• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pendidikan Seks Bebas

Dalam dokumen Buku Penjaskes VIII Semester 2 (Halaman 157-162)

Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi bab ini peserta didik diharapkan memiliki pengetahuan dan mampu menghindari (Seksbebas) serta menunjukan perilaku kerjasama, bertanggungjawab, menghargai perbedaan, disiplin, dan toleransi

Kata Kunci

Pendidikan Seks Bebas

Peta Konsep

Pemahaman Konsep

a. Seks bebas

Seks Bebas a. Tujuan

b. Pendidikan seks bagi remaja

c. Bahaya seks bebas d. Menghindari seks

bebas

Pendidikan Seks Bebas

Pendidikan Seks Bebas

A.Pengertian Seks Bebas

Pendidikan seks dapat diartikan sebagai penerangan tentang anatomi isiologi seks manusia, bahaya penyakit kelamin, dan sebagainya. Pendidikan seks bisa juga diartikan sebagai sex play

yang hanya perlu diberikan kepada orang dewasa. Adapun pengertian pendidikan seks yang akan dijelaskan dalam bab ini adalah membimbing serta mengasuh seseorang agar mengerti tentang arti, fungsi, dan tujuan seks, sehingga ia dapat menyalurkannya secara baik, benar, dan legal.

Pendidikan seks mempunyai ruang pembahasan yang luas dan kompleks. Pendidikan seks bukan hanya mengenai penerangan seks dalam arti heterosexual (seseorang yang mempunyai keinginan seks hanya pada lawan jenisnya), dan bukan semata-mata menyangkut masalah biologis atau isiologis, melainkan juga meliputi psikologi, sosio-kultural, agama, dan kesehatan.

Dalam pendidikan seks dapat dibedakan antara sex instruction dan education in sexuality. Sex instruction ialah penerangan mengenai anatomi, seperti pertumbuhan rambut pada ketiak dan sekitar alat kelamin, dan mengenai biologi dari reproduksi, yaitu proses berkembang biak melalui hubungan kelamin untuk mempertahankan jenisnya. Termasuk di dalamnya pembinaan keluarga dan metode kontrasepsi dalam mencegah terjadinya kehamilan.

Adapun education in sexuality meliputi bidang-bidang etika, moral, isikologi, ekonomi, dan pengetahuan lainnya yang dibutuhkan agar seseorang dapat memahami dirinya sendiri sebagai individual seksual, serta mengadakan hubungan interpersonal yang baik Sex instruction tanpa

education in sexuality dapat menyebabkan promiscuity (pergaulan dengan siapa saja) serta hubungan seks yang menyimpang.

Kelas VIII SMP/MTs Edisi Revisi

152 Semester 2

B. Tujuan Pendidikan Seks Secara Umum

Sesuai dengan kesepakatan internasional “’Conference of Sex Education and Family Planning’ pada 1962, adalah: “Untuk menghasilkan manusia-manusia dewasa yang dapat menjalankan kehidupan yang bahagia, karena dapat menyesuaikan diri dengan masyarakat dan lingkungannya, serta bertanggung jawab terhadap dirinya dan terhadap orang lain.” Tujuan utamanya adalah melahirkan individu-individu yang senantiasa dapat menyesuaikan diri dengan masyarakat dan lingkungannya, serta bertanggung jawab, baik terhadap dirinya maupun orang lain.

C.Pendidikan Seks Bagi Remaja

Masih banyak yang belum memahami seks dengan baik dan benar. Hal ini disebabkan norma dan nilai dalam masyarakat kita menganggap pendidikan seks masih tabu untuk dibicarakan secara terbuka dan hanya merupakan masalah orang dewasa. Pandangan demikian mengandung banyak kebenarannya terutama pada masa lampau, ketika informasi tentang seks masih sangat terbatas. Namun, saat ini informasi tentang seks lebih mudah diperoleh dan sangat banyak. Maka usaha untuk memberikan informasi yang benar perlu diberikan terutama kepada para remaja.

Kini, kemajuan di bidang teknologi informasi telah mengubah struktur dan pandangan hidup masyarakat kita. Dampak negatif dari kemajuan tersebut adalah pergeseran nilai dan moral yang terjadi di masyarakat. Sesuatu yang dahulu dianggap tabu, kini menjadi menjadi lazim dan begitu sebaliknya.

Salah satu pergeseran moral ialah nilai moral seksual terutama di kalangan remaja. Nilai moral seksual yang dulu dianggap tabu dan bertentangan dengan norma agama, tidak demikian lagi oleh sebagian kaum remaja. Dengan demikian memberikan bimbingan dan penerangan seks kepada para remaja merupakan suatu yang sangat penting dan perlu.Alasan pendidikan seks sangat penting diajarkan kepada para remaja adalah:

a. Dapat mencegah penyimpangan dan kelainan seksual. b. Dapat memelihara tegaknya nilai-nilai moral.

c. Dapat mengatasi gangguan psikis.

d. Dapat memberi pengetahuan dalam menghadapi perkembangan anak.

D. Bahaya Seks Bebas

Seks bebas berarti melakukan aktivitas seks dengan pasangan tanpa diikat perkawinan. Melakukan seks bebas sangat dilarang oleh agama manapun. Norma-norma di masyarakat juga menyatakan seks bebas merupakan perbuatan yang terlarang. Pasangan yang melakukan seks bebas akan mendapat sanksi, baik secara hukum negara maupun hukum masyarakat.

1. Bagaimana Budaya Seks Bebas Muncul?

Budaya seks bebas muncul akibat pergaulan antara pria dan wanita yang bebas. Pergaulan yang bebas antara pria dan wanita biasanya menggiring pada melakukan aktivitas seks meskipun mereka tidak terikat perkawinan. Padahal, pria dan wanita yang belum terikat perkawinan tidak boleh melakukan aktivitas seks.

Faktor-faktor negatif seperti merebaknya informasi bertema pornograi di media massa, dan kurangnya penanaman moral agama, merupakan sebagian faktor yang menyebabkan munculnya budaya seks bebas.

2. Apa Bahaya Seks Bebas?

Seks bebas sangat berbahaya, karena sangat bertentangan dengan norma-norma agama, masyarakat, juga negara, hamil di luar nikah, mudah tertular penyakit kelamin, dan mudah terserang penyakit menular lainnya. Berikut beberapa risiko dari perilaku seks bebas :

a. Hilangnya keperawanan dan keperjakaan

Indikasi isik yang jelas terjadi pada perempuan, yakni robeknya selaput dara.

b. Ketagihan

Karena sudah merasakan kenikmatan, maka mudah sekali muncul rasa ketagihan. Selalu ingin berbuat, mengulangi dan semakin susah mengendalikan diri.

c. Kehamilan

Perilaku seks bebas dapat mengakibatkan kehamilan padahal pasangan tersebut belum terikat secara perkawman. Biasanya kehamilan yang disebabkan seks bebas ini merupakan kehamilan yang tidak diinginkan.

d. Aborsi dengan segala risikonya

Jika hubungan intim sudah berbuah kehamilan, maka biasanya pasangan tersebut akan melakukan pengguguran kandungan (aborsi). Mereka menganggap aborsi adalah jalan yang terbaik untuk menutup aib dan rasa malu terhadap masyarakat sekitar. Mereka juga belum siap untuk hidup berumahtangga. Risiko dari aborsi antara lain adalah pendarahan, infeksi, kemandulan, bahkan kematian.

e. Penularan penyakit kelamin dan HIV/AIDS

AIDS singkatan dari Acquired Immune Deiciency Syndrome merupakan gejala penyakit infeksi yang timbul akibat menurunnya kekebalan tubuh manusia yang disebabkan bukan keturunan akan tetapi karena virus HIV (Human Immunodeiciency Virus). Pengidap HIV adalah seseorang yang telah terinfeksi virus HIV akan tetapi penderita masih tampak sehat-sehat saja namun sudah sangat berbahaya karena dapat menularkan virus HIV pada orang lain, sedangkan penderita AIDS adalah pengidap virus HIV yang telah menunjukan gejala-gejala infeksi oportunistik (infeksi yang timbul akibat penurunan kekebalan tubuh disebabkan oleh bakteri, jamur dan virus), penderita umumnya akan meninggal dunia antara 1 – 2 tahun setelah munculnya gejala AIDS.

Sejak tahun 1981 sampai akhir tahun 2004 lebih dari 70 juta orang telah terinfeksi HIV di seluruh dunia dan 30 juta orang diantaranya telah meninggal, berikut daftar kasus HIV/AIDS di dunia hingga Desember 2004 sebagai gambaran peserta didik tentang bahaya dan ancaman virus HIV/AIDS pada kehidupan manusia.

Kelas VIII SMP/MTs Edisi Revisi

154 Semester 2

Jumlah orang yang hidup dengan HIV dalam tahun 2004

Total 39,4 juta (antara 35,9 – 44,3 juta)

Dewasa 37,2 juta (antara 33,8 – 41,7 juta )

Wanita 17,6 juta (antara 16,3 – 19,5 juta )

Anak-anak di bawah 15 tahun 2,2 juta (antara 2,0 – 2,6 juta ) Yangbaru terinfeksi

HIV dalam tahun 2004

Total 4,9 juta ( antara 4,3 – 6,4 juta )

Dewasa 4,3 juta (antara 3,7 – 5,7 juta)

Anak-anak di bawah 15 tahun 640.000 ( 570,000 – 750.000) Yang meninggal

karena AIDS dalam tahun 2004

Total 3,1 juta (antara 2,8 – 3,5 juta )

Dewasa 2,8 juta (antara 2,3 – 2,9 juta )

Anak-anak di bawah 15 tahun 510,000 ( 460.000 – 600,000)

Penularan HIV / AIDS dapat terjadi melalui empat cara, yaitu :

1) Melalui hubungan seksual dengan pengidap HIV baik sesama jenis (homo seksual) maupun dengan lawan jenis (heteroseksual).

2) Melalui transfusi darah, terjadi apabila darah donor yang ditransfusikan telah tercemar virus HIV, namun hal ini kemungkinan sangat kecil karena sejak tahun 1992 Palang Merah Indo-nesia (PMI) telah melakukan pemeriksaan HIV terhadap darah donor, hal ini sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan RI tentang kewajiban pemeriksaan virus HIV pada darah donor. 3) Melalui penggunaan alat tusuk yang telah terkontaminasi virus HIV, misalnya : jarum suntik,

jarum tindik dan tato

4) Melalui ibu hamil pengidap HIV kepada bayi yang dikandungnya, hal ini dapat terjadi : pada saat janin masih dalam kandungan, pada saat melahirkan (partus), dan pada saat menyusui

f. Infeksi saluran reproduksi

Remaja perempuan yang sudah aktif secara seksual di bawah usia 20 tahun serta sering berganti-ganti pasangan cenderung mudah terkena kanker mulut rahim.

g. Perasaan malu, bersalah, berdosa dan tidak berharga

Mereka yang sudah terjerumus pada perilaku seks bebas biasanya selalu dirundung rasa ber -salah. Perasaan malu dan bersalah semakin muncul ketika dirinya atau pasangannya diketahui hamil padahal secara resmi belum menjadi suami istri. Bukan hanya pelakunya yang mendapat aib tapi keluarga besarnya pun ikut mendapat rasa malu juga.

3. Bagaimana Menghindari Seks Bebas

Seks bebas sangat mudah untuk dihindari. Apabila kita telah memahami begitu berbahayanya seks bebas, maka kita akan berusaha untuk menghindarinya. Mempertebal keimanan merupakan benteng yang kokoh untuk menghindari perilaku seks bebas. Selain itu, kita juga harus membatasi pergaulan antara pria dan wanita agar tidak terlalu bebas. Biasanya dari pergaulan yang bebas ini akan menimbulkan keinginan untuk melakukan seks bebas. Perhatian dari orang tua juga penting untuk menghindari perilaku seks bebas. Orang tua senantiasa mengawasi pergaulan anak-anaknya agar tidak terjerumus pada pergaulan yang merugikan ini.

Sumber : Buku Pengenalan dan Pencegahan HIV – AIDS (PT.Sepadan Agra Daya)

Catatan :

* HIV hanya dapat masuk ke dalam tubuh manusia malalui luka terbuka pada kulit dan tidak dapat masuk menembus kulit yang utuh. Untuk itu tidak perlu khawatir akan terjadi penularan HIV malalui berjabat tangan, berdekatan, bergandengan tangan, tinggal serumah dan menggunakan peralatan makanan dan minum.

* Hindari menggunakan pisau cukur dan sikat gigi secara bersama-sama dengan pengidap HIV/AIDS karena ada kemungkinan terdapat bekas darah pada alat yang dipakai pengidap HIV.

4. Mengapa Kita Menolak Seks Bebas ?

Budaya seks bebas bukan merupakan budaya bangsa Indonesia. Perilaku seks bebas sangat bertentangan dengan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Untuk itu, kita harus menolak budaya seks bebas, karena tidak sesuai dengan kepribadian kita. Seks bebas banyak menimbulkan kerugian daripada keuntungan. Para remaja yang menjadi korban seks bebas biasanya sering merasa bersalah. Laporan meningkatnya kehamilan di luar nikah pada para remaja sangat mencemaskan kita. Keruntuhan moral merupakan kenyataan yang ada yang harus dihadapi akibat dari budaya seks bebas ini.

Dalam pembelajaran dapat dilakukan pemberian skor, baik yang dilakukan sesama teman

(peer teaching) atau diri sendiri (self assessment) dengan aspek yang diamati sebagai berikut : (1) Bekerja sama saat belajar (2) Dapat mengemukakan pendapat, (3) Dapat mengajukan pertanyaan, (4) Dapat memberikan jawaban, (5) Dapat menghargai pendapat teman, (6) Bertanggungjawab dengan kriteria sebagai berikut : (a) 4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai diharapkan (b) 3 = sering, apabila sering melakukan sesuai yang diharapkan dan kadang-kadang tidak melakukan, (c) 2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan sering tidak melakukan, (d) 1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan.

No Peserta Nama Didik

Aspek yang dinilai

Jml. Skor Ketertangan Kerja sama saat belajar Dapat mengemukakan pendapat Dapat mengajukan pertanyaan Dapat memberikan jawaban Dapat menghargai pendapat teman Bertanggungjawab 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 A V V V V V V 20 Baik Sekali 2 B 3 C 4 D 5 E 6 F

Jumlah Skor Max = 24

Petunjuk Penskoran :

Kamu akan memperoleh nilai :

Baik Sekali : apabila memperoleh skor 16 - 24 Baik : apabila memperoleh skor 11 - 15 Cukup : apabila memperoleh skor 7 - 10 Kurang : apabila memperoleh skor 1 – 6

Tips :

* Hindari dari pergaulan bebas dikalangan remaja atau para pelajar.

* Patuhi norma-norma agama dan adat istiadat yang baik di lingkungan sekolah, rumah dan masyarakat.

* Jauhilah tempat-tempat prostitusi atau lokalisasi PSK (Pekerja Sek Komersial).

* Jauhilah dari minum-minuman keras dan penggunaan Narkoba.

Kelas VIII SMP/MTs Edisi Revisi

156 Semester 2

Dalam dokumen Buku Penjaskes VIII Semester 2 (Halaman 157-162)