Kegiatan Perencanaan Perangkat Data Center, dimana di dalamnya akan direncanakan:
1. Kebutuhan Server berserta rack sistemnya dengan target sebesar 100 TB dan kebutuhan virtualisasi
2. Desain jaringan raised floor
3. Desain jaringan listrik dan kebutuhan precision air conditioning 4. Kebutuhan perangkat pemadam kebakaran
5. Perangkat Jaringan LAN dan FO termasuk desain kabel tray
Agar proses pelaksanaan Kegiatan Penyusunan Perencanaan Perangkat Data Center Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Provinsi Kalimantan Tengah dapat berlangsung lancar dan diperoleh hasil yang optimal, maka implementasinya perlu dilandasi oleh pendekatan dan strategi pelaksanaan yang tepat. Berangkat dari hal tersebut, maka pendekatan Kegiatan Penyusunan Perencanaan Perangkat Data Center Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Provinsi Kalimantan Tengah , akan dilakukan dengan menggunakan pendekatan yang sistematis untuk menghasilkan produk perencanaan sesuai dengan yang diharapkan. Beberapa pendekatan yang akan diaplikasikan dalam kegiatan ini adalah sebagai berikut:
1. Pendekatan dengan Standarisasi TIA-942, yakni pendekatan perencanaan data center yang dikeluarkan oleh Telecommunications Industry Association (TIA) bekerjasama dengan Asosiasi Industri Elektronika (EIA ), suatu organisasi terpisah yang diakui oleh ANSI (Am erican National Standard Institute).
Analisis dan perancangan yang dilakukan dalam Kegiatan ini mengambil beberapa aspek sebagai persyaratan minimum yang harus dipenuhi dari standar TIA-942. Komponen tersebut adalah penentuan lokasi, design raised floor, design sistem pendingin, design sistem kelistrikkan , dan design sistem pengamanan, dengan harapan Kegiatan ini menghasilkan desain Ruang Data Center Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Provinsi Kalimantan Tengah yang sesuai dengan standar.
80
Gambar 3. 59. Topologi Data Center Sesuai Standar Tia 942
Gambar 1 menunjukan tipologi standar data center yang dikeluarkan oleh TIA 942. Dalam topologi tersebut setidaknya data center memiliki 4 komponen utama yang perlu diperhatikan, yaitu jalur akses (pintu utama), ruang telekomunikasi, ruangan utama dan beberapa ruangan distribusi atau ruangan operasional.
Sebuah desain data center setidaknya memiliki 4 (empat) karakteristik untuk dapat menjadikanya lebih murah, mudah untuk digunakan, dipelihara, dan diperluas. Karakteristik yang dimaksud adalah desain harus sederhana , desain harus memiliki ukuran yang relative, desain harus modular dan desain harus fleksibel dan mampu menunjang kebutuhan penggunaan jangka panjang.
81
Gambar 3. 60. Diagram Alir Proses Desain Data Center Sesuai Standar Tia 942
Gambar 3.60 menunjukan terdapat lima proses utama yang diperlukan untuk membangun data center . Sesuai dengan standar TIA-942 tahapan tersebut adalah pemilihan lokasi, evaluasi infrastuktur bangunan, desain ruangan, pengaturan peralatan dan pelabelan.
Tahapan Kegiatan ini dilakukan dengan terlebih dahulu dengan melakukan pengumpulan data melalui observasi lokasi dan wawancara yang dilakukan kepada Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Provinsi Kalimantan Tengah agar mendapat hasil observasi yang relevan dan didukung dengan studi literature sebagai pedoman perencanaan perangkat jaringan data center. Data hasil studi literatur kemudian akan dianalisa untuk didapatkan kriteria dan persyaratan yang tepat untuk diimplementasikan pada desain ruang data center Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Provinsi Kalimantan Tengah. Tahap akhir adalah membuat desain sesuai dengan data yang telah dianalisa. Diadopsi dari diagram alir aktivitas pembangunan data center pada gambar 3, terdapat lima kegiatan utama dalam perancangan pembangunan data center yang akan diterapkan pada Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Provinsi Kalimantan Tengah , yaitu pemilihan lokasi, perancangan layout ruangan, Kegiatan sipil, instalasi sistem pendukung dan distribusi hardware dan software
82 2. Pendekatan metode PPDIOO Network Lifecycle merupakan metode analisis hingga pengembangan instalasi jaringan atau infastruktur data center yang di kembangkan oleh Cisco pada Designing for Cisco Internetwork Solutions (DESGN) yang mendefinisikan secara terus menerus siklus hidup layanan.
langkah yang terdapat dalam metode PPDIOO adalah prepare, plan, design, implement, operate, dan optimize. Namun pada Kegiatan ini hanya pendekatan tahap prepare dan planserta design saja yang akan dilakukan.
Gambar 3. 61. Ppdioo Network Lifecycle 1. Prepare
Tahapan prepare berfungsi untuk menetapkan kebutuhan organisasi/institusi, strategi pengembangan jaringan, mengusulkan sebuah konsep arsitektur tingkat tinggi dengan mengidentifikasi pemanfaatan teknologi yang dapat memberikan dukungan rancangan hingga implementasi arsitektur terbaik.
2. Plan
Mengidentifikasi kebutuhan awal jaringan berdasarkan tujuan, fasilitas, kebutuhan pengguna, dan sebagainya. Tahap “Plan” ini meliputi karakteristik area dan menilai jaringan yang ada, dan melakukan “GAP Analysis” untuk menentukan apakah infrastruktur system yang ada, area, dan lingkungan operasional dapat mendukung 82ystem yang diusulkan.
83
3. Design
Membahas tentang detail logis perancangan infrastruktur yang sesuai dengan mekanisme 83ystem, merancang mekanisme 83ystem yang akan berjalan sesuai kebutuhan dan hasil analisis. Kebutuhan awal tahap perencanaan serta menggabungkan spesifikasi untuk mendukung ketersediaan, keandalan, keamanan, skalabilitas, dan kinerja. Spesifikasi desain merupakan dasar untuk kegiatan pelaksanaan (implementasi). Sebuah desain harus selaras dengan tujuan bisnis dan persyaratan teknis yang dapat meningkatkan kinerja jaringan sesuai dengan kebutuhan Data Center Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Provinsi Kalimantan Tengah
4. Implement
Tahapan implement adalah tahapan penerapan dari tahapan sebelunnya yang telah direncanakan sesuai dengan analisis dan design yang sudah dilakukan pada langkah sebelumnya. Tahap pertama dalam langkah ini ialah pengetesan untuk memastikan bahwa 83ystem telah siap untuk terapkan, sekaligus jugan memberikan penilaian gagal atau berhasilnya 83ystem untuk digunakan setelah berhasil melalui tahapan pengetesan sebelumnya. Kemudian untuk Implementasi 83ystem atau jaringan yang baru ditambahakan atau baru dibuat jangan mengganggu 83ystem atau jaringan yang telah ada sebelumnya atau telah berjalan dengan baik, apalagi sampai menambahakan titik kerentanan dari 83ystem atau jaringan yang telah ada.
5. Operate
Tahapan operate merupakan tahapan dilakasanakannya uji coba dari 83ystem yang akan dilakasanakan secara realtime. Apakah yang telah sesuai dengan ranccangan yang dibuat sebelumnya. Sepanjang tahapan pengoperasian, harus terus dilakukan monitoring 83ystem secara proaktif untuk melihat hal-hal penting dari kesehatan jaringan dan 83ystem untuk peningkatan kualitas pelayanan, mengurangi gangguan, mengurangi pemadaman, menjaga kehandalan, dan ketersediaan dengan menyediakan standar oprasional kerja yang efektif dan efisien serta alat operasional untuk yang berhubungan
84
dengan pengatasan masalah, yang nantinya bertujuan untuk mengurangi downtime dari 84ystem yang merupakan hal yang mahal dalam proses bisnis.
6. Optimize
Tahapan 84ystem84e memerlukan tanggapan proaktif dari management jaringan dan 84ystem yang memiliki tujuan untuk menyelesaikan dan mengidentifikasi masalah baru serta meminimalisasi kemungkinan terjadinya masalah dikemudian hari yang akan mengakibatkan kerusakan dari 84ystem yang berpengaru pada kinerja atau oprasional dari organisasi dalam tahapan ini diperlukan pula reaksi atas koreksi dan masalah diperlukan apabila lama dalam penanganan permasalahan dalam tahapan ini maka tidak akan dapat memprediksi serta mengurangi kegagalan dari 84ystem dan jaringan pada tahapan PPDIOO, dalam tahapan ini pula dapat terjadi perubahan dari 84ystem dan jaringan menjadi 84ystem dan jaringan baru apabila dirasa memang merupakan hal yang penting dilakukan untuk menunjang kegiatan operasional dari organisasi.
BABIV
ANALISIS DAN DESAIN