• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENDEKATAN LAPANG Metode Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang didukung dengan data kualitatif untuk menunjang dan memperkuat data dan informasi yang diperoleh. Penelitian kuantitatif yang dilakukan adalah penelitian eksperimental. Penelitian eksperimental dapat diartikan sebagai metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan (Sugiyono 2011). Penelitian eksperimental umumnya melibatkan dua kelompok yang terdiri dari kelompok yang diberi perlakuan dan kelompok pembanding (control group). Adanya kelompok pembanding ini berguna untuk meminimalisir ketidakvalidan data yang diperoleh serta sebagai pembanding untuk mengetahui adanya perbedaan efek dari suatu perlakuan yang diberikan. Penelitian ini dirancang dengan metode True Experimental dan dilakukan dengan cara penyebaran kuesioner kepada responden dengan menggunakan rancangan percobaan Pretest-Posttest Control Group Design. Desain ini menggunakan dua kelompok yang dipilih secara acak dari dua populasi yang berbeda, kemudian diberikan pretest untuk mengetahui keadaan awal antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.

Perlakuan kepada responden diberikan untuk melihat perubahan pengetahuan, sikap dan perilaku responden melalui media berupa leaflet, yang dibuat sendiri oleh peneliti. Leaflet merupakan jenis media cetak yang dipilih dalam menyebarkan informasi ataupun sosialisasi mengenai pengurangan penggunaan kantong plastik. Desain leaflet dibuat dengan menggunakan Adobe Photoshop CS6 dan Adobe Indesign CS6 yang ukurannya disesuaikan dengan ukuran leaflet pada umumnya yaitu 8.5 x 11 inchi. Pesan yang dimasukan ke dalam leaflet merupakan penjelasan tentang pengertian dan bahan baku plastik, lamanya penghancuran plastik, jumlah sampah plastik, dampak dan masalah yang ditimbulkan oleh sampah plastik, upaya pengurangan penggunaan kantong plastik dan pemberitahuan uji coba kebijakan kantong plastik berbayar.

Data kualitatif didapatkan melalui observasi (pengamatan langsung), dan teknik wawancara mendalam kepada kader posdaya serta tokoh masyarakat.

Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian dilakukan di dua Posdaya binaan Institut Pertanian Bogor (IPB), yaitu:

1. Wilayah Posdaya Puspa Lestari, RW 07 Babakan Sukamantri, Kelurahan Pasir Kuda, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Jawa Barat. (Kelompok eksperimen)

Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purporsive) dengan berbagai pertimbangan, di antaranya:

1) Posdaya Puspa Lestari merupakan salah satu Posdaya binaan IPB yang sudah banyak mendapatkan prestasi nasional dan menjadi posdaya percontohan.

2) Sebagai Posdaya yang berprestasi, maka masyarakat pada wilayah Posdaya tersebut akan mudah dikoordinasikan untuk berkumpul mengikuti rangkaian penelitian.

3) Posdaya ini juga sangat aktif dalam empat bidangnya (Kesehatan, Pendidikan, Lingkungan Hidup, dan Ekonomi) salah satunya di bidang lingkungan.

4) Perhatian Posdaya Puspa Lestari terhadap bidang lingkungan dapat dilihat dari keseriusannya dalam penanganan bank sampah, pengembangan program Kawasan Tanpa Rokok, menciptakan rumah hijau dan pengembangan lahan pekarangan, serta yang terbaru akan dilaksanakan adalah pembuatan lubang biopori di pekarangan rumah. 5) Ketika melakukan penjajagan, masyarakat di sana belum mengetahui

adanya kebijakan plastik berbayar.

2. Wilayah Posdaya Kenanga, Kelurahan Situgede, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. (Kelompok Kontrol)

Pemilihan lokasi kelompok kontrol dilakukan secara sengaja (purporsive) dengan berbagai pertimbangan, di antaranya:

1) Karakteristik demografis wilayah Posdaya Kenangan tidak jauh berbeda dengan Posdaya Puspa Lestari.

2) Posdaya Kenangan juga merupakan Posdaya yang banyak mendapatkan prestasi nasional dan menjadi posdaya percontohan. 3) Posdaya ini juga sangat aktif dalam empat bidangnya (Kesehatan,

Pendidikan, Lingkungan Hidup, dan Ekonomi) salah satunya di bidang lingkungan melalui Kebun Bergizi dan Daur Ulang Sampah.

4) Ketika melakukan penjajagan, masyarakat di sana belum mengetahui adanya kebijakan plastik berbayar.

Berdasarkan pemaparan tersebut, pemilihan lokasi penelitian ini dianggap sesuai dengan topik yang diangkat yaitu tentang pengurangan penggunaan kantong plastik. Posdaya Kenanga sebagai wilayah kelompok kontrol dipilih karena memiliki karakteristik yang hampir sama seperti Posdaya Puspa Lestari.

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret hingga Agustus 2016. Kegiatan dalam penelitian ini meliputi penyusunan skripsi, kolokium, pengambilan data lapang, pengolahan dan analisis data, penulisan draft skripsi, uji petik, sidang skripsi, dan perbaikan skripsi (Lampiran 2).

Jenis dan Teknik Pengumpulan Data

Data penelitian yang digunakan menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil pengisian kuesioner pretest postest,

hasil pengamatan langsung di lapangan, serta wawancara. Data mengenai karakteristik responden dikumpulkan berdasarkan faktor-faktor yang diteliti yaitu usia, jumlah tanggungan keluarga, dan tingkat pendidikan. Data mengenai efektivitas diperoleh dari hasil pengisian kuesioner pre test dan post test,

sedangkan data mengenai desain leaflet diperoleh dari hasil pengisian post test. Pengisian jawaban oleh responden harus didampingi oleh peneliti agar tidak terjadi kesalahan dalam menginterpretasikan pertanyaan.

Kuesioner dibuat oleh peneliti mengacu pada leaflet yang telah dibuat sebelumnya. Terdapat dua kuesioner, yaitu kuesioner pre-test dan post-test. Kuesioner pre-test terdiri dari empat bagian yaitu tipe pertama mengenai karakteristik responden, kedua mengenai pengetahuan dengan soal pilihan ganda, bagian ketiga mengenai sikap dengan tipe soal “setuju-tidak setuju”, dan bagian

keempat tentang perilaku dengan tipe soal “Ya-Tidak”. Kuesioner post-test juga terdiri dari empat bagian dengan tiga bagian yang sama, yaitu mengenai pengetahuan, sikap, dan perilaku, dan ditambah dengan bagian keempat yaitu mengenai aspek-aspek desain di dalam leaflet. Sebelumnya telah dilakukan uji coba kuesioner terhadap 10 orang responden untuk mengukur reliabilitas instrumen penelitian (Lampiran 9). Setelah diuji dengan menggunakan SPSS, ditemukan bahwa instrumen yang diuji ternyata reliabel, karena nilai α 0.859 > dari 0.60.

Hasil dari pengamatan dan wawancara di lapangan dituangkan dalam catatan harian dengan bentuk uraian rinci dan kutipan langsung. Data sekunder adalah data yang dikumpulkan dan/atau sudah diolah oleh pihak lain, yaitu BPS, profil Posdaya, data yang berasal dari kelurahan, dan data dari instansi yang terkait dengan topik penelitian.

Terdapat beberapa tahap dalam memperoleh data primer. Pada kelompok eksperimen, tahap pertama yang dilakukan yaitu melakukan pre-test kepada responden. Responden diberikan kuesioner berupa pertanyaan tentang karakteristik diri, dan menjawab pertanyaan mengenai penggunaan plastik untuk menilai sejauh mana pengetahuan, sikap, dan perilaku awal yang dimiliki responden tentang penggunaan plastik.

Tahap kedua yaitu responden diberikan leaflet tentang Gerakan Bebas Plastik dan diminta untuk mempelajari informasi yang ada di dalamnya. Setelah responden mempelajari informasi tersebut, responden diminta untuk mengisi kuesioner kedua yang berisi soal-soal mengenai penggunaan plastik. Jenis soal pada kuesioner kedua ini sama dengan kuesioner sebelumnya. Tahap ini merupakan tahap post-test yang dimaksudkan untuk melihat apakah terjadi perubahan pengetahuan, sikap, dan perilaku mengenai penggunaan plastik setelah mereka mempelajari leaflet yang diberikan. Responden juga diberikan daftar pertanyaan baru berupa penilaian terhadap aspek-aspek desain di dalam leaflet.

Pada kelompok kontrol juga terdapat beberapa tahapan. Tahapan pertama yaitu melakukan pre-test seperti yang dilakukan pada kelompok eksperimen. Soal dan tipe soal yang diberikan sama seperti yang diberikan kepada kelompok eksperimen. Tahap ini juga berguna untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan, sikap, dan perilaku awal yang dimiliki responden pada kelompok kontrol.

Tahap kedua yaitu responden langsung diberikan kuesioner kedua tanpa diberikan leaflet terlebih dahulu. Tahap ini merupakan tahap post-test, yang dimaksudkan untuk melihat perbandingan antara kelompok eksperimen yang diberikan leaflet dan kelompok ini yang tidak mendapatkan leaflet. Pada kelompok kontrol tidak diberikan pertanyaan beruapa penilaian terhadap desain

leaflet.

Teknik Pemilihan Responden

Sumber data pada penelitian ini diperoleh dari responden dan informan. Unit analisis dalam penelitian ini adalah rumah tangga. Populasi sasaran pada penelitian ini adalah ibu rumah tangga yang tergabung dalam kelompok Posyandu wilayah Posdaya Puspa Lestari (kelompok eksperimen) dan ibu rumah tanga yang tergabung dalam kelompok Posyandu wilayah Posdaya Kenanga (kelompok kontrol). Kelompok Posyandu dipilih karena diasumsikan ibu-ibu dalam

kelompok ini masih aktif berbelanja dan mempunyai anak sehingga dalam kegiatan berumahtangganya masih menggunakan plastik dalam frekuensi yang tinggi. Jumlah sampel yang digunakan adalah 30 untuk masing-masing kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol.

Populasi pada kelompok eksperimen adalah Kelompok Posyandu pada wilayah Posdaya Puspa Lestari dengan jumlah anggota sebanyak 100 orang. Penentuan pemilihan sampel dari kerangka sampling Kelompok Posyandu menggunakan teknik acak sederhana (simple random sampling). Teknik ini dipilih karena populasi yang menjadi sasaran bersifat homogen, serta keadaan populasi tidak terlalu tersebar secara geografis (Singarimbun dan Effendi 2006). Sedangkan populasi untuk kelompok kontrol adalah Kelompok Posyandu pada wilayah Posdaya Kenanga dengan jumlah anggota sebanyak 30 orang. Semua populasi pada kelompok kontrol dijadikan responden karena jumlahnya yang sesuai dengan jumlah kelompok eksperimen. Sementara untuk pemilihan informan dilakukan dengan menggunakan teknik Purposive Sample, yaitu peneliti sudah menentukan informan yang akan diwawancarai, seperti Kader Posdaya dan tokoh masyarakat setempat.

Responden adalah orang yang diwawancarai sesuai dengan kuesioner yang telah disusun (pretest dan posttest). Data kelompok posyandu didapatkan dari pengurus Posdaya. Informan adalah orang yang menceritakan tentang kondisi atau lingkungannya. Informan juga berguna untuk mendukung hasil wawancara yang diberikan kepada responden, serta untuk memverifikasi hasil wawancara. Informan dalam penelitian ini adalah kader posdaya dan tokoh masyarakat.

Teknik Pembuatan Media Leaflet

Saefudin dan Setiawan (2006) menjelaskan bahwa terdapat beberapa unsur yang harus diperhatikan pada pembuatan media leaflet pada umumnya. Berikut adalah teknik pembuatan media leaflet Gerakan Bebas Plastik yang dijadikan media sosialisasi:

1. Pendahuluan

Latar belakang dari pembuatan media leaflet ini adalah adanya permasalahan sampah yang terjadi di Indonesia, khususnya timbulan tampah plastik.

2. Menentukan tujuan

Setelah selesai membaca leaflet, diharapkan masyarakat mampu meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilakunya mengenai pengurangan sampah plastik di rumah tangga.

3. Menentukan Sasaran

Sasaran yang dituju adalah masyarakat luas, dari semua kalangan usia, jenis kelamin, maupun lapisan masyarakat.

4. Menentukan pesan dan informasi

Pesan dan informasi yang disampaikan adalah fakta-fakta tentang plastik dan sampah plastik, dampak sampah plastik, cara menanggulanginya, dan informasi tentang kebijakan plastik berbayar. Sumber informasi didapatkan dari website Kampanye Diet Kantong Plastik dan KLKH. 5. Menentukan unsur pelengkap, penunjang dan tampilan fisik

Terakhir adalah membuat desain yang menarik, dengan memperhatikan unsur warna, bentuk, gambar/ilustrasi, huruf, dan bahasa.

Teknik Pengolahan dan Analisis Data

Setelah seluruh data terkumpul, dilakukan pengolahan data secara kuantitatif. Tabel frekuensi digunakan untuk mendapatkan deskripsi mengenai karakteristik responden dan desain leaflet, kemudian dilakukan pengkodean yang akan berlanjut pada tahap perhitungan persentase jawaban dengan menggunakan sistem tabulasi silang. Data tersebut akan diolah menggunakan software Microsoft Excel 2016 dan SPSS (Statistical Program for Social Sciences) for Windows versi 21.0. Hubungan antara karakteristik individu dengan efektivitas leaflet diolah menggunakan uji korelasi Rank Spearman untuk data ordinal. Hubungan antara desain leaflet dengan efektivitas leaflet juga akan diolah menggunakan uji korelasi

Rank Spearman.

Sementara itu untuk mengetahui efektivitas leaflet, dilakukan tiga kali analisis. Pertama adalah menguji perbedaan kemampuan (pengetahuan, sikap, dan perilaku) awal antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol, menggunakan t-test. Hasil yang diharapkan tidak terdapat perbedaan signifikan antara kemampuan awal kelompok kontrol dengan kelompok eksperimen, hal ini untuk mengetahui apakah kemampuan awal kedua kelompok memiliki kondisi yang sama atau tidak. Analisis yang kedua adalah untuk membuktikan apakah terdapat perbedaan yang nyata antara hasil pre-test dan post-test pada masing- masing kelompok menggunakan t-test. Hasil yang diharapkan adala terdapat perbedaan yang nyata pada kelompok eksperimen dan tidak terdapat perbedaan yang nyata pada kelompok kontrol, hal ini untuk membuktikan bahwa kelompok yang diberikan leaflet dapat meningkatkan kemampuannya. Analisis yang terakhir adalah untuk menguji hipotesis, yaitu menggunakan teknik t-test untuk dua sampel related. Data yang diuji adalah perbedaan antara perubahan kemampuan kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol.

Data kualitatif dianalisis melalui reduksi data dan penyajian data. Proses reduksi data dinilai dari proses pemilihan, penyederhanaan, abstraksi, hingga transformasi data hasil wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumen. Tujuan dari reduksi data ini adalah untuk mempertajam, menggolongkan, mengarahkan, dan membuang data yang tidak diperlukan. Selanjutnya adalah penyajian data, yang berupa menyusun segala informasi dan data yang diperoleh menjadi serangkaian kata-kata yang mudah dibaca ke dalam sebuah laporan. Seluruh hasil penelitian pada akhirnya akan ditulis dalam laporan skripsi.

Definisi Operasional

Penelitian ini menggunakan beberapa istilah operasional dan menggunakan beberapa variabel yang terbagi menjadi beberapa indikator. Masing-masing variabel dan indikator terlebih dahulu diberi batasan sehingga dapat ditentukan skala pengukurannya. Istilah operasional dan variabel-variabel yang dimaksud dijelaskan sebagai berikut:

1. Karakteristik responden adalah segala aspek yang berada dalam diri responden atau ciri-ciri pribadi yang dimiliki responden yang berhubungan dengan aspek kehidupan, meliputi:

a. Umur merupakan lama waktu hidup biologis responden pada saat penelitian dilaksanakan. Umur akan diukur dengan menggunakan data ordinal dan dihitung dalam satuan tahun.

1) 20-25 tahun = muda 2) 26-30 tahun = sedang 3) > 30 tahun = tua

b. Tingkat pendidikan merupakan jenjang pendidikan terakhir yang pernah dijalani dan telah diselesaikan oleh responden. Tingkat pendidikan responden akan diukur menggunakan data ordinal, dan dibedakan menjadi tiga kategori, yaitu:

1) Pendidikan rendah (SD/MI/Sederajat) 2) Pendidikan sedang (SMP/MTs/Sederajat)

3) Pendidikan tinggi (SMA/SMK/MA/Sederajat)

c. Jumlah tanggungan keluarga merupakan banyaknya anggota keluarga yang masih menjadi tanggungan dalam memenuhi kebutuhan hidup suatu keluarga yang berada dalam satu rumah. Variabel ini akan menyesuaikan dengan kondisi di lapang lalu akan diolah menggunakan skala ordinal. 2. Desain Leaflet merupakan karakteristik visual leaflet yang digunakan sebagai

bentuk upaya menarik perhatian audiens dengan memadukan beberapa komponen meliputi bentuk, warna, gambar/ilustrasi, huruf dan bahasa. Desain

leaflet diukur melalui 11 pertanyaan yang diajukan mengenai komponen desain, yaitu warna, gambar/ilustrasi, huruf, dan bahasa. Variabel ini diukur dengan memberikan 12 pertanyaan dengan pilihan jawaban pertama (a) diberi 1, jawaban kedua (b) diberi skor 2, jawaban ketiga (c) diberi skor 3, dan jawaban keempat (d) diberi skor 4. Desain leaflet diukur menggunakan skala ordinal dengan menggunakan skor:

1) Kurang (skor 11-22) 2) Cukup baik (skor 23-33) 3) Baik (skor 34-44)

3. Efektivitas media leaflet dikatakan efektif jika terdapat peningkatan pengetahuan, perubahan penilaian sikap, serta perubahan perilaku setelah mendapat perlakuan dari membaca leaflet.

a. Peningkatan pengetahuan, meliputi tingkat pemahaman responden terhadap informasi yang disampaikan melalui media leaflet. Peningkatan pengetahuan dilihat dari perbandingan hasil pretest dan posttest. Variabel ini diukur dengan memberikan 12 pertanyaan dengan pilihan jawaban pertama (a) diberi 3, jawaban kedua (b) diberi skor 2, dan jawaban ketiga (c) diberi skor 1. Hasil akumulasi skor dikelompokkan ke dalam skala ordinal:

1) Rendah (skor 12-20) 2) Sedang (skor 21-28) 3) Tinggi (skor 29-36)

b. Perubahan sikap, berhubungan dengan perasaan responden terhadap informasi yang disampaikan media leaflet serta muncul keinginan untuk melakukan apa yang disampaikan pada pesan tersebut. Perubahan sikap diukur dengan melihat perbandingan hasil pretest dan posttest. Variabel ini diukur dengan memberikan 13 pertanyaan dengan pilihan jawaban “sangat tidak setuju” diberi skor 1, “tidak setuju” diberi skor 2, “setuju” diberi skor 3, dan “sangat setuju” diberi skor 4. Hasil akumulasi skor dikelompokkan ke dalam skala ordinal:

2) Sedang (skor 27-39) 3) Tinggi (skor 40-52)

c. Perubahan perilaku, berhubungan dengan kecenderungan responden untuk bertindak atau melakukan sesuatu yang diharapkan dari pesan yang disampaikan. Perubahan perilaku diukur dengan melihat perbandingan hasil pretest dan posttest. Variabel ini diukur dengan memberikan 12 pertanyaan dengan pilihan jawaban “ya” diberi skor 2, dam “tidak” diberi skor 1. Hasil akumulasi skor dikelompokkan ke dalam skala ordinal: 1) Rendah (skor 12-16)

2) Sedang (skor 17-20) 3) Tinggi (skor 21-24)

GAMBARAN UMUM

Dokumen terkait