnya secara mandiri.

4. Dapat mencegah terjadinya verbalisme mengingat pendekatan ini menekankan pada penemuan sendiri.

5. Memungkinkan peserta didik sebagai subyek belajar, yaitu dapat menstimulasikan dan mengakomodasikan informal mental seperti tindak belajar yang sebenarnya.20

Dokumen terkait