PERKEMBANGAN FAKULTAS THEOLOGI MENJADI SEKOLAH TINGGI THEOLOGI HKBP TAHUN 1954 – 1978
4.3 Pendidikan di Sekolah Tinggi Theologi HKBP
Dengan berdirinya Sekolah Tinggi Theologi HKBP di Pematangsiantar telah membantu masyarakat khususnya anggota jemaat gereja yang ingin memperoleh pengetahuan di bidang theologi. Sebagai lembaga pendidikan teologi, seminari memiliki fasilitas-fasilitas yang mendukung sehingga menarik perhatian anggota jemaat gereja untuk menuntut ilmu disini.
73
Siswa yang diterima di Sekolah Tinggi Theologi HKBP ini tidak hanya dari kalangan orang Batak, ada yang dari Nias, Mentawai, Jawa dan bahkan Sulawesi. Siswa di sekolah ini berasal dari latar belakang budaya, suku, ras yang berbeda-beda, namun hal ini tidak membuat adanya perbedaan diantara kalangan siswa. Semua siswa bersama-sama belajar di Sekolah Tinggi Theologi HKBP. Penerimaan siswa di sekolah ini juga tidak membedakan pria atau wanita.
Tujuan pendidikan ialah mempersiapkan calon pelayan pimpinan HKBP dengan pribadi yang utuh, ilmu pengetahuan alkitabiah-teologis serta memiliki spiritualitas dalam pelayanan. Tujuan ini tidak berbeda dengan tujuan pendidikan teologi jaman Zending, namun sistem pengajaran tidak jauh berbeda dengan jaman Zending. Berikut akan dijelaskan kurikulum yang diberikan, fasilitas-fasilitas, serta struktur organisasi.
4.3.1 Kurikulum
Sekolah ini benar-benar dipersiapkap untuk mendidik calon-calon pelayan geraja. Para siswa akan dipersiapkan menjadi pelayan yang siap ditempatkan di seluruh daerah di Indonesia. Pada awalnya Sekolah Tinggi Theologi HKBP masih meneruskan kurikulum Fakultas Theologi. Hanya saja terjadi beberapa perubahan, misalnya Bahasa Ibrani yang sebelumnya dipelajari pada tahun kedua, sekarang
dipelajari pada tahun pertama, dan Bahasa Yunani yang dipelajari pada tahun pertama sekarang dipelajari pada tahun kedua. Selain itu ada penambahan beberapa mata kuliah.
Kurikulum Sekolah Tinggi Theologi HKBP 1978 adalah sebagai berikut74
Pancasila – Kewiraan : 2 jam : 2 jam
26 jam/minggu : 24 Jam/ minggu
Tingkat II : Sem 3 : Sem 4
Arkeologi : – : 2 jam
Bahasa Yunani : 4 jam : 4 jam
:
Tingkat I : Sem 1 : Sem 2
Bahasa Ibrani : 6 jam : 2 jam
Pembimbing Perjanjian Lama : - : 2 jam
Sejarah Israel : 2 jam : 2 jam
Pembimbing Perjanjian Baru : 2 jam : 2 jam Sejarah Gereja Indonesia : 2 jam : 2 jam
Musik Gereja : 2 jam : 2 jam
Perbandingan Agama : 2 jam : 2 jam
Bahasa Inggris : 4 jam : 4 jam
Bahasa Indonesia : 2 jam : 2 jam
Bahasa Daerah Toba : 2 jam : 2 jam
74
Pembimbing Perjanjian Baru : 2 jam : 2 jam Sejarah Gereja Umum : 2 jam : 2 jam
Sejarah Dogmatika : 2 jam : 2 jam
Filsafat : 2 jam : 2 jam
PAK – Ilmu Jiwa – Sosiologi : 2 jam : 2 jam
Ilmu Agama Islam : 2 jam : 2 jam
Bahasa Inggris : 2 jam : 2 jam
: 20 jam/minggu : 20 Jam/minggu
Tingkat III : Sem 5 : Sem 6
Tafsir Perjanjian Lama : 2 jam : 2 jam Tafsir Perjanjian Baru : 2 jam : 2 jam Teologia Perjanjian Lama : 2 jam : 2 jam Teologia Perjanjian Baru : 2 jam : 2 jam Sejarah Gereja Umum : 2 jam : – Sejarah Gereja Tetangga : – : 2 jam
Dogmatika : 2 jam : 2 jam
Fisafat : 2 jam : 2 jam
Etika Kristen : – : 2 jam
Antropologi : 2 jam : –
PAK – Ilmu Jiwa – Sosiologi : 2 jam : 2 jam
Homiletik/Liturgi : 2 jam : 2 jam
Penggembalaan : 2 jam : 2 jam
Islam : 2 jam : –
: 26 jam /minggu : 24 Jam/minggu
Tingkat IV : Sem 7 : Sem 8
Tafsir Perjanjian Lama : 2 jam : 2 jam Teologi Perjanjian Baru : 2 jam : 2 jam Tafsir Perjanjian Baru : 2 jam : 2 jam Teologi Perjanjian Baru : 2 jam : 2 jam Sejarah Gereja Umum : – : 2 jam
Oikumene : 2 jam : 2 jam
Missiologi : – : 2 jam
Dogmatika : 2 jam : 2 jam
Etika – Kristen : 2 jam : 2 jam
PAK – Ilmu Jiwa – Sosiologi : 2 jam : 2 jam Homiletik – Liturgi : 2 jam : 2 jam Hukum Gereja/Administrasi Gereja : 2 jam : 2 jam
Penggembalaan : 2 jam : 2 jam
Islam : 2 jam : 2 jam
Pancasila – Kewiraan : 2 jam : 2 jam
: 24 jam/minggu : 28 jam /minggu
Tingkat V : Sem 9 : Sem 10
Tafsir Perjanjian Lama : 2 jam : 2 jam Teologi Perjanjian Lama : 2 jam : 2 jam Tafsir Perjanjian Baru : 2 jam : 2 jam Teologi Perjanjian Baru : 2 jam : 2 jam
Missiologi : 2 jam : –
Oikumene : – : 2 jam
Seminar Sejarah Gereja : 2 jam : 2 jam Seminar Dogmatika : 2 jam : 2 jam
Seminar Etika : 2 jam : 2 jam
Seminar Praktika : 2 jam : 2 jam
Seminar Ilmu Agama : 2 jam : 2 jam
: 20 jam/minggu : 20 jam /minggu
Tingkat VI : Sem 11 : Sem 12
Seminar Perjanjian Lama : 2 jam : – Seminar Perjanjian Baru : 2 jam : – Seminar Sejarah Gereja : 2 jam : – Seminar Dogmatika : 2 jam : –
Seminar Etika : 2 jam : –
Seminar Praktika : 2 jam : – Seminar Ilmu Agama : 2 jam : – Bimbingan Penulisan Skripsi : 2 jam : – Penulisan Skripsi : – : 2 jam
: 16 jam : 2 jam/minggu
Semua mata kuliah di atas merupakan mata kuliah yang wajib diikuti oleh mahasiswa. Tetapi selain itu masih ada mata kuliah yang bersifat pilihan, yakni :
b. Pembacaan Yunani c. Pembacaan Arab d. Pembacaan Jerman e. Koor
4.3.2 Fasilitas
Sekolah Tinggi Theologi HKBP ini tidaklah berdiri sendiri, namun harus ada fasilitas-fasilitas yang mendukung demi terlaksananya tujuan dari pendidikan theologi dan menjadi sarana demi tercapai dan digenapinya tujuan pendidikan theologi ini. Fasilitas yang ada di sekolah ini sangat besar artinya dalam aktivitas belajar mengajar di Sekolah Tinggi Theologi HKBP.
Fasilitas-fasilitas yang ada di Sekolah Tinggi Theologi HKBP adalah sebagai berikut :
• Asrama
Setiap siswa Sekolah Tinggi Theologi HKBP diwajibkan untuk menetap dan mematuhi segala peraturan asrama sesuai dengan perintah yang diberikan pimpinan asrama. Disini semua siswa dilatih untuk hidup mandiri dan sederhana. Mulai dari makanan sehari-hari sampai cara berpakaian yang sederhana. Siswa diwajibkan bangun setiap hari pukul 05:00 WIB, melaksanakan ibadah pagi. Kebersihan asrama juga harus dijaga dan diperhatikan oleh setiap siswa. Siswa harus membersihkan asrama setiap pagi dan sore. Setiap siswa yang hendak meninggalkan asrama harus
melapor dan meminta ijin kepada pimpinan asrama yang bertugas mengawasi asrama dan siswa.
• Ruang Kelas
Tiap-tiap siswa memperoleh pendidikan pada ruang kelas masing-masing. Ruangan kuliah haruslah dibuat sedemikian rupa agar menjadi ruangan belajar yang nyaman bagi para siswa. Setiap siswa juga harus menjaga kebersihan ruangan belajar.
• Ruang Musik
Ruangan musik terpisah dari ruang belajar. Disini disediakan alat-alat musik seperti, organ, terompet dan biola. Dengan belajar musik, para siswa yang kelak menjadi pelayan gereja diharapkan mampu mengiringi lagu-lagu gereja ditengah-tengah jemaat (gereja)
• Perpustakaan
Perpustakaan adalah tempat siswa membaca buku. Perpustakaan menyediakan berbagai jenis buku yang menunjang proses belajar mengajar. Buku-buku yang disediakan di perpustakaan beragam, seperti: tafsiran alkitab, sejarah-sejarah gereja di dunia, kamus bahasa Ibrani, Kamus Bahasa Yunani dan lain-lain. Buku-buku diperoleh dari sumbangan-sumbangan missionaris yang sudah diterjemakan ke bahasa Indonesia, dan dibeli oleh pihak STT HKBP.
Jam berkunjung ke perpustakaan mulai pukul 08:00 s/d 16.00. Suatu perguruan theologi tanpa perpustakaan bagaikan sebuah benteng tanpa persenjataan
Chapel menyerupai gereja kecil. Chapel ini digunakan oleh siswa untuk melakukan ibadah setiap malam. Ibadah malam dilaksanakan pukul 20:00 – 22: 00. Setiap siswa wajib mengikuti ibadah. Jika ada siswa yang kedapatan tidak ibadah malam akan dikenakan sanksi berupa hukuman membersihkan ruangan chapel dan ruangan kelas. Selain itu chapel juga digunakan untuk melatih dan praktek khotbah. Tempat peribadatan haruslah mencerminkan ketenangan serta rasa aman.75
• Aula
Aula di Sekolah Tinggi Theologi HKBP digunakan sebagai ruang yang digunak an untuk pertemuan atau rapat oleh dosen dan mahasiswa76
1. Senat STT-HKBP
.
4.3.3 Struktur Organisasi
Struktur dan pengorganisasian STT-HKBP mengacu pada Undang-Undang, Peraturan, Ketetapan yang dikeluarkan oleh Direktur Jenderal Perguruan Tinggi RI, Persetia, Aturan dan Peraturan HKBP.
Struktur Organisasi STT-HKBP terdiri atas :
2. Unsur Pimpinan : Ketua STT-HKBP dan Pembantu 3. Unsur Pelaksana Akademik
4. Unsur Pelaksana Admininistrasi 5. Unsur Pendukung
75
Universitas HKBP Nommensen, Konsultasi Pendidikan Teologia di Sumatera Utara,
Pematangsiantar: Lembaga Penelitian dan Studi Universitas HKBP Nommensen, 1976, hlm. 18. 76