Program wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun di Kabupaten Ogan Ilir mulai menampakkan perbaikan. Oleh karenanya berbagai kegiatan prioritas diarahkan untuk dapat menjamin keberlangsungan pendidikan anak-anak pada usia sekolah di tingkat pendidikan dasar dan menengah, maupun percepatan pemberantasan buta huruf melalui jalur pendidikan formal dan non formal.
Kondisi tingkat pendidikan penduduk umur di atas 10 tahun di Kabupaten Ogan Ilir tahun 2005 menunjukkan bahwa golongan tertinggi adalah golongan tidak tamat SD mencapai 109.031 orang (38,75 %), kemudian diikuti golongan tamat SD sebesar 94,766 orang (33,68 %), tamat SLTP mencapai 31.035 orang (11,03 %), tamat SMA sebesar 44.625 orang (15,86 %) dan terkecil adalah tamatan perguruan tinggi yang hanya mencapai 1.913 orang (0,68 %) dengan total anak usia sekolah 281.372 orang.
Kemudian pada tahun 2006 kondisi tingkat pendidikan penduduk umur di atas 10 tahun di Kabupaten Ogan Ilir menunjukkan bahwa golongan tertinggi adalah golongan tidak tamat SD mencapai 121.200 orang atau 42,09 %, kemudian diikuti golongan tamat SD sebanyak 103.606 orang atau 35,98 persen serta tamat SLTP mencapai 33.633 orang atau 11,68 %, tamat SMA sebanyak 25.743 orang atau 8,94 % dan terkecil adalah tamatan perguruan tinggi yang hanya mencapai 1,3 % atau sebanyak 3.743 orang dari total anak usia sekolah tahun 2006 yang mencapai 287.953 orang. Pada tahun 2007, kondisi tingkat pendidikan penduduk umur di atas 10 tahun di Kabupaten Ogan Ilir menunjukkan bahwa golongan tertinggi adalah golongan tamat SD mencapai 141.228 orang atau 40,50 %, kemudian diikuti golongan tidak tamat SD sebanyak 79.086 orang atau 22,68 % serta tamat SLTA mencapai 68.862 orang atau 19,74 %, tamat SLTP sebanyak 54.936 orang atau 15,75 % dan terkecil adalah tamatan perguruan tinggi yang hanya mencapai 1,3 % atau sebanyak 4.639 orang dari total anak usia sekolah 10 tahun keatas tahun 2007 yang mencapai 348.751 orang. Pada tahun 2008, kondisi tingkat pendidikan penduduk umur di atas 10 tahun di Kabupaten Ogan Ilir menunjukkan bahwa golongan tertinggi adalah golongan tamat SD mencapai 136.316 orang atau 37,85 %, kemudian diikuti golongan tidak tamat SD sebanyak 86.003 orang atau 23,88 %, tamat SLTP mencapai 67.240 orang atau 18,67 %, tamat SLTA sebanyak 60.613 orang atau 16,83 % dan terkecil adalah tamatan perguruan tinggi yang hanya mencapai 2,77 % atau sebanyak 9.976 orang dari total anak usia sekolah 10 tahun keatas tahun 2008 yang mencapai 360.148 orang.
0 10 20 30 40 50
2005 2006 2007 2008
Tdk tamat SD/MI Tamat SD/MI Tamat SLTP/MTs Tamat SLTA/MA Tamat PT
2005 2006 2007 2008
Tdk tamat SD/MI 38.75% 42.09% 22.68% 23.88%
Tamat SD/MI 33.68% 35.98% 40.50% 37.85%
Tamat SLTP/MTs 11.03% 11.68% 15.75% 18.67%
Tamat SLTA/MA 15.86% 8.94% 19.74% 16.83%
Tamat P Tinggi 0.68% 1.31% 1.33% 2.77%
Gambar 2.11. Grafik Perkembangan Tingkat Pendidikan penduduk usia 10 tahun keatas Kab. Ogan Ilir tahun 2005-2008
Dari grafik diatas tampak bahwa terjadi pergeseran tingkat pendidikan penduduk dari terbesar tidak tamat SD/MI pada tahun 2005, menjadi terbesar tamat SD/MI pada tahun 2008, begitu juga terjadinya peningkatan tingkat pendidikan tingkat Tamat SLTP/MTs dari 11,03 % tahun 2005 menjadi 18,67 %, dan tingkat Tamat SLTA/MA dari 15,86 % tahun 2005 meningkat menjadi 16,83 % pada tahun 2008. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat rata-rata pendidikan penduduk dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan.
Hingga tahun 2009, kinerja pendidikan dasar terus memperlihatkan sejumlah perbaikan, antara lain pada tahun 2004 RATA-RATA LAMA SEKOLAH (RLS) ANAK USIA 15 TAHUN KEATAS adalah 6,5 tahun atau rata-rata penduduk usia 15 tahun keatas baru mengenyam pendidikan di kelas 1 SLTP, mengalami peningkatan menjadi 6,6 tahun pada tahun 2005. Pada tahun 2006 rata-rata lama sekolah meningkat menjadi 6,7 tahun serta pada tahun 2007 meningkat tajam menjadi 7,3581 tahun atau rata-rata penduduk usia diatas 15 tahun sudah mengenyam pendidikan di kelas 2 SLTP, kemudian berdasarkan angka sangat sementara BPS Rata-rata Lama Sekolah tahun 2008 meningkat menjadi 7,3645 tahun.
6 6.5 7 7.5 8
2005 2006 2007 2008 2009
RLS
2005 2006 2007 2008 2009
RLS 15 TH 6.6 6.7 7.3581 7.3645 7.58
Gambar 2.12 : Grafik perkembangan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) Penduduk 15 thn keatas Kab. Ogan Ilir (2004-2008)
Angka Partisipasi Murni (APM) bersekolah jenjang pendidikan SD sederajat pada tahun 2005 mencapai 70,98 %, pendidikan SLTP mencapai 48,70 % dan jenjang pendidikan SLTA mencapai 23,15 %. Angka Partisipasi Murni (APM) bersekolah jenjang pendidikan SD sederajat pada tahun 2006 mencapai 72,88 %, pendidikan SLTP mencapai 54,70 % dan jenjang pendidikan SLTA mencapai 27,50 %. Angka Partisipasi Murni (APM) bersekolah jenjang pendidikan SD sederajat pada tahun 2007 mencapai 75,22 %, pendidikan SLTP mencapai 55,59 % dan jenjang pendidikan SLTA mencapai 30,10 %.
Angka Partisipasi Murni (APM) bersekolah jenjang pendidikan SD sederajat pada tahun 2008 mencapai 96,86 %, pendidikan SLTP mencapai 91,91 % dan jenjang pendidikan SLTA mencapai 49,21 %.
0.00 20.00 40.00 60.00 80.00 100.00
2005 2006 2007 2008
APM SLTA APM SLTP APM SD
APM 2005 2006 2007 2008
SD Sederajat 70,98 72,88 75,22 96,86 SLTP Sederajat 48,70 54,70 55,59 91,91 SLTA Sederajat 23,15 27,50 30,10 49,21
Gambar 2.13 : Grafik perkembangan Angka Partisipasi Murni (APM) SD, SLTP dan SLTA sederajat (2005-2008)
Pada tahun 2004/2005, Angka Putus Sekolah di Kabupaten Ogan Ilir adalah 1,95 % untuk tingkat SD/MI, 4,43 % untuk jenjang pendidikan SMP/MTs, dan 8,01 % untuk jenjang pendidikan SMA/SMK/MA dari masing-masing total siswa setiap jenjang
pendidikan. Kemudian Pada tahun 2005/2006, Angka Putus Sekolah di Kabupaten Ogan Ilir adalah 3,33 % untuk tingkat SD/MI, 5,22 % untuk jenjang pendidikan SMP/MTs, dan 8,76 % untuk jenjang pendidikan SMA/SMK/MA dari masing-masing total siswa setiap jenjang pendidikan. Terjadinya peningkatan angka putus sekolah sebagai dampak krisis ekonomi dan kenaikan harga BBM tahun 2005.
Pada tahun 2006/2007 Capaian persentase Jumlah anak putus sekolah pada tingkat dan jenjang SD/MI terhadap Jumlah siswa pada tingkat yang sama dan jenjang SD/MI pada tahun ajaran sebelumnya, yaitu terdapat 79 siswa SD sederajat yang putus sekolah dari 49.636 siswa SD sederajat dikali 100 % adalah : 0,16 %. Capaian persentase Jumlah anak putus sekolah pada jenjang SMP/MTs terhadap Jumlah siswa pada jenjang SMP/MTs pada tahun ajaran 2006/2007, yaitu terdapat 115 siswa SMP sederajat yang putus sekolah dari 15.432 siswa SMP sederajat dikali 100 % adalah : 0,75 %. Capaian persentase Jumlah anak putus sekolah pada jenjang SMA/MA/SMK terhadap Jumlah siswa pada jenjang SMA/MA/SMK pada tahun ajaran 2006/2007, yaitu terdapat 4 siswa SMA sederajat yang putus sekolah dari 9.048 siswa SMA sederajat dikali 100 % adalah : 0,04 %.
0 2 4 6 8 10
2005 2006 2007 2008
APS SD/MI APS SLTP/MTs APS SLTA/MA
2005 2006 2007 2008
Putus sekolah SD/MI 1.95 3.33 0.16 0.12 Putus sekolah SLTP/MTs 4.43 5.22 0.75 0.55 Putus sekolah SLTA/MA 8.01 8.76 0.04 1.31
Gambar 2.14 : Grafik Perkembangan Angka Putus Sekolah SD/MI, SMP/MTs dan SMA/SMK/MA Kabupaten Ogan Ilir
tahun 2005-2008
Pada tahun 2008, Capaian persentase Jumlah anak putus sekolah pada tingkat dan jenjang SD/MI mencapai 64 orang dari Jumlah siswa jenjang SD/MI pada tahun 2007/2008 sebanyak 51.418 siswa adalah 0,12 %, Angka Putus Sekolah (APS) SMP/MTs pada jenjang SMP/MTs mencapai 98 siswa daru Jumlah siswa pada tingkat yang sama dan jenjang SMP/MTs pada tahun ajaran 2007/2008 sebanyak 17.916 siswa, adalah : 0,55 %, dan Angka Putus Sekolah (APS) SMA/SMK/MA pada jenjang SMA/MA/SMK adalah
127 siswa dari Jumlah siswa pada jenjang SMA/MA/SMK pada tahun ajaran 2007/2008 yang mencapai 9.667 siswa, adalah : 1,31 %.
Dari grafik diatas tampak bahwa angka putus sekolah dari tahun ke tahun di Kabupaten Ogan Ilir terus mengalami penurunan, hal ini menunjukkan kesadaran masyarakat akan pentingnya sekolah dan semakin murahnya biaya pendidikan membuat peserta didik tidak akan meninggalkan sekolahnya.
Capaian kinerja Angka Melek Huruf penduduk Kabupaten Ogan Ilir usia 15 tahun keatas tahun 2005 meningkat dari 93,78 persen atau penduduk yang masih Buta Huruf mencapai 6,22 % (atau 15.250 orang masih Buta Huruf dari 245.179 jiwa penduduk usia 15 tahun keatas), menjadi 95,2 persen pada tahun 2006 atau penduduk Buta Huruf tahun 2006 sebesar 4,8 % (atau 12.042 orang masih Buta Huruf dari 250.890 jiwa penduduk usia 15 tahun keatas), sedangkan Angka Melek Huruf Nasional baru mencapai 90,4 % atau Buta Huruf Nasional 9,6 %. Pada tahun 2007, Capaian kinerja Melek Huruf Penduduk usia 15 tahun ke atas dari Jumlah penduduk usia 15 tahun ke atas yaitu 231.336 orang usia 15 tahun keatas yang bisa baca tulis dari 238.000 orang adalah 97,20
%, atau dengan kata lain capaian kinerja Buta Huruf penduduk usia 15 tahun keatas tahun 2007 adalah 2,80 % atau masih 6.664 orang. Pada tahun 2008 Capaian kinerja Melek Huruf Penduduk usia 15 tahun ke atas yang dapat baca tulis 298.036 orang dari Jumlah penduduk usia 15 tahun ke atas 300.256 jiwa, adalah 99,26 %, atau dengan kata lain capain kinerja Buta Huruf penduduk usia 15 tahun keatas tahun 2008 adalah 1,74 % atau sekitar 2.220 orang yang masih buta huruf di Kabupaten Ogan Ilir. Jumlah buta huruf terbanyak terdapat di Kecamatan Rantau Panjang 260 orang, Indralaya Utara 200 orang, Tanjung Raja 186 orang, Pemulutan Selatan 160 orang, dan Kec. Rantau Alai sebanyak 140 orang dan beberapa kecamatan lainnya.
0 2.000 4.000 6.000 8.000 10.000 12.000 14.000 16.000
2005 2006 2007 2008
BUTA HURUF (JIWA)
2005 2006 2007 2008
Angka Buta Huruf (%) 6,22% 4,80% 2,80% 1,74%
Jumlah Buta Huruf (jiwa) 15.250 12.042 6.664 2.220 Gambar 2.15 Grafik Perkembangan Angka Buta Huruf, penduduk usia 15 tahun keatas Kab. Ogan Ilir tahun 2005-2008
b. Tenaga Pendidik
Pada tahun 2008, jumlah guru SD/MI Negeri 3.620 orang dan guru swasta sebanyak 375 orang, sedangkan guru SMP/MTs sebanyak 1.080 orang Negeri dan 1.161 orang guru swasta, guru SMA/SMK/MA sebanyak 486 orang Negeri dan 620 orang guru swasta. Sehingga total tenaga pendidik tahun 2008 mencapai 5.186 orang guru sekolah negeri dan 2.156 orang guru sekolah swasta. Jumlah murid tahun 2008 adalah 79.203 siswa terdiri dari 64.425 siswa sekolah negeri dan 14.778 siswa sekolah swasta dengan rincian : untuk tingkat SD/MI Negeri/Swasta sebanyak 50.136 orang (46.093 siswa sekolah negeri dan 4.043 siswa sekolah swasta), tingkat SMP/MTs negeri/swasta sebanyak 19.346 orang (12.996 siswa sekolah negeri dan 6.350 siswa sekolah swasta), untuk tingkat SMA/SMK/MA Negeri/Swasta sebanyak 9.721 orang (5.336 siswa sekolah negeri dan 4.385 siswa sekolah swasta). Sampai saat ini jumlah pendidikan Taman kanak-kanak mencapai 4 unit TK Negeri dan 29 unit TK Swasta, dengan jumlah murid 48 sekolah negeri dan 1.759 sekolah swasta, jumlah Guru Negeri sebanyak 31 orang dan 83 orang guru swasta. Sedangkan untuk tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) saat ini berjumlah 273 sekolah semuanya dikelola oleh Tim Penggerak PKK Desa dengan jumlah siswa sebanyak 7.804 orang dan tenaga pengajar sebanyak 694 orang
Pertumbuhan tenaga guru sekolah negeri di Kabupaten Ogan Ilir dari tahun 2005 sampai tahun 2008 mencapai 78,70 % dan sekolah swasta mencapai 267 %, seperti tampak pada tabel berikut.
Tabel II.22
Perkembangan Jumlah Tenaga Guru di Kabupaten Ogan Ilir tahun 2005 – 2008
TINGKATAN SEKOLAH 2005 2006 2007 2008 Pertum-buhan SD/MI : Negeri 1.968 3.478 2.892 3.620 83,94 % Swasta 124 127 275 375 202 % SMP/MTs: Negeri 650 729 1.962 1.080 66,15 % Swasta 157 177 1.272 1.161 639 %
SMA/MA/SMK: Negeri 284 252 469 486 71,12 %
Swasta 306 298 589 620 102 % Negeri 2.902 4.459 5.323 5.186 78,70 % Jumlah
Swasta 587 602 2.136 2.156 267 %
Tabel II.23
Rasio Jumlah Murid dan Guru TAHUN NO URAIAN
2005 2006 2007 2008 2009
Rasio Guru-Murid 1 TK
2 SD/MI 15 16 15 15 15
3 SLTP/MTS 10 9 9 8
4 SMA/SMK/ALIYAH 15 14 13 12
Sumber; Hasil Analisis
Tabel II.24
Rasio Jumlah Murid dan Sekolah TAHUN NO URAIAN
2005 2006 2007 2008 2009
Rasio Sekolah-Murid 1 TK
2 SD/MI 15 15 16 15 15
3 SLTP/MTS 10 10 9 9 8
4 SMA/SMK/ALIYAH 15 14 13 12 12
Sumber; Hasil Analisis