Gambaran Umum Responden
Berdasarkan pada hasil penyebaran kuesioner terhadap 150 responden diperoleh gambaran umum responden sebagai berikut:
Tabel 1. Karakteristik Responden Menurut Jenis Kelamin
No. Jenis kelamin Frekuensi %
1. Laki-laki 29 19.3%
2. Perempuan 121 80.7%
Total: 150 100%
Sumber: Data primer yang diolah (2015)
Berdasarkan data pada tabel tersebut, diketahui bahwa ternyata responden pada penelitian ini sebagian besar berjenis kelamin perempuan dengan jumlah 121 orang atau sebesar 80.7% dan laki-laki sebanyak 29 orang atau 19.3%. Total responden berjumlah 150 orang (100%).
Berikut ini adalah tabel untuk karakteristik responden berdasarkan pekerjaannya:
Tabel 2. Karakteristik Responden Menurut Pekerjaan
No. Pekerjaan Frekuensi %
1. Ibu rumah tangga 20 13.3%
2. Karyawan 28 18.7%
3. Mahasiswa 96 64%
4. PNS 6 4%
Total: 150 100%
Sumber: Data primer yang diolah (2015)
Berdasarkan data pada tabel tersebut, diketahui bahwa ternyata responden pada penelitian ini sebagian besar adalah mahasiswa (64%) dan pada urutan kedua adalah karyawan (18.7%) serta ibu rumah tangga (13.3%) serta hanya 4% yang PNS.
Hasil Pengujian Validitas
Hasil pengujian validitas dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 3. Hasil Pengujian Validitas Variabel Perceived User Web Vendor Reputation
No item r hitung r tabel Keterangan
1 0.528 0.159 Valid 2 0.587 0.159 Valid 3 0.540 0.159 Valid 4 0.359 0.159 Valid 5 0.240 0.159 Valid 6 0.506 0.159 Valid
Sumber: Data primer yang diolah (2015)
Berdasarkan data pada tabel di atas, diketahui bahwa untuk nilai r hitung (corrected item total correlation) masing - masing pertanyaan kuesioner tentang variabel Midnight Sale memiliki nilai > r tabel (0.159) sehingga dikatakan valid (Sumber: Ghozali, 2006).
Tabel 4. Hasil Pengujian Validitas Variabel Perceived Website Quality
No item r hitung r tabel Keterangan
1 0.392 0.159 Valid
2 0.361 0.159 Valid
3 0.481 0.159 Valid
4 0.432 0.159 Valid
5 0.429 0.159 Valid
Sumber: Data primer yang diolah (2015)
Berdasarkan data pada tabel tersebut, diketahui bahwa untuk nilai r hitung (corrected item total correlation) masing - masing pertanyaan kuesioner variabel keputusan pembelian memiliki nilai > r tabel (0.159) sehingga dikatakan valid (Sumber: Ghozali, 2006).
Tabel 5. Hasil Pengujian Validitas Variabel Kepercayaan Konsumen
No item r hitung r tabel Keterangan
1 0.502 0.159 Valid 2 0.564 0.159 Valid 3 0.531 0.159 Valid 4 0.412 0.159 Valid 5 0.408 0.159 Valid 6 0.175 0.159 Valid
Sumber: Data primer yang diolah (2015)
Berdasarkan data pada tabel tersebut, diketahui bahwa untuk nilai r hitung (corrected item total correlation) masing - masing pertanyaan kuesioner variabel keputusan pembelian memiliki nilai > r tabel (0.159) sehingga dikatakan valid (Sumber: Ghozali, 2006).
Tabel 6. Hasil Pengujian Reliabilitas
Keterangan Cronbach‟s Alpha Keterangan
Perceived User Web Vendor Reputation
0.713 Reliabel
Perceived Website Quality 0.663 Reliabel
Kepercayaan konsumen 0.695 Reliabel
Sumber: Data primer yang diolah (2015)
Berdasarkan data pada tabel di atas, maka kita dapat mengetahui bahwa untuk nilai Cronbach‟s Alpha masing - masing variabel memperoleh nilai diatas 0.6 sehingga dikatakan reliabel (Sumber: Ghozali, 2006).
Statistik Deskriptif
Tabel 7. Statistik Deskriptif
Keterangan Rata-rata
Perceived User Web Vendor Reputation
3.82
Perceived Website Quality 3.64
Kepercayaan konsumen 3.94 Sumber: Data primer yang diolah (2015)
Berdasarkan data pada tabel tersebut, dapat dikatakan untuk rata-rata variabel Perceived User Web Vendor Reputation adalah sebesar 3.82 artinya responden cenderung setuju bahwa Perceived User Web Vendor Reputation baik dimata konsumen. Sedangkan untuk variabel Perceived Website Quality adalah sebesar 3.64 artinya responden cenderung setuju bahwa Perceived User Web
Vendor baik dimata konsumen. Variabel kepercayaan konsumen rata-ratanya
sebesar 3.94 artinya kepercayaan konsumen cenderung tinggi dimata konsumennya.
Hasil Pengujian Asumsi Klasik
Uji asumsi klasik pada penelitian ini dilakukan dengan uji normalitas, multikolinearitas, dan uji heteroskedastisitas:
a. Uji Normalitas
Untuk pengujian normalitas data pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan uji P-P Plot dengan hasil sebagai berikut:
Tabel 8. Hasil Uji Normalitas
1.0 0.8 0.6 0.4 0.2 0.0
Observed Cum Prob
1.0 0.8 0.6 0.4 0.2 0.0 E xp ect ed C u m P ro b Dependent Variable: Y
Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual
Berdasarkan pada gambar tersebut diketahui bahwa titik-titik data mendekati garis normal, sehingga dengan demikian diketahui bahwa data pada penelitian ini normal.
b. Uji Multikolinearitas
Adalah uji yang digunakan untuk mengetahui apakah antar variabel independen terjadi korelasi atau tidak. Untuk mengetahui ada tidaknya multikolinearitas maka dapat dilihat dari nilai VIF (Variance Inflation Factor) dan Tolerance. Jika nilai VIF < 10 dan Tolerance > 0,1, maka dipastikan tidak terjadi multikolinearitas. Berikut ini adalah hasilnya:
Tabel 9. Hasil Pengujian Multikolinearitas
Coe fficientsa 12,269 1,391 8,823 ,000 ,364 ,072 ,435 5,052 ,000 ,624 1,602 ,163 ,078 ,180 2,089 ,038 ,624 1,602 (Cons tant) X1 X2 Model 1 B Std. Error Unstandardiz ed Coef f icients Beta Standardized Coef f icients t Sig. Toleranc e V IF Collinearity Statistics Dependent V ariable: Y a.
Berdasarkan pada tabel tersebut dapat diketahui bahwa ternyata hasil pengujian untuk multikolinearitas memiliki nilai Tolerance sebesar 0,624 > 0,1 dan untuk nilai VIF sebesar 1,602 < 10 sehingga dapat dikatakan tidak terjadi korelasi antara variabel independen pada penelitian ini sehingga dikatakan tidak terjadi multikolinearitas.
c. Uji Heteroskedastisitas
Dalam penelitian ini untuk menguji heterokedastisitas digunakan uji Scatterplot. Berikut ini adalah hasil pengujiannya:
Tabel 9. Hasil Uji Heteroskedastistias
3 2 1 0 -1 -2 -3
Regression Studentized Residual 2 1 0 -1 -2 -3 Reg ression S tan dardi zed Pred ict ed Val ue Dependent Variable: Y Scatterplot
Berdasarkan pada gambar tersebut dapat diketahui bahwa ternyata hasil pengujian heteroskedastisitas untuk titik-titik data menyebar secara acak dan tidak membentuk pola tertentu sehingga dengan demikian dapat dikatakan tidak terjadi heteroskedastisitas.
Hasil Pengujian Hipotesis
Untuk pengujian hipotesis digunakan analisis regresi dengan hasil:
Coe fficientsa 12,269 1,391 8,823 ,000 ,364 ,072 ,435 5,052 ,000 ,624 1,602 ,163 ,078 ,180 2,089 ,038 ,624 1,602 (Cons tant) X1 X2 Model 1 B Std. Error Unstandardiz ed Coef f icients Beta Standardized Coef f icients t Sig. Toleranc e V IF Collinearity Statistics Dependent V ariable: Y a.
Sumber: Data primer yang diolah (2015)
Persamaan regresi:
Y = 12.269 + 0.364 X1 + 0.163 X2 Dimana:
Y = Kepercayaan konsumen
X1 = Perceived User Web Vendor Reputation X2 = Perceived Website Quality
Berdasarkan pada hasil tersebut diketahui nilai sig.t untuk variabel
Perceived User Web Vendor Reputation sebesar 0.000 < 0.05 dan nilai koefisien
regresi sebesar +0.364 maka hipotesis pertama diterima. Artinya Perceived User
Web Vendor Reputation berpengaruh positif terhadap kepercayaan konsumen.
Hasil pengujian selanjutnya dilihat dari nilai sig. t untuk variabel
Perceived Website Quality sebesar 0.038 < 0.05 dan nilai koefisien regresi
sebesar +0.163 maka hipotesis kedua diterima. Artinya Perceived Website Quality berpengaruh positif terhadap kepercayaan konsumen.
Tabel 11. Nilai R Square
Model Sum m aryb
,564a ,318 ,309 2,48808 Model 1 R R Square A djusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constant), X2, X1 a. Dependent V ariable: Y b.
Berdasarkan pada tabel 11. diketahui bahwa nilai R Square sebesar 0.318 artinya Perceived User Web Vendor Reputation dan Perceived Website Quality mempengaruhi kepercayaan konsumen sebesar 31.8% dan sisanya sebesar 68.2% dipengaruhi oleh variabel lain. Dari statistik deskriptif diketahui bahwa rata-rata nilai untuk pertanyaan-pertanyaan variabel Perceived User Web Vendor
Reputation dijawab sangat setuju yaitu : transaksi di Instagram mudah sebesar
4,000. Perceived Website Quality rata-rata dijawab sangat setuju yaitu tentang menerima keluhan dengan baik sebesar 3,793. Kepercayaan Konsumen dijawab sangat setuju yaitu tentang penjual pada Instagram bersedia untuk melayani kepentingan konsumen dengan baik dan responden yakin bahwa penjual bersedia menaati kesepakatan yang telah dibuat dengan konsumennya dengan nilai rata-rata 4,053.
Sekarang ini kemajuan teknologi dan komunikasi berdampak pada munculnya berbagai macam media sosial yang sama dan hampir sama bahkan lebih mudah diakses sehingga konsumen menerima lebih banyak dan lebih beragam informasi tentang jual beli online, termasuk dalam hal Perceived User
Web Vendor Reputation dan Perceived Website Quality, jadi dengan adanya
reputasi dari Instagram yang baik dimata konsumennya, serta kualitas website yang baik dilihat dari tampilan yang menarik, warna atraktif dan sebagainya, maka semakin meningkat kepercayaan konsumen pada media sosial Instagram.
KESIMPULAN
Berdasarkan pada hasil pengujian dan pembahasan dapat ditarik kesimpulan bahwa:
1. Terdapat pengaruh positif Perceived User Web Vendor Reputation terhadap kepercayaan konsumen.
2. Terdapat pengaruh positif Perceived Website Quality terhadap kepercayaan konsumen
Implikasi Teori
Dua faktor yang ditemukan McKnight et al (2002) yaitu Perceived User Web
Vendor Reputation dan Perceived Website Quality terbukti secara empiris dan
kuantitatif berpengaruh terhadap kepercayaan konsumen. Penelitian ini juga secara parsial mengikuti usulan Mc Knight et al (2002) untuk meneliti secara kuantitatif. Hasil penelitian ini mendukung adanya pengaruh Perceived User Web
Vendor Reputation dan Perceived Website Quality terhadap kepercayaan
konsumen terutama pada online shop seperti temuan Pratiwi dkk (2013) demikian pula temuan Siagian dan Haryono (2014).
Implikasi Terapan
Implikasi terapan dari hasil penelitian ini adalah bahwa kepercayaan konsumen pada media Instagram dipengaruhi oleh Perceived User Web Vendor
Reputation dan Perceived Website Quality, sehingga pihak Instagram sebaiknya
dapat tetap mempertahankan atau memperhatikan reputasinya yang telah baik selama ini serta meningkatkan kualitas websitenya.
Keterbatasan Penelitian
Peneliti tidak mempunyai akses ke Instagram untuk memperoleh data sekunder yang mungkin bisa membantu. Kelemahan lain yaitu bahwa Instagram adalah website yang telah terkenal maka hasil penelitian telah dapat diduga.
Usulan Penelitian mendatang
Usulan untuk penelitian mendatang disarankan untuk menggunakan provider lain yang masih bertumbuh, menggunakan produk Fashion lain, dan melakukan perbedaan analisa berdasarkan gender, generasi X, Y, wanita karier.