• Tidak ada hasil yang ditemukan

G. Tinjauan Pustaka

6. Pendekatan Psikologi Hukum

kualitas -kualitas internal mereka, tetapi juga dari lingkungan dimana mereka bekerja. Kurt Lewin, seorang pakar psikologi sosial, mengemukakan persamaan sebagai berikut:88

B = f ( p , e)

Persamaan tersebut berarti bahwa perilaku individu (Behavior) itu merupakan suatu fungsi (function) dari orang (person) dan lingkungan (environtment). Dengan kata lain, kualitas lingkungan eksternal serta tekanan-tekanan situasi dianggap dapat mempengaruhi perilaku seorang individu.

Lebih jauh lagi, pendekatan psikologi hukum ini berkonsentrasi pada perilaku para partisipan dalam sistem hukum. Semua warga masyarakat dipandang sebagai partisipan aktif dalam sistem hukum tersebut, meskipun ada di antaranya yang tidak memegang posisi yang memiliki otoritas penuh dalam pekerjaan-pekerjaan yang secara langsung terkait dengan pemberian keadilan.

H. METODOLOGI PENELITIAN H.1. Rancangan Penelitian

Tipe kajian ini merupakan kombinasi antara tipe penelitian kualitatif dan penelitian kepustakaan, yang apabila ditinjau dari tujuannya merupakan penelitian yang bertujuan untuk menemukan fakta (fact

88 Persamaan Lewin sebagaimana dikutip oleh Achmad Ali dalam Achmad Ali, Ibid., halaman 14

finding).89 Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan fakta mengenai eksistensi dan penerapan Pedoman Perilaku Hakim yang dikaitkan dengan proses atau mekanisme pengawasan terhadap hakim. Penelitian kepustakaan dilakukan dengan melakukan studi dokumen.

Ditinjau dari sudut bentuk penelitiannya, penelitian yang dilakukan adalah penelitian diagnostik. Penelitian diagnostik ini merupakan suatu bentuk penelitian yang dimaksudkan untuk mendapatkan keterangan mengenai sebab-sebab terjadinya suatu gejala atau beberapa gejala.90 Gejala yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah gejala yang menyebabkan sehingga diperlukan suatu Pedoman Perilaku Hakim, lembaga pengawasan maupun upaya -upaya lainnya untuk menegakkan kehormatan, wibawa dan keluhuran martabat serta menjaga perilaku hakim.

Selain itu, kajian ini juga menggunakan kombinasi antara metode penelitian Sosiologi Hukum (socio-legal research)91 dan yuridis normatif.

Mengenai metode penelitian Sosiologi Hukum dapat dijelaskan bahwa Sosiologi Hukum merupakan suatu kajian pemahaman melalui penafsiran (interpretative understanding), yaitu dengan cara menjelaskan sebab,

89 Soerjono Soekanto, Pengantar Penelitian Hukum, Cetakan III, UI-Press, Jakarta, 1984, halaman 10

90 Ibid.

91 Peter Mahmud Marzuki, Penelitian Hukum, Cet. I, Prenada Media, Jakarta, 2005, hlm. 87. Lihat pula J.J.H. Brugink, terjemahan Arief Sidharta, Refleksi Tentang Hukum Pengertian-Pengertian Dasar Dalam Teori Hukum, Cet. I, Citra Aditya Bakti, Bandung, 1996, hlm. 163-164. Lihat pula Terry Hutchinson, Researching and Writing in Law, First Edition, Lawbook Co., Published in Sydney, 2002, hlm. 86 -87

perkembangan serta efek dari tingkah laku sosial.92 Perlu ditekankan bahwa dalam penelitian Sosiologi Hukum, hukum ditempatkan sebagai gejala sosial yang akan mengubah perilaku sosial, yakni hukum dipandang dari segi luarnya saja. Oleh karena itu, dalam penelitian Sosiologi Hukum, kaidah-kaidah hukum selalu dikaitkan dengan masalah sosial termasuk dalam mengamati eksistensi dan peran Pedoman Perilaku Hakim (Code of Conduct) sebagai suatu gejala sosial yang dapat mengubah suatu gejala sosial yang lain.93 Dengan demikian, dalam penelitian Sosiologi Hukum, perilaku hakim ditempatkan sebagai faktor yang bersifat dependen (terikat) dan Pedoman Perilaku Hakim (Code of Conduct) dipandang sebagai faktor yang bersifat independen (bebas).94 Dengan kata lain, Sosio logi Hukum merupakan teori tentang hubungan antara kaidah-kaidah hukum dan kenyataan masyarakat.95 Mengenai pentingnya penggunaan metode penelitian Sosiologi Hukum dalam suatu penelitian hukum (legal research), Terry Hutchinson menyatakan pendapatnya sebagai berikut, 96

“law does not operate in a vacuum. Its operate within, and operate on, society. There is scope for the use of completed social science studies relating to law to illuminate the effect of law on society.

92 Zainuddin Ali, Sosiologi Hukum, Cet. I, Sinar Grafika, Jakarta, 2006, hlm. 8 -9

93 Peter Mahmud Marzuki, Loc.cit., hlm. 87

94 Ibid., hlm. 87

95 J.J.H. Brugink, Loc. Cit. , hlm. 163

96 Terry Hutchinson, Loc. Cit., hlm. 86

There is room for new studies tailored to specific legal issue. There is scope for futher research about legal institution...”

(Hukum tidak bekerja dalam ruang hampa, hukum bekerja di dalam dan untuk masyarakat. Kajian-kajian ilmu sosial yang berkaitan dengan hukum dapat digunakan untuk menjelaskan bagaimana pengaruh hukum terhadap masyarakat. Tersedia ruang bagi kajian-kajian baru yang dirancang untuk meneliti issu hukum tertentu.

Adapula kesempatan untuk meneliti lebih jauh tentang institusi hukum).

Sehingga, kajian Sosiologi Hukum dalam penelitian ini memfokuskan perhatiannya pada hubungan saling mempengaruhi antara Pedoman Perilaku Hakim (Code of Conduct) dengan perilaku hakim serta pengadilan yang berwibawa. Lebih jauh lagi, metode penelitian Sosiologi Hukum dalam kajian ini digunakan untuk menemukan titik temu antara Pedoman Perilaku Hakim (Code of Conduct) sebagai instrumen pengawasan bagi hakim dengan upaya membangun pengadilan yang berwibawa.

Sedangkan mengenai metode penelitian yuridis normatif dapat dijelaskan bahwa metode penelitian yuridis normatif adalah metode penelitian yang mengacu pada norma-norma hukum yang terdapat dalam peraturan perundang-undangan, konvensi internasional, perjanjian internasional dan putusan-putusan pengadilan.97 Mengenai penelitian yuridis normatif sebagai penelitian hukum, Peter Mahmud Marzuki menjelaskan bahwa penelitian hukum normatif memiliki karakter yaitu

97 C.F.G. Sunaryati Hartono, Penelitian Hukum di Indonesia pada Akhir Abad ke-20, Bandung, Alumni, 1994, hlm. 143

untuk menemukan aturan hukum, prinsip-prinsip hukum, maupun doktrin-doktrin hukum guna menjawab isu hukum yang dihadapi, karena hal ini sesuai dengan karakter preskriptif ilmu hukum. Dengan demikian penelitian hukum dilakukan untuk menghasilkan argumentasi, teori atau konsep baru sebagai preskripsi dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi.98 Sehubungan dengan metode penelitian yuridis normatif ini, kajian ini dilakukan dengan mengkaji berbagai ketentuan perundang-undangan yang relevan dan berkaitan dengan perilaku hakim dan upaya membangun pengadilan yang berwibawa tersebut. Disamping itu, juga dilakukan pengamatan terhadap beberapa model Code of Conduct dari beberapa negara. Melalui pendekatan-pendekatan tersebut diharapkan dapat ditemukan model Pedoman Perilaku Hakim (Code of Conduct) yang efektif dan dibutuhkan Indonesia sebagai hukum positif (undang-undang) yang nantinya akan berlaku di Indonesia. Hal ini dipahami sebagai bentuk nyata dari upaya pembaharuan hukum.

Mengenai hal ini telah sejalan dengan pemikiran Terry Hutchinson bahwa pada intinya pembaharuan hukum (law reform) di bidang pembentukan rancangan undang-undang yang akan berlaku sebagai hukum positif adalah mencakup unsur-unsur keterbukaan, keterlibatan dan akuntabilitas publik terutama dalam merumuskan materi muatan rancangan undang sehingga maksud pembentukan

98 Peter Mahmud Marzuki, Op. Cit., hlm. 35

undang itu dapat mengakomodasikan kepentingan publik dan perilaku publik.

Dengan demikian, dapat ditegaskan bahwa penelitian yang akan menemukan bentuk Pedoman Perilaku Hakim (Code of Conduct) yang dibutuhkan bangsa Indonesia ini merupakan jenis penelitian law reform, yang lazim dilakukan dengan mengkombinasikan antara pendekatan Sosiologi Hukum (socio-legal research) dan penelitian hukum normatif.99

Dokumen terkait