BAB I PENDAHULUAN
E. Tinjauan Pustaka
4. Pendidikan Islam
jiwa kreatif, serta membentuk dan mengembangkan kepribadian yang integral yang dituangkan melalui kegiatan bermain yang menyenangkan. Untuk tujuan itu, keluarga mempunyai peranan yang sangat penting untuk mewujudkan peletakkan dasar dalam rangka memasuki pendidikan selanjutnya.
Program kegiatan Raudatul Athfal didasarkan pada tugas perkembangan anak sesuai dengan tahap perkembangannya. Program kegiatan belajar Raudatul Athfal merupakan satu kesatuan program kegiatan belajar yang utuh. Program belajar ini berisi bahan-bahan pembelajaran yang dapat dicapai melalui tema yang sesuai dengan lingkungan anak dan kegiatan-kegiatan lain yang menunjang kemampuan yang hendak dikembangkan. Dengan demikian, bahan itu dapat dikembangkan lebih lanjut oleh guru yang menjadi program kegiatan pembelajaran yang operasional.
Sedangkan Islam berarti, ― Agama yang diajarkan oleh Nabi Muhammad saw, berpedoman pada kitab suci al-Qur‘an yang diturunkan ke dunia melalui wahyu Allah swt.‖95
Dari aspek kebahasaan dapat disimpulkan, pendidikan Islam adalah suatu proses pengubahan sikap manusia melalui pengajaran dan pelatihan yang sesuai dengan ajaran nabi Muhammad saw, berpedoman pada al-Qur‘an.
Sedangkan menurut pandangan tokoh, salah satunya Muhammad Athiyah Al-Abrasyi, pendidikan Islam adalah sebuah proses untuk mempersiapkan manusia supaya hidup dengan sempurna dan berbahagia, mencintai tanah air, tegap jasmaninya, sempurna budi pekertinya (akhlaknya), teratur fikirannya, mahir dalam pekerjaannya, manis tutur katanya baik lisan atau tulisan. Pendidikan Islam diartikan pula sebagai pendidikan yang didasarkan pada nilai-nilai ajaran agama Islam sebagaimana terdapat dalam Al-Quran dan Al-Hadits serta dalam pemikiran para ulama dan praktik sejarah Islam.96
Menurut Munzir Hitami, Pendidikan dalam Islam, yang disebut dengan pendidikan yang Islami, pada hakikatnya merupakan upaya untuk membantu manusia untuk mengembangkan segenap potensinya sesuai dengan fitrahnya agar ia dapat memainkan perannya sebagai khalifah di bumi sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai.97
Menurut Muhmidayeli, Peranan pendidikan sebagai rekayasa dan pengembangan kemanusiaan kearah yang lebih baik, biasanya terakumulasi kedalam tujuan yang diinginkan, baik untuk jangka pendek maupun untuk jangka panjang sesuai dengan kebutuhan seseorang atau kelompok orang yang terlibat didalam aktifitasnya. Sedemikian rupa dapat dikatakan bahwa perubahan kearah yang lebih ‗baik‘ merupakan esensi dari pendidikan itu sendiri, sehingga tanpa perubahan, menurut tujuan-tujuan pendididikan yang telah ditetapkan, sama artinya tidak ada proses pendidikan.98
Menurut Amril Mansur, Pendidikan merupakan penyediaan kondisi yang baik untuk menjadikan perilaku-perilaku potensial yang dianugerahkan kepada manusia tidak lagi sebatas kecenderungan
95 Departemen Pendidikan Nasional…, h. 549
96 Dayun, Riadi, dkk. Ilmu Pendidikan Islam. (Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 2019) h.
7
97 Munzir Hitami, Mengonsep Kembali Pendidikan Islam, (Pekanbaru: Infinite Press, 2004), cet. 1, h. 114-115
98 Muhmidayeli, Ideologi dan Moralitas Kependidikan Islam, (Pekanbaru: Jurnal Al-Fikra Program Pasca Sarjana UIN SUSKA Riau, 2013), Vol. 2, h. 15
manusiawi an sich, tetapi benar-benar aktual dalam realita kehidupannya.
Jika demikian pendidikan adalah suatu kemestian bagi pemanusiaan manusia.99
Selaras dengan Abuddin Nata, pendidikan Islam menurut Muhaimin juga dibagi menjadi tiga: Pertama, Pendidikan menurut Islam atau pendidikan Islami, yaitu pendidikan yang dipahami dan dikembangkan dari nilai yang terkandung dalam al-Qur‘an dan as-Sunnah. Kedua, Pendidikan ke-Islam-an atau pendidikan agama Islam, yaitu upaya mendidikan agama, ajaran dan nilai Islam agar menjadi pandangan hidup (way of life) seseorang. Ketiga, Pendidikan dalam Islam, atau proses dan praktik penyelenggaraan pendidikan yang berlangsung dan berkembang dalam sejarah umat Islam, yaitu proses pembudayaan dan pewarisan ajaran agama, budaya dan peradaban umat Islam dari generasi ke generasi sepanjang sejarahnya.100
Tentang pengertian pendidikan Islam secara umum, Zakiah Daradjat mengatakan,‖ Secara umum dapat dikatakan bahwa pendidikan Islam itu adalah pembentukkan kepribadian muslim.‖101 Lebih lanjut beliau mengatakan,‖ Pendidikan Islam adalah sekaligus pendidikan iman dan pendidikan amal.‖102
Menurut Ahmad D. Marimba menyatakan, ―Pendidikan Islam adalah bimbingan jasmani dan rohani berdasarkan hukum-hukum agama Islam menuju kepada terbentuknya kepribadian utama menurut ukuran Islam atau memiliki kepribadian muslim.‖103
Selanjutnya Azyumardi Azra menjelaskan, Pendidikan Islam penekanannnya pada ‗bimbingan‘, bukan ‗pengajaran‘ yang mengandung konotasi otoritatif pihak pelaksana pendidikan, katakanlah guru. Dengan bimbingan sesuai dengan ajaran-ajaran Islam maka anak didik mempunyai ruang gerak yang cukup luas untuk mengaktualisasikan segala potensi yang dimilikinya.104
99 Amril Mansur, Etika dan Pendidikan, (Pekanbaru: LSFK2P, 2005), h. xii
100 Muhaimin, Wacana Pengembangan Pendidikan Islam, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2003), h. 23-24. Lihat pula Muhaimin, et.al., Paradigma Pendidikan Islam, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2001), h. 29-30.
101 Muhaimin, Wacana Pengembangan Pendidikan Islam…, h. 28
102 Muhaimin, Wacana Pengembangan Pendidikan Islam…, h. 28
103 Ahmad D. Marimba, Pengantar Filsafat Pendidikan Islam, (Bandung: Al-Ma‘arif, 1996), h. 5
104 Azyumardi Azra, Pendidikan Islam,Tradisi dan Modernisasi Menuju Melenium Baru, (Jakarta : Logos Wacana Ilmu, 2000), h. 31
Muhammad Qutb sebagaimana dikutip Abdullah Idi dan Toto Suharto memaknai pendidikan Islam sebagai usaha melakukan pendekatan yang menyeluruh terhadap wujud manusia, baik dari segi jasmani maupun ruhani, baik dari kehidupan fisik maupun mentalnya, dalam kegiatan di bumi ini.105
M. Arifin menjelaskan, pendidikan Islam adalah terwujudnya keseimbangan dan keserasian perkembangan hidup manusia.
Pendidikan diartikan bukan hanya sekedar penumbuhan tapi juga pengembangan, bukan hanya pada proses yang sedang berlangsung tapi juga proses ke arah sasaran yaitu citra Tuhan.106
Menurut Abuddin Nata, ―Tarbiyah Islamiah (pendidikan Islam) yang ideal harus dapat menjadikan nilai-nilai ajaran Islam tersebut sebagai culture of spirit untuk membawa kemajuan.‖107
Oleh karena itu, dapat dilihat perbedaan antara pendidikan Islam dengan pendidikan pada umumnya. Perbedaan utama yang paling menonjol adalah pendidikan Islam tidak hanya mementingkan pembentukan pribadi untuk kebahagiaan dunia, tetapi juga untuk kebahagiaan akhirat. Lebih dari itu, pendidikan Islam juga berusaha membentuk pribadi yang bernafaskan ajaran-ajaran Islam.108
Pendidikan Islam adalah pendidikan yang berlatar belakang keagamaan yang berdasarkan pada nilai fundamental wahyu dari Allah SWT yaitu al-Quran dan Hadits. Definisi pendidikan Islam menurut Sukring meliputi:109 1). Pendidikan Islam ialah pendidikan yang pendirian dan penyelenggaraannya didorong oleh hasrat dan semangat cita-cita untuk mengimplementasikan nilai-nilai Islam; 2). Jenis pendidikan yang memberikan perhatian dan sekaligus ajaran Islam sebagai pengetahuan;
3). Jenis pendidikan yang mencakup kedua pengertian di atas, kata Islam ditempatkan sebagai bidang studi yang ditawarkan, dalam bentuk implementasi nilai-nilai Islam.
105 Abdullah Idi dan Toto Suharto, Revitalisasi Pendidikan Islam ( Yogyakarta: Tiara Wacana, 2006), hlm. 47
106 M. Arifin, Filsafat Pendidikan Islam, (Jakarta: Bumi Aksara, 1996), cet. 4, hlm. 4-18.
107 Abuddin Nata, Menjadikan Tarbiyah Islamiah Sebagai Model Meraih Masa Depan, (Pekanbaru: Jurnal al-Fikra Program Pasca Sarjana UIN SUSKA Riau, 2009), vol. 8, hlm. 239
108 Azyumardi Azra, Esai-Esai Intelektual Muslim Pendidikan Islam, (Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 1998), hlm. 6.
109 Sukring, pendidik dan peserta didik dalam pendidikan islam, (Yogyakarta : Graha Ilmu, 2013) h. 20
Kesimpulan tentang istilah pendidikan Islam adalah, pendidikan yang berpedoman kepada sumber ajaran Islam yaitu al-Qur‘an, hadis sebagai sumber utama serta pendapat ulama, yang bertujuan untuk mengaktifkan fitrah insaniayah (potensi) menjadikan manusia tersebut sebagai ahsani taqwim dan insan al-kamil110, kemajuan dengan ilmu dan amal untuk mencapai kebahagiaan dunia maupuan akhirat.
Sedangkan hakikat pendidikan Islam adalah pemanusiaan manusia menuju manusia Insan Kamil (manusia sempurna), yaitu manusia yang berdimensi imanensi (horizontal) dan berdimensi transendensi (vertikal) dan mampu memfungsikan dirinya sebagai khalīfah (wakil Allāh swt) dimuka bumi.
5. Membaca Untuk Anak Usia Dini dalam Pendidikan Islam