• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kata “Islam” dalam “pendidikan Islam” menunjukkan warna pendidikan

tertentu, yakni pendidikan yang berdasarkan Islam.34 Salah satu pandangan modern dari seorang ilmuan muslim, pakar pendidikan Islam yakni Muhammad S.A. Ibrahim yang dikutib oleh Muzayyin Arifin, mengungkapkan pengertian pendidikan Islam dalam bahasa Inggris sebagai berikut:

“Islamic education in true sence of the term, is a system of education which

enables a man to lead his life according to the Islamic ideologi, so that te may casily mould his life in accordance with tenest of Islam. And thus peace and prosperity may prevail in his own life as well as in the whole world. These Islamic scheme of

33

Tim Pengembang MKDP Kurikulum dan Pembelajaran, Kurikulum dan Pembelajaran, h. 140-141.

34

Ahmad Tafsir, Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam (Cet. VIII; Bandung: Remaja Rosdakarya, 2008), h. 24.

education is, of necessity an all embrancing system, for islami encamphesses the

entire gamut of moslem’s life. It can justly be said that all branches of learning which

are not Islamic are included in the Islamic education has been changing at different times. In view of the demands of the age and the development of science and

technology, its scope has also widened.”35

Al-Qardhawi memberikan pengertian yang lebih rinci bahwa. Pendidikan Islam adalah pendidikan manusia seutuhnya, akal dan hatinya, rohani dan jasmaninya, akhlak dan keterampilannya. Karena itu, Pendidikan Agama Islam menyiapkan manusia untuk hidup baik dalam keadaan damai maupun perang, dan menyiapkannya untuk menghadapi masyarakat dengan segala kebaikan dan kejahatannya, manis dan pahitnya.36

Tentang pengertian pendidikan Islam para ahli lain mendefinisikannya sebagai berikut:

a. Menurut Ahmad D. Marimba

Pendidikan Agama Islam adalah bimbingan jasmani, rohani berdasarkan hukum-hukum agama Islam menuju kepada terbentuknya kepribadian utama menurut ukuran-ukuran Islam. Dengan pengertian yang lain sering kali beliau mengatakan kepribadian yang memiliki nalai-nilai agama Islam, memilih dan memutuskan serta berbuat berdasarkan nilai Islam, dan bertanggung jawab sesuai dengan nilai-nilai Islam.37

35

Muzayyin Arifin, Kapita Selekta Pendidikan Islam (Cet. I; Jakarta: Bumi Aksar, 2003), h. 5.

36

Al -Qardhawi, Pendidikan Islam dan Madrasah Hasan Al-Banna, terj. Bustami A. Gani dan Zainal Abidin Ahmad (Cet. I; Jakarta : Bulan Bintang, 1980), h.157.

37

Ahmad D. Marimba, Pengantar Filsafat Pendidikan Islam (Cet. I; Bandung: Al-Ma’arif, 1962), h. 23

b. Menurut Abdul Rahman Nahlawi

Pendidikan Islam ialah pengaturan pribadi dan masyarakat yang karenanya dapatlah memeluk Islam secara logis dan sesuai secara keseluruhan baik dalam kehidupan individu maupun kehidupan kolektif.38

c. Menurut Burlian Shomad

Pendidikan Agama Islam ialah pendidikan yang bertujuan membentuk individu menjadi makhluk yang bercorak diri berderajat tinggi menurut ukuran Allah dan isi pendidikannya untuk mewujudkan tujuan itu adalah ajaran Allah. Secara rinci Beliau mengemukakan pendidikan itu baru dapat disebut Pendidikan Agama Islam apabila memiliki dua ciri khas yaitu :

1. Tujuannya untuk membentuk individu menjadi bercocok diri tertinggi menurut ukuran Al-Qur`an.

2. Isi pendidikannya ajaran Allah yang tercantum dengan lengkap dalam Al-Qur`an dan pelaksanaannya di dalam praktek kehidupan sehari-hari sebagaimana di contohkan oleh Nabi Muhammad Saw.

d. Menurut Mustofa Al-Ghulayani

Pendidikan Agama Islam ialah menanamkan akhlak yang mulia di dalam jiwa anak dalam masa pertumbuhannya dan menyiraminya dengan petunjuk dan nasihat, sehingga ahklak itu menjadi salah satu kemampuan (meresap dalam) jiwanya kemudian buahnya berwujud keutamaan, kebaikan dan cinta bekerja untuk kemanfaatan tanah air.

38

Abdurrahman An Nahlawi, Prinsip-Prinsip Dan Metode Pendidikan Islam Dalam

Keluarga, di sekolah, dan di Masyarakat, Terjemahan Drs. Herry Noer Ali, ( Bandung: Cv. Diponegoro, 1989)

e. Menurut Syah Muhammad A. Naquib Al-Atas

Pendidikan Agama Islam ialah usaha yang dilakukan pendidik terhadap anak didik untuk pengenalan dan pengakuan tempat-tempat yang benar dari segala sesuatu didalam tatanan penciptaan sehingga membimbing kearah pengenalan dan pengakuan akan tempat Tuhan yang tepat di dalam tatanan wujud dan kepribadian.39

f. Menurut Hasan Langgulung :

Pendidikan Agama Islam ialah Pendidikan yang memiliki 4 macam fungsi, yaitu :

1. Menyiapkan generasi muda untuk memegang peranan-peranan tertentu dalam masyarakat pada masa yang akan datang. Peranan ini berkaitan erat dengan kelanjutan hidup (survival) masyarakat sendiri

2. Memindahkan ilmu pengetahuan yang bersangkutan dengan peranan-peranan tersebut dari generasi tua kepada generasi muda.

3. Memindahkan nilai-nilai yang bertujuan memelihara keutuhan dan kesatuan masyarakat yang menjadi syarat mutlak bagi kelanjutan hidup (surviral) suatu masyarakat dan peradaban. Dengan kata lain, tanpa nilai-nilai keutuhan (integrity) dan kesatuan (integration) suatu masyarakat, maka kelanjutan hidup tersebut tidak akan dapat terpelihara dengan baik yang akhirnya akan berkesudahan dengan kehancuran masyarakat itu sendiri.40 g. Menurut Endang Saifuddin Anshari

Pendidikan Agama Islam adalah proses bimbingan (pimpinan, tuntunan, usulan) oleh obyek didik terhadap perkembangan jiwa (pikiran, perasaan, kemauan,

39

Mustofa Ghalayaini, Ilmu Pendidikan Islam 1, (Cet. III; Bandung: Cv. Pustaka Setia, 2005), h. 10.

40 Hasan Langgulung, Beberapa Pemikir Tentang Pendidikan Islam, (Bandung: Al-Ma’arif, 1980), h. 25.

intuisi, dan sebagainya ), dan raga obyek didik dengan bahan-bahan materi tertentu, pada jangka waktu tertentu, dengan metode tertentu, dan dengan alat perlengkapan yang ada kearah terciptanya pribadi tertentu disertai evaluasi sesuai dengan ajaran agama Islam. 41

Darajat, Pendidikan Islam adalah pendidikan melalui ajaran-ajaran agama Islam, yaitu berupa bimbingan dan asuhan terhadap anak didik agar nantinya setelah selesai dari pendidikan itu ia dapat memahami, menghayati, dan mengamalkan ajaran-ajaran agama Islam yang telah diyakininya secara menyeluruh, serta menjadikan ajaran agama Islam sebagai suatu pandangan hidupnya demi keselamatan dan kesejahteraan hidup di dunia maupun di akhirat kelak.42

Uhbiyah, pendidikan islam pada khususnya yang bersumberkan nilai-nilai agama Islam di samping menanamkan atau membentuk sikap hidup yang dijiwai nilai-nilai tersebut, juga mengembangkan kemampuan berilmu pengetahuan sejalan dengan nilai-nilai Islam yang melandasinya adalah merupakan proses ikhtiar yang secara paedagogis maupun mengembangkan hidup peserta didik kearah kedewasaan/kematangan yang menguntungkan dirinya.43

Dari uraian tersebut di atas dapat diambil kesimpulan bahwa para ahli didik Islam berbeda pendapat mengenai rumusan Pendidikan Agama Islam. Ada yang menitik beratkan pada segi pembentukan akhlak anak, ada pula yang menuntut pendidikan teori pada praktek, sebagian lagi menghendaki terwujudnya kepribadian muslim dan lain-lain. Namun dari perbedaan pedapat tersebut dapat di ambil

41 Endang Saifuddin Anshari, Pokok-Pokok Pikiran Tentang Islam, (Cet.III; Jakarta: Usaha Interprise, 1976), h. 85.

42

Zakiah Darajat. dkk, Ilmu Penididikan Islam (Cet. IX; Jakarta: Bumi Aksara, 2011), h. 86. 43

kesimpulan, bahwa adanya titik persamaan yang secara ringkas dapat di kemukakan sebagai berikut: pendidikan agama Islam ialah bimbingan yang dilakukan oleh seorang dewasa kepada terdidik dalam masa pertumbuhan agar ia memiliki kepribadian muslim yang sejati. Jika direnungkan Syariat Islam tidak akan di hayati dan diamalkan orang kalau hanya diajarkan saja, tetapi harus didirikan melalui proses pendidikan.. Nabi telah mengajak orang untuk beriman dan beramal serta berakhlak baik sesuai ajaran Islam dengan berbagai metode dan pendekatan. Dari satu segi melihat, bahwa pendidikan Islam itu lebih banyak di tunjukan ke pada perbaikan sikap mental yang akan terwujud dalam amal perbuatan, baik bagi keperluan diri sendiri maupun orang lain. Dari segi lainnya Pendidikan Agama Islam tidak hanya bersifat teoritis saja, tetapi juga praktis. Ajaran Agama Islam tidak memisahkan antara iman dan amal saleh. Oleh karena itu Pendidikan Agama Islam adalah sekaligus pendidikan iman dan pendidikan amal. Dan karena ajaran Islam berisi ajaran tentang sikap dan tingkah laku pribadi masyarakat. Menuju kesejahteraan hidup perorangan dan bersama, maka orang pertama yang bertugas mendidik masyarakat adalah para Nabi dan Rasul, selanjutnya para ulama dan para cendikiawan sebagai penerus tugas dan kewajiban mereka.

Bertolak dari berbagai pengertian di atas para ahli pendidikan Islam berbeda pendapat mengenai rumusan pendidikan Islam. Ada yang menitik beratkan pada segi pembentukan akhlak anak, ada pula yang menuntut pendidikan teori dan praktek, sebagian lagi menghendaki terwujudnya kepribadian muslim yang bertanggung jawab dan berguna bagi keluarga, masyarakat secara umum dan lain-lain. Namun dari perbedaan pendapat tersebut dapat di ambil kesimpulan, bahwa adanya titik persamaan yang secara ringkas dapat di kemukakan sebagai berikut:

Pendidikan Islam ialah bimbingan yang dilakukan oleh seorang dewasa kepada peserta didik dalam masa pertumbuhan dan perkembangan baik secara fisik, psikis dan mental agar ia memiliki iman yang kokoh, moralitas atau akhlak mulia dan kepribadian muslim yang sejati sesuai ajaran pokok Islam dalam merespons tantangan zaman yang semakin hari semakin berkembang dan maju, baik dari aspek iptek maupun budaya modern yang paling menantang.

Berdasarkan rumusan pendidikan di atas dapat dipahami bahwa pendidikan Islam adalah segala upaya yang mengarah kepada pertumbuhan total peserta didik baik jasmani, rohani, mental dan rohaninya. Ini identik dengan pendidikan Islam dalam arti menyeluruh dan konprehensif, yang berorientasi kepada seluruh tingkah laku (akhlak terpuji), yang dilakukan demi memperoleh ridha Allah swt. Tingkah laku ini membentuk keutuhan manusia yang berbudi luhur (akhlakul karimah) atas dasar iman kepada Allah Swt dan tanggung jawab pribadi di hari kemudian.

34

Penelitian ini merupakan penelitian Kuantitatif, di mana pengontrolan variabelnya hanya dilakukan pada satu variabel yaitu variabel yang ditentukan oleh peneliti, karena peneliti tidak dapat mengontrol semua variabel yang memengaruhi hasil belajar siswa terhadap mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan efektivitas penerapan pendekatan VCT terhadap hasil belajar siswa di SMA Negeri 1 Tikke Raya Kab. Mamuju Utara.

Dokumen terkait